10 Kebiasaan Sederhana Ini Akan Membuat Kamu Menjadi Pemimpin Keren

10 Kebiasaan Sederhana Ini Akan Membuat Kamu Menjadi Pemimpin Keren
credit: sujanews.com


ujwar.com - Pernah mendengar kata pemimpin? Saya kira, semua orang sering, bahkan sedang menjadi seorang pemimpin. Entah menjadi pemimpin daerah, kepala sekolah, ketua RT, kepala keluarga, atau bahkan pemimpin bagi diri sendiri.

Kita sering menyambung-nyambungkan pemimpin dengan sikap. Ketika seseorang memiliki sikap yang oke, maka akan diacungi jempol. Apabila seorang pemimpin memiliki sikap yang buruk, maka akan menghasilkan suatu komentar pedas dari orang-orang sekitar.

Semua orang (termasuk saya), ingin menjadi seorang pemimpin yang bertanggungjawab. 

Pertanyaannya, apakah seseorang mampu menjadi pemimpin yang baik tanpa melakukan suatu proses yang panjang? Tidak bisa, bukan? Banyak hal yang harus dilewati oleh seorang calon pemimpin. Salah satunya berhubungan dengan kebiasaan kita dalam kehidupan sehari-hari.


Apakah kamu memiliki kebiasaan? Well, saya kira, setiap orang punya kesukaan atau kebiasaan tersendiri dalam kehidupan. Misal kebiasaan tidur sampai siang, malas-malasan, ngomongin orang, atau bahkan membuat orang di sekitar kita sakit hati. 

Ada pepatah mengatakan, kita akan memanen sesuatu yang ditanam sebelumnya. Kalau kita sudah menanam hal-hal buruk sejak lama, apakah akan membuahkan hasil di masa yang akan datang? Jelas tidak.

Maka, untuk menjadi seorang pemimpin dengan jiwa kepemimpinan yang baik, dibutuhkan suatu kebiasaan yang baik dalam kehidupan.  Kebiasan-kebiasaan kecil ini justru akan menjadikan kita terbiasa menjadi seorang pemimpin di kemudian hari. Ketika kita sudah terbiasa, maka semua itu akan menyatu dengan jiwa dan diri kita.

Lantas, apa saja kebiasaan-kebiasaan sederhana yang mngantarkan diri untuk menjadi pemimpin keren di masa yang akan datang? Berikut ulasannya:

1. Terbiasa bangun Pagi

Oke, bangun pagi adalah hal yang sangat sederhana. Namun, saya sangat yakin kalau diantara pembaca di sini masih banyak yang susah bangun pagi. Bahkan terkesan melama-lamakan untuk bangun. Apakah benar-benar ingin menjadi pemimpin? Tapi kenapa masih bangun kesiangan?

Kebiasaan bangun siang dan meninggalkan shalat subuh (bagi yang muslim), adalah kebiasaan buruk yang harus ditinggalkan. Ketika dari awal sudah terbiasa seperti itu, bagaimana kita akan menjadi seorang pemimpin? Sementara memimpin diri sendiri saja masih sulit. 

“Bangunlah pagi, jemput rezekimu, jangan biarkan dipatuk ayam.”

Kalimat di atas adalah salah satu kata-kata yang sering dilontarkan orangtua zaman dulu. Maka, sudah bisa dipastikan jika bangun pagi akan memberikan effek bagus secara langsung atau pun tidak langsung.


2. Terbiasa On Time 

Di sini masih ada yang sering datang terlambat? Atau bahkan melambat-lambatkan datang ke suatu acara? Kebiasaan ini amat buruk. Image kita akan terlihat negatif di hadapan orang-orang dan diri kita sendiri.

Seorang pemimpin selalu punya pandangan ke depan. Melakukan sesuatu secepat mungkin. Berpikir untuk tidak mengecewakan orang-orang di sekitarnya. Coba kamu bayangkan, bagaimana jika seorang pemimpin terbiasa tidak tepat waktu? Bagaimana dengan program-program yang ada dalam suatu wadah yang dipimpin? Jatuhnya menjadi seseorang yang tidak bertanggung jawab.

3. Tenang dan Anggun

Apakah kamu tipe orang yang suka marah kalau ada orang yang menyela, memberikan pendapat, atau bahkan mencaci? Seorang pemimpin harus terbiasa tenang dan anggun ketika ada sesuatu yang membuat marah.

Jiwa pemimpin tidak akan memilih mencari-cari masalah. Mereka akan senantiasa menghargai apa yang dikatakan orang, kalau pun tidak setuju, mereka akan menyela sebaik dan sesopan mungkin. Jadi, mulai sekarang, belajarlah anggun dan tenang.

Kata Pak Mario Teguh, sifat anggun dan tenang juga mengggambarkan kedewasaan. So, belajarlah dari sekarang. Jangan sampai kebiasaan marah-marah membuat kamu memiliki sifat yang justru tidak banyak disukai orang lain.


4. Berkata “Tidak” Jika Merasa Tidak Setuju

Kamu pernah mengatakan iya, mengangguk, sok setuju ketika ada seseorang yang memerintahkan sesuatu, atau memberikan statement? Calon pemimpin keren harus bisa mengatakan kata “tidak” jika memang tidak setujui. Berkata tidak kepada orang lain sejauh ini memang sulit, tapi kita harus terbiasa tegas. 

Contoh: Demi melihat teman bahagia, seseorang rela menuruti permintaannya untuk main ke suatu tempat. Padahal di dalam hati, dia ingin berkata tidak karena memiliki suatu masalah yang harus diselesaikan.

Kelihatan sederhana memang, tetapi kebiasaan berani dalam mengatakan “tidak” adalah hal yang bisa menjadikan pondasi untuk sukses. Tegas juga perlu belajar. Kalau tidak terbiasa melakukan hal kecil ini, dijamin, orang tersebut akan labil seumur hidup.


5. Memiliki Prinsip

Apakah kamu punya prinsip? Atau, setiap saat selalu ikut-ikutan?

Oke, perlu diperhatikan, untuk menjadi seorang pemimpin yang disegani dan dipercaya, kita harus memiliki prinsip kuat. Prinsip yang harus dipegang tanpa terganggu oleh siapa pun. Contoh prinsip diantaranya: melakukan sesuatu berdasarkan kehendak sendiri. Kadang orang berprinsip sering disebut egois, tetapi sebenarnya bukan egois, melainkan sedang berjalan dan mencoba untuk mempercayai apa yang diyakini.


6. Tidak Pernah Menyalahkan Orang Lain

Apakah kamu pernah menyalahkan sesuatu kepada orang lain? Padahal, bisa saja itu adalah kesalahanmu sendiri. Di era sekarang, menjadi orang yang ingin terlihat baik merupakan keharusan bagi sebagian orang. Sampai-sampai mengorbankan suatu kejujuran demi hal tersebut. Seorang pemimpin tidak akan takut mengakui hal yang dia lakukan. Meskipun memalukan sekalipun.

Contoh ilustrasi:

Seorang ketua menyalahkan anggota-anggotanya dalam suatu program dengan berbagai alasan. Namun, dia tidak sadar, bahwa kegagalan itu berawal dari pimpinannya sendiri. Dia tidak benar dalam mengarahkan anggota. Dia tidak benar dalam memberitahu atau menjelaskan sesuatu tentang program yang dilaksanakan. Sehingga, ketika ada orang yang bertanya kenapa kegiatannya tidak berjalan dengan sukses, dia dengan mudah berkata bahwa bukan kesalahannya, melainkan kesalahan para anggota.

Apakah yang seperti itu layak disebut pemimpin? Silakan  jawab sendiri.


7. Tidak Pernah Mencari Alasan

Menurut Pak Isa Alamsyah (Suami Bunda Asma Nadia) dalam bukunya No Excuse!, “Orang gagal mencari alasan untuk berhenti, orang sukses berhenti mencari-cari alasan.”

Calon pemimpin yang baik selalu ingin mencari hal-hal baru. Jangan sampai, ada kata-kata semacam ini yang keluar dari mulutmu:

“Aku tidak berbakat!”

“Aku tidak bisa, aku malu!”

“Aku tidak pantas berada di sana. Kemampuanku sangat buruk!”

“Aku tidak memiliki kecerdasan yang cukup untuk bisa berbicara seperti orang di atas panggung itu!”

Ayolah, cobalah hal-hal baru. Jangan membiarkan alasan-alasan itu menggerogoti dirimu sendiri. ketika bisa mengendalikan alasan, sudah pasti kamu akan menjadi calon pemimpin yang keren.

8. Banyak Kerja Sedikit Janji

“Tenang, semuanya beres!”

Kalimat di atas terlihat sederhana. Namun, bagaimana jika kalimat itu hanya sebagai buaian semata? Kebiasaan orang, selalu ingin terlihat bisa dan mampu tanpa membuktikan. Orang tipe seperti ini banyak yang tidak disukai orang lain, sebab secara tindak langsung telah menjadi pembohong besar. 

Ketika kita mengatakan itu, maka harus yakin akan menyelesaikan berdasarkan ucapan kita. Kalau seandainya tidak yakin untuk mampu, lebih baik menyampaikan apa yang dirasakan dan diyakini, atau diam sekalian. Lebih baik, kerja sebagus mungkin.

9. Terbiasa Melakukan Sesuatu Dengan Rinci

Saya pernah melihat salah satu channel youtube Chandra Putra Nagara, pemimpin perusahaannya sendiri dengan omset ratusan juta. Dia terbiasa membuat jadwal sederhana untuk dilakukan keesokan harinya.

Menulis jadwal kelihatannya lebay. Padahal, kebiasaan kecil itu akan menjadikan kita seseorang yang cepat tanggap dan disiplin. Bayangkan, seberapa besar perbandingan ketika menuliskan jadwal dan tidak? Bahkan, Chandra Putra Nagara selalu membuat jadwal mingguan, bulanan, setengah tahunan dan tahunan. Mau coba jejak pemimpin yang satu ini? Yuk mulai melakukan sesuatu dengan rinci dan detail.

10. Calon pemimpin Sudah Terbiasa Untuk Tidak Gengsi

Seorang pemimpin tidak boleh gengsian. Kamu pernah gengsi karena memakai sepatu murah? Pernah malu karena HP-mu tidak secanggih punya teman-temanmu? Pernah merasa minder karena kamu tidak se-stylis orang lain?

Menurut Merry Riana—salah satu wanita inspiratif Indonesia, manusia sukses (termasuk sukses menjadi pemimpin), selalu bisa menunda kesenangannya. Menjadi orang gengsian salah satu cirinya adalah tidak sabaran. Tidak bisa menunda senang.

Sementara orang tidak gengsian, dia bisa bekerja serabutan demi sesuatu yang besar di masa depan, tanpa malu. Dia bisa melakukan sesuatu yang orang lain anggap rendah, tetapi tetap percaya diri. Dia percaya, hal-hal kecil semacam itu akan membantu suatu saat. Kalau seseorang sudah terbiasa kerja keras, melakukan apa pun yang terbaik, percaya terhadap diri, maka masa depannya sudah bisa dipastikan akan cemerlang.

Kamu tahu kenapa banyak pemimpin sukses berasal dari keluarga biasa saja? Sebab, orang itu sudah terbiasa melakukan sesuatu tanpa gengsi dari kecil. Mulai sekarang, marilah sama-sama belajar untuk tidak gengsi. Gengsi hanya akan membuat kita stuck di sana, di tempat yang sama, atau bahkan mundur dari apa yang telah dicapai.

Baca juga: 

Itulah 10 hal sederhana yang bisa melatih diri menjadi pemimpin..  Saya yakin, ketika seseorang menerapkan kebiasaan ini, mereka akan mampu menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri, juga bagi orang-orang di sekitarnya.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "10 Kebiasaan Sederhana Ini Akan Membuat Kamu Menjadi Pemimpin Keren"

Posting Komentar

Berkomentar dengan baik ya. Ditunggu masukan yang membangun.