Rabu, 26 Juli 2017

Dari Dear Nathan, Gue Tahu Cara Menghargai Orang



Dari Dear Nathan, Gue Tahu Cara Menghargai Orang
credit: Hipwee



Ujwar.com - Dear Nathan adalah salah satu novel yang terkenal di kalangan masyarakat, terutama anak muda. Cerita yang ditulis di wattpad oleh Erisca Febriani, dan telah dibaca jutaan pengunjung ini menyita banyak perhatian ketika diterbitkan dalam bentuk cetak, kemudian diangkat ke layar lebar oleh Rapi Film.

Kesan pertama gue baca novel ini adalah bangga. Sebab, cerita ini mewakili perasaan gue yang rindu masa SMA. Rindu masa-masa nakal (meskipun gue termasuk anak teladan sih dulu), kangen rumpi sama teman, kangen ngerjain PR bareng-bareng di kelas, juga kangen hal-hal konyol yang gak gue dapetin saat ini.

Dalam segi penceritaan, novel ini ringan dan bisa dipahami dengan baik. Penulisnya saja masih belia, ya pantas saja. Dia mungkin mewakili dirinya sendiri dalam menulis cerita itu. Sementara dari segi isi, lumayanlah. Sehari-hari banget, meskipun gue agak ribet karena bukunya tebal. Lebih dari 500 halaman.

Setelah membaca novel itu, gue jadi suka sama karakter Nathan, tokoh utama cowoknya. Gue dulu termasuk ke dalam cowok cupu dan pendiem di sekolah. Gue merasa terwakili aja sama si Nathan ini, bahwa meski dia terkenal sebagai orang yang  badung dan preman sekolah, tapi dia memiliki sisi yang baik. Sama juga kaya teman-teman gue dulu. Yang selalu gue anggap sebagai sampah dan orang yang gak punya masa depan (gue jahat banget ya?).

Gue juga iri sama Nathan. Kadang ingin sekali kembali ke masa SMA. Masalahnya, gue juga pengin ngerasain jadi orang nakal kek dia. Nakal itu menyenangkan. Dan gue, dulu hidup gue lempeng. Gak ada satu hal pun yang ngebuat istimewa. 

Intinya, novel ini memberikan banyak pelajaran. Gak melulu soal cinta, tapi gue juga bisa belajar banyak tentang arti menghargai, menilai, persahabatan juga keluarga. 

Oke, mungkin banyak yang ngritik novel Dear Nathan. Isi kritikannya macam-macam. Dari mulai bahasa cerita, penokohan, plot dan lain-lain. Tapi di balik itu, banyak juga yang suka, bahkan baper baca novelnya, termasuk gue. Pada dasarnya, kritikan yang mereka utarakan mengenai isi cerita itu ga akan mengubah orang yang udah benar-benar jatuh cinta sama novelnya. Lagian, kali ini gue hanya mau nulis apa yang gue rasa aja pas kenal novel ini, bukan hal-hal yang orang lain anggap buruk. Terima kasih juga kepada penulisnya, Erisca Febriani, yang telah menulis cerita ini.

Nah, setelah beberapa bulan baca novelnya, muncullah filmnya yang juga mengundang perhatian. Terus terang, gue nonton pada hari Sabtu, 22 Juli 2017 di salah satu web film. 

Kenapa gue gak nonton secara langsung? Di tempat gue gak ada bioskop, jadi gue hanya bisa nonton pas udah muncul di web, TV, atau youtube. 

Perasaan gue pas nonton film ini pastinya senang banget. Sumpah. Ini yang gue tunggu-tunggu. Gue nunggu Dear Nathan muncul di TV, atau Internet, dan akhirnya, muncul juga. Gue tertawa bahagia.

Filmnya tak kalah seru. Karakter Salma dan Nathan di film gak terlalu beda sama di novelnya. Tentu saja ada perbedaan dalam novel atau film. Banyak scene yang gak dimasukin ke film. Namanya juga film, kalau satu novel dimasukin, bagaimana pembiayaan produksinya? Ngertilah. Lagian, novel  dan film gak bisa disamain meskipun ceritanya sama. Akan ada perbedaan. Yang terpenting, nikmati apa yang kita baca dan lihat. Dan yang paling oke, ambil pelajarannya.

Terus terang, gue lebih terharu pas nonton film ketimbang baca novelnya. Mungkin karena langsung kita lihat dan dengar.  Dari awal, gue senyum, ketawa, sampai mewek. Terutama pas adegan Nathan pelukan sama Bapaknya. So Sweet. Haha. Kenapa gue bilang kek gitu?

Gue sama Bapak gak terlalu deket. Kadang kalau lihat orang yang deket banget sama Bokapnya, selalu merasa iri. Gue ini kan emang pendiem, jadi jarang komunikasi sama Bapak. Tapi di dalam hati, pengin banget ngobrol panjang lebar.

Maka dari itu, gue ikut baper ketika Nathan ini hubungannya kurang baik sama sang Bapak, kemudian menjadi lebih baik ketika ada sesuatu yang menyadarkan mereka berdua.

Bagi yang belum nonton atau baca novelnya, mungkin gue perlu menceritakan sedikit mengenai Dear Nathan. Siapa tahu dengan begitu, lo jadi penasaran, kemudian beli novelnya, atau ikutan nonton filmnya. 

Jadi gini:

Namanya Salma. Dia anak baru di SMA. Pindahan dari Bandung. Dia kesiangan di hari pertama sekolah. Untung dibantu oleh Nathan, cowok yang terkenal badung di sekolah. Dia membawa Salma ke jalan rahasia menuju sekolah. Dan ya, semenjak pertemuan itu, banyak hal-hal yang mereka alamin, sampai tumbuh benih-benih cinta.

Nathan menunda perhatian, Salma pemalu dan mendiam. Nathan selalu menggoda dengan gombalannya yang bikin senyum-senyum, sementara Salma selalu kaku. 

Nathan memang badung, tetapi dia sebenarnya baik. Dia hanya mendapatkan tempaan berbagai masalah. Dari mulai adik kembarnya yang meninggal, orangtuanya yang bercerai, disusul meninggalnya sang Mama. Lengkap sudah. Makanya, dia seperti sedang mencari perhatian orang dengan jadi remaja nakal. Masalah itu mungkin hanya sebagian kecil. Ada masalah hati yang lebih besar. Yaitu berkaitan dengan lika-liku hubungan percintaannya dengan Salma.

---

Segitu cukup kali ya? Hahaha. Intinya, kalau mau tahu cerita ini, silakan cari di toko buku terdekat kesayanganmu, atau kalau mau nonton filmnya, tonton di web penyedia film tersebut. Gue takut terlalu spoiler kalau jelasin terlalu panjang. Biar lo semua deh yang nilai sendiri cerita atau filmnya.

Nah, hubungannya dengan judul review ini memang ada. Gue sadar, atau mungkin elo juga sadar.

Kadang kita selalu nilai orang dari tingkah lakunya, atau fisik yang buruk. Tapi kita gak tahu lebih lanjut orang yang kita nilai buruk itu. Kita  gak tahu hatinya kaya gimana. 

Kadang, kita selalu menganggap orang bandel dan  badung  (Di cerita ini, contohnya Nathan) sebagai sampah atau virus dalam lingkungan kita. Padahal, gak sepantesnya kita seperti itu. Ketika ada orang semacam itu, rangkullah. Barangkali dia memiliki masalah yang besar, sehingga melampiaskan ke dalam kehidupannya? Who know?

Makannya, sebagai manusia, kita dituntut buat peka sama orang lain. Kita harus banyak melakukan pendekatan kepada orang-orang semacam itu. Ketika tahu sifat aslinya, dijamin, kita bakal nyesel pernah ngehina orang tersebut (bagi yang pernah ngehina).

Bukannya gue sok atau bagimana. Gue cuman pengin menuliskan apa yang gue tangkep dari film atau bacaan gue. Seenggaknya, apa yang kita lihat bisa memberian effek bagi diri sendiri. Effek baik tentunya. Apalagi bisa memberikan banyak manfaat bagi pembaca blog gue juga.

Mungkin elo akan bilang; sesuatu yang kita baca atau lihat belum tentu baik.

Benar. Benar sekali. Bahkan, kalau cerita romance atau cinta-cintaan, pasti banyak adegan yang, apalah-apalah. Pasti tahu. Tapi gue hanya ingin berpikiran positif dari apa yang gue lihat. Buruk atau baik, tetap akan memberikan hikmah dalam hidup. 

Oke, dicukupkan sekian dulu coretan gue kali ini. Oh iya, blog gue yang dulu (www*ujwart*com) udah gue hapus. Alasannya simpel; pengin mulai menulis dari hati, juga sesuai dengan yang gue alami, atau seenggaknya yang tertarik gue bahas. Mau itu tips, trik, review, wisata, atau apa pun yang sedang pengin gue tulis.

See you di review berikutnya ya guys. Jangan lupa bagikan dan tinggalkan komentar.

35 komentar:

  1. Mantap gan,saya jadi pengen liat nya....
    Thanks untuk sharingnya gan...

    BalasHapus
  2. wah ini yang ane tunggu2 :'v pengenn

    BalasHapus
  3. Thanks gan sharing nya. Nice artikel :-)

    BalasHapus
  4. saling menghormati saling menghargai jika ad yg buruk jangan dihina seperti itukah intinya

    BalasHapus
  5. setuju banget, bnyak yg bisa diambil moral disini

    BalasHapus
  6. Novelnya masih ada di toko buku, Kak?

    BalasHapus
  7. hargai orang biar kita dihargai juga kan gt

    BalasHapus
  8. menyampaikan nilai kemanusiaan melalui novel, film dan sebagainya...selalu menyenangkan...thanks sudah berbagi

    BalasHapus
  9. kita bisa blajar banayk haldari berbagai mediagan, filmdan novel slah satunya .. nicepost

    BalasHapus
    Balasan
    1. benar sekali kak. makasih udah berkunjung.

      Hapus
  10. ih jadi pengen nyari bukunya...,karena aku lebih suka baca novelnya baru filmnya jadi punya bandingan,makasih sharingnya

    BalasHapus
  11. gan ini agan baca di novel / di web ?

    BalasHapus
  12. keren nih artikelnya. ane juga habis lihat filmnya. kenangan SMA dulu wkwkw

    BalasHapus
  13. Bner gan, saya juga udh prnah bca novelnya. Keren deh

    BalasHapus
    Balasan
    1. ngakak pas baca scene saat-saat Nathan konyol. hehehe

      Hapus
  14. Nice Article.Menarik ceritanya

    BalasHapus
  15. Setuju banget sama paragraf yang isinya jangan menghina tapi merangkul jika ada teman yang seperti itu.

    BalasHapus
  16. Duuu ... Aku belum nonton malahan.

    BalasHapus

Berkomentar dengan baik ya. Ditunggu masukan yang membangun.

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html