Belajar Dari Buku Ketika Mas Gagah Pergi

Belajar Dari Buku Ketika Mas Gagah Pergi

Belajar Dari Buku Ketika Mas Gagah Pergi
credit: riabuchari.com


Ujwar.com

Siapa yang gak tahu buku ketika Mas Gagah Pergi? Kumpulan cerita yang ditulis Bunda Helvy Tiana Rosa ini termasuk salah satu buku best seller, juga sudah diangkat ke layar lebar. Filmnya pun (dengan judul yang sama) mendongkrak popularitas dengan menapatkan jutaan penonton, serta berbagai penghargaan di dunia perfileman. Dan kali ini, saya akan sedikit bercerita tentang buku ini, tentang berbagai pelajaran yang bisa diambil dari buku ini.

Baca juga: 

Terus terang, saya sudah tertarik lama dengan buku KMGP. Saya banyak menerima informasi dari internet, juga dunia literasi, bahwa buku ini sangat menarik dibaca. Apalagi bagi pemuda yang butuh motivasi untuk menjalani kehidupannya di jalan yang benar. Hehe. (Tunjuk muka sendiri).

Saya bisa mengadopsi buku ini sekitar empat bulan lalu (Sekitar bulan April 2017). Saya membeli langsung dari salah satu toko buku online. Setelah bukunya datang, saya langsung mmebaca dengan penuh semangat.

Terus terang, saya kira KMGP ini adalah novel, karena effek mendengar filmnya yang menceritakan Mas Gagah ini, tetapi setelah dibaca, ternyata kumpulan cerpen. Hal itu membuat saya tertawa sendiri. Tapi mau novel atau kumpulan cerita, tetap inspiratif kok.

Yang menjadi salah satu cerita unggulan itu adalah Ketika Mas Gagah Pergi, yang kemudian dijadikan judul juga. Cerita ini memang inspiratif. Bercerita tentang Mas Gagah yang ganteng, gagah tentunya, juga taat beragama. Dia memiliki adik bernama Gita, yang belum sepenuhnya mnegenal dan mempelajari islam. Hingga ada keanehan yang terjadi kepada Mas Gagah, dan membuat Gita mulai sadar. Sampai terjadi dalam suatu ending yang menyedihkan, sekaligus membahagiakan (baca sendiri ceritanya).

Cerita ini memang inspiratif. Meskipun ditulisnya tahun 1992, tetapi isinya memang kekinian. Bahasanya anak muda banget. Jadi saya yakin, mereka yang baca pun gak bosen. Karena sesuai dengan bahasa sehari-hari mereka. 

Cerita selanjutnya pun tak kalah menarik, salah satunnya yang masih sangat saya ingat adalah cerita berjudul Diary Adelia di Salsabila. Cerita yang satu ini menjelaskan tentang seorang remaja yang dipaksa keluar dari SMA, dan dilanjut dipesantren. 

Menurutnya, pesantren itu adalah tempat asing yang menakutkan. Orang-orangnya primitif dan kuno. Namun, dia merasakan perbedaan ketika sudah mengenal mereka dan tinggal di pesantren. Ternyata, orang-orang pesantren itu ramah dan baik, tak kalah cerdas dengan orang-orang yang bersekolah di sekolah biasa.

Sampai si remaja ini menemukan jati dirinya yang sebenarnya. Dia sadar, bahwa hidup di pesantren dan belajar agama sangatlah menyenangkan.

Kemudian, buku yang berisi 15 cerita ini menceritakan tentang hijrah yang menyenangkan, kesabaran, keuletan, perjuangan, juga hal-hal yang sebenarnya tidak terpikiran oleh otak kita sendiri. Buku ini membuka sesuatu yang kita pikir tidak menyenangkan, menjadi sesuatu hal yang istimewa.

Pokoknya, cerita ini cocok bagi semua kalangan, apalagi anak muda yang sedang butuh inspirasi dan motivasi. Buku ini akan membuat kita lebih banyak merenung, tentang betapa kita yang sangat kecil. Yang (mungkin) belum mampu menjadi sosok tokoh di dalam kumpulan cerita ini (yang juga sebagian berasal dari kisah nyata).

Akhir kata, saya ucapkan terima kasih kepada penulis hebat, Bunda Helvy Tiana Rosa, karena telah menulis cerita KMGP dan menebar banyak pelangi kehidupan. Sumpah, saya terinspirasi dari penulis yang sudah mendapatkan banyak penghargaan ini. [.]

Subscribe to receive free email updates:

6 Responses to "Belajar Dari Buku Ketika Mas Gagah Pergi"

  1. Dan saya benar-benar menangis saat membaca satu kisah di buku ini. Rasanya ... perih.

    BalasHapus
  2. Cocok untk para kalangan anak muda.. sebagai motivasi dan inovasi..

    BalasHapus
    Balasan
    1. cocok banget gan. Ini buku emang memotivasi bangeeeet

      Hapus
  3. belum pernah denger buku ini, mau nyoba baca

    BalasHapus

Berkomentar dengan baik ya. Ditunggu masukan yang membangun.