Selasa, 28 November 2017

6 Penyebab Writer's Block dan Cara Mengatasinya

6 Penyebab Writer Block dan Cara Mengatasinya
credit: luckyothershaven.com


Ujwar.com – Hai, Ujwar kembali lagi sama tips yang berhubungan dengan menulis. Writer's Block. Penyakit para penulis. Hehehe. Yups, aku bakal bahas soal hal umum ini.

Aku yakin, siapa saja pernah merasakan writer block kan? Aku pun pernah. Sering lagi. Bukannya nambah lembaran tulisan, malah mandeg. Ya, jadinya galau berat. Ujung-ujungnya nonton film, sinetron, dangdut, kak Nazzar di Indosiar. Wekaweka.

Ketika writer block melanda, apa yang kamu lakukan?

Kalau aku ... yang tiga tadi. Udah kusebutkan di atas. 

Berbicara soal writer block, sebelum kita menuju kepada cara mengatasi, alangkah baiknya kita tahu, apa penyebab dari Writer's Block tersebut. Sudahkah tahu? Oke, saya akan bahas 6 penyebab writer block beserta cara mengatasinya. Check it out:

1. Mood yang Buruk

Sebenarnya, salah satu alasan kenapa kita bilang bahwa kita terkenaa “Writer's Block” adalah karena mood. Misal kamu habis diputusin si doi, tiba-tiba disuruh bikin cerpen. Apalagi cerpennya tentang kebahagiaan sepasang kekasih. Jelas saja mandeg. Sebab, moodnya sedang buruk. Banyak yang bilang, kalau writer block, dipaksakan saja. Tapi kalau versiku tidak. Gak mau kalau harus dipaksakan. Pengalaman, kalau nulis dipaksakan itu berasa gak afdol aja. Tulisan yang bercerita kebahagiaan bisa-bisa berubah jadi kesedihan. Kan bahaya ya?

Lalu bagaimana caranya?

Ya harus menghilangkan mood buruknya dulu. Misal, kalau kamu diputusin si doi, coba putusin tali puser. Eh, hahay. Maaf. Maksudnya, coba cari pacar baru biar moodnya kembali baik. Setelah mood-nya diperbaiki, inshaa allah tulisannya akan kembali ngalir. Kalau seumur-umur galau, gagal move on, dijamin, tulisan gak bakal kelar-kelar. Tetap Writer's Block.

Kalau mood-nya sudah bagus, silakan jaga moodnya sebaik mungkin. Kalau bisa diiket tali tambang. Supaya kamu bisa konsisten menulis. Menjaga mood itu susah. Aku aja kalau moodnya lagi baik bisa menulis beberapa lembar. Kalau lagi gak baik, bisa-bisa buka beberapa lembar, tapi hanya ditatap aja, tanpa dicoreti tulisan. 

Baca juga:

2. Malas

Sebenarnya, Writer's Block itu bukan karena hal-hal lain, tetapi muncul dari diri sendiri, salah satunya malas. Kalau kita sedang malas, tentu saja akan menghambat semua hal. Maunya tiduran, ngemil, makan, tidur lagi, terus saja sampai kakek nenek begitu. Malas gak bakal berhenti sampai sana.

Caranya supaya gak malas? Ya melakukan motivasi diri, bahwa kemalasan itu gak ada manfaatnya. Ingat saja tentang target kita, tentang reward, tentang hukuman. Dijamin, mau tidak mau kemalasan itu akan perlahan hilang. Kemalasan ini ampuh dihilangkan dengan motivasi yang kuat.

Kalau sudah begitu, target anda menulis akan bertambah. Sebab, masalah tersebut sudah terselesaikan. Ingat, masalah malas juga bisa jadi adalah masalah kebiasaan. Kalau kita biasanya leha-leha, maka akan terbawa sampai kapan pun. Mulai dari sekarang, belajarlah untuk menulis dengan konsisten. Misal memiliki jadwal menulis setiap harinya. Minimal punya jadwal dua jam sehari. Itu bisa menghasilkan beberapa lembar tulisan. Hayoo, cayo, jangan malas.

Baca jnuga:

3. Stress

Penyebab lain dari Writer's Block adalah stress, alias banyak pikiran. Jika kita terlalu banyak fikiran, tentu saja otak tidak bisa dipaksakan untuk melakukan hal lain. Pikiran kita bercabang dengan masalah-masalah yang sedang kita hadapi. Kalau sudah begini, ya susah.

Bagaimana cara menghilangkan stres? Ya jangan stres (Jawaban macam apa ini? :D). Intinya, kurangi kecemasan-kecemasan. Kalau anda stress gara-gara chat gak dibales pacar, itu stress yang tidak berkualitas. Mending bahagia dan hilangkan khawatir semacam itu.

Baca juga:

4. Kurang Fokus

Kadang, kita menginginkan hasil tanpa melakukan proses dengan baik. Salah satu hal yang bisa memicu Writer's Block adalah tidak fokus. Misal, nulis sambil maen facebook, maen game, main kuda-kudaan. Ini akan menyebabkan pikiranmu bercabang. Sama halnya sama aku. Aku lagi nulis sambil ngupil. Duh, jadi gak fokus kan. Ini upilnya nempel di layar leptop. Dueh.

Intinya, kalau mau menulis, fokuslah. Matikan media sosial yang amat menganggu. Suer. Aku aja kalau nulis sambil maen medsos banyak senyumnya, nulisnya gak dapet. Jadi deh mandeg lagi karena idenya udah ketilep sama status orang yang berkeliaran.

Baca juga:


5. Tidak Tahu Mau Membaca Cerita

Sebenarnya, ini masalah persiapan. Kamu kalau nulis cerita suka buat kerangka dulu gak sih? Atau asal tulis. Sebenarnya, mau yang ke satu atau ke dua sama saja. Tapi aku lebih milih yang ke satu. Menggunakan kerangka, atau outline, atau sinopsis cerita keseluruhan. Hal ini membuat kita lebih mudah dalam mengembangkan cerita. Kita bisa tahu, mau dibawa kemana tulisan kita karena sudah memiliki dasar. 

Kalau kata Kak Agnes Jesicca (penulis novel), kerangka itu bagaikan peta ketika kita menulis. Kita menyusuri jalan-jalan yang kita buat sendiri, sehingga akn sampai ditujuan dengan cepat. 

Cara supaya tahu ceritanya mau dibawa ke mana apa? Ya coba buat outline. Supaya semuanya tercatata dan gak lupa. Dijamin, bagi pemula seperti aku pun ini manjur. Jarang sekali aku writer block karena ini. 


6. Kelelahan

Duh, ini hal umum. Tapi bisa mneyebabkan Writer's Block. Ketika tubuh kita terlalu lelah, badan udah capek, pikiran udah capek, ya ujung-ujungnya Writer's Block. So, buat kamu yang sering kerja capai, mending rehat dulu, baru nulis. Bagi kamu yang selalu begadang, begadang tiada gunanya kata Pak Roma Irama juga. Hehe. Intinya, kalau sudah lelah, istirahatkan dulu supaya afdol. Oke?

Nah, itulah 6 penyebab writer block dan cara mengatasinya. So,  supaya gak Writer's Block lagi, coba ikuti apa yang kupaparkan di atas. Setidaknya hal tersebut bisa membantu kita dalam mengurangi atau bahkan menghilangkan Writer's Block.

Yuk ah nulis lagi. Jangan lupa dihapus ya kalau ada kata-kata salah dariku. Elah, yaiyalah dihapus, masa dijilat ya? Oke, abaikan banyolanku yang agak absurd. Aku merasa jenuh aja dengan artikelku yang selalu serius. Kali-kali lah macam begini. Ya gak? 

Oke, sampai ketemu di artikel berikutnya. Kalau artikel ini bermanfaat, boleh dibagikan. 

Minggu, 19 November 2017

10 Kebiasaan Sederhana Ini Akan Membuat Kamu Menjadi Pemimpin Keren

10 Kebiasaan Sederhana Ini Akan Membuat Kamu Menjadi Pemimpin Keren
credit: sujanews.com


ujwar.com - Pernah mendengar kata pemimpin? Saya kira, semua orang sering, bahkan sedang menjadi seorang pemimpin. Entah menjadi pemimpin daerah, kepala sekolah, ketua RT, kepala keluarga, atau bahkan pemimpin bagi diri sendiri.

Kita sering menyambung-nyambungkan pemimpin dengan sikap. Ketika seseorang memiliki sikap yang oke, maka akan diacungi jempol. Apabila seorang pemimpin memiliki sikap yang buruk, maka akan menghasilkan suatu komentar pedas dari orang-orang sekitar.

Semua orang (termasuk saya), ingin menjadi seorang pemimpin yang bertanggungjawab. 

Pertanyaannya, apakah seseorang mampu menjadi pemimpin yang baik tanpa melakukan suatu proses yang panjang? Tidak bisa, bukan? Banyak hal yang harus dilewati oleh seorang calon pemimpin. Salah satunya berhubungan dengan kebiasaan kita dalam kehidupan sehari-hari.


Apakah kamu memiliki kebiasaan? Well, saya kira, setiap orang punya kesukaan atau kebiasaan tersendiri dalam kehidupan. Misal kebiasaan tidur sampai siang, malas-malasan, ngomongin orang, atau bahkan membuat orang di sekitar kita sakit hati. 

Ada pepatah mengatakan, kita akan memanen sesuatu yang ditanam sebelumnya. Kalau kita sudah menanam hal-hal buruk sejak lama, apakah akan membuahkan hasil di masa yang akan datang? Jelas tidak.

Maka, untuk menjadi seorang pemimpin dengan jiwa kepemimpinan yang baik, dibutuhkan suatu kebiasaan yang baik dalam kehidupan.  Kebiasan-kebiasaan kecil ini justru akan menjadikan kita terbiasa menjadi seorang pemimpin di kemudian hari. Ketika kita sudah terbiasa, maka semua itu akan menyatu dengan jiwa dan diri kita.

Lantas, apa saja kebiasaan-kebiasaan sederhana yang mngantarkan diri untuk menjadi pemimpin keren di masa yang akan datang? Berikut ulasannya:

1. Terbiasa bangun Pagi

Oke, bangun pagi adalah hal yang sangat sederhana. Namun, saya sangat yakin kalau diantara pembaca di sini masih banyak yang susah bangun pagi. Bahkan terkesan melama-lamakan untuk bangun. Apakah benar-benar ingin menjadi pemimpin? Tapi kenapa masih bangun kesiangan?

Kebiasaan bangun siang dan meninggalkan shalat subuh (bagi yang muslim), adalah kebiasaan buruk yang harus ditinggalkan. Ketika dari awal sudah terbiasa seperti itu, bagaimana kita akan menjadi seorang pemimpin? Sementara memimpin diri sendiri saja masih sulit. 

“Bangunlah pagi, jemput rezekimu, jangan biarkan dipatuk ayam.”

Kalimat di atas adalah salah satu kata-kata yang sering dilontarkan orangtua zaman dulu. Maka, sudah bisa dipastikan jika bangun pagi akan memberikan effek bagus secara langsung atau pun tidak langsung.


2. Terbiasa On Time 

Di sini masih ada yang sering datang terlambat? Atau bahkan melambat-lambatkan datang ke suatu acara? Kebiasaan ini amat buruk. Image kita akan terlihat negatif di hadapan orang-orang dan diri kita sendiri.

Seorang pemimpin selalu punya pandangan ke depan. Melakukan sesuatu secepat mungkin. Berpikir untuk tidak mengecewakan orang-orang di sekitarnya. Coba kamu bayangkan, bagaimana jika seorang pemimpin terbiasa tidak tepat waktu? Bagaimana dengan program-program yang ada dalam suatu wadah yang dipimpin? Jatuhnya menjadi seseorang yang tidak bertanggung jawab.

3. Tenang dan Anggun

Apakah kamu tipe orang yang suka marah kalau ada orang yang menyela, memberikan pendapat, atau bahkan mencaci? Seorang pemimpin harus terbiasa tenang dan anggun ketika ada sesuatu yang membuat marah.

Jiwa pemimpin tidak akan memilih mencari-cari masalah. Mereka akan senantiasa menghargai apa yang dikatakan orang, kalau pun tidak setuju, mereka akan menyela sebaik dan sesopan mungkin. Jadi, mulai sekarang, belajarlah anggun dan tenang.

Kata Pak Mario Teguh, sifat anggun dan tenang juga mengggambarkan kedewasaan. So, belajarlah dari sekarang. Jangan sampai kebiasaan marah-marah membuat kamu memiliki sifat yang justru tidak banyak disukai orang lain.


4. Berkata “Tidak” Jika Merasa Tidak Setuju

Kamu pernah mengatakan iya, mengangguk, sok setuju ketika ada seseorang yang memerintahkan sesuatu, atau memberikan statement? Calon pemimpin keren harus bisa mengatakan kata “tidak” jika memang tidak setujui. Berkata tidak kepada orang lain sejauh ini memang sulit, tapi kita harus terbiasa tegas. 

Contoh: Demi melihat teman bahagia, seseorang rela menuruti permintaannya untuk main ke suatu tempat. Padahal di dalam hati, dia ingin berkata tidak karena memiliki suatu masalah yang harus diselesaikan.

Kelihatan sederhana memang, tetapi kebiasaan berani dalam mengatakan “tidak” adalah hal yang bisa menjadikan pondasi untuk sukses. Tegas juga perlu belajar. Kalau tidak terbiasa melakukan hal kecil ini, dijamin, orang tersebut akan labil seumur hidup.


5. Memiliki Prinsip

Apakah kamu punya prinsip? Atau, setiap saat selalu ikut-ikutan?

Oke, perlu diperhatikan, untuk menjadi seorang pemimpin yang disegani dan dipercaya, kita harus memiliki prinsip kuat. Prinsip yang harus dipegang tanpa terganggu oleh siapa pun. Contoh prinsip diantaranya: melakukan sesuatu berdasarkan kehendak sendiri. Kadang orang berprinsip sering disebut egois, tetapi sebenarnya bukan egois, melainkan sedang berjalan dan mencoba untuk mempercayai apa yang diyakini.


6. Tidak Pernah Menyalahkan Orang Lain

Apakah kamu pernah menyalahkan sesuatu kepada orang lain? Padahal, bisa saja itu adalah kesalahanmu sendiri. Di era sekarang, menjadi orang yang ingin terlihat baik merupakan keharusan bagi sebagian orang. Sampai-sampai mengorbankan suatu kejujuran demi hal tersebut. Seorang pemimpin tidak akan takut mengakui hal yang dia lakukan. Meskipun memalukan sekalipun.

Contoh ilustrasi:

Seorang ketua menyalahkan anggota-anggotanya dalam suatu program dengan berbagai alasan. Namun, dia tidak sadar, bahwa kegagalan itu berawal dari pimpinannya sendiri. Dia tidak benar dalam mengarahkan anggota. Dia tidak benar dalam memberitahu atau menjelaskan sesuatu tentang program yang dilaksanakan. Sehingga, ketika ada orang yang bertanya kenapa kegiatannya tidak berjalan dengan sukses, dia dengan mudah berkata bahwa bukan kesalahannya, melainkan kesalahan para anggota.

Apakah yang seperti itu layak disebut pemimpin? Silakan  jawab sendiri.


7. Tidak Pernah Mencari Alasan

Menurut Pak Isa Alamsyah (Suami Bunda Asma Nadia) dalam bukunya No Excuse!, “Orang gagal mencari alasan untuk berhenti, orang sukses berhenti mencari-cari alasan.”

Calon pemimpin yang baik selalu ingin mencari hal-hal baru. Jangan sampai, ada kata-kata semacam ini yang keluar dari mulutmu:

“Aku tidak berbakat!”

“Aku tidak bisa, aku malu!”

“Aku tidak pantas berada di sana. Kemampuanku sangat buruk!”

“Aku tidak memiliki kecerdasan yang cukup untuk bisa berbicara seperti orang di atas panggung itu!”

Ayolah, cobalah hal-hal baru. Jangan membiarkan alasan-alasan itu menggerogoti dirimu sendiri. ketika bisa mengendalikan alasan, sudah pasti kamu akan menjadi calon pemimpin yang keren.

8. Banyak Kerja Sedikit Janji

“Tenang, semuanya beres!”

Kalimat di atas terlihat sederhana. Namun, bagaimana jika kalimat itu hanya sebagai buaian semata? Kebiasaan orang, selalu ingin terlihat bisa dan mampu tanpa membuktikan. Orang tipe seperti ini banyak yang tidak disukai orang lain, sebab secara tindak langsung telah menjadi pembohong besar. 

Ketika kita mengatakan itu, maka harus yakin akan menyelesaikan berdasarkan ucapan kita. Kalau seandainya tidak yakin untuk mampu, lebih baik menyampaikan apa yang dirasakan dan diyakini, atau diam sekalian. Lebih baik, kerja sebagus mungkin.

9. Terbiasa Melakukan Sesuatu Dengan Rinci

Saya pernah melihat salah satu channel youtube Chandra Putra Nagara, pemimpin perusahaannya sendiri dengan omset ratusan juta. Dia terbiasa membuat jadwal sederhana untuk dilakukan keesokan harinya.

Menulis jadwal kelihatannya lebay. Padahal, kebiasaan kecil itu akan menjadikan kita seseorang yang cepat tanggap dan disiplin. Bayangkan, seberapa besar perbandingan ketika menuliskan jadwal dan tidak? Bahkan, Chandra Putra Nagara selalu membuat jadwal mingguan, bulanan, setengah tahunan dan tahunan. Mau coba jejak pemimpin yang satu ini? Yuk mulai melakukan sesuatu dengan rinci dan detail.

10. Calon pemimpin Sudah Terbiasa Untuk Tidak Gengsi

Seorang pemimpin tidak boleh gengsian. Kamu pernah gengsi karena memakai sepatu murah? Pernah malu karena HP-mu tidak secanggih punya teman-temanmu? Pernah merasa minder karena kamu tidak se-stylis orang lain?

Menurut Merry Riana—salah satu wanita inspiratif Indonesia, manusia sukses (termasuk sukses menjadi pemimpin), selalu bisa menunda kesenangannya. Menjadi orang gengsian salah satu cirinya adalah tidak sabaran. Tidak bisa menunda senang.

Sementara orang tidak gengsian, dia bisa bekerja serabutan demi sesuatu yang besar di masa depan, tanpa malu. Dia bisa melakukan sesuatu yang orang lain anggap rendah, tetapi tetap percaya diri. Dia percaya, hal-hal kecil semacam itu akan membantu suatu saat. Kalau seseorang sudah terbiasa kerja keras, melakukan apa pun yang terbaik, percaya terhadap diri, maka masa depannya sudah bisa dipastikan akan cemerlang.

Kamu tahu kenapa banyak pemimpin sukses berasal dari keluarga biasa saja? Sebab, orang itu sudah terbiasa melakukan sesuatu tanpa gengsi dari kecil. Mulai sekarang, marilah sama-sama belajar untuk tidak gengsi. Gengsi hanya akan membuat kita stuck di sana, di tempat yang sama, atau bahkan mundur dari apa yang telah dicapai.

Baca juga: 

Itulah 10 hal sederhana yang bisa melatih diri menjadi pemimpin..  Saya yakin, ketika seseorang menerapkan kebiasaan ini, mereka akan mampu menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri, juga bagi orang-orang di sekitarnya.


Rabu, 15 November 2017

Cinta Laki-laki Biasa, Film Antik dan Romantik

Cinta Laki-laki Biasa, Film Antik dan Romantik
credit: youtube.com


Ujwar.com – Sering sekali saya menonton film yang diadaptasi dari novel keren karya Bunda Asma Nadia. Seperti Assalamualaikum Beijing, Surga yang tak Dirindukan 1 dan 2, Love Spark In Korea, Pesantren Impian, dan lain-lain.

Baca juga:
Insya Allah Sah, Film yang Bikin Ngakak Plus Baper

Kali ini, saya akan membahas soal-menyoal Cinta Laki-laki Biasa. Pertama-tama, saya memang suka banget sama akting Deva Mahenra. Sering sekali ngikutin film-film dia. Dan hasilnya, aktingnya memang sudah tidak diragukan lagi. So, ketika melihat film ini, saya makin suka sama gaya Deva. Pas lihat trailernya waktu itu, langsung love-love sama filmnya.

Film ini menceritakan perjalanan Rafli (deva Mahenra), yang bertemu dengan Nania (Velove) seorang calon arsitek yang melakukan kerja lapangan di tempat Rafli bekerja. Mereka bagaikan bumi dan langit, sebab berasal dari keluarga yang betolak belakang. Rafli sederhana, sementara Nania dari keluarga kaya.

Mereka dipertemukan dan didekatkan. Hingga membuat keduanya sama-sama saling mengagumi dan berakhir dengan pernikahan. Namun, ceritanya belum selesai sampai sini. Terjadi masalah besar, terjadi musibah kecelakaan yang membuat Nania harus lupa ingatan. 

Ini menjadi sebuah tantangan besar untuk seorang Rafli. Apakah Nania akan kembali? Sebab, Nania sendiri telah lupa. Bahkan merasa tidak mungkin telah menikah dengan orang seperti Rafli. 


Kenapa Aku Bilang Film Ini Antik?

Terus terang, dari sekian banyak film yang pernah saya tonton, film ini menjadi salah satu film yang membuat saya berkaca-kaca. Terutama terharu soal sifat Rafli. Menurut saya, dalam kehidupan sehari-hari, jarang sekali ada lelaki sesempurna Rafli dalam ketidaksempurnaannya. Maksudnya, di balik dia yang terkesan kuno, bukan cowok mapan (yang dianggap kelemahan sama sebagian orang), ternyata dia memiliki sesuatu yang juga tak dimiliki orang lain. Kesabaran, keteguhan, kasih sayang, kesetiaan dan yang terpenting, rasa cintanya yang amat besar terhadap Nania.

Dari karakter Nania, dia juga berbeda dari gadis kaya pada umumnya.  Sejak dipertemukan dengan Rafli, sifatnya sudah tergambar, bahwa dia tipe orang yang tidak memandang kasta. Padahal, jelas-jelas keluarganya berasal dari orang kaya. Dan sama sekali tidak merestui hubungan itu.

Hubungannya dengan antik apa?

Hehe. Apa ya. Yang aku tahu, ini adalah salah satu film dengan ide cemerlang. Diceritakan seorang pemuda (maaf) bisa dibilang miskin (tapi tidak miskin-miskin amat sih dalam ceritanya, lebih ke sederhana), kemudian dipertemukan dengan si kaya yang justru memiliki sifat yang amat baik. 

Selain itu, film yang mengaitkan dengan religi adalah salah satu film kesukaan saya. Sebab, kita tidak hanya menonton film. Adegan demi adegan, percintaan, atau kekeluargaan, tetapi juga soal agama. Pesan moral. So, kedua hal tersebut sangat antik menurut saya. Soal karakter dalam film, plus genre dari film itu sendiri.

Baca juga:
Kalau Lagi Butuh Motivasi, Gue Suka Buka Ulang Film 5 CM


Kenapa Saya Bilang Romantik?

Kebanyakan film, romantis itu ketika beradegan mesra sebelum menikah. Sebab, dalam cerita umum pada biasanya, pacaran saja sudah menunjukkan rasa sayang dengan menghadirkan adegan mesra. Misal pegangan tangan, pelukan, atau bahkan ciuman.

Namun, film ini aman menurut saya. Keromantisan mereka tidak digambarkan seperti itu, padahal statusnya sudah menikah. Saya suka keromantisan Rafli terhadap Nania. Dia sengaja membuatkan rumah sederhana dengan miniatur unik. Tidak luas, tetapi menarik dan enak ditinggali. Dia hanya ingin menciptakan sesuatu yang berbeda dari hubungan suami istri dalam kehidupannya.

Keromantisan yang dia tunjukkan di dalam film ini adalah ketika dengan lantang, dia menyebut ingin taaruf dengan Nania sebelum menikah. Njir, keren cowok model gini. Jadi pelajaran juga sih, bahwa jadi lelaki itu yang seperti ini. Jangan mau enaknya aja. Pacaran, mesra-mesraan, eh pas diajak nikah, mundur. Siapa di sini yang kayak gitu? Hehe.

Keromantisan lainnya adalah saat Rafli mengurus anak-anak ketika Nania sakit. Dia yang melakukan semuanya. Bahkan, adegan yang amat membuat saya sedeih adalah ketika Rafli dan anaknya main kudan-kudaan. Ini adalah permainan sederhana antara ayah dan anak yang di jaman sekarang mungkin sudah jarang terjadi di keluarga kecil.

Baca juga:

Kemudian, ada keromantisan yang terjalin antara Rafli dengan Nania dalam adegan men-cat kamar dengan warna biru. Dicat berdua, tidak menggunakan tukang untuk memperindah kamar. Mereka melakukannya sendiri. Romantis sekali.

Keromantisan lain dari mereka adalah, sebuatan kasih sayang yang unik. Rafli membahasakan Nania kepada anak-anaknya sebagai sebutan Bunda. Dan Nania membahasakan sang suami kepada anak-ananya dengan sebutan Yanda. Bunda dan Yanda. Keren kan? 

Kalau dari perempuannya, Nania menunjukkan keromantisannya dengan cara mau berhijrah, mengenakan kerudung demi suaminya. Apalagi pas berkata ingin ke surga bersama Kang Rafli. Unch banget.


Rating film

Kalau disuruh memberikan rating, aku kasih 5 dari 5 bintang. Meski kata orang terdapat beberapa kekurangan, tetapi menurutku tidak. Sebab, hal-hal semacam itu sudah tersilep dan hilang dengan keseruan adegan tiap adegan. I Like it. 

Selasa, 14 November 2017

Insya Allah Sah, Film yang Bikin Ngakak Plus Baper

Insya Allah Sah, Film yang Bikin Ngakak Plus Baper


Insya Allah Sah, Film yang Bikin Ngakak Plus Baper
credit: jawapos.com


Ujwar.com – Pertama liat Insya Allah Sah itu di TV, pas ada tayangan trailer-nya. Awalnya sih, kurang menarik perhatian, sebab aku kurang suka dengan para pemain film ini. Maksudku, mereka bukan aktris atau aktor favorit. 

Namun, kemarin-kemarin, aku jalan-jalan ke sebuah website yang biasanya share film. Kalau sudah tayang di bioskop sekian bulan, biasanya sudah ada di website atau youtube. Maka, aku menemukan film itu. Dari sana, aku menonton di situs tersebut. Dan well, ketidaktertarikan berubah menjadi ketertarikan yang amat besar.

Baca juga:
1.Kalau Lagi Butuh Motivasi, Gue Suka Buka Ulang Film 5 CM2. Dari Dear Nathan, Gue Tahu Cara Menghargai Orang3.Iqbal CJR Jadi Pemeran Dilan? Fans Dilan: Gak Rela!


Kesan Pertama Saat Buka Film Insya Allah Sah

Sudah kubilang, aku kurang excited ketika lihat Trailler-nya. Namun ketika buka langsung filmnya, aku langsung ternganga. Pertama kali buka film, kok langsung dibuat ngakak ya, sama tingkah laku Silvi (Titi Kamal). Cewek yang gak sabaran, emosian, cerewet, dan .... ah pokoknya itu deh.

Kok aku baru tahu ya, kalau Titi Kamal aktingnya keren banget? Sejauh ini sih, baru pertama kali lihat film yang dibintangi Titi Kamal sebagai pemeran utama. Eh, pemeran utamanya Titi Kamal kan? Atau Panji? Nah, Panji ini yang bikin aku tambah ngakak.

Karena terlalu fokus sama film, aku jadi tidak terlalu ngeh sama nama-nama pemain. Contohnya, aku gak tahu kalau yang jadi Raka itu Panji. Raka sama Panji aslinya jauh beda, padahal aku sering lihat di acara Stand Up Comedy. Aku juga kurang tahu nama asli Dion (pacarnya Silvi). Baru tahu sekarang-sekarang pas buka informasi soal film tersebut. Namanya Richard Kyle kan? Aku sering lihat di My Trip My Adventure, tapi gak tahu namanya.

Terus terang, Part paling ngakak terjadi ketika adegan di lift untuk awal-awal. Di mana, Raka dan Silvi terjebak di lift tersebut. Mereka saling mengungkapkan nadzar masing-masing, yang juga menjadi alasan Raka buat terus ngikutin dan ngingetin Silvi setiap saat. Aku suka banget sama sosok Raka yang bikin ketawa terus. Ya, aku tahu sih, cerita ini emang lebih ke komedi-romance religi. Tapi ya, komedi yang ini nampol banget. Berbeda sama komedi-komedi lainnya. Keren pokoknya. 

Terus, ada bagian yang bikin baper. Yaitu saat Silvi mau dicium sama Dion, tiba-tiba Raka datang, menghalangi karena katanya belum Sah. Ih, ini mah kode besar banget bagi yang pacaran dengan gaya bebas. Soalnya pacaran gaya-gaya sekarang itu gimana gitu. Memprihatinkan. Buat aku yang jomblo sih santai-santai aja. Merasa bahagia gak masuk dalam budaya tersebut. Xixixi.


Soal Ide Cerita

Film ini kan ide ceritanya dari novel ya. Hoho. Aku benar-benar salut sama penulis novelnya. Keren oey. Idenya ciamik banget. Gak ngebosenin. Biasanya, hal-hal yang berhubungan dengan religi itu agak ngebosenin (memang godaannya seperti itu). Ceramah sana-sini. Tapi ini keren lho. Maksudnya, yang nonton juga jadi gak ngerasain diceramahin. Tahu kan diceramahin itu kaya gimana? Kesannya kan berbeda. Kalau cerita di film ini, ngalir saja begitu.  Secara keseluruhan, film ini bikin ngakak. Dari awal sampai akhir. Pokoknya komedinya itu kental banget tanpa mengurangi pesan yang ingin disampaikan.

Setelah nonton film ini, aku jadi tertarik buat cari novelnya. Pantas saja diangkat ke layar lebar. Inspiratif sekali sih. Pasti bukunya tak kalah keren. Pengalaman, kalau baca buku, biasanya imajinasi itu lebih kuat. Sebab secara tidak sadar, kita telah menciptakan sendiri karakter yang ada di dalam buku dengan pikiran kita.

Oke, suatu hari, aku pengin beli bukunya ya.


Rating Film Ini

Kalau aku pribadi sih, bakal ngasih rating 5 dari 5. Keren buanget. Hehe. Baru pertama kali lihat film, tapi gak lihat waktu mainnya. Biasanya, kalau aku nonton film, mata selalu tertuju ke bagian waktu pemutaran. Misal aku nonton sudah di menit 10, 20, dan lain sebagainya. Tapi di film ini, aku baru ngeh soal waktu di menit kesekian. Saking keasyikan ngakak lihat film ini.

Tapi sih, kalau soal jumlah penonton yang menonton di bioskop, aku kurang tahu. Belum lihat urutan film di internet. Tapi kalau seandainya tidak terlalu banyak yang nonton, atau bahkan sedikit, sayang banget sih. Soalnya film ini recomended bagi para jomblo fisabilillah. Hahay.

Harapanannya, pengen lagi gitu ada film macam begini lagi. Jadi yang dibahas bukan soal hal-hal mainstream, tapi yang bikin menghibur, plus memberikan pesan moral yang amat besar. Sejauh aku nonton film, film ini menjadi salah satu film terkeren yang pernah aku lihat. Aku tunggu film-film keren dari MD Ficture yang emang selalu bikin penasaran.

Senin, 13 November 2017

6 kebiasaan Kecil yang Tanpa Disadari Bisa membuat Kita Sukses

6 kerbiasaan Kecil yang Tanpa Disadari Bisa membuat Kita Sukses
credit: adquadrant.com


Ujwar.com – Menjadi seseorang yang sukses adalah impian setiap orang. Sukses sendiri memiliki arti yang luas, tidak hanya soal materi, melainkan soal sosial, pendidikan, politik dan lain sebagainya. Namun, sadarkah kamu, kalau ada hal-hal yang sering dilakukan orang sukses? Hal-hal tersebut sebenarnya sederhana, tetapi tanpa disadari akan membuat terbiasa dan membuat diri semakin dekat dengan kesuksesan. Mau kan sukses?

So, silakan simak beberapa hal sederhana yang tanpa disadari bisa membuat sukses:

1. Disiplin

Kamu sudah terbiasa bangun pagi? Konon, orang yang sudah terbiasa bangun pagi, shalat, kemudian melakukan pekerjaan sejak pagi hari adalah cerminan orang sukses. Dalam paribahasa saja, katanya bangun itu harus pagi, supaya rezekinya tidak dipatuk ayam duluan.

Bisa kita bayangkan, orang yang disiplin bangun pagi lebih besar peluangnya buat jadi seseorang. Berbeda dengan orang yang terbiasa bangun siang.

Baca juga:
Susah Menghilangkan Malas? Coba Lakukan 7 Hal Sederhana Ini

Disiplin bukan hanya soal bangun pagi. Hal lain yang menggambarkan kedisiplinan adalah datang tepat waktu kepada suatru acara. Tidak ngaret. Ketika kita terbiasa bertele-tele, lalai dan memperlambat suatu pekerjaan, maka akan terbiasa juga sampai kita besar.

Cobalah untuk mendisiplinkan diri sedini mungkin dari sekarang. Jangan sampai, hal-hal buruk melekat sampai dewasa, sehingga peluang kita menjadi seseorang yang sukses menjadi lebih kecil. Sudahkah disiplin?

Baca juga:
8 Hal Sederhana yang Akan Anda Sesali Suatu Saat Nanti

2. Membuat Jadwal Harian, Mingguan, Bulanan dan Tahunan

Chandra Putra Nagara, seorang pengusaha sukses yang sudah sering pergi ke luar negeri, dengan omset besar setiap bulannya mengaku suka memiliki jadwal sejak dulu. Ketika besoknya akan melakukan sesuatu, maka dia mencoba untuk menuliskan hal-hal yang akan dilakukan malam harinya. Sehingga, ketika hari itu telah tiba, dia bisa langsung melakukan sesuatu tanpa berpikir harus melakukan apa. Kadang, manusia itu memang pelupa. Dia mengantisipasi hal itu dengan membuat jadwal.

Selain jadwal harian, beliau juga selalu membuat jadwal tahunan, bulanan dan pertigabulanan. Keren kan? 

Orang yang sudah terbiasa melakukan sesuatu dengan tersusun, maka akan terbiasa pula menjadi seseorang dengan bekerja lebih cepat, lincah dan cepat tanggap. Dia bahkan bisa bekerja sehari selama 16 jam. Kalau kita, banyak kerjanya atau mainnya? Hehe.

3. Berpikir Positif

Dalam suatu penelitian disebutkan bahwa otak manusia itu dalam sehari lebih banyak menyela kekurangan dirinya. Lebih banyak merasa rendah ketimbang melihat kelebihan yang dimiliki. So, pantas saja jika banyak orang yang justru minderan, atau tidak percaya diri.

Namun, hal itu bisa kita pecahkan dengan menerapkan sikap positif. Seperti yang pernah saya bahasa sebelumnya, sikap positif itu bisa mengubah hidup kita yang kelam menjadi lebih cerah dan indah. Hal ini berhubungan dengan mindsett kita.

Baca juga:
Dengan Sikap Positif, Kita Bisa Mengubah Hidup yang Kelam

Terapkanlah untuk senantiasa mencintai diri kita, menggali potensi yang ada, tidak lelah belajar dan yang pasti, selalu memikirkan hal positif. Hal yang bisa dilakukan di antaranya, menganggap lucu terhadap kesalahan yang kita lakukan.

Kadang, ketika telah melakukan kesalahan, kita pasti berubah menjadi kurang PD atau minder. Maka, mulai sekarang, anggaplah hal tersebut adalah sebuah kelucuan, atau lelucon semata. Dengan begitu, kita tidak terlalu mengambil pusing hal-hal yang terjadi. Kita akan senantiasa belajar, belajar dan belajar.


4. Terbiasa Cuek

Cuek di sini bukan cuek terhadap lingkungan dan orang-orang sekitar kita. Ada yang butuh pertolongan, kita cuek. Bukan itu poinnya. Maksud saya, orang yang terbiasa cuek (tidak mendengarkan kata-kata orang yang menyakitkan) cenderung berpeluang lebih besar untuk sukses.

Saya sendiri adalah tipe orang pendengar. Ketika ada seseorang yang mencela, saya kadang sakit hati. Ketika ada seseorang yang menghina, saya memikirkan. Akibatnya, saya minderan. Dan untuk sekarang, saya juga selalu belajar untuk cuek terhadap perkataan orang, terutama yang bikin kita down.

Berjalanlah di bawah diri kita sendiri. Maju tanpa mendengar ocehan orang yang amat menganggu. Ambil yang baik dan buang yang buruk. Hal ini akan membuat kita tetap fokus. Sudahkah anda cuek? Atau masih jadi orang baperan?

Baca juga:

5. Berpikir Terbuka

Pernah tidak mau mendengarkan pendapat orang lain? Mulai sekarang, dengarkanlah pendapat mereka, meski di sisi lain kita tak peduli. Orang yang tak mau mendengarkan masukan yang baik adalah orang bodoh.

Memang sakit sih kalau ada orang yang berkata ini itu, tapi saya ingatkan kembali, buang yang buruk dan ambil yang baik. Sekalipun kita tidak setuju, tetap tanggapi dengan senyum dan kebaikkan. 

Baca juga:
Beginilah 7 Trik Sederhana Supaya Disukai Banyak Orang

Ketika pikiran kita terbuka, maka kita akan lebih mudah berkembang. Orang-orang yang terbiasa melakukan hal ini sejak dini, mereka memiliki kesempatan yang lebih besar untuk bisa menggapai kesuksesannya. 

6. Bersyukur

Orang yang terbiasa bersyukur dengan kehidupannya cenderung lebih bahagia ketimbang orang yang tak bersyukur. Kita hidup itu buat apa sih? Salah satunya buat bahagia kan? Berarti, ketika seseorang sudah bahagia, dia sudah sukses. Nah, untuk menjadi sukses ini, dibutuhkan bersyukur.

Mulai dari sekarang, mulai syukuri apa yang kita miliki, anugerah yang Tuhan berikan, juga hal-hal baik lainnya yang terjadi dalam kehidupan. Melihatlah ke abwah , di mana, masih banyak orang yang tak beruntung. Sedangkan kita sudah cukup lebih beuntung. Buktinya kamu? Kamu beruntung bisa menemukan dan membaca postingan  sederhana ini. Bisa mengakses internet dan masih bisa belajar dengan giat.

Banyak orang yang justru malah dipusingkan dengan kekurangan yang dia miliki. Sehingga, setiap harinya hanya dikelilingi rasa khawatir yang berlebihan. Kalau sudah begitu, bisa-bisa stres. Yok, lebih menerima diri dengan apa adanya.

Baca juga:
Berikut 6 Cara Ampuh Menghilangkan Gengsian

Nah, itulah 6 hal sederhana yang tanpa disadari akan memberikan peluang besar terhadap kesuksesan kita. Ingat, hal-hal besar di luar sana berasal dari hal kecil. Nabung yang awalnya kecil lama-lama bisa besar. Jadi, ketika ingin sukses, belajar;ah dari hal-hal kecil mulai dari sekarang.

Sabtu, 11 November 2017

8 Hal Sederhana yang Akan Anda Sesali Suatu Saat Nanti

8 Hal Sederhana yang Akan Anda Sesali Suatu Saat Nanti
credit: pondokkecil.com


Ujwar.com – Penyesalan itu selalu datang belakangan, gak mungkin di depan. Penyesalan biasanya berhubungan dengan hal-hal yang kita anggap biasa saja, ternyata adalah hal buruk, tidak baik, atau tidak bermanfaat, yang bisanya tidak memberikan effek membangun terhadap diri sendiri.

Kali ini, saya akan membawa 8 hal yang mungkin akan kamu sesali di masa yang akan datang. Sebelum kamu sesali, mending kamu kenali dulu 9 hal tersebut. Berikut hal-hal yang saya maksud:

1. Kenapa Saya Tidak Bekerja Keras Dari Dulu?

Pertanyaan pertama yang akan terbersit mungkin ini. Ketika muda, kita gemar bermain-main, berleha-leha, tidak fokus, malas, banyak nongkrong tanpa memikirkan hal baik dan buruk, banyak ngeluh, kalau bekerja tidak dengan hati. Sedangkan, ketika kita tidak bekerja keras sejak awal akan bereffek di masa yang akan datang.

Kerja keras adalah pembiasaan, ketika kita tidak terbiasa, ketika kita tidak membangun sesuatu, maka akan ada yang kita tuai di masa tua. Baik atau buruk. Misal, ketika umur 20, kita cuek, gak pernah mikiran hal-hal yang bisa bikin sukses. Di umur 30-40, kita bakal tahu apa yang terjadi. 

Mungkin saja, kita masih bekerja di orang, jadi buruh, sedangkan tenaga sudah mulai berkurang. Jadi, mumpung belum terlambat, ayo kita sama-sama belajar buat bekerja keras. Sesuai dengan minat dan bakat masing-masing. 

Yang pengin punya bisnis, ayo mulai bisnismu dari sekarang. Yang ingin jadi dokter, tentara, polisi, dosen, dan hal lainnya, mulailah dari sekarang dengan bekerja keras. Inshaa allah, semua akan terwujud jika kita sudah menanam jauh-jauh hari.

Baca juga:

2. Kenapa Tidak Belajar Dari Dulu?

Hal ini juga sering disesali. Saya punya teman. Dia ini orangnya biasa saja waktu sekolah. Maksudnya, dia acuh, belajar semaunya, ulangan seadanya, tanpa memahami pelajaran-pelajaran yang diberikan guru. Kebetulan, dulu saya dan dia sekolah di SMK, jurusan Administrasi. Nah, dua tahun setelah lulus, teman saya justur bilang kalau dia amat menyesal karena tidak mempelajari pelajaran sekolah. Sebab, pelajaran yang ada di sekolah dia temukan kembali dilingkungan kerjanya. 

Kalau sudah belajar dari dulu, setidanya pas bekerja di suatu perkantoran, kita sudah tahu, bagaimana mengejerjakan administrasi dasar, keuangan, kearsipan, melayani pelanggan, jenis alat-alat kantor dan lain sebagainya.

So, pelajari apa pun jika ada kesempatan. Kadang, hal-hal yang tak kita sukai bisa menjadi hal yang paling dibutuhkan suatu saat. Percayalah, apa-apa yang kita pelajari pasti memiliki manfaat. Cepat atau lambat.

Baca juga:

3. Kenapa Tidak Membangun Jaringan Dari Dulu?

Jaringan, atau teman, atau link, adalah salah satu hal yang sangat penting. Ketika kita punya link yang banyak, kita bisa memanfaatkan keberadaan jaringan-jaringan kita. Contoh, ketika kita akan bisnis makanan, kemudian punya teman yang ahli dibidang makanan, maka bisa mengontak dia, bertanya, mengambil pelajaran dari apa yang dia bisa.

Fungsi link di sini bisa dijadikan sebagai sumber pelajaran, sumber pengalaman, kemudian rekan bisnis dan kerjasama, atau bahkan yang akan menjadi karyawan dari usaha kita. So, bangun pertemanan yang banyak. Sebab, hal itu akan kita sesali jika tidak dilakukan.

Baca juga:

4. Kenapa Saya Selalu Mendengarkan Kata Orang?

Di materi sebelumnya, saya sudah sampaikan, bahwa mendengar omongan orang itu tidak selamanya baik. Terutama hal-hal yang membuat down. Contoh, misal kita akan bergerak dalam bidang pertambangan. Tiba-tiba ada teman datang, dia bilang, kalau pertambangan prospeknya tidak baik. Terus kita menuruti apa yang dia katakan. Berhenti dari apa yang kita inginkan.

Percayalah dengan apa yang kita cita-citakan. Sebab, dengan hal itu, sukses atau pun gagal, kita setidaknya pernah mencoba dan melakukan hal-hal yang ada dipikiran kita. 

Kalau kita terus-terusan menuruti orang, maka kreativitas kita pun akan terkungkung. Jangan biarkan itu terjadi. Mulai dari sekarang, berjalanlah berdasarkan visi misi yang telah kita bangun.

5. Kenapa Saya Tidak Memanfaatkan Potensi yang Ada?

Hal ini juiga sering disesali di masa depan. Misal, seseorang sekolah di bidang tata boga. Dia malah mencari-cari pekerjaan di perusahaan orang. Kalau seandainya dimanfaatkan, tentu saja kita bisa melakukan hal lain selain bekerja di tempat orang.

Misal, membuka usaha makanan, katering, kue,dan lain-lain. Kembangkan potensi yang ada. Manfaatkan apa yang kita biasa. Capek-capek kita sekolah di bidang tersebut, eh gak dimanfaatkan sama sekali. 

Sama halnya dengan sesuatu yang bisa dilakukan. Kita mahir bernyanyi, ayo coba tampil. Siapa tahu jadi singer professional? Kita pintar berbicara, siapa tahu jadi seorang MC, Moderator atau pembicara? Siapa yang tahu. So, mulai sekarang mulailah mengembangkan potensi yang ada.

6. Kenapa Saya Tidak Menggunakan Waktu Senggang Untuk keluarga?

Ketika kita tua, kita akan merasakan, bagaimana hidup sendiri. Sebab, orang tua kita mungkin sudah meninggal. Orang terdekat kita sudah pergi jauh. Anak dibawa suaminya. Anak mengurusi istrinya. Cucu sudah sibuk dengan kehidupan masing-masing, dan lain-lain.

Kadang, di masa muda, disaat keluarga masih lengkap, kita terlalu sibuk dengan hal lain. Meski kita bekerja keras, kita juga tidak boleh lupa dengan orang-orang sekitar kita. Ketika kita bisa menemani orangtua ngobrol, itu adalah prestasi besar yang jarang bisa dilakukan oleh orang lain.

Bagi kamu yang masih memiliki keluarga lengkap, ayolah, gunakan waktu untuk keluarga. Jangan melulu menghabiskan waktu untuki kerjaan, orang lain, atau hal-hal yang tidak penting. Hanya keluarga yang bisa mensupport saat jatuh.

7. Kenapa Dulu Saya Tidak Memiliki Prinsip?

Orang berprinsip akan lebih mudah sukses ketimbang orang yang labil dan tidak memiliki pendirian. Prinsip itu ibaratnya akan menjadi ciri khas kita. Orang berprinsip akan senantiasa menjadi seseorang yang berbeda dengan yang lain. Dari cara berjalan, berpikir, bertutur kata dan cara bersosial.

Biasanya, ketika seseorang sudah memegang teguh prinsipnya, biasanya prinsip tersebut yang akan membawa kita. Kalau prinsipnya tidak baik, berarti suatu saat, kita akan tergerus kepada prinsip itu. pun sebaliknya. Apalagi tidak memiliki prinsip, dijamin, kita akan kepusingan di masa depan.

Contoh kecil tentang prinsip salah satunya dalam sekolah. Pernah nyontek? Saya tanya, kenapa nyontek? Salah satu jawaban yang paling banyak dilontarkan adalah: karena dia tidak percaya diri. Artinya, dia tidak memiliki prinsip sendiri. kalau orang yang berprinsip. Mau salah atau benar, yang penting hasil sendiri. Sebab dia tahu, kalau menyontek itu bukan  hal baik. Ayo, buatlah prinsipmu yang  memiliki pembeda.

8. Kenapa Tidak Mernjadi Orang Yang Mengisnpirasi?

Salah satu keinginan terbesar manusia adalah ingin bermanfaat bagi orang lain. Orang bermanfaat sudah pasti mengisnpirasi. Jadi, bagaimana jika seseorang dari awal tak menginspirasi? Gemar melakukan hal-hal buruk, melakukan onar, dan lain sebagainya. Tentu itu bukan hal yang menginspirasi.

Nah, penyesalan itu mau tidak amu akan muncul suatu hari nanti jika kita tak menjadi orang yang bisa menginspirasi. Apa yang bisa membuat orang terinspirasi dari kita? Misal, kalau kita suka bernyanyi, ayolah bernyanyi. Lagu bisa membuat orang terinspirasi lho. Salah satunya lagu-lagu keagamaan. Atau, kamu bisa menginspirasi dengan tulisan-tulisanmu. Banyak penulis Indonesia yang sudah menginspirasi orang-orang. Mereka berkarya. Atau, kamu bisa menadi bagian dari pembangunan masyarakat. Sebenarnya, banyak yang bisa membuat kita menjadi inspirasi banyak orang. Tergantung dari apa yang kita mau.

Nah, itulah 8 hal yang tak kamu lakukan dulu, dan akan disesali di masa yang akan datang. Sebelum terlambat, ayolah lakukan hal-hal itu dari sekarang. Setidaknya, kita tidak akan menyesal ketika sudah tua nanti. 

Kamis, 09 November 2017

Beginilah 7 Trik Sederhana Supaya Disukai Banyak Orang

Beginilah 7 Trik Sederhana Supaya Disukai Banyak Orang
Credit: prelo.co.id


Ujwar.com – Pengin gak sih jadi orang yang menyenangkan? Aku nsih pengin banget, supaya disukai banyak orang. Kalau sudah disukai banyak orang, kita benar-benar merasa bangga telah menjadi manusia sesungguhnya. Sebab, salah satu alasan jadi manusia adalah bisa bersosial dengan baik.

Kali ini, saya akan membahas beberapa trik supaya kita disukai banyak orang. Mungkin, bagi seseorang yang sudah terbiasa bersosial, hal ini bukan apa-apa. Tapi, jika hal ini terjadi kepada seorang introvert yang terkenal diam, pemalu, kaku, maka hal-hal di bawah ini sangat dibutuhkan.

1. Belajar Untuk Selalu Tersenyum

Kebayang gak sih, kalau seseorang yang cuek, pendiem, terus sering cemberut. Sudah sombong, jutek lagi. Oke, saya kira, bagi seorang introvert, cuek itu sebenarnya bukan hal disengaja. Dan mereka cenderung tidak ingin disebut sombong. Tapi, bagaimana lagi? Namanya orang lain, ketika kita gak bertegur sapa, gak banyak omong, gak basa-basi, pasti ujungnya disebut sombong juga.

So, salah satu cara supaya kita tidak terlalu kaku adalah senyum. Senyum adalah salah satu hal sederhana untuk kita supaya nyemplung ke dalam interaksi sosial. Senyum itu sebenarnya termasuk bahasa. Setiap orang bisa senyum. Ketika seseorang senyum, maka kita yang melihat akan merasa damai. Setuju?

Belajarlah tersenyum. Sebab, salah satu yang dapat mewakili diri kita adalah melebarkan bibir. Bayangkan, bahkan di perusahaan-perusahaan, senyum itu diajarkan plus diharuskan. Kalau mereka tidak tersenyum saat pelayanan terhadap klien atau pelanggan, biasanya ada sanksi.

Mengapa demikian? Karena senyum adalah hal sederhana yang bisa memberikan effek besar. Ingat, kata orang dulu, senyum juga bisa membuat kita awet muda. Mau awet muda? Yuk senyum dari sekarang.

2. Memiliki Attitude yang Baik

Attitude itu adalah hal yang amat bernilai. Kita bisa mengartikan attitude sebagai sikap berdasarkan budaya sekitar kita. Sopan santun di negara kita dan negara orang tentu berbeda. Kita harus memiliki tatakrama dan keramahan. Kita harus tahu, bagaimana bicara dengan orang dewasa, dengan anak kecil dan dengan sesama. Tentu saja, cara kita berbicara terhadap setiap tingkatan pasti berbed.

Apakah kamu memiliki attitude yang baik?

Saya kasih bocoran, attitude kadang menjadi nilai utama dalam kehidupan. Misal, ketika kita seseorang yang cerdas, memiliki nilai bagus di kampus, tetapi tidak tahu cara duduk, makan, atau bahkan menguap yang benar, tentu akan menjadikan kita mines di mata orang. 

3. Perrhatian Terhadap Orang Lain

Orang acuh dan orang perhatian tentu berbeda. Orang acuh terkesan tidak peduli dengan orang-orang dinsekitar kita. Sementara, orang perhatian atau care akan senantiasa memperhatikan orang dan lingkungan sekitar, atau pun perhatian kepada diri sendiri.

Contoh perhatian terhadap diri sendiri adalah memerhatikan pola makan, mengatur pola tidur dan hal-hal yang menyehatkan. Sedangkan, contoh perhatian lainnya adalah, kita rajin menolong orang yang kesusahan. Mau mendengar teman yang memiliki masalah atau mau memberikan solusi terbaik dari kita. Hal ini akan memudahkan kita disukai banyak orang. Mereka merasa terperhatikan ketimbang jika kita acuh tak acuh.

4. Menjadi Pendengar yang Baik

Di nomor tiga, saya sudah sedikit menyinggung soal mendengarkan. Artinya, orang itu lebih senang didengarkan ketimbang mendengarkan. Ketika kita mampu mendengarkan orang, secara otomatis, kita telah menjadi sosok yang amat dewasa. Mampu menjadi pendengar keresahan orang lain.

Ketika kita mau menjadi pendengar setia teman kita, mereka tentu saja akan menjadi pendengar yang baik juga buat kita. Karena mereka telah tahu, bahwa kita sudah baik kepada mereka. Mendengarkan orang bicara, mendengarkan orang curhat adalah salah satu kebaikkan yang tak bisa dilakukan semua orang.

5. Pahami Apa yang Dia Suka

Setiap manusa, tentu memiliki sisi suka dan tidak suka. Ketika ingin disukai banyak orang, kita harus mampu memahami karakter mereka masing-masing. Ketika sudah bisa memahami karakter, maka kita bisa mengetahui kesukaan mereka.

Ada orang yang sukanya berbicara tanpa basa-basi, ada seseorang yang syok jika langsung ditumpahi pembicaraan yuang banyak. Ada yang suka makan nasi, ada yang suka makan sayur. Ada yang suka rumpi, ada yang tidak.

Nah, kita harus pahami mereka betul-betul. Setelah itu, pahami kesukaan mereka. Tunjukkan bahwa kita tahu tentang itu. Niscaya, hal tersebut akan membuat kita disukai mereka. Sudahkan peka dan paham terhadap orang-orang di sekelilingmu? Rajin-rajinlah mendekati mereka.

Baca juga:

6. Tampil Apa Adanya

Kadang, alasan mereka tidak suka ke kita karena kita tidak tampil apa adanya. Pernah melihat orang sok kaya, sok gaul, sok modern? Atau sok-sok lainnya?  Orang-orang seperti itu justru kebanyakan dibenci, dicela, bahkan dijadikan bahan gosip.

Orang-orang itu akan lebih simpati kepada mereka yang tampil apa adanya. Tidak mengada-ngada. Kalau tidak punya uang, bilang tidak punya uang. So, mulai sekarang, tampil apa adanya. Jangan gengsian. Tetap percaya diri. Oke?

Baca juga:

7. Berpengetahuan

Orang berpengetahuan akan tahu, di mana dia harus bersedih, di mana dia harus tertawa. Kepada siapa dia harus berbicara bahasa yang mungkin kasar, kepada siapa dia harus bicara lemah dan lembut. Hal-hal tersbeut tentu saja butuh ilmunya. Kalau orang tak berilmu, mereka akan senantiasa cuek. Dan lagi, hal-hal semacam itu perlu pembiasaan. Kalau orang sudah terbiasa berbicara kasar, atau bahasa gaul ke orang tua, susah juga untuk dihilangkan.

Perrbanyak pergaulan dengan orang-orang cerdas. Orang-orang berpendidikan. Orang-orang yang memiliki kebaikkan lebih dari siapa pun. 

Nah, itulah 7 trik supaya disukai banyak orang. So, apakah kalian sudah menerapkan trik yang saya tulisakan? Kalau belum, ayok dicoba. Kita sama-sama belajar untuk menjadi orang yang menyenangkan. 

Rabu, 08 November 2017

Susah Menghilangkan Malas? Coba Lakukan 7 Hal Sederhana Ini


Susah Menghilangkan Malas? Coba Lakukan 7 Hal Ini
credit: youthmanual.com

Ujwar.com – Aduh, saya malas banget nulis artikel ini. Hahai. Mau share tentang malas, malah akunya yang malas. Oke, intinya, ketika malas, ya paksakan. Contohnya seperti saya ini. Memaksakan diri untuk menuliskan cara-cara menghilangkan malas. Soalnya kalau tidak dipaksakan, susah kan?

Kalian pernah malas? Sebenarnya, malas itu selalu datang setiap saat. Bahkan mungkin mengajak kita untuk bersantai ria, melupakan apa-apa yang harus dikerjakan. Dan akibatnya, semua pekerjaan yang harusnya selesai malah tidak terselesaikan. Tambah males kan kalau begitu?

Di sini, saya memberikan beberapa cara yang bisa menghilangkan malas. Sebagian sudah saya terapkan, dan ampuh. Sebagian masih diraba-raba. Hehe.

Tidak usah lama-lama, berikut 4 cara menghilangkan malas:

1. Lakukan Rangsangan Terhadap Diri

Dih, bahasanya kok berasa gimana ya. Maksudnya merangsang di sini adalah menarik diri kita. Jadi begini ... biasanya, semangat kita untuk mnegerjakan sesuatu itu akan meningkat jika kita menarik diri dengan suatu hal. Misal, kita akan senantiasa melakukan sesuatu yang memiliki bayaran tinggi. Oke, siapa sih yang tidak mau mendapatkan semua itu? 

Maka, secara tidak langsung, kita akan mulai terangsang. Terus melakukan hal yang harus dilaksanakan. Tanpa sadar pula, rasa malas itu sudah tertindas dengan semangat membara. So, ketika kita ingin melakukan sesuatu, cobalah rangsang pikiran kita kepada hal-hala baiknya, jangan hal-hal buruknya. Sehingga, cepat atau lambat, kita akan mulai bersemangat mengerjakan sesuatu.

2. Memberikan Punishment

Konyol tidak sih, kalau memberikan hukuman kepada diri sendiri?

Enggak juga sih kalau menurut saya. Ketika kita menyiapkan sebuah hukuman kepada diri sendiri, maka akan sedikit menghindari hal buruk yang akan terjadi jika tidak melakukan sesuatu.

Contoh: Saya akan membereskan naskah novel dalam satu bulan. Kalau tidak selesai, saya tidak boleh jajan buku dalam satu bulan ke depan. Atau, misal disuruh lari keliling kampung. Hahay. Itu contoh saja ding. Intinya, pacu diri kita dengan suatu hukuman. Biasanya kita akan mencoba melakukan sesuatu dengan tepat waktu.

Seperti halnya dalam kehidupan, kita akan melakukan sesuatu jika kita takut. Misal, kita akan latihan dengan giat jika besoknya ada pertandingan. Kita akan mencukur rambut jika takut diberi hukuman sama hguru BP. Dan lain sebagainya. So, cobalah lakukan trik ini.

3. Menyiapkan Target

Saya tanya, apakah Anda tipe orang pencatat? Yang selalu menuliskan target-target yang harus dicapai? Salah satu hal yang bisa membuat kita lebih rajin adalah target tersebut. Misal, aku harus bisa maen gitar dalam dua minggu. Maka, setiap hari pasti latihan. 

Target adalah hal yang penting dalam kehidupan. Ketika tidak punya target, kita akan lalai dalam melakukan sesuatu. Kita akan leha-leha dan menganggap semuanya enteng.

Mulai dari sekarang, kita harus menyiapkan target dalam setiap aktivitas yang akan dilakukan. Sebab, dengan melakukan itu, setidaknya kita memiliki tujuan dan jadwal. Di jamin, kemalasan itu akan berkurang dengan sendirinya.

4. Memberikan Hadiah Terhadap Diri Sendiri

Kamu sering memberikan hadiah kepada orang lain? Bagaimana dengan dirimu sendiri? Apakah kamu pernah memberikan reward kepada diri sendiri atas apa yang telah dicapai?

Misal, ketika saya bisa menulis dua artikel dalam satu hari, aku akan traktir diri sendiri beli eskrim. Hehe. Hal-hal kecil bisa dilakukan agar kita bisa mencapai targtet. Tentu saja, dengan sistem reward, kita akan lebih tertantang ketimbang tidak menggunakan sama sekali.

5. Matikan Media Sosial

Sadar tidak sih, sekarang media sosial itu sudah beralih fungsi. Dari tempat mencari teman, menjadi tempat mencari-cari tahu soal orang. Alias kepo. Kebanyakan orang buka facebook hanya stalking akun lain. Misal seharian liahtin status mantan, atau like dan komenin status orang.

Ingat, bersosial di dunia maya itu harus, tetapi tidak berlebihan. Ketika sedang melakukan sesuatu, matikan media sosial. Nah, media sosial ini juga bisa dijadikan reward. Misal: Aku bakal open facebook kalau sudah selesai 20 halaman menulis novel, atau cerpen.

Saya sendiri kadang merasa bodoh. Saya sering terperangkap dalam situasi semacam ini. Apalagi ketika serdang seru chat sama orang, sampai-sampai lupa waktu. Padahal, isi chatnya pun kadang-kadang hanya hal-hal yang tidak begitu penting.

Media sosial juga menghilangkan fokus kita. Yanga walnya bersemangat, ketika lihat medsos bisa tiba-tiba galau. Entah melihat status orang lain yang membuat kesal, atau malah melihat status mantan yang bikin cinta lama bersemi kembali, atau hal-hal konyol lainnya. Ingat, ingan takut tidak ketinggalan informasi. Gilangkan gengsi-gengsi itu.

Baca juga:


6. Biasakan Untuk Mengatur Jadwal

Waktu itu penting. Amat sangat penting. Setiap orang punya waktu yang sama, 24 jam. Tinggal bagaimana cara kita mempergunakannya. Nah, sebisa-bisa, kita harus tahu, apa yang akan kita lakukan esok hari. Aturlah sedemikian rupa. Kalau bisa, tulisakan. Sebab, ini sangat membantu buat menjadikan diri cepat tanggap. Kadang, manusia itu pelupa. Malamnya sudah yakin besoknya akan melakukan suatu hal, eh malah kelupaan.

Namun, kadang membuat jadwal semacam itu terkesan repot. Namanya juga jadi orang detail. Orang detail itu keren lho. Ketika kita bisa melakukan hal tersebut, secara otomatis, kita bakal sukses. Orang-orang yang sudah memiliki hitungan terhadap dirinya sendiri cenderung memiliki visi misi ke depan.

7. Menyibukkan Diri

Hahai, kamu pernah lihat pengangguran tidak? Coba, kenapa dia diam saja? Pasti karena nganggur, tidak punya pekerjaan. Akibatnya, dia lebih banyak menggunakan waktu buat tidur, nongkrong, main-main dan hal lainnya.

Nah, bagi kamu yang mungkin merasa tidak banyak kerjaan, cobalah isi waktu kosong dengan berbagai aktivitas. Menurut saya, lebih baik melakukan suatu hal daripada duduk-duduk tak jelas. Misal bergabung dengan komunitas tertentu, ikutan les musik kalau yang suka musik, atau hal-hal bermanfaat lainnya. Biasakan untuk mengisi waktu kosong, supaya terbiasa untuk tidak jadi orang yang membuang-buang waktu.

8. Menghilangkan Kebiasaan Buruk

Sesuatu itu bisa berawal dari kebiasaan. Ketika kita terbiasa berleha-leha, sudah, hancur dah. Sebab, hal-hal yang secara rutin dilakukan, akan menjadi habit ke depannya. Mending hal-hal baik, kalau hal-hal buruk? Seperti kebiasaan menunda-nunda suatu pekerjaan, itu akan menganggu diri kita sendiri. Dan ketika sudah semakin terbiasa, susah buat menghilangkan.

Biasakan untuk tidak menunda-nunda suatu pekerjaan. Menunda nantinya akan berujung kepada malas. Semakin ditunda, semakin malaas untuk dikerjakan. Kalau langsung dikerjakan malah lebih tenang

Itulah 8 cara menghapus malas. Apakah salah satu diantaranya sudah dicoba atau diterapkan? Kalau sudah, selamat membiasakan diri. Hayo, sama-sama memberantas sifat malas. Hihi. Apalagi malas mandi. Xixixi. Nanti tidak ada yang naksir. 

Senin, 06 November 2017

Berikut 6 Cara Ampuh Menghilangkan Gengsian

Berikut 6 Cara Ampuh Menghilangkan Gengsian
credit: malesbanget.com


Ujwar.com – Dalam kamus bahasa Indonesia, gengsi berarti membanggakan ketinggian, kehormatan atau harga diri.

Mungkin, kamu merasa bangga ketika mendapatkan titel diri yang gengsi, atau bergengsi, alias elit. Orang bergengsi itu adalah orang yang lebih tinggi, lebih terhormat dan juga berhubungan dengan harga diri seseorang. Sebut saja acara-acara bergengsi. Kenapa disebut bergengsi? Karena acara tersebut memiliki pengaruh yang besar dalam kehidupan.

Namun, bagaimana jika ternyata gengsi terjadi kepada kita? Misal kita mencoba tambil bergengsi supaya dapat titel kaya, gaul, kekinian, modern, atau up to date. Sementara, dari segi finansial, kita masih terlihat cemen?

Sebenarnya, gengsi itu penting gak sih? Kalau menurut saya, gengsi tidak terlalu penting. Sebab, hal tersebut hanya akan membuat kita khawatir sepanjang masa. Lihat orang beli tas keluaran terbaru, mikir supaya bisa beli juga, atau bahkan kredit. Tentu saja, hal tersebut telah merenggut akal sehat kita, bukan?

Gengsi juga dapat membuat kita selalu merasa rendah jika melakukan suatu hal. 

Misal, “Masa sih gue dagang di jalanan? Gak banget! Atau, “Masa sih gue jualan kayak ginian? Bukan gue banget!”

 Hal tersebut tentu saja menghambat bagi orang-orang yang akan berkembang. 

Lantas, bagaimana cara mengatasi gengsi? Berikut rinciannya:

1. Jangan Mendengar Orang Lain

Kalau kamu terbiasa berkumpul dengan orang-orang elit, maka hal pertama yang harus diperhatian adalah pendengaran. Sebab, akan banyak godaan-godaan yang bisa membuat diri jadi boros. Misalkan, mereka akan memanas-manasi buat beli barang keluaran baru, atau hal lainnya.

Mereka sih gampang membeli itu semua. Namanya juga elit. Tapi bagaimana dengan kita yang masih dalam tahap perkembangan? Kadang manusia itu memang ingin terlihat sederajat. Ingin terlihat elit juga. Padahal?

Kalau seandainya kita terbujuk oleh omongan-omongan orang, tentu saja, planning yang telah kita lakukan akan terganggu. Misal, rencana nabung sekian juta per bulan, habis gara-gara beli barang yang sebenarnya tidak terlalu penting.

Kata salah satu pengusaha terkenal, Chandra Putra Nagara, “Terlihat kaya itu penting, tetapi tidak untuk pura-pura kaya.”

So, mulai dari sekarang, hindari hal-hal semacam itu. Kita bisa menggunakan uang hasil kerja dengan hal-hal yang lebih bermanfaat. Membangun usaha misal? Ya, kecuali kita sudah sangat mapan. Mau membeli apa pun terserah kita.


2. Gengsian dan Bergengsi Itu Beda

Kamu ingi jadi orang gengsian, atau bergengsi? Kalau gengsian, berarti kasusnya hampir sama dengan tulisan nomor satu. Kamu bebas menuruti kata orang, bebas membeli barang apa pun meski keadaan ekonomi masih dalam tahap bawah gara-gara malu dan takut terlihat kismin.

Kalau bergengsi, berarti anda bernilai dan benar-benar terhormat. Hal ini sudah dibuktikan dengan prestasi dan pencapaian yang ada. Bagaimana cara jadi orang yang bergengsi? Ya menikmati proses. Artinya, dari awal, kita tidak boleh gengsian. Contoh bergengsi itu, misal kamu sudah menjadi seorang pengusaha terkenal, artis, dan orang sukses lainnya. Tentu saja, ketika kita membeli sesuatu pun sudah tentu bergengsi. Bagi orang yang memang sudah mapan, itu bukan apa-apa.

3. Apa Adanya

Menjadi seseorang yang apa adanya itu amat sulit. Sebab, dasarnya manusia memang selalu melihat rumput tetangga yang lebih hijau. Kalau lihat sesuatu punya orang, pasti ingin ikut-ikutan memilikinya. Masih bagus kalau yang kita irikan adalah prestasi. Tidak apa-apa. Itu menjadi motivasi supaya semakin berkembang. Tapi, bagaimana jika yang diirikan semodel barang-barang branded? 

Kalau sekarang kamu seorang pelajar, jadilah pelajar yang sesungguhnya. Kalau berkerja sebagai karyawan biasa, ya jadilah sebagai karyawan biasa. Artinya, apa yang kita beli harus berdasarkan pemasukan dan kemampuan. Berdasarkan level kita.

Sama seperti saya, saya itu kerjanya masih acak-acakkan. Ada yang nawarin edit tulisan, diambil. Ada yang nawarin buat artikel, diambil. Apa aja dikerjain. Ya sudah, terima apa adanya. Jangan mengada-ngada kepada orang lain. Inilah kita. Yang terpenting, kita punya tujuan di masa depan. Kita punya planning buat mendobrak kesuksesan. Chayoo, semangat! Ketika kita sudah terbiasa hidup tanpa gengsi, kita bakal mudah melakukan apa-apa. Yeaah.

4. Percaya Diri

Kadang, yang membuat kita gengsi itu adalah tidak percaya diri. Serius. Padahal, kalau saja kita sedikit lebih percaya diri, hidup kita akan lebih tentram tanpa ada embel-embel gengsi. Percaya diri itu menentukan seberapa besar kualitas kita. Keikhlasan kita dalam menjalani hidup. Rasa bersyukur tanpa mengada-ada. Pokoknya, percaya diri ini penting banget. Apa pun bisa kita lakukan. hal-hal yang orang gengsian bilang “rendahan” akan bisa kita lakukan. Semuanya berawal dari bawah kan?

Baca juga:

5. Jangan Ikut-ikutan

Orang bergengsi itu sukanya jalan-jalan, kongkow, belanja, dan hal-hal lain. Sekali lagi, mereka wajar. Mungkin karena sudah mapan dan bebas melakukan apa saja. Tapi kita, ya, bayangkan, keadaan biasa saja, ingin menandingi seseorang yang udah dia atas kita. Bagaimana ceritanya?

Jika suatu saat saya ditakdirkan kaya, sukses dan mapan. Saya tetap tidak akan ikut gerombolan bergengsi. Hehe. Ingin biasa saja. Sebab, kesederhanaan lebih penting, meski seandainya mampu sekalipun. Ya, kalau sekali-sekali nongkrong di tempat elit, yo wislah. Buat ngerefresh diri. Tapi kalau terus-terusan tanpa melihat keadaan finansial kita? Ya udah, kelar. Padahal, kalau ditambah buat modal, investasi, atau bahkan bersedekah, uangnya lebih bermanfaat. So, masih mau ikut-ikutan? Ingat, miliki prinsip sendiri.

6. Perkuat Hati

Terus terang, dalam keadaan saya yang masih biasa (inshaa allah suatu saat luar biasa, hehe), saya juga sering merasa gengsi kalau melakukan hal-hal yang dianggap tak selevel. Padahal niya, level saya juga masih belum di atas. Dari segi kelas sosial pun masih di bawah, bagian bawah. Bukan bawah tengah, atau bawah atas. 

Tapi, siapa pun bisa menghilangkan rasa gengsi, yaitu dengan memperteguh, atau memperkuat hati. Kuat untuk tidak larak sana, lirik sini. Kuat untuk tetap fokus dengan tujuan yang ingin kita capai. Pokoknya, perkuat hati.

So, apakah kamu salah satu orang gengsian? Yuk sama-sama belajar buat menghilangkan itu semua. Lumayan lho, gengsi hilang, ekonomi meningkat. Rasakan deh manfaatnya kalau kita jadi orang yang jauh dari gengsi.

Oke, tips dari saya dicukupkan sekian ya. Semoga bisa diambil hikmahnya. Ingat, saya bukan mengajari, tetapi lebih kepada mengingatkan diri sendiri khususnya. Kalau merasa bermanfaat, saya sangat berterima kasih. Bye sahabat. Selamat berjuang!

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html