10 Cara Membuat Opening Cerita Fiksi

10 Cara Membuat Opening Cerita Fiksi

10 Cara Membuat Opening Cerita Fiksi
credit: kompasiana.ciom


Ujwar.com - Dalam menulis cerita, tentu saja ada berbagai cara, untuk membuka cerita itu sendiri. Dari mulai yang simpel, yang biasa digunakan, atau yang belum digunakan sama sekali.

Baca juga:

Ada beberapa penulis, terutama pemula yang masih kepusingan menentukan opening dari sebuah cerita (cerpen/novel). Di sini, saya akan sedikit membahas, atau mengingatkan, cara membuat opening dlam menulis sebuah cerita.

1. Deskripsi

Dalam pembukaan sebuah cerita, kita bisa memulainya dengan cara menggambarkan sesuatu. Bisa berupa latar, bisa berupa tokoh utama, tokoh yang diamati, dan lain sebagainya.

Contoh:

Namanya Nina. Dia gadis anggun dengan lesung pipi yang membuatnya semakin manis. Gadis itu berambut panjang, berwajah oval, juga bermata bulat. Tapi, yang membuat orang tertarik tidak hanya terhadap kecantikkannya, tetapi juga sikapnya yang sopan dan baik.

2. Narasi

Dalam menuliskan sebuah opening, bisa juga dengan menggunakan narasi. Narasi berhubungan dengan penjelasan tindakan seseorang, atau suatu hal. 

Contoh: 

Langkahnya menyepat. Matanya lurus ke depan. Dia seperti orang yang tidak beretika, meninggalkan guru dan juga sahabat-sahabatnya begitu saja. Padahal, dia sedang dinasihati. Ah, dasar gadis aneh. Orang-orang sudah tahu banyak, kalau dia seperti bukan manusia.

3. Pertanyaan

Opening sebuah cerita juga bisa dengan menggunakan pertanyaan. Hal ini untuk membangun rasa penasaran kepada pembaca. Dua hal dia atas (Deskripsi dan narasi) juga bisa membuat penasaran. Tergantung cara menuliskan. Namun, opening dengan pertanyaan ini lebih simpel.

Contoh:

Bagaimana bisa, orang tua yang sudah tak bisa apa-apa, terbaring lemah di kasur ditinggalkan sendiri?

4. Perkenalan

Sebenarnya, opening model perkenalan sudah dijelaskan atau dajarkan sejak SD. Hal ini menyebabkan opening dengan bentuk ini dibilang kuno atau terlalu pasaran. Tapi kadang, masih banyak yang menggunakan opening semacam ini. Ya, sebenarnya, bagaimana pun bentuk openingnya, tergantung cara kita menuliskan.

Contoh:

Namaku Lisa. Aku terkenal pendiam, tetapi sebenarnya banyak berbicara kalau sedang sendiri. Aneh memang, tapi itu adalah karakterku. Eh, sebenarnya aku bukan berbicara sendiri, melainkan berbincang dengan teman-temanku di dunia lain.

5. Bunyi-bunyian

Opening model begini juga sudah sering kita lihat di dalam cerpen atau cerita di buku pelajaran SD/SMP. Atau bahkan, bagi penulis pemula, opening dalam tipe ini menjadi favorit. Mengapa? Sebab simpel digunakan.

Contoh:

Kring!

Alarmku berbunyi. Aku langsung terbangun karena kaget. Ini kesekian kalinya aku bangun agak siang. Dan alarm itu, sudah sepuluh kali berbunyi. Baru kali ini juga aku benar-benar sadar, bahwa aku memiliki jadawal kuliah.

6. Lagu

Opening dengan menggunakan lagu juga sangat menarik menurutku. Kamu bisa memasukkan sebuah lagu di awal pembukaan cerita. Tidak usah semuanya, sepenggal dua penggal kalimat pun bisa coba disisipkan.

Kamu bisa memilih lagu yang sesuai dengan ceritamu. Misal: jika ceritamu percintaan, tulislah lagu percintaan. Jika persahabatan, sisipkan contoh lagu persahabatan.

Contoh:

Katakanlah sekarang bahwa kau tak bahagia


Aku punya ragamu, tapi tidak hatimu!

Aku langsung menyetop lagu sebelum bait dalam reff awal selesai. Pedih. Lagu itu sangat cocok dengan kondisiku sekarang. Dia berhubungan denganku, tetapi hatinya hanya untuk orang lain. Dan kehidupanku secara tidak langsung mirip dengan lagu Armada.

7. Puisi/ Syair

Nah, bagi kamu yang multitalent, kamu bisa membuat opening dengan syair atau puisi andalan. Hal ini bisa memberikan effek lembut kepada pembaca. Pembaca akan terbawa suasana dalam isi puisi itu sendiri.

Silakan buat sebait, dua bait puisi, maka masukkan beberapa baris, atau paling banyak, sebait puisi itu di opening ceritamu.

Contoh:

Aku tahu, kamu ada

Aku tahu, kamu melihat

Tapi kamu tahu, aku berharap?


(Maaf kalau puisinya tidak jelas, hanya contoh. Terus terang, saya kurang bisa membuat puisi, hehehe).

8. Quotes

Kamu bisa memasukkan quotes di awal pembukaan ceritamu. Baik  quotes buatan sendiri, atau dari orang-orang terkenal di dunia ini. Memasukan quotes bisa menambahkan kesan tenang, sekaligus semangat bagi si pembaca. Apalagi bukunya berhubungan dengan motivasi atau perjuangan.

Contoh:

“Aku akan hidup layaknya pohon. Dia diterpa angin, tetapi tetap kokoh berdiri.”

9. Al-Quran/ Hadist

Bagi kamu yang biasa menulis religi, kamu juga bisa memasukkan penggalan Hadist atau ayat Al-quran dalam ceritamu. Tentu saja yang berhubungan, atau mendukung langsung terhadap karya yang kamu tulis. Hal ini cukup efektif dalam membangun rasa penasaran. 

10. Dialog

Memulai sebuah cerita dengan langsung ke dialog juga tidak masalah. Justru, pembaca lebih suka to the point daripada bertele-tele, dengan membuat cerita langsung ke dialog. Pembaca akan langsung tahu bagaimana inti dari pembahasan dalam cerita.

Opening menggunakan dialog juga bisa membangun perasaan pembaca, karena dialog ini bisa disebut ungkapan si tokoh secara langsung. 

Contoh:

“Kamu gila?” Minar menatap tajam. “Dia itu adikmu!”

“Aku gak peduli!” sambarnya ketus. “Dia bukan adikku. Dia penghancur hidupku. Gara-gara kehadirannya, aku jadi anak yang tak dibutuhka lagi!”

Bagaimana, apakah masih pusing dalam menentukan sebuah opening? Mungkin, masih ada cara lain untuk membuat opening, tapi, sepuluh cara di atas sedikitnya bisa mencerahkan dan menerangkan. Kalau pun ada, silakan share di kolom komentar ya. Kita sedang sama-sama belajar.

Ayo, bikin pembukaan/opening cerita yang menarik. Buatlah pembacamu jatuh cinta terhadap tulisan yang kamu buat. Good luck!

Subscribe to receive free email updates:

4 Responses to "10 Cara Membuat Opening Cerita Fiksi"

  1. Menarik sekali gan, jadi tertarik untuk membuat cerita fiksi 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe. Iya gan. Thanks. Sok atuh buat ceritaa

      Hapus
  2. opening merupakan bagian terpentingnya

    BalasHapus

Berkomentar dengan baik ya. Ditunggu masukan yang membangun.