Senin, 06 November 2017

Berikut 6 Cara Ampuh Menghilangkan Gengsian

Berikut 6 Cara Ampuh Menghilangkan Gengsian
credit: malesbanget.com


Ujwar.com – Dalam kamus bahasa Indonesia, gengsi berarti membanggakan ketinggian, kehormatan atau harga diri.

Mungkin, kamu merasa bangga ketika mendapatkan titel diri yang gengsi, atau bergengsi, alias elit. Orang bergengsi itu adalah orang yang lebih tinggi, lebih terhormat dan juga berhubungan dengan harga diri seseorang. Sebut saja acara-acara bergengsi. Kenapa disebut bergengsi? Karena acara tersebut memiliki pengaruh yang besar dalam kehidupan.

Namun, bagaimana jika ternyata gengsi terjadi kepada kita? Misal kita mencoba tambil bergengsi supaya dapat titel kaya, gaul, kekinian, modern, atau up to date. Sementara, dari segi finansial, kita masih terlihat cemen?

Sebenarnya, gengsi itu penting gak sih? Kalau menurut saya, gengsi tidak terlalu penting. Sebab, hal tersebut hanya akan membuat kita khawatir sepanjang masa. Lihat orang beli tas keluaran terbaru, mikir supaya bisa beli juga, atau bahkan kredit. Tentu saja, hal tersebut telah merenggut akal sehat kita, bukan?

Gengsi juga dapat membuat kita selalu merasa rendah jika melakukan suatu hal. 

Misal, “Masa sih gue dagang di jalanan? Gak banget! Atau, “Masa sih gue jualan kayak ginian? Bukan gue banget!”

 Hal tersebut tentu saja menghambat bagi orang-orang yang akan berkembang. 

Lantas, bagaimana cara mengatasi gengsi? Berikut rinciannya:

1. Jangan Mendengar Orang Lain

Kalau kamu terbiasa berkumpul dengan orang-orang elit, maka hal pertama yang harus diperhatian adalah pendengaran. Sebab, akan banyak godaan-godaan yang bisa membuat diri jadi boros. Misalkan, mereka akan memanas-manasi buat beli barang keluaran baru, atau hal lainnya.

Mereka sih gampang membeli itu semua. Namanya juga elit. Tapi bagaimana dengan kita yang masih dalam tahap perkembangan? Kadang manusia itu memang ingin terlihat sederajat. Ingin terlihat elit juga. Padahal?

Kalau seandainya kita terbujuk oleh omongan-omongan orang, tentu saja, planning yang telah kita lakukan akan terganggu. Misal, rencana nabung sekian juta per bulan, habis gara-gara beli barang yang sebenarnya tidak terlalu penting.

Kata salah satu pengusaha terkenal, Chandra Putra Nagara, “Terlihat kaya itu penting, tetapi tidak untuk pura-pura kaya.”

So, mulai dari sekarang, hindari hal-hal semacam itu. Kita bisa menggunakan uang hasil kerja dengan hal-hal yang lebih bermanfaat. Membangun usaha misal? Ya, kecuali kita sudah sangat mapan. Mau membeli apa pun terserah kita.


2. Gengsian dan Bergengsi Itu Beda

Kamu ingi jadi orang gengsian, atau bergengsi? Kalau gengsian, berarti kasusnya hampir sama dengan tulisan nomor satu. Kamu bebas menuruti kata orang, bebas membeli barang apa pun meski keadaan ekonomi masih dalam tahap bawah gara-gara malu dan takut terlihat kismin.

Kalau bergengsi, berarti anda bernilai dan benar-benar terhormat. Hal ini sudah dibuktikan dengan prestasi dan pencapaian yang ada. Bagaimana cara jadi orang yang bergengsi? Ya menikmati proses. Artinya, dari awal, kita tidak boleh gengsian. Contoh bergengsi itu, misal kamu sudah menjadi seorang pengusaha terkenal, artis, dan orang sukses lainnya. Tentu saja, ketika kita membeli sesuatu pun sudah tentu bergengsi. Bagi orang yang memang sudah mapan, itu bukan apa-apa.

3. Apa Adanya

Menjadi seseorang yang apa adanya itu amat sulit. Sebab, dasarnya manusia memang selalu melihat rumput tetangga yang lebih hijau. Kalau lihat sesuatu punya orang, pasti ingin ikut-ikutan memilikinya. Masih bagus kalau yang kita irikan adalah prestasi. Tidak apa-apa. Itu menjadi motivasi supaya semakin berkembang. Tapi, bagaimana jika yang diirikan semodel barang-barang branded? 

Kalau sekarang kamu seorang pelajar, jadilah pelajar yang sesungguhnya. Kalau berkerja sebagai karyawan biasa, ya jadilah sebagai karyawan biasa. Artinya, apa yang kita beli harus berdasarkan pemasukan dan kemampuan. Berdasarkan level kita.

Sama seperti saya, saya itu kerjanya masih acak-acakkan. Ada yang nawarin edit tulisan, diambil. Ada yang nawarin buat artikel, diambil. Apa aja dikerjain. Ya sudah, terima apa adanya. Jangan mengada-ngada kepada orang lain. Inilah kita. Yang terpenting, kita punya tujuan di masa depan. Kita punya planning buat mendobrak kesuksesan. Chayoo, semangat! Ketika kita sudah terbiasa hidup tanpa gengsi, kita bakal mudah melakukan apa-apa. Yeaah.

4. Percaya Diri

Kadang, yang membuat kita gengsi itu adalah tidak percaya diri. Serius. Padahal, kalau saja kita sedikit lebih percaya diri, hidup kita akan lebih tentram tanpa ada embel-embel gengsi. Percaya diri itu menentukan seberapa besar kualitas kita. Keikhlasan kita dalam menjalani hidup. Rasa bersyukur tanpa mengada-ada. Pokoknya, percaya diri ini penting banget. Apa pun bisa kita lakukan. hal-hal yang orang gengsian bilang “rendahan” akan bisa kita lakukan. Semuanya berawal dari bawah kan?

Baca juga:

5. Jangan Ikut-ikutan

Orang bergengsi itu sukanya jalan-jalan, kongkow, belanja, dan hal-hal lain. Sekali lagi, mereka wajar. Mungkin karena sudah mapan dan bebas melakukan apa saja. Tapi kita, ya, bayangkan, keadaan biasa saja, ingin menandingi seseorang yang udah dia atas kita. Bagaimana ceritanya?

Jika suatu saat saya ditakdirkan kaya, sukses dan mapan. Saya tetap tidak akan ikut gerombolan bergengsi. Hehe. Ingin biasa saja. Sebab, kesederhanaan lebih penting, meski seandainya mampu sekalipun. Ya, kalau sekali-sekali nongkrong di tempat elit, yo wislah. Buat ngerefresh diri. Tapi kalau terus-terusan tanpa melihat keadaan finansial kita? Ya udah, kelar. Padahal, kalau ditambah buat modal, investasi, atau bahkan bersedekah, uangnya lebih bermanfaat. So, masih mau ikut-ikutan? Ingat, miliki prinsip sendiri.

6. Perkuat Hati

Terus terang, dalam keadaan saya yang masih biasa (inshaa allah suatu saat luar biasa, hehe), saya juga sering merasa gengsi kalau melakukan hal-hal yang dianggap tak selevel. Padahal niya, level saya juga masih belum di atas. Dari segi kelas sosial pun masih di bawah, bagian bawah. Bukan bawah tengah, atau bawah atas. 

Tapi, siapa pun bisa menghilangkan rasa gengsi, yaitu dengan memperteguh, atau memperkuat hati. Kuat untuk tidak larak sana, lirik sini. Kuat untuk tetap fokus dengan tujuan yang ingin kita capai. Pokoknya, perkuat hati.

So, apakah kamu salah satu orang gengsian? Yuk sama-sama belajar buat menghilangkan itu semua. Lumayan lho, gengsi hilang, ekonomi meningkat. Rasakan deh manfaatnya kalau kita jadi orang yang jauh dari gengsi.

Oke, tips dari saya dicukupkan sekian ya. Semoga bisa diambil hikmahnya. Ingat, saya bukan mengajari, tetapi lebih kepada mengingatkan diri sendiri khususnya. Kalau merasa bermanfaat, saya sangat berterima kasih. Bye sahabat. Selamat berjuang!

2 komentar:

  1. wow keren thanks gan informasinya bermanfaat kok hehhe

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulillah, syukurlah kalau begitu. hihihi :D

      Hapus

Berkomentar dengan baik ya. Ditunggu masukan yang membangun.

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html