Selasa, 28 November 2017

6 Penyebab Writer's Block dan Cara Mengatasinya

6 Penyebab Writer Block dan Cara Mengatasinya
credit: luckyothershaven.com


Ujwar.com – Hai, Ujwar kembali lagi sama tips yang berhubungan dengan menulis. Writer's Block. Penyakit para penulis. Hehehe. Yups, aku bakal bahas soal hal umum ini.

Aku yakin, siapa saja pernah merasakan writer block kan? Aku pun pernah. Sering lagi. Bukannya nambah lembaran tulisan, malah mandeg. Ya, jadinya galau berat. Ujung-ujungnya nonton film, sinetron, dangdut, kak Nazzar di Indosiar. Wekaweka.

Ketika writer block melanda, apa yang kamu lakukan?

Kalau aku ... yang tiga tadi. Udah kusebutkan di atas. 

Berbicara soal writer block, sebelum kita menuju kepada cara mengatasi, alangkah baiknya kita tahu, apa penyebab dari Writer's Block tersebut. Sudahkah tahu? Oke, saya akan bahas 6 penyebab writer block beserta cara mengatasinya. Check it out:

1. Mood yang Buruk

Sebenarnya, salah satu alasan kenapa kita bilang bahwa kita terkenaa “Writer's Block” adalah karena mood. Misal kamu habis diputusin si doi, tiba-tiba disuruh bikin cerpen. Apalagi cerpennya tentang kebahagiaan sepasang kekasih. Jelas saja mandeg. Sebab, moodnya sedang buruk. Banyak yang bilang, kalau writer block, dipaksakan saja. Tapi kalau versiku tidak. Gak mau kalau harus dipaksakan. Pengalaman, kalau nulis dipaksakan itu berasa gak afdol aja. Tulisan yang bercerita kebahagiaan bisa-bisa berubah jadi kesedihan. Kan bahaya ya?

Lalu bagaimana caranya?

Ya harus menghilangkan mood buruknya dulu. Misal, kalau kamu diputusin si doi, coba putusin tali puser. Eh, hahay. Maaf. Maksudnya, coba cari pacar baru biar moodnya kembali baik. Setelah mood-nya diperbaiki, inshaa allah tulisannya akan kembali ngalir. Kalau seumur-umur galau, gagal move on, dijamin, tulisan gak bakal kelar-kelar. Tetap Writer's Block.

Kalau mood-nya sudah bagus, silakan jaga moodnya sebaik mungkin. Kalau bisa diiket tali tambang. Supaya kamu bisa konsisten menulis. Menjaga mood itu susah. Aku aja kalau moodnya lagi baik bisa menulis beberapa lembar. Kalau lagi gak baik, bisa-bisa buka beberapa lembar, tapi hanya ditatap aja, tanpa dicoreti tulisan. 

Baca juga:

2. Malas

Sebenarnya, Writer's Block itu bukan karena hal-hal lain, tetapi muncul dari diri sendiri, salah satunya malas. Kalau kita sedang malas, tentu saja akan menghambat semua hal. Maunya tiduran, ngemil, makan, tidur lagi, terus saja sampai kakek nenek begitu. Malas gak bakal berhenti sampai sana.

Caranya supaya gak malas? Ya melakukan motivasi diri, bahwa kemalasan itu gak ada manfaatnya. Ingat saja tentang target kita, tentang reward, tentang hukuman. Dijamin, mau tidak mau kemalasan itu akan perlahan hilang. Kemalasan ini ampuh dihilangkan dengan motivasi yang kuat.

Kalau sudah begitu, target anda menulis akan bertambah. Sebab, masalah tersebut sudah terselesaikan. Ingat, masalah malas juga bisa jadi adalah masalah kebiasaan. Kalau kita biasanya leha-leha, maka akan terbawa sampai kapan pun. Mulai dari sekarang, belajarlah untuk menulis dengan konsisten. Misal memiliki jadwal menulis setiap harinya. Minimal punya jadwal dua jam sehari. Itu bisa menghasilkan beberapa lembar tulisan. Hayoo, cayo, jangan malas.

Baca jnuga:

3. Stress

Penyebab lain dari Writer's Block adalah stress, alias banyak pikiran. Jika kita terlalu banyak fikiran, tentu saja otak tidak bisa dipaksakan untuk melakukan hal lain. Pikiran kita bercabang dengan masalah-masalah yang sedang kita hadapi. Kalau sudah begini, ya susah.

Bagaimana cara menghilangkan stres? Ya jangan stres (Jawaban macam apa ini? :D). Intinya, kurangi kecemasan-kecemasan. Kalau anda stress gara-gara chat gak dibales pacar, itu stress yang tidak berkualitas. Mending bahagia dan hilangkan khawatir semacam itu.

Baca juga:

4. Kurang Fokus

Kadang, kita menginginkan hasil tanpa melakukan proses dengan baik. Salah satu hal yang bisa memicu Writer's Block adalah tidak fokus. Misal, nulis sambil maen facebook, maen game, main kuda-kudaan. Ini akan menyebabkan pikiranmu bercabang. Sama halnya sama aku. Aku lagi nulis sambil ngupil. Duh, jadi gak fokus kan. Ini upilnya nempel di layar leptop. Dueh.

Intinya, kalau mau menulis, fokuslah. Matikan media sosial yang amat menganggu. Suer. Aku aja kalau nulis sambil maen medsos banyak senyumnya, nulisnya gak dapet. Jadi deh mandeg lagi karena idenya udah ketilep sama status orang yang berkeliaran.

Baca juga:


5. Tidak Tahu Mau Membaca Cerita

Sebenarnya, ini masalah persiapan. Kamu kalau nulis cerita suka buat kerangka dulu gak sih? Atau asal tulis. Sebenarnya, mau yang ke satu atau ke dua sama saja. Tapi aku lebih milih yang ke satu. Menggunakan kerangka, atau outline, atau sinopsis cerita keseluruhan. Hal ini membuat kita lebih mudah dalam mengembangkan cerita. Kita bisa tahu, mau dibawa kemana tulisan kita karena sudah memiliki dasar. 

Kalau kata Kak Agnes Jesicca (penulis novel), kerangka itu bagaikan peta ketika kita menulis. Kita menyusuri jalan-jalan yang kita buat sendiri, sehingga akn sampai ditujuan dengan cepat. 

Cara supaya tahu ceritanya mau dibawa ke mana apa? Ya coba buat outline. Supaya semuanya tercatata dan gak lupa. Dijamin, bagi pemula seperti aku pun ini manjur. Jarang sekali aku writer block karena ini. 


6. Kelelahan

Duh, ini hal umum. Tapi bisa mneyebabkan Writer's Block. Ketika tubuh kita terlalu lelah, badan udah capek, pikiran udah capek, ya ujung-ujungnya Writer's Block. So, buat kamu yang sering kerja capai, mending rehat dulu, baru nulis. Bagi kamu yang selalu begadang, begadang tiada gunanya kata Pak Roma Irama juga. Hehe. Intinya, kalau sudah lelah, istirahatkan dulu supaya afdol. Oke?

Nah, itulah 6 penyebab writer block dan cara mengatasinya. So,  supaya gak Writer's Block lagi, coba ikuti apa yang kupaparkan di atas. Setidaknya hal tersebut bisa membantu kita dalam mengurangi atau bahkan menghilangkan Writer's Block.

Yuk ah nulis lagi. Jangan lupa dihapus ya kalau ada kata-kata salah dariku. Elah, yaiyalah dihapus, masa dijilat ya? Oke, abaikan banyolanku yang agak absurd. Aku merasa jenuh aja dengan artikelku yang selalu serius. Kali-kali lah macam begini. Ya gak? 

Oke, sampai ketemu di artikel berikutnya. Kalau artikel ini bermanfaat, boleh dibagikan. 

0 komentar:

Posting Komentar

Berkomentar dengan baik ya. Ditunggu masukan yang membangun.

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html