Minggu, 27 Agustus 2017

Minta Buku Gratis Ke Teman? Rendah Sekali Kamu!


Minta Buku Gratis Ke Teman? Rendah Sekali Kamu!
credit: inspirasi.co


Ujwar.com – Bagi seorang penulis, bisa membukukan karyanya itu adalah sebuah kebangaan tersendiri. Sebab, dia sudah berhasil mewujudkan mimpi menjadi penulis yang seperti didambakan dan diimpikan. Menghasilkan buku tersebut bisa dengan berbagai cara. Seperti self Publish, Indie, atau yang sekala besar, mayor.

Baca juga:



Namun, banyak sekali diantara kita yang kadang kesal jika ada yang minta buku.

“Buat aku, garis ya, ya, ya?” 

“Kita kan teman, aku mah gratis deh. Atau kalau bisa, minjem aja bekasmu entar. Gak apa-apa lama juga.”

Dua kalimat di atas adalah kalimat yang saya, atau mungkin kita sering dengar dari teman-teman kita. Saya tanya, kesal gak sih kalau ada orang yang minta buku ke kita?

Ibaratnya, kita ini lagi jualan suatu produk, kemudian tiba-tiba ada yang nyelonong datang, terus minta atas nama pertemanan. Apakah pantas orang tersebut dianggap sebagai teman? Ya, kecuali, si penulis yang dengan sukarela ngasih. Itu mah tidak masalah, haknya.

Perlu saya jelaskan dan luruskan, bahwa meminta buku gratis tak semudah membuat tulisan sekian ratus  lembar, kemudian editing yang lamanya minta ampun, masuk ke ranah penerbitan yang tak sebentar, apalagi indie, ada juga yang berbayar.

Coba kamu bayangkan, perjuangan seseorang hanya dihargai dengan kata “gratis”. Anda waras?

Kemarin saya membaca postingan salah satu penerbit indie, dan saya juga tergelitik untuk membuat tulisan yang temanya sama. Alasannya hanya satu hal, ingin menyuarakan isi hati seorang penulis.

“Lho, dia dipinta gratis gak marah kok.”

“Dia kan baik, suka ngasih!”

Kalau dipinta buku, penulis memang gak marah, tapi sebenarnya, di dalam hati itu mendidih lho. Sebab, kalau seandainya ada yang minta buku gratis ke kita, terus kita marahi, ya, mungkin kita bisa dianggap kejam atau pelit. Makanya, ketika ada yang minta buku gratis, penulis paling bisa senyum atau tertawa getir.

Kawan, daripada meminta buku gratis, lebih baik ngasih selamat, atau kalau tidak, ikut mempromosikan jika benar-benar tidak bisa membeli buku. Bukan mata duitan, bukan pula itung-itungan, tapi yang namanya nerbitin buku itu tidak hanya terbit, tapi juga harus dipasarkan. Kalau seandaianya kita memberikan buku kita ke orang lain, bagaimana keuntungannya? Usaha, pasti akan terus melihat untung dan rugi.

Dan lagi, untuk mendapatkan royalti seharga satu buku, itu perlu menjual beberapa buku. Misal: Harga buku 50 ribu, terus royalti dati buku itu 10 persen buat penulis (5 ribu/ buku terjual).  Nah, kita harus menjual 10 buku dulu, baru kemudian bisa mempunya nroyalti seharga satu buku. Kalau kamu minta gratis, abis dong royalti penulis? Lu kira royalti penulis besar? Kecuali bagi orang yang punya penerbitan indie, mungkin bisa sedikit diatur.

Pernah ngaji gak sih, kata Pak Ustaz pun, tangan di atas lebih baik dari tangan di bawah. Kalau maunya gratisan doang, ya, berarti anda type orang yang lebih senang ngemis, lebih rendah  dari apa pun.

Pikirkan deh, meskipun ujung-ujungnya kamu dapetin yang gratis, tetapi tetap, kamu ada di bawah orang yang memberi. Ya, gimana sih rasanya dikasih orang? Pasti ngerasa gak bisa berbuat apa-apa. Mending beli, duit sendiri dan usaha sendiri. Punya buku pun bangga dan akan dijaga, karena kita tahu betul bagaimana perjuangan membeli buku tersebut.

Dengan begitu, kamu sudah menghargai teman, pun karyanya. Teman yang baik itu adalah teman yang mampu merasakan apa yang dirasakan penulis. Ketika kamu merasaan sulitnya membuat buku, maka kamu akan mengerti, bagaimana murahannya seseorang jika meminta gratis.

Oke, sampai sini jelas? 

Intinya, jangan sekali-kali minta buku gratis. Kalau mau gratis, coba bikin buku sendiri dan terbitin sendiri. Nah, kamu sudah punya buku dan gak harus minta-minta sama orang. Setuju? Kalau setuju, jangan lupa share. Biar teman-temanmu gak minta gratisan mulu.

10 komentar:

  1. Balasan
    1. Benar banget. Gak gampang. Yaaa, seharusnya mereka berpikir kepada sebuah kesulitan itu. hehehe

      Hapus
  2. Setuju sekali. Dengan meminta gratis sama saja juga dengan tidak menghargai jasa penulis yang sudah susah payah menerbitkan sebuah bacaan yang berguna dan bermanfaat.

    Sebagai teman, dengan membeli nya saja kalian sudah dapat membantu meski tidak ikut mempromosikan karya teman.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yups, aku setuju bang. Kalau aku yang bagi, ya gak masalah, tapi kalau minta ke kita tanpa rasa bersalah, itu keterlaluan. hehe. Ya, namanya juga orang yang nyari recehan.

      Hapus
  3. Seharusnya karna itu karya teman, kita harus membayar lebih. untuk mensupport agar dia terus berkarya.

    BalasHapus
  4. kalo yang benar harusnya bgaimana ? kalo minjam gimana ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya baca atuh artikelnya. Hehe., AKu udah jelasin panjang kali lebar cara yang bener bagimana :D

      Hapus
  5. watak asli indoneasia kan sukanya yag grentongan, serba maunya gratis semua,...

    BalasHapus

Berkomentar dengan baik ya. Ditunggu masukan yang membangun.

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html