Rabu, 02 Agustus 2017

Pengaruh Mood Terhadap Feel Cerita yang Kita Baca

Pengaruh Mood Terhadap Feel Cerita yang Kita Baca


Pengaruh Mood Terhadap Feel Cerita yang Kita Baca
credit: tes.com


Ujwar.com

Selama saya masuk ke dalam dunia literasi—terutama menulis, saya awalnya tidak suka membaca, kemudian mencoba untuk suka dan membiasakan untuk membaca. Baik itu fiksi atau pun non fiksi, sebab dari buku-buku penulis lainlah, saya banyak belajar.

Baca juga: 


Kali ini, saya akan membahas Mood dan juga Feel. 


Oke, sebelum ke pembahasan, saya hanya ingin memberitahu, bahwa tulisan ini diperuntukan bagi orang yang sedang ingin belajar nulis, atau orang yang gak pede akan tulisannya. Lanjut? Lanjut!!!

Pertama-tama, saya ingin bertanya, apakah mood akan berpengaruh terhadap feel?

Contoh kecilnya, kamu sedang gak mood makan berat, tetapi disodorkan nasi sepiring besar, ditambah bakso semangkuk, juga martabak. Bagaimana perasaanmu?

Kalau menurut saya, ketika kita gak mood makan, mau disodorkan makanan apa pun, tetap saja males. Apalagi gak mood-nya karena ingin menjaga pola makan atau lagi ikut dalam program diet. Pasti gak bakal tertarik. Perasaan (feel) pun akan buruk terhadap penilaian makanan itu.

Sama halnya ketika berhubungan dengan cerita atau buku yang sedang atau akan kita baca. Apakah kamu akan menangkap feel dari pembicaraan setiap tokoh dalam cerita yang kamu baca, ketika kamu sedang gak semangat baca?

Dulu sekali, saya pernah membaca buku Dilan (Lupa, entah Dilan 90/91). Novel yang ditulis Ayah Fidi Baiq  sampai saat ini masih diperbincangkan karena sosok Dilan yang menyita perhatian. Bahkan, novel ini menyusul novel terkenal sebelumnya yang juga akan difilmkan.

Terus terang, pas baca novel Dilan, aku gak tertarik karena emang gak tahu kalau novel itu best seller, penulisnya terkenal, dan juga belum tahu bagaimana tulisan yang menarik itu bagaimana. Bagi saya, tulisan itu gak ada yang menarik, kebetulan, dulu saya lagi males-malesnya baca buku.

Orang bilang, novelnya seru. Sosok Dilan ini keren. Terus bikin baper kalau menurut cewek, atau bisa dijadikan rekomendasi sifat cowok buat mneggaet cewek. Tapi, saya gak ikut terhanyut sama sekali. Suer. Malah setelah selesai baca tuh novel, saya gak tertarik buat baca Dilan 2, atau Milea, seri ketiga buku itu.

Suatu hari, saya iseng-iseng membuka Dilan 2, karena ikut penasaran dengan yang orang-orang bicarakan. Kebetulan sekali, saya sedang bersemangat untuk membaca. Dan .... jeng-jeng, saya ikut terhanyut. Bayangkan. Itu hanya karena saya sedang bersemangat membaca. Saya jadi suka banget karakter Dilan, dan dia emang bisa bikin baper cewek-cewek.

Jadi sekali lagi, apakah mood bisa berpengaruh terhadap feel bacaan yang kita nikmati?

Kalau menurut saya tetap berpengaruh. Sedikit atau pun banyak. Saya mnegalaminya, padahal dulu saya gak suka Dilan. Namun tiba-tiba, dalam rentan waktu yang cukup lama, saya bisa tiba-tiba menyukai karakter dari tokoh dalam novel tersebut. Hebat bukan?

Terus, bagaimana dengan teknik menulis yang dipelajari? Kalau feel dalam tulisan bisa dipengaruhi oleh mood kita, berarti hal-hal teknis seperti tanda baca, typo, atau rancangan karakter yang dibuat dari awal gak penting dong?

Siapa yang bilang gak penting? Tetap penting. Bahkan sangat penting. Mood yang dibangun oleh otak untuk mau membaca cerita itu biasanya berawal dari beberapa hal. Pertama, dari penulisnya terlebih dahulu. Apakah terkenal, atau tidak. Bukan berarti tulisan dari penulis yang kurang terkenal tidak akan dibaca, tetapi kepopuleran seseorang juga berpengaruh. Kalau pun kamu, atau saya tidak terkenal, minimalnya kita punya image yang baik di hadapan orang lain. Kemudian, apakah tulisan sebelumnya bagus, atau tidak. Apakah tulisan sebelumnya membuat baper atau tidak.

Hal kedua setelah penulis biasanya dari judul, back cover, juga blurb dari buku tersebut. Unikkah? Membuat penasarankah, atau bagaimana?

Ketiga adalah isi dari buku. Isi ini bisa termasuk teknis, seperti tema, tokoh dan penokohan, gaya bahasa, sudut pandang juga plot. Atau bisa berupa tulisan yang ringat atau berat. Banyak typo atau tidak, dan lain sebagainya.

Sebagai penulis, kamu mau membawa mood pembaca ke mana? Kepada ketertarikan, atau kepada ketidaktertarikan. Dan ya, itu juga mengapa penerbit menyeleksi naskah penulis. Ketika naskah bisa menarik perhatian, maka itulah yang dipilih.

Nah, bagi kamu yang ingin menulis, atau sudah punya tulisan, jangan malu buat share ke orang lain. Biarkan mereka menilai isi tulisanmu. Apakah membawa mood mereka ke hal yang lebih baik? Atau bagaimana? 

Faktanya, ketika kita menulis dengan sungguh-sungguh, dari hati, ditambah teknik menulis yang ciamik, pembaca pun (kemungkinan besar) akan terhanyut. Dengan mood yang awalnya dipengaruhi dari bacaan yang kamu tulis.

Adapun yang mungkin gak suka, ya itu hak dia. Mungkin saja moodnya sedang buruk (yang aku katakan diawal). Misal dia sedang putus cinta, eh disodorin cerita romantis. Jelas aja dia malah galau, wong dia ngiri sama tokoh yang bermesraan. 

Intinya, mood menulis itu memang berpengaruh terhadap feel dari cerita, tetapi mood juga bisa dibangun dengan hal-hal yang kita ciptakan dari cerita itu. Dari mulai teknis, hingga feel penulis sendiri ketika menuliskannya.

Bagaimana? 

Kalau gak setuju juga gak apa-apa. Tapi hal itu yang saya rasakan selama ini sih. Ketika kita gak suka terhadap tulisan seseorang, suatu hari kita bisa tiba-tiba suka terhadap cerita itu karena beberapa alasan. Yuk tetap percaya diri. Tunjukkan tulisan terbaikmu kepada calon pembaca. 

2 komentar:

  1. Ngomongin Dilan nih, aku terhanyut dan jatuh cinta di Dilan 1. Tapi Dilan 2 mendadak ilfil. Mungkin emang iya, dipengaruhi sama mood. Atau emang karakter Dilan agak beda di Dilan 2.
    Mungkin juga dipengaruhi standart 'cowok yang bikin baper' juga. Soalnya aku suka Karakter di Dilan 1, eeeh pas di Dilan 2 beda sedikit. Aku kan jadi ilfiiill...
    Trus belum pernah baca Milea.
    Tapi aku tetap sukaa Dilan. Dilan 1.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha.... yups. bener bangeeet :D makasih ak vindy udah mau BW. ENtar aku berkunjung balik deh ke blognya Mbak :D

      Hapus

Berkomentar dengan baik ya. Ditunggu masukan yang membangun.

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html