Selasa, 26 September 2017

Emang Bisa Menulis Novel Dalam Waktu Sebulan? Ya Bisalah!


Emang Bisa Menulis Novel Dalam Waktu Sebulan? Ya Bisalah!
credit: pixabay

Ujwar.com – Banyak sekali yang bertanya kepada saya tentang menulis novel. Mereka bertanya berapa lama dalam pembuatan novel. Tentu saja, pada awalnya saya menjawab bahwa menulis novel tergantung panjang pendeknya cerita yang akan dibuat. Juga tergantung rajin tidaknya kita dalam menulis.

Maka, muncul pertanyaan yang lebih detail: Emang Bisa Menulis Novel dalam Sebulan?

Jawabannya bisa. Karena saya telah menerapkannya beberapa kali. Meskipun untuk saat ini kembali lagi seperti dulu. Mandeg. Iya, mandeg nulis. Ide ada, tapi banyak hal yang harus dilakukan, sehingga menulis novel pun semaunya (alasan, hehe).

Banyak sekali para penulis senior, atau sebuah penerbitan yang mengadakan program-program menulis novel dengan waktu sebulan. Seperti latihan kepenulisan. Kursus kepenulisan. Ada juga program tantangan menulis dalam satu bulan yang diusung oleh salah satu penerbit.

Nah kawan, kenyataannya, menulis novel dalam sebulan memang bisa. Suer. Bisa. Kalau tidak salah, tiga novel saya yang ditulis sebelumnya selesai dalam 1 bulan (kurang-lebih). Namun memang, sebenarnya menulis itu gampang, yang susah  adalah mengedit. Setelah menulis selama sebulan, kita masih diharuskan untuk mempercantik tulisan kita.

Sebelum kamu berpikir untuk mencoba menulis novel dalam waktu satu bulan, ada kalanya, kamu harus memperhatikan beberapa hal berikut:

1. Siapkan Outline

Hal pertama yang saya alami, yang juga sering dilakukan adalah membuat outline secara keseluruhan. Baik ditulis per-bab secara singkat, atau menulis sinopsis dari awal sampai akhir (tidak menggunakan bab-bab).

Apa saja yang bisa ditulis di outline?

Diantaranya: Ide pokok atau scene yang akan ditulis dalam tiap bab. Hal ini mempermudah para penulis untuk mengingat apa yang akan ditulis. Dalam outline juga, kita bisa menuliskan karakter-karakter si tokoh sejelas-jelasnya, setting, konflik, dan lain-lain.

Pokoknya, kamu bisa menulis hal penting di outline. Istilahnya, outline ini kerangka tulisan sebelum dikembangkan menjadi naskah utuh.

Lalu, bagaimana jika tidak menggunakan outline?

Ya, sah-sah saja sebenarnya. Banyak penulis di luar sana yang menulis tanpa outline. Atau istilah gaulnya: Let It Flow. Artinya, membiarkan semua mengalir. Yang penting kita sudah tahu, idenya seperti apa, tokohnya siapa, settingnya di mana dan kapan, juga hal-hal mendetail lainnya. Masing-masing dari kedua cara (dengan outline atau tanpa outline) memiliki kekurangan dan kelebihan tersendiri. Nanti akan saya bahas dalam file terpisah.

Baca juga:
6 Kegunaan Membuat Outline Sebelum Menulis


2. Tekadkan Untuk Konsisten Menulis

Ingat, waktu sebulan itu bukan waktu yang lama untuk ukuran menulis novel. Sangat sebentar. Bahkan singkat. Kita sebagai penulis harus memiliki tekad untuk konsisten dalam menulis. Juga kemauan yang keras.

Kalau saya, biasanya akan membuat jadwal setiap harinya. Minimal 2 jam. Saya selalu memfokuskan menulis minimal 5 lembar, atau sekitar 1 bab. Jika saja kita bisa menulis 5 lembar sehari, maka dalam waktu 30 hari, kita sudah bisa menghasilkan 150 halaman. Sementara, jika kamu memiliki target menulis minimal 100 halaman, maka hanya akan menghabiskan waktu 20 hari. Cepat kan? Kuncinya memang konsisten.

Baca juga:
1. Gak Ada Leptop Buat Nulis? HP Pun Jadi
2.Ingin Jadi Penulis Dengan Instan? Mati Aja Sekalian!
3. 10 Cara membangun Semangat Menulis


3. Menulis Bukan Mengedit

Kadang kala, kita ingin sekali membuat tulisan yang perfect. Sehingga membiasakan menulis sambil mengedit. Sebenarnya sah-sah saja, tapi kalau menurut saya, menulislah terlebih dahulu. Biarkan semuanya selesai atau mengalir. Setelah beres menulis, baru masuk waktu untuk mengedit. Hal ini membuat kita lebih fokus ketimbang menulis sambil edit.

Baca juga:
1. 10 Cara Merampungkan Tulisan
2.10 Cara Menemukan Ide Dalam Menulis


4. Jangan Memikirkan Bagus atau Tidak

Kelemahan penulis pemula salah satunya adalah selalu memikirkan bagus atau tidak. Saya yang juga masih pemula kadang selalu berpikiran seperti itu. Usahakan untuk menghindari pikiran ingin sempurna. Sebab, masih ada tahap editing yang menunggu. Intinya, selesaikan tulisanmu, setelah itu, kiamu bisa memperbaiki apa yang kurang.


Nah, setelah kamu memperhatikan tiga hal tersebut, sekarang saatnya untuk mengeksekusi semuanya. Mulailah menulis dari sekarang supaya bisa terselesaikan dalam waktu 1 bulan. Saya tunggu tulisanmu di-share, atau bahkan diterbitkan dalam bentu buku. Good luck kawan. Sampai ketemu di tulisan selanjutnya.

0 komentar:

Posting Komentar

Berkomentar dengan baik ya. Ditunggu masukan yang membangun.

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html