Sabtu, 30 September 2017

Aku Tertipu Oleh Bab-bab Awal Novel The Unbroken Vow

Aku Tertipu Oleh Bab-bab Awal Novel The Unbroken Vow
Dokumen Pribadi


Ujwar.com – Membaca novel adalah salah satu hobi yang nggak pernah bisa saya tinggalkan. Salah satu novel yang pernah saya baca adalah The Unbroken Vow, karya Kezia Evi Wiadji, terbitan Gramedia Pustaka Utama, 2015.

Baca juga:

Salah satu hal yang mungkin dicari oleh pembaca adalah keseruan sebuah novel. Dan saya mendapatkan keseruan itu di novel The Unbroken Vow. Dari bagian prolog, saya sudah tertarik untuk melanjutkan ke bagian selanjutnya.

Sebelum berbicara lebih lanjut mengenai kesan membaca novelnya, saya akan sedikit menuliskan bagian belakang, atau blurb dari buku ini:

Di usianya yang masih muda, Ivy Sutedja boleh berbangga diri. Ia memiliki semua yang diimpikan oleh wanita seusianya. Usaha bridal yang mapan, putri cilik yang menggemaskan, dan kehidupan tenang bersama laki-laki tampan bernama Ethan Wicaksana.

Sampai suatu hari, guru anaknya, berada diantara dirinya dan Ethan, mengguncang kehidupan nyamannya. Kemudian muncul laki-laki lain yang menawarkan bahunya untuk Ivy bersandar, terutama ketika teror masalalu mengincar nyawanya.

Sumpah, pas baca blurbnya, saya langsung tertarik buat baca isi. Dan ketika masuk ke bagian prolog, rasa penasaranku terhadap sosok Ivy semakin besar, sebab disuguhi pemaparan yang bikin penasaran. Hingga masuk ke bab-bab awal.

Sebenarnya, buku ini bercerita tentang seorang Ivy dan Ethan, yang mencoba menjaga Cindy (anaknya) sebaik mungkin. Selalu membuatnya bahagia. Dan tidak ingin menyakiti dengan masalah yang sebenarnya terjadi. Mereka terus menjaga keharmonisan demi kebahagiaan Cindy, dan ... juga kebahagiaan mereka sendiri. Tetapi datang masalah baru, yaitu kemunculan Miss Sally, yang tak lain guru dari Cindy. Inilah yang membuat masalah Ivy dan Ethan semakin runyam.

Oke, jika kalian membaca bukunya, mungkin kalian akan syok, bagaimana sebenarnya masalah Ivy dan Ethan. Tentu saja, ini yang berhubungan dengan judul review ini. Saya tertipu. Tetapi, berlanjut ke bab-bab selanjutnya, saya diberitahu betapa rumitnya masalah mereka.

Antara  ego dan cinta. Antara status dan juga perasaan. Antara orang lama dan baru. Kemudian masalalu yang juga terus-terusan muncul.

Bahasa dari buku ini sendiri terbilang ringan. Gampang diikuti, dan yang terpenting, feelnya dapat. Penulis sangat pintar menyisipkan sesuatu dari bab per bab, sehingga membuat pembaca tertarik untuk terus membaca. 

Dari segi isi, saya kira, ini buku yang berbobot. Sebab memiliki pesan yang baik terhadap pembaca. Pelajaran kesetiaan, kasih sayang, kesempatan kedua, juga mengenai cara agar hubungan bisa berjalan dengan harmonis, meskipun telah mendapatkan terpaan berbagai masalah.


Kamis, 28 September 2017

Aku Belajar Nulis Dari Grup Facebook, Blog dan Buku 101 Dosa Penulis Pemula

Aku Belajar Nulis Dari Grup Facebook, Blog dan Buku 101 Dosa Penulis Pemula
credit: aninda-online.com


Ujwar.com – Seperti yang pernah kubilang, bahwa aku kenal menulis sejak tahun 2014, dan mulai ikut event menulis di tahun 2015. Namun, baru tahun 2016 aku benar-benar mempelajari teknik menulis. Aku belajar dari grup facebook, web atau blog dan buku teknik menulis yang ditulis oleh Bapak Isa Alamsyah, “101 Dosa Penulis Pemula”.

Baca juga:

Aku sudah lupa, grup apa yang pertama kali aku singgahi waktu itu. Tapi  effek yang kurasa hingga sekarang adalah peran media sosial itu sendiri. Aku bergabung di berbagai grup kepenulisan. Salah satu contohnya, Komunitas Bisa Menulis. Ya, meskipun baru tahu kemarin kalau ternyata aku diblok dari grup tersebut.  

Ada gedeknya juga sih! Soalnya, aku belajar banyak di grup itu. Meskipun kebanyakan jadi silent reader. Aku sendiri baru sadar alasan aku diblok, yaitu sering share link artikel yang kubuat di blog. Karena hanya itu yang sering kulakukan di sana. Tujuan awalnya sih emang mau berbagi tulisanku sendiri. Seperti tips menulis, pengalaman, dan hal lainnya. Ternyata itu melanggar peraturan. Bodohnya aku, aku malah belum baca peraturan di KBM. Apa boleh buat, peraturan tetap peraturan. Aku yang salah. Dan aku sudah di-kick. Hahay. Byeee.

Selain grup kepenulisan di facebook, aku juga belajar dari banyak blog dan web. Baik blog pribadi, atau blog web instansi. Hal yang membuat aku suka baca di blog adalah unik atau menariknya suatu blog. Dan ya, kalau sudah suka sama suatu blog, pasti akan jadi langgananku untuk terus dikunjungi.

Salah satu blog yang sering kukunjungi adalah blog Kak Ken Hanggara. Aku belajar nulis dari cerpen-cerpennya yang amazing. Kemudian, aku belajar dari blog Ka Arumi E. Banyak tips menulis dan hal-hal mengenai penerbitan yang kuikuti dair penulis yang satu itu. 

Blog lain yang sering kukunjungi adalah blog punya penerbit Diva Press. Sering sekali Diva Press share hal-hal yang berhubungan dengan kepenulisan. Dan yeah, hal itu memang sangat bermanfaat bagi seorang penulis sepertiku.

Selain blog, aku juga belajar dari wattpad. Banyak sekali tulisan yang berhubungan dengan teknik menulis. Salah satunya punya Kak Ary Nilandari, juga punya Kak Shirei. Aku banyak belajar dari tulisan mereka. Terima kasih akak-akak. Hehe.

Selain media sosial dan blog, saya juga belajar menulis langsung dari buku. Cieeh. Gak lengkap kalau belajar tanpa buku secara fisik.

Terus terang, aku salah satu orang yang agak susah beli buku. Bukan gak mau, tapi karena keterbatasan. Masalah finansial kadang memang jadi alasan utama. Namun aku bersyukur ketika suatu hari diberi rizki lebih oleh Allah, kemudian aku membeli buku 101 Dosa Penulis Pemula yang kebetulan sedang ada diskon. Aku masih ingat, waktu itu, hanya dengan 99 ribu, aku sudah dapet tiga buku, yaitu No Excuse!, Humortivasi, dan 101 Dosa Penulis Pemula.

Baca juga:

Guys, kalau perlu jujur, pembelajaran paling efektif yang paling ngena itu adalah melalui buku Pak Isa Alamsyah ini. Bukan veres lho. Buku 101 Dosa Penulis Pemula melengkapi semua yang telah aku pelajari sebelumnya.

Pertama kali aku mengenal buku 101 Dosa Penulis Pemula adalah dari Komunitas Bisa Menulis. Jelas saja. Sebab grup itu diusung oleh Bunda Asma Nadia dan Pak Isa Alamsyah. Pertama kali melihat cover buku itu, aku langsung tertarik dengan judulnya yang ada kata-kata “dosa”.



Gila, ternyata penulis juga punya dosa?

Dari sana, aku mulai cari tahu tentang buku tersebut. Kebetulan, karena sedang ada promo.

Maka, jadilah aku membeli buku itu secara online. Dan memang, hari-hariku selanjutnya adalah menunggu mamang pos nganterin paketan.

Setelah datang, tentu saja aku antusias. Dan langsung mempelajari bukunya. 

Baca juga:

Isi buku itu sangat lengkap. Memang ada 101 “dosa”  penulis pemula.

Percaya atau tidak, dari Bab awal, aku langsung geleng-geleng. Sebab, kesalahanku memang masih sangat banyak. Dan ya, sepanjang membaca buku itu, aku pasti berkata, “Oh, jadi gini toh.” Atau, “Jadi selama ini aku salah dong?” Diselingi anggukan pelan.

Secara manfaat, buku ini amat sangat bermanfaat, khususnya bagiku yang baru belajar. Aku membeli buku Pak Isa tahun 2016, dan sekarang sudah 2017. Jika lupa, aku kadang buka buku itu lagi. Belajar lagi. Pahami lagi. 

10 Dosa Penulis Pemula menurutku rekomended bagi siapa saja yang ingin belajar nulis lebih lanjut.  Soalnya bahasanya sangat ringan, sehingga kita gampang untuk mempelajarinya. Hal lain yang membuat aku gampang mengerti adalah, ada contoh-contohnya. Diperlihatkan, seperti apa naskah yang kurang baik, bagaimana pula naskah yang baik, dan lain sebagainya.

Sekarang, tahu kan aku belajar dari mana saja? 

Terus terang, aku belum pernah kursus atau pelatihan menulis. Tapi mungkin kedepannya, kalau Allah merestui, akan ada kesempatan untuk ikut pelatihan secara langsung.

Oke, setelah aku bercerita panjang kali lebar, sekarang giliranmu yang bercerita. Ccurat-coret di komentar yuk, dari mana kamu belajar menulis?

Selasa, 26 September 2017

Emang Bisa Menulis Novel Dalam Waktu Sebulan? Ya Bisalah!


Emang Bisa Menulis Novel Dalam Waktu Sebulan? Ya Bisalah!
credit: pixabay

Ujwar.com – Banyak sekali yang bertanya kepada saya tentang menulis novel. Mereka bertanya berapa lama dalam pembuatan novel. Tentu saja, pada awalnya saya menjawab bahwa menulis novel tergantung panjang pendeknya cerita yang akan dibuat. Juga tergantung rajin tidaknya kita dalam menulis.

Maka, muncul pertanyaan yang lebih detail: Emang Bisa Menulis Novel dalam Sebulan?

Jawabannya bisa. Karena saya telah menerapkannya beberapa kali. Meskipun untuk saat ini kembali lagi seperti dulu. Mandeg. Iya, mandeg nulis. Ide ada, tapi banyak hal yang harus dilakukan, sehingga menulis novel pun semaunya (alasan, hehe).

Banyak sekali para penulis senior, atau sebuah penerbitan yang mengadakan program-program menulis novel dengan waktu sebulan. Seperti latihan kepenulisan. Kursus kepenulisan. Ada juga program tantangan menulis dalam satu bulan yang diusung oleh salah satu penerbit.

Nah kawan, kenyataannya, menulis novel dalam sebulan memang bisa. Suer. Bisa. Kalau tidak salah, tiga novel saya yang ditulis sebelumnya selesai dalam 1 bulan (kurang-lebih). Namun memang, sebenarnya menulis itu gampang, yang susah  adalah mengedit. Setelah menulis selama sebulan, kita masih diharuskan untuk mempercantik tulisan kita.

Sebelum kamu berpikir untuk mencoba menulis novel dalam waktu satu bulan, ada kalanya, kamu harus memperhatikan beberapa hal berikut:

1. Siapkan Outline

Hal pertama yang saya alami, yang juga sering dilakukan adalah membuat outline secara keseluruhan. Baik ditulis per-bab secara singkat, atau menulis sinopsis dari awal sampai akhir (tidak menggunakan bab-bab).

Apa saja yang bisa ditulis di outline?

Diantaranya: Ide pokok atau scene yang akan ditulis dalam tiap bab. Hal ini mempermudah para penulis untuk mengingat apa yang akan ditulis. Dalam outline juga, kita bisa menuliskan karakter-karakter si tokoh sejelas-jelasnya, setting, konflik, dan lain-lain.

Pokoknya, kamu bisa menulis hal penting di outline. Istilahnya, outline ini kerangka tulisan sebelum dikembangkan menjadi naskah utuh.

Lalu, bagaimana jika tidak menggunakan outline?

Ya, sah-sah saja sebenarnya. Banyak penulis di luar sana yang menulis tanpa outline. Atau istilah gaulnya: Let It Flow. Artinya, membiarkan semua mengalir. Yang penting kita sudah tahu, idenya seperti apa, tokohnya siapa, settingnya di mana dan kapan, juga hal-hal mendetail lainnya. Masing-masing dari kedua cara (dengan outline atau tanpa outline) memiliki kekurangan dan kelebihan tersendiri. Nanti akan saya bahas dalam file terpisah.

Baca juga:
6 Kegunaan Membuat Outline Sebelum Menulis


2. Tekadkan Untuk Konsisten Menulis

Ingat, waktu sebulan itu bukan waktu yang lama untuk ukuran menulis novel. Sangat sebentar. Bahkan singkat. Kita sebagai penulis harus memiliki tekad untuk konsisten dalam menulis. Juga kemauan yang keras.

Kalau saya, biasanya akan membuat jadwal setiap harinya. Minimal 2 jam. Saya selalu memfokuskan menulis minimal 5 lembar, atau sekitar 1 bab. Jika saja kita bisa menulis 5 lembar sehari, maka dalam waktu 30 hari, kita sudah bisa menghasilkan 150 halaman. Sementara, jika kamu memiliki target menulis minimal 100 halaman, maka hanya akan menghabiskan waktu 20 hari. Cepat kan? Kuncinya memang konsisten.

Baca juga:
1. Gak Ada Leptop Buat Nulis? HP Pun Jadi
2.Ingin Jadi Penulis Dengan Instan? Mati Aja Sekalian!
3. 10 Cara membangun Semangat Menulis


3. Menulis Bukan Mengedit

Kadang kala, kita ingin sekali membuat tulisan yang perfect. Sehingga membiasakan menulis sambil mengedit. Sebenarnya sah-sah saja, tapi kalau menurut saya, menulislah terlebih dahulu. Biarkan semuanya selesai atau mengalir. Setelah beres menulis, baru masuk waktu untuk mengedit. Hal ini membuat kita lebih fokus ketimbang menulis sambil edit.

Baca juga:
1. 10 Cara Merampungkan Tulisan
2.10 Cara Menemukan Ide Dalam Menulis


4. Jangan Memikirkan Bagus atau Tidak

Kelemahan penulis pemula salah satunya adalah selalu memikirkan bagus atau tidak. Saya yang juga masih pemula kadang selalu berpikiran seperti itu. Usahakan untuk menghindari pikiran ingin sempurna. Sebab, masih ada tahap editing yang menunggu. Intinya, selesaikan tulisanmu, setelah itu, kiamu bisa memperbaiki apa yang kurang.


Nah, setelah kamu memperhatikan tiga hal tersebut, sekarang saatnya untuk mengeksekusi semuanya. Mulailah menulis dari sekarang supaya bisa terselesaikan dalam waktu 1 bulan. Saya tunggu tulisanmu di-share, atau bahkan diterbitkan dalam bentu buku. Good luck kawan. Sampai ketemu di tulisan selanjutnya.

Senin, 25 September 2017

Gak Ada Leptop Buat Nulis? HP pun Jadi

Gak Ada Leptop Buat Nulis? HP pun Jadi
credit: pixabay.com

Ujwar.com – Bagi seorang penulis, leptop atau komputer menjadi kebutuhan paling penting. Sebab kalau tidak ada benda tersebut, kita akan kesusahan.

Namun, ternyata masih ada cara lain bagi orang yang benar-benar cinta menulis, meski tidak memiliki leptop. Mau tau caranya? Hahai. Kalian pasti sudah baca judul. Benar sekali guys, ketika leptop atau komputer tidak ada, HP pun jadi.

Ujwar hanya mencoba menyemangati ke kami yang gak ada fasilitas!

Eit, Ujwar menulis ini bukan hanya menyemangati lho, tapi juga dengan membawa bukti dan akan membeberkan hal-hal menarik mengenai ponsel.

Baca juga: 

Saya ingin bertanya dulu, berapa kali sehari kamu update status. Berapa kali sehari kamu memelototi ponsel? Berapa kali sekari kamu komen status orang?

Nah, hal tersebut sudah sedikit menggambarkan bahwa ponsel menjadi salah satu barang yang sering kamu pegang. Tanpa HP, hidup itu hampa. Ciaaah.

Banyak sekali yang ingin belajar nulis, tetapi berdalih bahwa dirinya tak punya leptop. Kalau seandainya  orang tersebut peka, pasti suatu barang bisa dijadikan alternatif lain. Saya di sini ingin mencoba membahas ponsel.

Dulu, sebelum punya leptop, saya pernah bikin cerbung per-part yang sering di-update di status. Dan penulisannya menggunakan HP. Saya menuliskan cerita itu sampai 20 part kalau tidak salah. Meskipun cerbung tersebut hilang entah ke mana. 

Dulu, saya hanya berpikir bahwa tidak ada leptop, HP pun jadi. Padahal, saya belum mengenal aplikasi Office di andoid waktu itu. Dulu saya menulis di note HP. Dan ya, cukup menyenangkan juga. Jempol tangan saya menjadi lebih besar. Wkwk.

Baca juga:

Barulah, setelah itu, saya punya leptop. Dan mulai menulis dengan fasilitas tersebut. Setelah ada leptop pun, justru muncul masalah baru. Sebelumnya yang jadi masalah adalah nggak ada fasilitas, kalau setelah ada leptop justru: Gimana supaya konsisten nulis?

Hahai. Manusia memang banyak kemauan.

Hal ini sama dengan pertanyaanmu sekarang. Aku gak punya fasilitas! Mulai dari sekarang, ya cobalah pergunakan yang ada. HP. Kalau gak mau pakek HP, berjuang sedikit dengan menulis di warnet, atau minjem leptop teman. Banyak cara yang bisa dilakukan.

Ngomong-ngomong soal leptop. Teman saya, yang juga penulis, saat ini bercita-cita ingin memiliki leptop. Dan sebelum memiliki leptop, dia menulis menggunakan HP. Iya. Bahkan, dia sudah punya tiga novel yang diterbitkan. Semua tulisannya dibuat melalui HP. Hebat kan?

Dia salah satu contoh orang yang memanfaatkan apa yang ada. Harapan untuk punya leptop ada, tetapi dia tidak membuang waktu menunggu terbelinya barang tersebut. Melainkan memulis menulis dengan menggunakan HP. Daripada main medsos melulu? Ya kan?

Teman saya yang lain, yang sudah menerbitikan beberapa novel, justru malah lebih suka nulis novel di HP. Alasannya simpel. Bisa dibawa ke mana-mana. Hal ini menggambarkan, bahwa ketika ada fasilitas, kemudian ada sesuatu yang lebih nyaman, maka dia pilih. Menurutnya, menggunakan HP disaat menulis justru menjadi kesenangan tersendiri. Soalnya bisa nulis sambil ngantri, sambil nunggu ankot, sambil menunggu jam pelajaran dimulai. Dan lain sebagainya.

So, bagi semuanya, selagi masih ada kesempatan, ayolah ambil kesempatan itu. Leptop belum ada, hajar pakek HP. Kalau HP belum ada Bisa nulis di buku catatan. Banyak penulis terkenal yang awalnya nulis di buku. Contohnya J.K Rowling. Tahu kan? Penulis seri Harry Potter itu berjuang menulis manual. Bahkandia mencoba menulis ulang novel itu untuk kemudian dikirim kembali kepada penerbit lain.

Sebenarnya gampang untuk bisa mewujudkan apa yang kita inginkan. Yaitu dengan menghilangkan excuse atau alasan yang bisa menghambat. Seperti kata-kata Pak Isa Alamsyah dalam Buku No Excuse! “Orang gagal mencari alasan untuk berhenti. Orang sukses berhenti mencari-cari alasan.”

Siap menulis? Hihi. Hayooo. Semangat.

Note: Tulisan ini bukan semata-mata mengingatkan orang lain saja, tetapi lebih kepada mengingatkan diri sendiri untuk tetap semangat dalam menulis. Dalam keadaan apa pun.

Minggu, 24 September 2017

Pentingnya Android di Masa Kini

Pentingnya Android di Masa Kini
credit: pixabay.com

Ujwar.com – Holah, kali ini saya mao bahas android. Nggak ada sangkut pautnya dengan saya yang nggak bisa tidur tanpa ponsel, atau saya yang gak bisa diam kalau ponsel ketinggalan. Ini hanya sebatas pendapatku tentang pentingnya android di masa kini.

Sebelumnya, saya ingin bertanya, apakah semua orang di sini punya andoid? 

Saya yakin, 90 persen pembaca blog saya menggunakan andoid. Ponsel adroid memang sedang menjadi primadona akhir-ahir ini. Mengalahkan ponsel yang berbasis windows, apalagi ponsel java dan symbian yang sering kita gunakan dulu.


Keunggulan Andoid

Dirasakan atau tidak, android memiliki banyak keunggulan. Terutama dari kecepatan, juga ketersediaan berbagai aplikasi yang bisa kita pasang. Aplikasi apa pun. Mau nyanyi, bisa pasang smule. Yang demen selpong, bisa download instagram dan upload di medsos itu, yang demen belajar, bisa download buku-buku atau beli ebook, yang suka ribet jika bawa kitab, atau Al-Quran, bisa menyimpannya di ponsel.

Ya, secara keseluruhan, android memiliki banyak kemudahan. Saya sendiri juga sama. Penggunaan android pun digunakan untuk kepentingan. Contohnya baca buku. Kadang lebih suka di ponsel, meski baca buku yang asli lebih menyenangkan dengan ada bentuknya.


Kekurangan Andorid

Semua hal tentu ada positif dan negatifnya. Sama halnya dengan ponsel android.

Beberapa hal yang pernah terjadi dampak besarnya adalah sakit mata. Karena terlalu memelototi HP, mata saya perih, kalau tidak, banyak belek karena iritasi. Ya, tetap saja, ketika kita menggunakan barang secara berlebihan, akan banyak dampak negatif. So, jangan berlebih-lebihan. Pergunakan secukupnya.

Android juga menjadikan saya agak malas. Terutama kalau sedang banyak kuota. Terus terang, saya masih susah buat menyesuaikan waktu. Kapan buat kerja, kapan buat main medsos. Dan ya, hal tersebut tentu saja menghambat keproduktivitasan kita. Bahkan di zaman sekarang, mau makan, atau mau boker pun di-update. Adduh, maafkan baim ya Allah. 

Biasakan untuk tahu waktu. Kapan harus bekerja, kapan harus sekolah, dan kapan harus maen HP. Sekarang ini, bahkan saya sengaja mengisi kuota sedikit agar tidak sering dugunakan. Dan karena emang gak ada uang sih. Haha.

Hal lain yang bisa berdampak buruk dari andoid adalah situs-situs tertentu. Kita bebas mengunjungi situs apa pun dengan HP. Kalau nggak bisa menjaga diri, bisa-bisa buka situs negatif. Dan itu dampaknya buruk bagi diri.

Dan yang perlu diwaspadai dari barang ini adalah penipuan. Banyak yang dilakukan orang-orang jahat di luar sana untuk menipu atau menyakiti seseorang melalui android. Entah melalui medsosnya, atau pula melalui jaringan tertentu yang bisa melacak keberadaan kita. Waspadalah!


Sekarang, sudah tahu kan kelebihan da kekurangannya? Sengaja saya perkenalkan dulu secara keseluruhan, biar seimbang. Nah, untuk selanjutnya, izinkan saya untuk mengupas beberapa hal yang bisa dimanfaatkan dengan andoid. Sesuai dengan judul.

Kawan-kawan, banyak sekali aktivitas yang bisa dilakukan dengan andoid yang lebih simpel. Tentu bisa dimanfaatkan dalam kehidupan. Diantaranya:

1. Cepat Berkomunikasi

Seperti yang telah kita ketahui, android ini bisa dipasangi berbagai aplikasi. Salah satunya watshapp atau BBM untuk sekadar chat, video call, calling dan lain-lain. Hal ini bisa mempercepat komunikasi. Apalagi sekarang lagi tren jaringan 4G. Semua semakin mudah.



2. Ajang Belajar

Andoid tidak hanya bisa digunakan untuk belajar ilmu umum dari buku-buku elektronik. Tetapi bisa dimanfaatkan untuk belajar hal lain. Contohnya: saya mendownload buku-buku yang berhubungan dengan agama untuk menunjang pengetahuan dan perbaikan diri. Saya juga mendownload aplikasi Wattpad untuk belajar menulis dan berbagi tulisan. Blog pun, sekarang bisa dipergunakan di andorid baik dengan aplikasinya, atau melalui web bawaan HP. Selain itu, yang biasa suka musik, kalian bisa belajar nyanyi di medsos smule. Atau bisa mendownload cara-cara bermain alat musik atau mendownload piano versi aplikasinya.

Banyak sekali hal-hal yang bisa kita pelajari dengan mudah. Tanpa kursus, tanpa membayar. Hanya bermodal android dan kuota.

Baca juga:

3. Bisnis

Gila, sekarang, sangat populer hal-hal yang berhubungan dengan bisnis online. Banyak sekali orang yang memilih bisnis online dengan bermodalkan android saya. Terbayang nggak, gimana mudahnya kita dalam meraup pundi-pundi rupiah. Ya, asal tahu caranya saja.

4. Ajang Beribadah

Sejauh ini, poin nomor empat menurut saya adalah poin terpenting. Pernahkah lupa membawa Al-Quran, atau buru-buru tanpa sempat mendekatkan diri terhadap Tuhan? Andoid bisa menjadi bantuan. Ingat, jangan jadikan andoid ini sebagai barang yang membuat kita lupa terhadap Tuhan, justru buatlah andoid ini sebagai pengingat.


Andoid memang penting kan? Benar. Penting sekali. Tapi kita harus mengingat sesuatu, bahwa sepenting apa pun andoid, jangan pernah kita mendewakan barang tersebut sampai lupa orang-orang di sekeliling kita. Kadang, banyak orang yang justru lebih senang berkutat dengan barang elektronik ketimbang melakukan komunikasi dan kontak mata dengan orang di dekat kita.

Yuk manfaatkan barang yang ada sebaik-baiknya. Jangan sampai malah membuat diri kita jauh dari kebaikkan.

Jumat, 22 September 2017

16 Tips Lolos Audisi Ajang Pencarian Bakat

16 Tips Mengikuti Audisi Ajang Pencarian Bakat
credit: kapanlagi.com


Ujwar.com – Setiap orang punya kemauan juga cita-cita yang ingin dicapai, termasuk aku. Ya, kalau enggak punya cita-cita, jangan idup deh, mending mati aja. Hoho. Hus, Ujwar, kalo ngomong dijaga dikit. Maaf ya kawan-kawan, aku memang suka out of topic. Lupakan sesuatu yang membuatmu sakit hati. Hehe.

Kali ini, aku hanya ingin berbagi pengalaman soal audisi. Khususnya audisi bernyanyi. Nih ya, kalian perlu tahu, selain menulis,  aku juga salah satu orang yang ngebet banget pengen jadi artis. Padahal, aku bukan turunan selebriti, penyanyi, atau sejenisnya. Pun tidak memiliki suara yang bagus.

Sudah sering aku nyanyi. Tapi justru banyak yang berkomentar bahwa suraku jelek. Bapakku pun bilang kalau suaraku “BEBEREKBEKAN”, alias seperti bunyi knalpot yang bising dan cempreng. Tapi tahun lalu, aku nekat ikutan audisi ajang pencarian bakat. Tepatnya pada tanggal 4 Oktober 2016 di Sabuga Bandung. Waktu itu aku mikirnya, kali aja jurinya pada budeg,  biar bisa milih aku. Tahu dong, acara waktu itu apa? Yups. Kamu benar. Rising Star. Dan ya, ajang pencarian bakat itu memang menarik untuk diikuti.

Baca juga:


Nah, tahun ini, rencananya aku juga mau ikut kembali audisi ke Bandung. Tanggal 7-8 Oktober 2017. Tempatnya masih di SABUGA. Bedanya, Oktober mendatang, berkenaan dengan Indonesian Idol. 

Kalau dari segi suara, sudah kubilang, kalau suaraku jelek. Aku cuman mimpi di siang bolong aja buat jadi penyanyi. Tapi terus terang, kali ini aku ingin berbagi tips dalam mengikuti audisi, berdasarkan apa yang pernah kualami. 

Jadi, bagaimana agar kita bisa mengikuti audisi, kemudian, bisa sukses dalam audisi tersebut?

Ada berbagai aspek dalam mnegikuti audisi. Yang pertama, pra audisi, yang kedua, dalam pelaksanaan audisi, dan yang terakhir adalah sesudah audisi.

Saya tulisakan dulu, tips sebelum pelaksanaan audisi:

1. Latihan Dengan Benar

Mungkin kamu akan bilang, “Ujwar, kalau itu mah, aku juga udah tahu. Latihan itu adalah hal yang paling penting.”

Oke, bagus kalau sudah tahu. Tapi bukan tentang poin latihannya yang mau aku sorot, melainkan mengenai cara latihan yang benar. Percaya atau tidak, satu hari sebelum audisi, aku malah serak. Dan gak maksimal pas audisi.

Dan detik ini, aku gak mau hal itu terjadi ke kamu sebagai calon artis selanjutnya. Acieee. Hahay. 

Jadi begini, latihan adalah aspek yang paling penting. Tentu saja latihan nyanyi, bukan latihan ngebajak sawah. Eh tapi, disamping latihan bernyanyi, olahraga juga penting ding. Terutama lari, untuk pernapasan.

Latihan yang benar menurutku adalah bernyanyi dengan tahu waktu, juga tahu tipe suara kita. Pernah gak sih, kamu berlatih mengikuti nada si penyanyi asli? Misal latihan, mengikuti Beyonce yang range-nya sangat luas. Anjiir, maaf ya, aku sok-sok-an bicara soal range vocal, kayak vocal coach, padahal aslinya, aku gak ngerti juga. 

Intinya, berlatihlah dengan benar. Kamu harus tahu, di mana posisi enak dalam bernyanyi. Maksudnya yang berhubungan dengan vita suara. Ketika kita salah menyanyikan lagu, bisa-bisa suara kita yang jadi taruhannya. Bisa serak, batuk, dan hal mengganggu lainnya.

Ingat, latihan secukupnya dan jangan berlebihan. 

2. Jaga Kesehatan Diri

Menjaga diri di sini bisa berhubungan dengan berbagai hal. Diantaranya, jaga pola makan, pola tidur, juga hati-hati dalam berkendara. Kalau satu hari sebelum audisi kamu kecelakaan gimana? Kan berabe. Gak jadi deh ngartisnya. Kahkah.

Pola tidur juga penting. Tidur yang kurang akan membuat kamu kelelahan. Dan pas hari H audisi, kamu tidak akan tampil secara maksimal.

3. Siapkan Lagu

Nah, kalau yang ini, saya lihat di channel youtube Bang Indra Aziz (Vocal Plus), kalau mau audisi itu harus menyiapkan lagu yang cocok untuk kita. Juga beberapa lagu pilihan. Misalkan, kita membawakan dua lagu barat dan dua lagu bahasa indonesia. Lagu baratnya, yang satu up beat dan yang satu ballate, pun dengan lagu indonesia yang akan dibawakan.

Hal pertama yang dilihat juri, selain kemahiran dalam  menyanyikan lagu, juga sebuah pandangan pertama. Atau kesan pertama, alias press inpression. Kita harus menarik juri dengan kata atau kalimat pertama ketika bernyanyi. Istilahnya, cobalah bernyanyi dengan hati, berikan kharisma terbaikmu.

Ya, meskipun kharisma itu kadang alamiah. Juri bisa langsung suka dengan melihat penampilan seseorang. Padahal menurut yang lain, atau menurut dirinya sendiri, dia bernyanyi biasa saja. 

4. Jangan Bawakan Lagu Paling Populer

Katanya sih, ini juga berpengaruh. Coba kamu pikirkan, bagaimana perasaan juri, jika setiap peserta menyanyikan lagu yang sama terus-menerus. Biasanya, para peserta memilih membawakan lagu yang sudah sangat populer, padahal, kurang baik juga. Tidak ada kesan berarti, kecuali kamu yakin kalau suaramu lebih unik dan bagus dari peserta yang membawakan lagu yang sama sebelumnya.

5. Minta Doa

Hal terpenting, sebelum melakukan audisi adalah minta doa. Ke dukun. Eh, ke orangtua, pun ke Allah langsung. Ya, ketika kita sudah usaha, kita juga harus bertawakal kepada Allah. Penting lho masalah beginian. Kadang seseorang tidak menang hanya karena nggak direstui sama orangtua. So, ridha orangtua adalah Ridho Allah.



Nah, setelah berbicara mengenai pra pelaksanaan audisi. Kini aku bakal bicara pas audisi berlangsung. Berikut tips, di hari H audisi.

6. Penampilan

Ibaratnya, kamu ini ingin meminang seseorang. Tentu saja harus berpenampilan sebaik mungkin. Hal ini menambah poin plus. Bisa juga berdandan dengan unik. Biasanya, seseorang yang unik akan dipilih dan dijadikan bahan lelucon. Hehe. 

7. Datang Lebih Pagi

Ini sangat penting. Kalau bisa, subuh, sebelum ramai, kamu sudah ada di tempat audisi. Pengalaman aku nih ya, audisi itu terdiri dari ribuan orang. Terus, jika kita datang siang, kita berada dalam antrian yang panjang.

Juri pun masih sangat fresh jika kamu melakukan audisi pertama. Ada kesempatan untuk melaju ke babak selanjutnya. Kalau gak lolos, masih banyak waktu buat ngulang. Beda halnya dengan tampil terakhir. Juri sudah mendengar mungkin ratusan jenis suara. Hal itu memperkecil kesempatan untuk lolos.

8. Bawa Makanan yang Banyak

Haha, kalau gak gini, rugi lho. Gimana kalau kamu sudah ada dalam antrian terdepan, kemudian tiba-tiba lapar. Ya, mau gak mau harus mundur, makan dulu, terus ketinggalan sama yang lain. Mau gak mau, harus ngulang.

Usahakan untuk bawa air minum. Gerah banget boo desak-desakkan sama orang. Mana pada bau ketek. Iya, bau ketek yang pada gak mandi, kalau yang mandi pasti wangi. Jangan marah dong kamu yang baca. Hehe. Ya, pokoknya, siapkan segala amunisi.

9. Latihan Sebelum Audisi

Jika kamu masih ada kesempatan sebelum tampil di depan juri, latihan. Vocalizing, pernapasan, dan segala halnya. Supaya enggak kaku. Sayang lho, di rumah aja, suaramu udah kece baday. Eh, datang ke tempat audisi jadi kaku, gara-gara nervous, plus kurang pemanasan.

10. Jangan Berpikir Orang Lain Lebih Bagus Dari Kita

Ingat, ini salah satu mental yang harus ditumbuhkan. Kadang, kita suka minder kalau dengar suara orang yang lebih bagus dari kita. Padahal, menurut juri belum tentu dia bagus. Bisa jadi kamu yang bagus. Iya kan?

Percaya terhadap diri sendiri harus benar-benar dipertahankan. Karena, kalau gak diri sendiri yang percaya, siapa lagi? Biasanya, ketika kita yakin, maka peluang tampil lebih bagus dan enjoy pun akan lebih besar.

11. Tatakrama

Ibaratnya, kamu sudah berada di depan juri. Nah, jangan sampai juri jadi ilfil atau tidak lagi tertarik kepadamu. Tatakrama sangatlah penting. Coba tersenyum, mengucap salam, atau menyapa sebelum bernyanyi. 

12. Jangan Bilang Tidak Tahu

Kalau kamu disuruh menyanyikan lagu lain. Jangan bilang gak bisa atau gak tahu. Nyanyi aja. Masa gak ada stock lagu yang kamu punya. Ini adalah salah satu trik juga. Mungkin kata juri, nih orang niat ikut audisi gak sih? Disuruh nyanyi lagu lain saja tidak baik.

13. Menyanyi Seperti di Atas Panggung

Meski tanpa musik, cobalah menyanyi seperti di atas panggung. Terutama feel, dinamika, gestur dan mimik wajah. Jangan datar. Buatlah penonton utama (juri) terkesan atas penampilanmu.



Itulah tips di hari H audisi. Tinggal, kita menunggu, lolos atau tidak. Sebenarnya, tips setelah audisi ini berlaku untuk yang lolos dan  tidak lolos. Berikut tips yang saya maksud:

14. Latihan Lagi

Lolos atau tidak, latihan lagi adalah hal paling penting. Jangan puas dulu. Terus menambah keyakinan dan latihan. Kalau bisa kursus musik. Kalau aku, terus terang belum pernah kursus. Aku belum mngerti banyak tentang musik. Kasian kan, aku? Maka, bagi kamu yang punya kesempatan dengan fasilitas lengkap, pergunakan dengan baik.

15. Tambah Jam Terbang

Ketika kamu sudah melakukan audisi, tentu kamu merasakan kekurangan kamu apa. Perbaiki. Terutama berkenaan dengan jam terbang. Ini amat sangat penting. Mulai sekarang, cobalah tampil di hadapan orang banyak. Lebih sering lagi. Supaya kemampuan dan mental kamu terlatih dan terasah.

16. Pupuk Semangat Pantang Menyerah

Lolos audisi bukan akhir segalanya. Kamu masih harus berjuang melawan mereka yang punya basic baik di musik. Jangan menyerah. Pupuk semangat. Dan seandainya kalah, adakalanya muncul perasaan capek. Nah, jangan sampai kamu membiarkan perasaan itu terus-terusan berlarut-larut. Pupuk semangat kembali. Percayalah, kalau kita terus memperjuangankan mimpi-mimpi itu, maka suatu saat mimpi kita yang justru akan menarik tangan kita.



Yeah, beres juga tipsnya. Capek juga ngetik. Haha. Cukup kali ya, tips pada kali ini. Intinya, aku harap kalian bisa lolos jika ikut lomba-lomba menyanyi semacam itu. Kalau kita sudah berjuang, pasti ada hasil yang akan dipetik. Benar gak? Yang terpenting, berusaha dan berdoa. Good luck!

Kamis, 21 September 2017

8 Trik Terkenal di Smule Sing Karaoke!


8 Trik Terkenal di Smule Sing Karaoke!
credit: pixabay.com


Ujwar.com – Saat ini, Smule Sing Karaoke menjadi salah satu aplikasi populer di kalangan masyarakat, terutama yang hobi menyanyi, atau memang, sudah menjadi artis professional di kamar mandi. Hehe. Daripada teriak-teriak gak jelas, mending pakek aplikasi yang mendukung kan?

Saya sendiri kenal smule satu tahun lalu kalau nggak salah. Itu juga dari teman. Dan percaya atau tidak, ketika pertama kali aku pakai aplikasi tersebut,  saya sangat senang, meski musik sama suaranya gak selaras. Padahal pas rekaman, kita ngerasa gak kecepetan atau gak kelamaan. Pernah ngalamin hal semacam itu?

Baca juga:

Nah, biasanya ada beberapa faktor yang bisa membuat hal tersebut terjadi. Yang pertama signal, yang kedua jenis HP. Oke, entar saya bakal bahas masalah  eor di postingan berbeda. Sekarang, kembali ke judul awal.

Terus terang, followers dan penontonku di smule sangat sedikit. Gak nyampe ratusan. Ya, sebenarnya bisa sih buat naikin followers, tapi entar takut terkenal, kalau terkenal gak ada waktu lagi buat nge-blog (pembelaan terhadap diri sendiri yang susah terkenal).

Namun, di sini saya ingin berbagi beberapa tips, yang saya amati langsung ketika menggunakan smule. Dan tips ini pernah saya lakukan, namun tidak berlanjut karena kesibukan. Iya, sibuk mikirin diri yang gak terkenal-terkenal. Hehe.

Langsung saja, berikut cara menjadi penyanyi smule yang dikenal orang:

1. Perbanyak Followers

Hal pertama sebelum kamu terkenal adalah followers. Apakah followers-mu sudah banyak? Sebab, followers akan menjadi salah satu yang melihat atau menyukai penampilanmu di sing karaoke. Kalau followersnya masih dikit kaya punyaku, ya lakukan berbagai cara. Hal yang paling efektif adalah memberitahukan akunmu ke teman-teman media sosial lain supaya mem-follow. Misal kamu bikin status di facebook tentang kebiasaanmu bernyanyi di aplikasi tersebut.

Kamu bisa juga mencoba bersilaturahmi dengan orang-orang yang ada di smule. Berkenalan, kemudian meminta untuk saling mengikuti. Menurutku, hal tersebut menjadi efektif untuk menaikkan followers.

Hal lain yang bisa dilakukan untuk menaikkan followers adalah memasang hastag sebelum mem-publish hasil rekaman. Lumayan efektif juga. Misalnya: #populersongs, #Songoftheday, dan lain-lain.

2. Mengubah layanan Menjadi Berbayar atau VIP

Hal lain yang bisa membuat kamu sukses dan terkenal adalah berganti layanan menjadi VIP, baik yang per bulan, atau per tahun.

Lho, kenapa bisa?

Jelas bisa, sebab, ketika kamu bergenti layanan menjadi VIP, kamu bebas menyanyikan lagu apa pun. Dan kamu bebas mengajak orang berduet atau bergabung.

Inilah point pentingnya. Ketika kamu merekam suaramu, kemudian mengajak orang untuk bergabung, mereka tentu akan tertrik jika lagu yang dinyanyikan dikethui banyak orang. Hal ini bisa meningkatkan jumlah orang yang mendengarkan suara kita, dan mengefek ke bertambahnya followers juga. Sehingga, kamu akan semakin dikenal.

3. Ikut Kompetisi Bernyanyi

Selama saya di smule, saya belum pernah mengikuti kontes. Sebab saya sadar, kalau suara saya buruk bin jelek. Jadi ya, saya hanya pendengar setia yang mengikuti kegiatan mereka. 

Nah, bagimu yang ingin memperluas jaringan, cobalah untuk mengikuti lomba-lomba di smule. Hal ini akan membuat kamu semakin banyak teman, kemudian dikenal oleh orang-orang karena aktif. Apalagi jika kamu menang dalam lomba. Pasti deh pendengar setiamu bakal makin banyak.

4. Memiliki Suara Bagus

Bagi orang yang suaranya jelek macam saya, tenang saja, tidak usah minder. Kadang kala, smule hanya dijadikan sebagai aplikasi hiburan saja. mnegisi waktu luang dan memperhangat suasana yang sepi. Jadi ya, syukuri apa yang ada.

Namun, bagi yang ingin benar-benar serius dengan smule, tentu saja kamu harus memiliki suara yang bagus. Suara yang bisa disukai banyak orang. Saya sendiri, kadang lebih suke memilih duet dengan yang suaranya bagus, ketimbang yang biasa saja, meskipun suara saya sendiri jelek.

Hal ini menggambarkan, bahwa kualitas mempengaruhi mood pendengar untuk terus mengikuti sesuatu yang kita nyanyikan.

Bagi yang merasa suaranya belum bagus, ya bisalah belajar dari sekarang. Belajar vocal. Lumayan lho, kalau sudah terkenal di smule, akan banyak hal-hal yang tak terduga. Faktanya, media sosial semacam itu memang sangat dibutuhkan untuk mendongkrak popularitas.

5. Sering Mengajak Duet

Nah, salah satu yang bisa meningkatkan kesuksesan juga adalah dengan sering-sering mengajak mereka duet dengan cara merekam lagu yang akan diduetkan. Selama ini, trik tersebut berjalan dengan baik. Pilihlah lagu yang benar-benar terkenal, yang semua orang tahu. Hal tersebut menambah kesempatan untuk semakin banyak orang yang mau bergabung. 

6. Share Video Bernyanyi di Medsos

Sekarang, banyak sekali medsos yang efektif untuk promosi. Cobalah, download hasil rekaman, dan upload di isntagram dengan pemasangan hastag yang baik. Misal: #SMULEINDONESIA #INSTASING dan lain sebagainya. Semakin kamu sering share hasil bernyanyimu, semakin besar kesempatan untuk dikenal.

Selain di IG, facebook atau twitter juga bisa menjadi cara lain. Share link rekaman kalian di media tersebut.

7. Minta Bantuan Youtuber Terkenal Untuk Mempromosikan Rekamanmu

Sekarang, youtube juga menjadi tempat efektif untuk berkarya dan berekspresi. Terdapat akun youtube yang subcribersnya sudah sangat banyak. Kamu bisa meminta pemiliknya untuk mempromosikan dirimu di media tersebut. Kalau suaramu menarik, akan banyak yang tertarik buat meng-upload. Saya sendiri sering lihat rekaman smule yang di-upload di youtube. 

8. Sering Bersosialisasi

Hal yang terpenting, jika kamu ingin benar-benar dikenal, cintai sesuatu yang ada di dalamnya. Ketika kamu memutuskan buat terjun di smule, ya kamu harus bersosialisasi. Berkenalan, bernyanyi bareng, saling komen, saling suka rekaman, dan banyak cara lain untuk membuat hubunganmu dengan temanmu semakin baik dan berkelanjutan.



Nah, itu dia delapan cara yang saya ketahui dan beberapa diantaranya suka saya lakukan (kalau ingat). 

Semoga kamu bisa menjadi penyanyi smule yang penontonnya banyak. Kalau sudah banyak, siapa tahu entar diundang live. Di nikahan teman misal, atau skala besarnya diundang terhadap acara-acara komunitas, atau televisi. Banyak kan yang terkenal gara-gara media sosial? Semoga kamu (dan saya, hehe) bisa menjadi salah satunya.

Hayuuuk bernyanyi lagi. Oh iya, barang kali ada yang mau ngajak duet nyanyi di smule. Ajak aja keakunku @UjDani. Atau kalau gak mau ajak duet, minimalnya kasih like rekamanku yang jelek dan tidak jelas itu. Hehe. Good luck all!

Jumat, 08 September 2017

Pertama Kali Ngajak Cewek Kondangan, Inilah Tanggapan Mereka

Pertama Kali Ngajak Cewek Kondangan, Inilah Tanggapan Mereka

Pertama Kali Ngajak Cewek Ke Kondangan, Inilah Tanggapan Mereka
credit: lifestyle.liputan6.com


Ujwar.com- Pertama-tama, akoh hanya mau bilang: kenapa banyak banget undangan di bulan ini? Hoho, terhitung lima orang yang ngundang aku buat hadir dinikahan mereka. Padahal hati ini meringis, terus bilang: Gue kapan? Ya, meskipun calonnya belum ada. Hoah. Memalukan.

Baca juga:

Nah, kebetulan sekali, minggu ini ada nikahan teman yang harus aku datangi. Teman sekampung, plus teman sepengajian. Waktu kecil, aku ngai bareng dia. Kalau kata orang sunda, DIWURUKAN sama dia. Alias diajari ngaji sama dia.

Sampailah pada hari pernikahannya. Tentu saja, ketika datang ke kondangan orang, hal pertama yang akan ditanyakan adalah: kamu kapan? Atau, pasangannya mana? Atau paling tidak: semoga cepat nyusul ya.

Kebetulan sekali, aku memang janjian sama temen cewek, yang udah punya cowok, plus udah diikat alias udah dikhitbah. Aku sama dia itu udah teman deketlah. Curhat pun ke dia. Pokoknya, kita memang bersaabat baik. Kebetulan juga, setelah ke kondangan, aku memang ada acara pertemuan sama orang-orang event di Garut. Aku pikir, mending ke kondangan dulu sekalian ngajak dia. Soalnya aku yakin, dia itu lavar banget karena belum sempat jajan setelah pulang ngajar. Alhasil, aku ke kondangan ngegandeng dia. Hahai.

Datang ke tempat pernikahan, ada beberapa tanggapan yang bikin aku ngakak. Diantaranya:

1. Dilihatin Orang

Ini yang bikin baper. Aku bawa cewek, orang pada gitu liatinnya. 

Mungkin kata  mereka, “Si Ujwar ternyata laku juga ya ...”

Ah, bawa temen aja udah pada jelalatan, apalagi kalau aku bawa pacar beneran. Sayangnya, untuk saat ini aku single (sebenarnya jomblo sih). Oke, jangan tanya bedanya single sama jomblo. Yang jelas. Dilihatin orang itu baper bagi aku. Mereka perhatian banget. Thanks para pemirsah.

2. Banyak yang Berdeham

Entah mereka keselek tusuk sate, atau keselek tulang ikan yang sebelumnya dimakan di perasmanan nikahan, yang jelas, pas aku ma temen lewat, mereka pada berdehem dan senyum-senyum. Aku balas senyum aja sambil mnegacungkan jempol. 

Mereka tertipu juga. Andai saja mereka tahu kalau aku ternyata bawa pasangan orang, mungkin mereka bukan senyum dan berdehem-dehem, melainkan tertawa jahat sambil lempar kuah sop biar aku basah kuyup.

Untungnya, kami layaknya sepasang manusia yang sedang kasamaran. Berbincang sambil tertawa, berkata ini itu dengan cuek. Sehingga, lingkungan acara pernikahan pun serasa milik berdua. Hahai.

3. Moga Cepat Nyusul

Hei, tiga kata itu diucapkan oleh pengantin itu sendiri sambil tersenyum. Ya ampun, anggun banget dia. Mentang-mentang aku bawa cewek, ucapannya seolah membuat aku senang, padahal malah membuat aku tengsin sama temenku yang juga mesem-mesem.

Tapi ya, di dalam hati, aku aminin aja. Katanya sih, doa dari orang yang sedang berbahagia itu cepat dikabul. Dan moga cepet dikabul. Kahkah.

4. Ada Peningkatan

Ya ampun, aku memang buruk dari segi percintaan. Mana ada aku bawa cewek ke rumah, atau bonceng cewek dengan mesra. Ya, dari dulu, aku memang gak terlalu peduli sama yang gituan. Entah memang karena gak peduli, atau pura-pura gak peduli. Yang jelas, aku gak pernah terlihat mesra ama cewek. Ya, karena emang gak ada sih yang perlu dimesrain. Kasiaaan.

Nah, ketika aku bawa cewek untuk pertama kalinya ke nikahan orang, kakakku sendiri bilang, bahwa aku ada peningkatan.

“Pacar ya?” katanya.

“Iya,” jawabku pura-pura.

“Ada peningkatan!”

Hahai, terlihat banget  kalau dalam segi percintaan, aku selalu dapet nilai merah. 

5. Trending Topik

Nah, ini yang bikin heboh. Setelah balik ke rumah, bukan hanya kakak yang ngepoin ini itu. Orangtuaku, terutama Mama, tanya-tanya soal cewek yang kubawa. Aku jawab aja jujur. Cuman temen. Ya, aku bilang, aku hanya minta ditemenin, soalnya berasa kek cunguk yang selalu sendiri. Sementara aku lihat pasangan-pasangan yang pamer mesra.

Selain Mama, sepupu dan adik pun pada nanya dia cewekku atau bukan. Oh Tuhan, ternyata manusia memang ditakdirkan buat kepo. Baru bawa cewek aja udah heboh, apalagi bawa gajah, bisa-bisa gajahnya ditunggangi satu-satu.

Sebelumnya, setelah pulang dari kondangan, aku dan teman cewek tertawa-tawa. Menebak-nebak apa yang akan terjadi setelahnya. Dan memang benar. Apa yang kami tebak terjadi juga. Aku bahkan jadi perbincangan keluarga. Trending topik deh pokoknya.

Oke, sebelumnya, aku hanya mau ngucapin terima kasih buat temen yang rela nemenin. Moga cepet nikah ya kamu. Jangan bilang-bilang sama pacarmu kalau kita pernah jalan ke kondangan bareng. Bisa-bisa dia marah. Buat aku sih gak masalah, nah buat kamu? Hihi.

Harapannya, moga di kondangan selanjutnya, aku bawa cewekku beneran. Bukan cewek orang lain. Ya, syukur-syukur gak ada yang ngondang nikah, biar gak harus mikirin sama siapa pergi ke kondangan.

Sekian curhatku kali ini. Maaf bagi orang-orang yang tertipu. Aku hanya ingin menjadi artis untuk sementara waktu. [.]

Minggu, 03 September 2017

Kalau Anak Paskibra, Kamu Pasti Pernah Mengalami 10 Hal Konyol Ini

Kalau Anak Paskibra, Kamu Pasti Pernah Mengalami 10 Hal Konyol Ini


Anak Paskibra, Kamu Pasti Pernah Mengalami 10 Hal Konyol Ini
credit: Paskibra SMK Nuurul Muttaqiin


Ujwar.com – Paskibra menjadi salah satu organisasi yang tidak hanya di tingkat kecamatan, kabupaten, atau nasional, tapi juga ada di tingkat paling bawah, yaitu paskibra sekolah. Pasibra tingkat sekolah termasuk salah satu ekstrakulikuler, bahkan di sebagian sekolah, Paskibra sudah dijadikan organisasi wajib atau intra.

Baca juga:

Sebagai mantan anak paskibra,  saya pernah mengalami hal-hal konyol, bahkan menjadi kebiasaan yang tidak akan pernah terlupakan oleh saya, atau mungkin oleh kamu yang pernah melakukan. Tentu saja, hal-hal konyol ini biasanya berlaku di Paskibra. Kalau ingat hal-hal ini, maka saya akan tertawa  karena merindukan suasana semacam itu.

Berikut hal-hal yang pernah saya alami di Paskibra:

1. Semboyan Satu Untuk Semua, Semua Untuk Satu

Di masa orientasi anggota baru, kadang ada yang namanya uji mental atau fisik. Bahasa gaolnya adalah perpeloncoan, yang tentu saja, sekarang sudah dilarang. Sebenarnya, semboyan satu untuk semua, semua untuk satu itu adalah semboyan yang bagus. Bentuk kekompakkan, juga bentuk kerjasama. Contoh kecilnya, ketika satu orang duduk, maka harus duduk semua. Jika seseorang tidak membawa makanan, maka lebih baik tidak membawa makanan. Tapi, ada juga yang menjulur ke hal konyol. Contohnya ketika harus mengemut loli secara keroyokan.

Itu bekas orang bro. Dan ya, daripada dipecat jadi anggota paskibra, atau dianggap tidak gentle, akhirnya harus mengemut loli bekas orang sambil merem melek. Apalagi orang sebelum kita memiliki gigi kuning keemasan. Ih, dijamin, pasti gak mau lagi.

2. Anak Pasibra Itu Kebanyakan Jomblo

Ini pengalaman di angkatan saya. Dulu, Paskibra itu terkenal dengan kompak dan sehati. Maka, semua kompak untuk gak punya pacar. Saya juga gak tau, mereka gak punya pacar karena memang ingin kompak, atau karena tidak laku? Ya, bisa saja mereka tidak laku, karena malu, ngakunya kompakan sama teman-temannya.

3. Budaya Izin Ketika Dalam Barisan

Kalian pastilah tahu, kalau sedang baris, kemudian ada sesuatu yang mendesak harus dilakukan, maka mau tidak mau harus izin kepada komandan. Entah izin kebelet pipis, izin karena ingin minum, dan lain-lain.

Saya pernah mengalami keunikan yang satu ini. Dulu, teman saya yang tidak pernah berbicara, tidak pernah meminta izin, dan tidak pernah ngelucu, tiba-tiba nyeletuk, “Kang, Teh, Izin buang angin.”

Kontan, disaat serius, semuanya ngakak abis. Setelah ditanyakan ke orang yang izin itu. Katanya, “Kan kalau mau apa pun harus izin. Mau buang angin pun tetap harus izin.” 

Ya, setidaknya, momen konyol itu adalah momen paling menyenangkan.

4. Budaya Menghitung

Nah, kalau yang ini buat senior. Entah kenapa, senior paskibra seperti suka banget ngitungin junior. Bukan ngitungin orangnya, tapi ngitungin kalau terlambat.

Dikit-dikit:

“Dalam hitungan lima, sudah ada di lapang! Satu, dua, tiga, ....”

Azegile, entah senior paskibra ini memang pintar ngitung, atau malah sebaliknya, gak bisa ngitung. Jadi deh, latihan ngitung terus. Lama-lama, mantan dan gebetan pun dihitung, kan jadi berabe.

5. Budaya Izin Bantu Dalam Makan

Pernah gak sih, ngelakuin budaya ini?

Kalau buat orang yang suka makan banyak, budaya izin bantu itu merugikan. Misal: Seseorang sedang makan, sementara seseorang sudah habis.

Kata senior, “Bantu temannya yang masih makan.”

Kemudian, temannya membantu seseorang yang masih makan. Kan si orang yang sedang makan itu jadi gak kenyang. Di wajah, mereka mungkin senyum dan ngebolehin, tapi di dalam hati, segala jenis nama hewan keluar. Setelah baris, capek-capekan, eh, tiba-tiba makanannya diserbu yang lain. 

Nah, bagi yang suka telat makan, padahal sebenarnya pengen makan sendiri, lain kali makannya lebih cepet. Jangan lama-lama. Keenakan bagi orang yang jarang bawa nasi. 

Kata mereka, “Gue gak bakal bawa makanan, nanti juga izin bantu punya yang lain.”

Kan rugi. Iya kan? Hehe.

6. Makan Itu Jangan Pakek Mulut!

Nih, bagi para senior, kalau gak pakek mulut pakek apaan dong? Sering kali, kalau para peserta lelet karena banyak ngobrol, mereka bakal bilang, “Makan itu jangan pakek mulut!”

Lha, terus? Harus pakek hidung gitu? Maaf, kalimatnya tolong dikaji lagi. Kalau mau nyuruh peserta diem, mending langsung to the point aja. 

Misal:

“Ngobrolnya nanti, sekarang waktunya makan.” 

Atau, “Obrolannya ditelen kembali, biar kenyang ....” 

7. Sedikit-sedikit Push Up

Pernah gak sih, disuruh push up sama senior paskibra? Saya yakin, pasti pernah. Bukan apa-apa, saya kadang pusing, setelah disuruh push up, biasanya akan ada sesi makan. Kan jijik.  Siapa tahu di lapangnya ada bekas tai kucing. Ih, asem-asem gimana gitu. Di paskibra itu jarang sekali lho, disuruh cuci tangan, karena memang harus serba cepat dan gak boleh jijik-an.

8. Cinlok sama Adik Kelas

Euh, saya rasa, kalau ini mah di setiap organisasi pasti ada kejadian. Si senior ngecengin anak-anak baru. Nah, dipaskibra pun begitu. Dan saya, saya ngalamin itu. Saya pernah pacaran sama junior di Paskibra. Hem, padahal saya tahu, dia nerima saya karena kasihan dan gak enak nolak. 

Kalian pernah gak cinlok sama adik kelas? Ngaku aja deh. Biasanya, senior ini sok-sok-an perhatian. Sok ngasih motivasi, sok ngelatih, sok ngasih gerakan tertentu dalam baris, pokoknya, banyak bangtet siasatnya. So, bagi para junior paskibra, jangan terbuai sama kebaikan para senior ya. Hehehe.

9. Ditanya Siap Sama Senior, Jawabnya Siap Juga

Kebanyakan senior itu galak. Kalau lagi baris, mereka selalu keras sama junior penerus. Tak ayal, kalau lagi dalam posisi istirahat, mereka selalu bertanya:

“Siap latihan?”

Tentu saja, anak-anak bakal bilang siap. Meskipun di dalam hati ada yang bilang ogah. Kalau jujur, pasti dihukum lagi. Atau kalau enggak, dikata-katai pemalas dan  gak konsisten. Pokoknya ribet deh. Para junior, tabahkanlah hatimu. Hahaha.

10. Kalau Sedang di rumah, Pasti Selalu Latihan Gerak Jalan

Kalau ini, ini pengalaman saya banget. Pas gabung jadi anggota paskibra sekolah, tiba-tiba saya jadi orang super rajin. Tiap balik dari WC, tiap jalan, pasti menggunakan gerakkan-gerakkan baris. Mau ngaca pun, pasti langkah tegap dulu.

Menurutku, itu adalah hal konyol. Sebab, kadang banyak yang gak sadar telah berbuat seperti itu. Alhasil, orang-orang terdekat kita pada ketawa-ketiwi. Bilang kita robot, gila, dan hal lain.

Nah, sepuluh hal itu pernah saya alamin. Baik ketika jadi junior, atau jadi senior. Sebenarnya, dalam organisasi seperti itu sih gak ada yang namanya juunior senior, tapi ya, hanya sekadar membedakan, bahwa junior itu anggota baru, dan senior itu pengurus atau yang sedang menjabat.

Bagaimana dengan kekonyolanmu di paskibra? Pernah mnegalami hal-hal di atas? Atau bahkan ada hal lebih konyol? Yuk tuliskan di komentar, apa yang pernah kamu alamin di organisasi tersebut.

Sabtu, 02 September 2017

English Camp di Taman Bahagia Bersama KOMPEGA

English Camp di Taman Bahagia Bersama KOMPEGA

English Camp di Taman Bahagia Bersama KOMPEGA
document by: KOMPEGA


Ujwar.com – Sebagai salah satu orang yang menyukai bahasa inggris, tentu saja, saya akan merasa bangga bila bisa mengikuti kegiatan yang berhubungan dengan hal tersebut. Entah lomba, seminar, atau kegiatan lain. Nah, bulan lalu, tepatnya  tanggal 28 sampai 30 Juli 2017, saya mengikuti English Camp di Taman Bahagia yang diadakan oleh KOMPEGA (Komunitas Pendidikan Garut).

Ikutnya saya diawali oleh seorang teman yang mengajak untuk bergabung dengan acara english camp. Awalnya kurang tertarik, sebab dari dulu, saya tidak pernah suka dengan camp. Ada rasa trauma ketika mengikuti acara kemping yang dicampuri perpeloncoan senior semasa sekolah. Ya, meskipun tidak parah sih. Saya tetap benci camp, apalagi ada embel-embel ekstrakulikuler/komunitas. Muak dibentak-bentak atau disuruh ini itu. Meskipun, suruhannya hanya sebatas push up, atau kegiatan yang bermanfaat juga bagi diri kita. Masalahnya, saya ini paling anti nurut sama orang lain. 

Namun, teman saya terus membujuk dengan berbagai rayuan. Kasihan juga sih gak ada teman. Bagaimana pun, acara ini juga berkenaan dengan bahasa inggris, yang pasti akan membanggakan jika saya berada di dalamnya. Akhirnya, saya mengikuti kegiatan ini, disambut bahagia oleh saya sendiri yang bisa mengalahkan ketidaktertarikan, juga teman saya.

Akhirnya saya ikut. Saya pikir, apa salahnya mencoba? Sepertinya english camp seru. Di sana, kita akan bertemu dengan orang-orang yang juga suka dengan bahasa inggris, atau setidaknya, kepingin bisa bahasa inggris. 

Saya sadar diri, meski kuliah di jurusan pendidikan bahasa inggris, kemampuan berbahasa diri sendiri sangat buruk, belajar bahasa asing itu dari enol. Jadi, saya anggap acara english camp sebagai acara yang bisa mengasah kemampuan berbahasa.

Hari jumat, sekitar pukul satu, saya berangkat menggunakan motor ke Taman Bahagiadi daerah kecamatan Wanaraja, Garut. Tempat yang juga pernah saya kunjungi dalam acara Garut Got Talent. 

Dalam acara tersebut, saya banyak belajar. Suer. Saya banyak belajar dari anak-anak SMA yang semangatnya tinggi, prestasinya keren, juga kemampuan bahasanya yang melebihi saya. Malu? Ada. Bahkan saya sempat mikir, dua semester kuliah, dapat apa? Sementara anak-anak SMA yang juga menjadi peserta memiliki kemampuan yang waw. Ada juga yang kemampuan bahasa inggrisnya setara sama saya, yang asal bunyi, yang kalau gak tahu artinya langsung diam dan terpatah-patah, yang kalau malu buru-buru buka kamus, yah, tidak dipungkiri. 

Hari pertama, saya langsung exited bertemu mereka. Say hello, kenalan, kemudian sedikiit berbincang. Dalam hari pertama itu pula, kami sebagai peserta, yang kurang lebih berjumlah 35 orang, mulai berkenalan dengan tempat yang disebut Taman Bahagia.

Ketika Berdisukusi


Taman bahagia itu milik Pak Asep, yang justru disediakan gratis bagi orang-orang yang mau mengadakan suatu kegiatan. Ya, hal tersebut menjadi ke
sempatan besar bagi kami, juga bagi orang-orang yang kapan saja bisa berkunjung.

Yang menarik, banyak permainan Outbond di Taman Bahagia. Ada panahan, berjalan di atas bambu, menaiki jaring, dan lain sebagainya. Yang kemudian, wahana outbond itu kami coba di hari terakhir. Selain itu, Taman Bahagia juga memiliki berbagai fasilitas, diantaranya perpustakaan, kolam bermain anak, juga spot menarik untuk selfie, yaitu ruangan berbalik.



Pokoknya, di hari pertama ini, kami lebih banyak mnegenal tempat, peserta, juga penitia yang diantaranya ada mentor. Tentu saja diharuskan menggunakan bahasa inggris. Sebab aturannya memang speak 99% bahasa inggris, dan 1%-nya bahasa alien. Hehe. 

Hari kedua, kami mulai masuk ke dalam kegiatan pembelajaran. Kami sendiri dibagi ke dalam beberapa kelompok dengan dipegang satu mentor. Kebetulan, mentor saya adalah Miss Vera,  lulusan pendidikan Bahasa Inggris di STKIP Garut, juga mendapatkan beasiswa LPDP di UPI Bandung. Tentu saja, ini menjadi kesempatan besar bagi saya untuk belajar darinya. Selain ramah, dia juga cantik, hehe. Jadi kami sebagai anak didiknya merasa sangat beruntung.

Miss Vera


Di hari kedua itu, kami dihadapkan dengan berbagai contest yang sengaja diadakan panitia. Seperti Story telling, Speech dan music. Tentu saya milih musik, meski tidak menang. Ya, gimanan mau menang, saya nervous banget ketika tampil, jadi lupa lirik, ditambah suara saya yang jelek dan alakadarnya. 


Saya ketika bernyanyi. Jelek kan? hehe





Hari ketiga, baru ada acara outbond. Acara ini lebih kepada refreshing setelah dua hari satu malam belajar bahasa inggris, juga diisi seminar bahasa dari empat pemateri. Hal yang saya suka adalah kietika mencoba panahan. Untuk pertama kali, saya memegang panah dengan raut wajah yang tegang. Haha. Bisa dilihat di gambar, betapa jeleknya saya.




Saya juga mencoba berbagai permainan yang ada. Seperti naik jaring-jaring tambang, melewati bambu di atas kolam, menaiki tambang yang di bawahanya ada kolam, dan permainan lain. Ya, satu hari itu, saya dan teman-teman berubah jadi sasuke ninja warior. Cukup menyenangkan.

Isi dari kegiatan tersebut ternyata jauh dari ketakutan saya sebelumnya. Justru kegiatan camp ini terbilang enak. Kita bebas keluar camp, tidur di ruangan semacam asrama, juga mendapatkan ilmu yang banyak. Tentu ada kekurangan dalam acara, tetapi saya anggap tidak ada. Sebab pengalaman yang saya dapat lebih besar dari itu semua.

Terus terang, setelah ikut acara english camp, rasa percaya diri saya tentang bahasa inggris semakin besar. Bahkan saya mencoba menerapkan berbagai metode yang diberikan oleh para mentor di dalam kehidupan sehari-hari.

Lingkungan itu memang penting. Acara english camp menjadi acara yang membangun lingkungan belajar. Sebab bagi saya sendiri, susah untuk belajar bahasa asing di tengah orang-orang yang berbahasa daerah, atau bahasa Indonesia. Hambatan lain, kalau tidak dibilang sok inggris, pasti dibilang sok pinter atau orang gila. 

Over all, saya bahagia bisa mengikuti acara english camp yang diadakan oleh KOMPEGA. Salut juga sama anggota KOMPEGA yang memiliki visi ke depan. Saya juga berpikir untuk bergabung suatu saat, meskipun untuk saat ini belum. Masih banyak pertimbangan.

Itu saja cerita keseruanku di english camp. Akhir kata, terima kasih kepada seluruh official KOMPEGA. semangat terus untuk menjadikan generasi Garut semakin baik. Sukses dengan program-programnya. Saya senang bisa menjadi salah satu bagian dari acara yang diadakan oleh KOMPEGA.

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html