Ingin Jadi Penulis Sukses Dengan Instan? Mati Aja Sekalian!

Ingin Jadi Penulis Nasional Dengan Instan? Mati Aja Sekalian!

Ingin Jadi Penulis Nasional Dengan Instan? Mati Aja Sekalian!


Ujwar.com - Menjadi penulis sukses, yang bukunya dikenal, kemudian isi dari buku itu disukai merupakan mimpi setiap orang. Termasuk saya. Salah satu cara agar buku saya bermanfaat bagi orang, ytaitu tersebar di seluruh Indonesia.

Baca juga:

Namun, menjadi seorang penulis nasional tidaklah mudah. Banyak rintangan yang harus dilewati. Ya, namanya juga nasional, kita akan bersaing dengan orang-orang di luar sana. Belum para senior yang sudah terlebih dulu ada di dunia menulis.

Sebenarnya, judul artikel ini ditujukan buat saya sendiri. Sebab, saya pernah ingin menjadi penulis yang dikenal, tetapi secara cepat. Padahal, semua orang yang sekarang sukses itu pasti pernah merasakan pahitnya kehidupan. Dan sekarang, disela saya yang mulai menulis dengan hati, saya juga mulai menyesuaikan diri dan intropeksi diri, bahwa tidak ada hal yang bisa dicapai dengan cara instan. Makanan instan saja harus diolah dulu. Tetap membutuhkan waktu.

Dalam perjuangan, ada yang namanya proses. Ada pula yang namanya sebab akibat. Ketika kita melakukan sesuatu, maka akan mengakibatkan sesuatu terjadi. Disanalah ada proses.

Dulu saya sempat ingin cepat-cepat menjadi seseorang dengan karyanya yang dikenal. Tapi sekarang sadar, bahwa menjadi seseorang yang dikenal bukan hanya dengan apa yang telah kita lakukan, tetapi juga dengan sikap, tempaan yang kita dapat juga waktu.

Mereka yang sudah sukses tentu tidak langsung jleg jadi sukses. Mereka awalnya sama, menawarkan naskah ke sana ke mari, mendapatkan beberapa kali penolakan, melakukan rombak terhadap naskah yang ditulis. Terus, terus dan terus. Sampai waktu itu tiba. Sukses. 

Mungkin, bagi seorang penulis, sukses itu adalah ketika naskahnya bisa diterima mayor, atau ketika cerpennya bisa tembus media cetak. Tentu saja, setelah itu terwujud, ada akibatnya, yaitu naskah kita dikenal oleh orang-orang, dan berharap memberikan manfaat besar.

Bagaimana dengan para penulis wattpad yang selama ini menjadi sorotan? Contohnya Wulan Fadi, atau Erisca Febriani yang novelnya best seller, kemudian diangkat ke layar lebar.

Banyak yang bilang, kalau mereka itu mendadak terkenal. Instan.

Padahal tidak juga. Bahkan kebanyakan penulis wattpad yang sudah memiliki pembaca banyak,  telah bergabung dua sampai enam tahun. Dan itu tidak instan. Setuju? 

Apa kabar penulis wattpad yang baru buat akun beberapa minggu atau bulan yang pengin langsung punya pembaca banyak? Adduh, kalau tujuannya hanya untuk itu, mending gak usah nulis. Hal yang harus diperhatikan pertama kali adalah untuk apa menulis? Jangan sampai, karena banyak penulis yang beken, jadi ikut-ikutan pengin beken. 

Perbaiki dulu niat, tulisan yang acak-acakkan, emosional, juga hal-hal yang berhubungan dengan diri. Sebab, hal itulah yang akan membantu kita untuk bisa enjoy menjalani sesuatu yang kita impikan. Mencintai prosesnya. Hingga waktu itu datang.

Waktu itu, 2014, saya selalu ikut event penerbit indie. Awalnya tidak lolos, lama kelamaan, banyak juga yang lolos. Hingga menghasilkan seabrek sertifikat. Menyesal? Tentu saja tidak. Justru itu awal yang baik. Saya sangat memberikan apresiasi besar bagi para pengada event. Dan untuk tahun sekarang, saya tidak lagi mengikuti event indie, sebab, saya sendiri sudah mulai jadi perintis penerbit indie, kemudian mulai fokus ke mayor. Ya, hal itu berawal dari hal kecil.

Jadi, ketika kamu ingin menjadi sesuatu, mulailah dengan tanpa memikirkan embel-embel “langsung sukses”.  Ada saja yang mungkin langsung sukses, tapi bisa jamin bertahan lama tidak? 

Jadi, masih ingin menjadi penulis nasional dengan instan? Mati Aja Sekalian. Inget, tulisan ini saya sampaikan khususnya kepada diri saya sendiri. Sebagai pengingat, bahwa mencintai proses lebih penting. Adapun kalau kalian ikut terhanyut, atau setuju, saya pastinya akan senang. Sebaik-baiknya manusia adalah yang bisa membantu orang lain. Hehehe.

Hayo, mulai berjuang dari sekarang, jangan pengin sukses instan, cintai proses, lakukan perbaikan diri. Dan tunggu waktunya. Proses tidak akan membohongi memang benar. Karena, ketika kita menanam sesuatu, dan mengurusnya dengan penuh cinta dan ketelatenan, maka kita juga akan menuai hal yang memuaskan, ketimbang hasil tanaman orang yang sama sekali tidak diurus dengan maksimal. Semangaaaat!

Subscribe to receive free email updates:

4 Responses to "Ingin Jadi Penulis Sukses Dengan Instan? Mati Aja Sekalian!"

  1. Terima kasih info dan pencerahannya...
    Kalo saya mah masih berkecimuk dengan bagaimana mengatur waktu biar bisa menghasilkan tulisan 😁
    Sukses terus ya pak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama-sama. Moga sukses yaaa. aamiin

      Hapus
    2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus

Berkomentar dengan baik ya. Ditunggu masukan yang membangun.