Minggu, 20 Agustus 2017

10 Cara Membangun Semangat Menulis

10 Cara Membangun Semangat Menulis


10 Cara Membangun Semangat Menulis
credit: pipa-biru.blogspot.com


Ujwar.com – Banyak sekali para penulis yang selalu mengeluh karena tidak memiliki semangat dalam menulis. Mereka kadang tidak tahu, apa penyebab perasaan mereka bisa seperti itu. Banyak sekali faktor yang bisa menyebabkan semangat menulis menurun, diantaranya kritikan pedas dari pembaca. Seharusnya, kritikan dijadikan sebagai motivasi, bukan hal yang bisa membuat diri down.

Baca juga: 

Berikut 10 tips membangun semangat menulis:

1. Tahu Tujuan

Kadang, ada orang yang tidak tahu tujuan awal menulis. Simpel sih. Seharusnya, penulis tahu, apa tujuan utama. Ketika kita sudah tahu, apa yang akan kita capai dari menulis, secara otomatis, akan terbangun rasa optimis dan semangat. Kenapa bisa? Karena kita tahu betul, bahwa dengan menulis, kita bisa menggapai tujuan awal. Ketika ada yang mencibir pun, kita tetap maju karena memiliki tujuan yang tidak diketahui orang lain. Sudahkah tahu tujuan awal menulis?

2. Jadwalkan Secara Rutin

Menjadwalkan menulis adalah salah satu cara agar kita belajar disiplin. Jadi, ketika ada jadwal, semangat tidak semangat, ya tetap harus semangat. Sebab, ketika sudah ada jadwal rutin, tidak ada kata dilanggar. Kita harus tetap melaksanakan jadwal itu dengan baik. Kalau bisa, kasih hukuman terhadap diri sendiri jika melanggar, kemudian, berikan reward jika berhasil melakukannya.

3. Menjaga Mood

Banyak faktor yang bisa membuat mood jadi buruk. Jagalah mood kita supaya tetap ada di jalur yang positif. Hal ini akan bereffek kepada hal-hal yang berhubungan dengan diri kita. Fisik atau juga batin. Mood yang baik akan memancarkan citra yang baik pula. Menjaga mood bisa bisa dengan cara memanjakan diri. Ngemil misalkan? Atau apalah.

4. Berada di Lingkungan Penulis

Kadang, kita merasa tidak bersemangat lantaran tidak ada lingkungan yang pas dengan hobbi. Saya sendiri merasa terus semangat dalam menulis karena memiliki grup menulis, teman sharing, juga teman becanda. Hal ini yang bisa terus meningkatkan adrenalin. Contoh kecilnya, seseorang berkata sudah menyelesaikan novelnya, biasanya kita juga akan langsung tertantang untuk mengikuti jejak orang tersebut. Ayo, buat lingkungan menulis yang efektif.

5. Membaca Karya Orang Lain

Saya sering tersulut api semangat ketika membaca karya orang secara fisik, terutama penulis nasional yang karyanya sudah best seller. Saya sering membayangkan, suatu saat karya saya akan seperti karya penulis tersebut. Dipegang oleh para pembaca, menghibur, juga menebar manfaat. Saya selalu memiliki harapan dan impian, sehingga terus mencoba bersemangat. Saya pernah down, saya pernah malas, tetapi semua itu kembali dibangun. 

6. Membaca Biografi Penulis Sukses

Nama-nama penulis sukses selalu saya cari, kemudian saya baca kisah perjalanannya dari awal sampai akhir. Semua orang tak pernah jauh dengan proses, maka saya juga memupuk diri untuk terus mencintai perjalanan kehidupan saya. Membaca biografi penulis membuat saya bercermin. Mereka saja mampu dan bisa, kenapa kita tidak?

7. Refreshing

Adakalanya, kita tidak hanya berkutat dengan komputer dan menulis. Milikilah waktu luang untuk merefresh otak kita. Hal ini bisa mengembalikan perasaan yang penat, menjadi perasaan yang lebih baik. Saya sering membuktikan ini. Sebab, otak itu butuh asumsi yang lebih segar selain melihat tulisan-tulisan atau layar putih komputer yang bisa membuat mata sakit, juga otak berat.

8. Berolahraga

Effek olahraga bisa membangun gairah kita. Hal ini berkaitan dengan posisi kita yang kadang down dan tidak bersemangat dalam menulis. Biasanya, olahraga bisa membuat kita lebih fresh dan lebih bugar. Cobalah miliki waktu olahraga, minimal seminggu sekali.

9. Mendengarkan Musik

Cobalah menulis disertai dengan musik yang bisa membuat semangat. Hal ini sangat amat penting. Musik bisa memmacu kita untuk melakukan sesuatu dengan baik. Pilihlah musik yang sesuai dengan keinginan kita. Ketika sedang butuh motivasi, putar musik yang sarat akan dorongan dan agak nge-beat. Biasanya kita akan terbawa suasana.

10. Mendekatkan Diri Kepada Tuhan

Tidak dipungkiri, tip nomor sepuluh ini adalah cara terpenting menurut saya. Sebab, kita tidak akan lepas dari Sang Pencipta. Kegelisahan, kemarahan, ketidakberdayaan, itu bisa dihilangkan dengan terus mendekatkan diri kepada Allah, kemudian membaca Al-Quran secara rutin. Saya selalu teringat akan ucapan salah seorang penulis nasional, katanya: Seseru-serunya menulis novel, jangan pernah melupakan shalat dan baca Al-Quran. Ya, mungkin maksudnya agar kita selalu mendapatkan citra positif dalam diri. Sebab, membaca Al-Quran bisa membuat kita lebih tenang.

Bagaimana, sudahkah melakukan tips di atas? Ayo, bangunlah semangat menulis dengan cara apa pun. Saya yakin, setiap orang memiliki cara masing-masing dalam memupuk rasa semangat. Good luck! Salam literasi.

0 komentar:

Posting Komentar

Berkomentar dengan baik ya. Ditunggu masukan yang membangun.

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html