Rabu, 15 November 2017

Cinta Laki-laki Biasa, Film Antik dan Romantik

Cinta Laki-laki Biasa, Film Antik dan Romantik
credit: youtube.com


Ujwar.com – Sering sekali saya menonton film yang diadaptasi dari novel keren karya Bunda Asma Nadia. Seperti Assalamualaikum Beijing, Surga yang tak Dirindukan 1 dan 2, Love Spark In Korea, Pesantren Impian, dan lain-lain.

Baca juga:
Insya Allah Sah, Film yang Bikin Ngakak Plus Baper

Kali ini, saya akan membahas soal-menyoal Cinta Laki-laki Biasa. Pertama-tama, saya memang suka banget sama akting Deva Mahenra. Sering sekali ngikutin film-film dia. Dan hasilnya, aktingnya memang sudah tidak diragukan lagi. So, ketika melihat film ini, saya makin suka sama gaya Deva. Pas lihat trailernya waktu itu, langsung love-love sama filmnya.

Film ini menceritakan perjalanan Rafli (deva Mahenra), yang bertemu dengan Nania (Velove) seorang calon arsitek yang melakukan kerja lapangan di tempat Rafli bekerja. Mereka bagaikan bumi dan langit, sebab berasal dari keluarga yang betolak belakang. Rafli sederhana, sementara Nania dari keluarga kaya.

Mereka dipertemukan dan didekatkan. Hingga membuat keduanya sama-sama saling mengagumi dan berakhir dengan pernikahan. Namun, ceritanya belum selesai sampai sini. Terjadi masalah besar, terjadi musibah kecelakaan yang membuat Nania harus lupa ingatan. 

Ini menjadi sebuah tantangan besar untuk seorang Rafli. Apakah Nania akan kembali? Sebab, Nania sendiri telah lupa. Bahkan merasa tidak mungkin telah menikah dengan orang seperti Rafli. 


Kenapa Aku Bilang Film Ini Antik?

Terus terang, dari sekian banyak film yang pernah saya tonton, film ini menjadi salah satu film yang membuat saya berkaca-kaca. Terutama terharu soal sifat Rafli. Menurut saya, dalam kehidupan sehari-hari, jarang sekali ada lelaki sesempurna Rafli dalam ketidaksempurnaannya. Maksudnya, di balik dia yang terkesan kuno, bukan cowok mapan (yang dianggap kelemahan sama sebagian orang), ternyata dia memiliki sesuatu yang juga tak dimiliki orang lain. Kesabaran, keteguhan, kasih sayang, kesetiaan dan yang terpenting, rasa cintanya yang amat besar terhadap Nania.

Dari karakter Nania, dia juga berbeda dari gadis kaya pada umumnya.  Sejak dipertemukan dengan Rafli, sifatnya sudah tergambar, bahwa dia tipe orang yang tidak memandang kasta. Padahal, jelas-jelas keluarganya berasal dari orang kaya. Dan sama sekali tidak merestui hubungan itu.

Hubungannya dengan antik apa?

Hehe. Apa ya. Yang aku tahu, ini adalah salah satu film dengan ide cemerlang. Diceritakan seorang pemuda (maaf) bisa dibilang miskin (tapi tidak miskin-miskin amat sih dalam ceritanya, lebih ke sederhana), kemudian dipertemukan dengan si kaya yang justru memiliki sifat yang amat baik. 

Selain itu, film yang mengaitkan dengan religi adalah salah satu film kesukaan saya. Sebab, kita tidak hanya menonton film. Adegan demi adegan, percintaan, atau kekeluargaan, tetapi juga soal agama. Pesan moral. So, kedua hal tersebut sangat antik menurut saya. Soal karakter dalam film, plus genre dari film itu sendiri.

Baca juga:
Kalau Lagi Butuh Motivasi, Gue Suka Buka Ulang Film 5 CM


Kenapa Saya Bilang Romantik?

Kebanyakan film, romantis itu ketika beradegan mesra sebelum menikah. Sebab, dalam cerita umum pada biasanya, pacaran saja sudah menunjukkan rasa sayang dengan menghadirkan adegan mesra. Misal pegangan tangan, pelukan, atau bahkan ciuman.

Namun, film ini aman menurut saya. Keromantisan mereka tidak digambarkan seperti itu, padahal statusnya sudah menikah. Saya suka keromantisan Rafli terhadap Nania. Dia sengaja membuatkan rumah sederhana dengan miniatur unik. Tidak luas, tetapi menarik dan enak ditinggali. Dia hanya ingin menciptakan sesuatu yang berbeda dari hubungan suami istri dalam kehidupannya.

Keromantisan yang dia tunjukkan di dalam film ini adalah ketika dengan lantang, dia menyebut ingin taaruf dengan Nania sebelum menikah. Njir, keren cowok model gini. Jadi pelajaran juga sih, bahwa jadi lelaki itu yang seperti ini. Jangan mau enaknya aja. Pacaran, mesra-mesraan, eh pas diajak nikah, mundur. Siapa di sini yang kayak gitu? Hehe.

Keromantisan lainnya adalah saat Rafli mengurus anak-anak ketika Nania sakit. Dia yang melakukan semuanya. Bahkan, adegan yang amat membuat saya sedeih adalah ketika Rafli dan anaknya main kudan-kudaan. Ini adalah permainan sederhana antara ayah dan anak yang di jaman sekarang mungkin sudah jarang terjadi di keluarga kecil.

Baca juga:

Kemudian, ada keromantisan yang terjalin antara Rafli dengan Nania dalam adegan men-cat kamar dengan warna biru. Dicat berdua, tidak menggunakan tukang untuk memperindah kamar. Mereka melakukannya sendiri. Romantis sekali.

Keromantisan lain dari mereka adalah, sebuatan kasih sayang yang unik. Rafli membahasakan Nania kepada anak-anaknya sebagai sebutan Bunda. Dan Nania membahasakan sang suami kepada anak-ananya dengan sebutan Yanda. Bunda dan Yanda. Keren kan? 

Kalau dari perempuannya, Nania menunjukkan keromantisannya dengan cara mau berhijrah, mengenakan kerudung demi suaminya. Apalagi pas berkata ingin ke surga bersama Kang Rafli. Unch banget.


Rating film

Kalau disuruh memberikan rating, aku kasih 5 dari 5 bintang. Meski kata orang terdapat beberapa kekurangan, tetapi menurutku tidak. Sebab, hal-hal semacam itu sudah tersilep dan hilang dengan keseruan adegan tiap adegan. I Like it. 

0 komentar:

Posting Komentar

Berkomentar dengan baik ya. Ditunggu masukan yang membangun.

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html