Senin, 02 Oktober 2017

10 Tips Memenangkan Lomba Membaca Puisi

10 Tips Memenangkan Lomba Membaca Puisi
credit: tribunnews.com


Ujwar.com – setelah curhat mengenai pengalaman pertama ikut lomba puisi, kali ini aku ingin berbagai tips tentang hal yang harus dipelajari, supaya bisa memenangkan hati pendengar, terutama juri. Tip-tip ini aku dapatkan dari berbagai sumber, terutama dari juri-juri waktu mengikuti lomba puisi.

Baca juga:


Berikut tips memenangkan lomba membaca Puisi:

1. Faham Isi Puisi

Guys, This is the important thing that must you do (maaf kalo bahasa Inggrisnya jelek, hehe). Pertama kali yang harus dilakukan adalah memahami isi dari puisi yang akan kamu baca ketika lomba. Ingat, ketika sudah faham tentang isi puisi, maka kita akan tahu, bagaimana cara terbaik untuk menyampaikan puisi tersebut. Faham isi puisi akan berhubungan dengan cara menyampaikan yang kita lakukan kepada pendengar.

2. Artikulasi

Setelah faham isi puisi, maka yang harus kamu pelajari adalah vocal. Dintaranya artikulasi. Artikulasi berhubungan dengan cara menyampaikan. Ketika kita menyampaikan sesuatu dengan jelas, maka orang akan semakin welcome. Tapi ketika sebaliknya? Maka bisa saja, mereka tidak akan tertarik.

Baik burunya penyampaikan salah satunya dilihat dan didengar dari cara kita memproduksi suara. Ingat, membaca puisi adalah seni menyampaikan. Artinya, kita harus bisa menyampaikan sesuatu sejelas-jelasnya kepada semua orang yang mendengarkan.

Artikulsi sendiri adalah jelas tidaknya bunyi huruf yang diucapkan. Kadang ada orang-orang yang lemah dalam artikulasi. Misalnya, cadel, susah mengucapkan huruf vocal, atau susah mnegucapkan beberapa huruf konsonan.

Artikulasi ini bisa dipelajari. Diantaranya dengan senam mulut. Menggerakkan mulut untuk membentuk huruf vocal a-i-u-e-o selebar-lebarnya. Kejelasan dalam memproduksi suara adalah tidak tertahannya ketika berkata-kata. 

3. Penekanan

Menurut aku, penekanan berhubungan dengan rasa. Ketika kita berhasil melakukan teknik ini, maka penyampaiannya akan terarah dan dimengerti. Fungsi penekanan ya untuk menekankan. Misal, ketika membaca suatu kalimat yang emosional, maka kita harus menekan beberapa kata yang bisa membangkitkan emosi pendengar.

Kita harus tahu, di mana harus tegas, lembek, lembut dan keras.

4. Dinamika

Menurutku, dinamika ini lebih khusus dari penekanan. Kalau dipenekanan, kita hanya harus menekan kata-kata tertentu. Sementara dinamika, kita harus mengatur seberapa panjang dan pendek mengatakan suatu kata. Ketika kita sudah pintar bermain dinamika, secara otomatis, penyampaian pun akan semakin enak. Peluang pendengar ikut merasuk dalam pembacaan puisi pun akan semakin besar.

5. Gestur

Gestur tubuh saat membaca puisi sangat penting. Tapi harus digarisbawahi,  mempergunakan gestur secara berlebihan juga kurang baik. Contoh kecilnya, misal ketika ada kata ‘ku, maka secara otomatis menunjuk dada. Tidak harus terus-terusan menunjuk dada ketika ada kata ‘ku’ (lagi). Sebab orang pun tahu bahwa aku di sini adalah diri sendiri sebagai pembaca.

Ada pula gestur badan tertentu yang memang diperlukan. Misal ketika menunjuk, mengangkat tangan, dan hal lainnya. Pokoknya, sesuaikan gestur dengan isi kalimat. Dan yang terpenting, buatlah pergerakkan itu sealami mungkin.

Baca juga:

6. Mimik

Aku pernah sangat merinding ketika mendengar seseorang membaca puisi. Salah satunya karena mimik wajah yang sesuai dengan kata-kata yang diucapkan. Ketika kata-katanya sedih, mimiknya pun sedih. Ketika marah, maka mimiknya pun terlihat keras.

Mimik lebih baik tercipta dengan natural. Kenaturalan ini tercipta karena kita faham isi cerita. Pendengar bisa membedakan mana mimik yang dibuat-buat, dan mimik yang benar-benar alami.

Baca juga:


7. Ciri Khas

Ciri khas sangatlah penting. Dalam setiap hal apa pun, karakter nyaris menjadi nomor pertama yang selalu ditunggu. Dengan karakter, orang tahu kita. Dengan karakter, orang selalu menunggu penampilan kita. Dengan karakter pula, kita jadi tampil apa adanya tanpa meniru.

Banyak sekali anak didik yang justru meniru gaya pelatih. Padahal, hal semacam itu tidak disarankan. Tunjukkan karakter kita, kemudian buat sesuatu hal yang beda.

Ciri khas biasanya tidak tertuju kepada aturan awal. Misal, kata para senior yang ada di puisi sejak lama, puisi itu harus begini dan begitu. Bisa saja kita menyampaikan dengan cara lain. Dan ciri khas itu memang didapatkan ketika kita melakukan hal yang berbeda dari orang-orang sebelumnya.

baca juga:

8. Tampil Dengan Hati

Ini yang terpenting. Puisi adalah hasil dari perasaan si penyair. Sehingga, sebagai seorang pembaca, kita juga harus bisa menyampaikan isi puisi seperti yang diinginkan penyairnya. Hal ini sama dengan apresiasi yang kita berikan. Sampaikanlah puisi itu dengan hati. Jangan sampai, ketika baca puisi, kita tidak fokus terhadap isi yang memiliki nilai dan pesan moral. Membaca dengan hati juga ada kaitannya dengan ikhlas. Jangan ada pikiran tertentu yang dapat merusak kesucian dari puisi itu.

9. Jangan Ingin Tampil Lebih Baik Dari Orang

Maksudnya gini lho. Manusia itu cenderung iri sama orang. Ketika melihat orang lain tampil bagus, selalu ada perasaan ingin mengalahkan. Padahal, ketika ada perasaan seperti itu secara otomatis, emosi dalam diri meningkat. Bukan lagi keikhlasan yang ada, melainkan kedengkian. Penyampaian puisi pun tidak akan tersampaikan.

10. Jangan Fokus Ke Naskah

Gimana ya, ini berhubungan dengan pelaksanaan ketika lomba. Judulnya kan membaca puisi, nah, meskipun membaca puisi, kita dituntut untuk tahu kalimat dan isinya. Jadi, ketika baca puisi pun, kita tidak terpaku ke dalam teks. Jika masih terpaku terhadap naskah, maka akan mengurangi peran sebagai pembaca puisi. Kita jadi susah bergerak untuk melakukan impropisasi yang sudah ditambah sebelumnya.

Nah, guys, aku kira, setelah kalian menerapkan 10 tips di atas, ada kemungkinan untuk menang jika benar-benar latihan dan dipelajari dengan benar. Hihi. Kalau menurutku sendiri, arti menang yang sebenarnya bukan hanya soal dinobatkan, diberi hadiah, atau penghargaan, melainkan apa yang ingin kita sampaikan tersampaikan dengan baik. Suatu kemenangan akan mengiringi jika kita berhasil menyampaikan isi dari puisi yang dibaca.

Selamat bertemu di artikel berikutnya. 

0 komentar:

Posting Komentar

Berkomentar dengan baik ya. Ditunggu masukan yang membangun.

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html