Minggu, 31 Desember 2017

15 Cara Ampuh Agar Tulisan Kita Tembus Penerbit Mayor

15 Cara Ampuh Agar Tulisan Kita Tembus Penerbit Mayor
credit: becomingpeculiar.com


Ujwar.com – Holaaa, aku mau ngasih tau dulu, kalau di bulan ini, aku agak malas nulis blog. Dan karena lagi ngirimin naskah ke penerbit mayor, jadi deh punya ide buat ngasih tips tembus penerbit mayor. 

Oke, pertama-tama, sebelum benar-benar maju ke tips tembus mayor, aku harapkan teman-teman sudah punya tulisannya untuk kemudian dikirimkan ke penerbit. Kalau pun yang belum punya, minimalnya sudah punya niat buat nulis sesuatu yang keren. Oke? Hehehe.

Terus terang, naskah soloku belum pernah tembus mayor, padahal sudah mengirim ke lebih dari 10 penerbit mayor dengan naskah berbeda-beda, dan semuanya ditolak. Tapi alhamdulillah, ada satu naskah keroyokan yang lolos. Inshaa allah tersebar di seluruh toko buku Indonesia awal 2018 ini. Mungkin Allah ngasih cara lain untuk buat aku bahagia. Salah satunya ngasih kesempatan buat kerjasama nulis sama Kak Erby, kak Baiq, Genda dan Kak Damar. 

Di balik aku yang ditolak sekian belas kali oleh penerbit, tentu saja aku tidak bosan untuk memperbaiki yang salah. Aku merivisi naskah, meminta bantuan orang-orang yang sudah pernah menerbitkan mayor, hingga mengetahui beberapa trik dan tips dasar agar naskah kita tembus. Mau tau kan tipsnya?

Baca juga:


Oke, daripada terlalu lama, saya tuliskan 15 tips agar naskah tembus penerbit mayor:

1. Punya Tulisan

Ini sudah sedikit aku singgung ya guys. Kalau mau tembus mayor ya punya naskah, kemudian kirim. Banyak diantara para penulis pemula, yang sering nanya, “Cara tembus mayor gimana sih?”

Lalu pas saya tanya balik, “Naskahnya udah ada belum?”

Malah senyum dan berkata, “Baru mau nulis!”

Yaelah. Mulai sekarang, mending nulis dulu yang banyak. Baru kemudian cari tahu soal cara mengirimkan naskah ke penerbit mayor.  Intinya, siapkan senjata dulu sebelum bertempur. Moso pengen jadi penulis, tapi naskah belum ada? Oalah. Siap menulis? Oke, siaaap.

Baca juga:

2. Tulis Naskah yang Populer

Yups. Penulis bukan hanya bertugas untuk menulis, tetapi juga menjual bukunya setelah terbit. Kalau kita bisa menulis, tulislah sesuatu yang memiliki pangsa pasar yang luas. Alias berpeluang jadi buku best seller atau minimalnya laku deh meski gak best seller. Bukan apa-apa, penerbit itu pasti melihat peluang tersebut. 

Contoh tulisan yang sedang populer menurut kacamata saya adalah novel remaja ala-ala badboy. Kemudian tulisan-tulisan horor atau misteri. Lihat saja film-film yang diangkat dari novel tahun ini. kebanyakan horor dan novel remaja.

3. Aktif Bermedia Sosial

Media sosial sekarang seakan jadi tolak ukur untuk suksesnya suatu usaha atau bisnis. Begitupun dalam dunia menulis. Kebanyakan penerbit akan melihat biodata penulis. Apakah dia aktif di medsos? Punya blog? Atau punya followers banyak di medsos?

Sebut saja blog pribadi, instagram, twitter, bahkan wattpad yang sekarang mendapatkan tempat yang amat luas di sisi penerbit. Mereka yang punya tulisan menarik, punya pembaca banyak, tentu saja memiliki peluang besar untuk bisa memaksimalkan penjualan buku. Lihat deh di toko buku, buku-buku wattpad sekarang mendominasi. Bagi yang aktif di wattpad sejak tiga tahun, empat tahun, atau bahkan lima tahun lalu, pasti sekarang sedang menerima hasil. Artinya, mereka mencoba menyalurkan hobbi di media, dan di waktu yang indah, buku mereka bisa dikonsumsi juga secara lebih luas dalam bentuk cetak. Keren kan?

Aku pun nyesel guys. Tahun 2015 udah buat akun wattpad, tapi gak aktif. Dan yaaaa, sekarang giliran ngiri. Tapi gak hanya ngiri sih, diimbangi dengan perjuangan dan doa. Nulis sebanyak-banyaknya, bersosial dengan baik, menggunakan media sebaik-baiknya. Inshaa Allah, apa yang kita tanam akan kita panen dikemudian hari. Jangan takut.

Baca juga:

4. Memiliki Peran Penting

Disadari atau tidak, orang yang punya peran besar dalam kehidupan cenderung lebih cepat diterima. Alasannya tetap sama: peluang. Contohnya, penerbit akan sangat senang menerbitkan buku orang-orang penting. Misal gubernur, presiden, ketua komunitas terkenal, artis, dan lain sebagainya.

Kamu punya peran penting gak dalam kehidupan?

Punya, min. Aku punya peran penting di hati, Doi.

Eaaaa. Haha.

Intinya, bangunlah image dari sekarang. Lakukan sesuatu yang bisa membuat kita lebih luar biasa. Inshaa Allah, kita akan diterima orang orang-orang luas. 

5. Punya Attitude Baik

Penerbit tidak suka sama orang yang memiliki sifat tidak sopan. Bagaimana bentuk ketidaksopanan itu?

Kamu pernah ngirim naskah kan ke penerbit? Ngasih kata pengantar gak?

Sebenanrya, hal itu amat simpel. Tapi coba pikirkan, kalau kita masuk ke rumah orang, tanpa salam, tentu saja itu hal buruk. Begitupun dengan mengirim tulisan meskipun lewat email. Kasih salam di badan email, jelaskan maksud dan tujuan.

Hal lain yang kadang membuat penerbit tidak suka adalah bom email, bom DM dan bom inbox di akun-akun media sosial mereka. Kadang banyak penulis yang tidak sabaran. Baru mengirim naskah dua hari sudah inbox ke penerbit. Duh, mninimal sebulan, dan maximal tiga bulan. Malah aku sampai sekarang digantung sama penerbit mayor. Gak ada kepastikannya. Sudah hampir setahun. Sakit kan? Intinya, ngirim naskah itu harus benar-benar sabar.

Baca juga:

6. Perbanyak Link

Salah satu yang buat dua cerpenku terbit bersama 4 penulis lain di penerbit mayor, itu karena link. Aku kenal sama salah satu penulis mayor yang naskahnya sudah sering terbit. Bukan hanya sekala nasional, tetapi internasional. Aku diajak nulis bareng sama dia. Dan karena dia juga mayan kenal sama pihak penerbit, jadi lumayan gampang buat sekadar tanya-tanya. Naskah yang dibutuhkan apa? Tipenya bagaimana. Ini amat penting, supaya tulisan yang kita tulis bisa membidik sasaran dengan tepat. 

Nah, bagi kamu yang aktif di media sosial, sering-seringlah aktif mengikuti akun medsos penerbit. Jadi ketika ada suatu info, kalian bisa melakukan sesuatu lebih luas ketimbang yang tidak mengikuti. Intinya, harus pandai memanfaatkan peluang.

Baca juga:

7. Pelajari Buku yang Diterbitkan

Ssaya pernah baca tulisan ka Arumi. Salah satu tips agar tulisan kita di-ACC penerbit adalah dengan cara riset, buku apa yang sering diterbitkan? Tipe tulisan apa yang disukai mereka?  Salah satu caranya adalah membeli buku penerbit yang dibidik.

Misal, kita ingin menerbitkan buku di Gramedia, cobalah baca-baca buku hasil terbitan Gramedia. Setidaknya ada gambaran soal bukunya. Kalau gak bisa beli, bisa kok jalan-jalan ke toko buku, mencoba membaca bagian back cover  buku-buku terbitan penerbit tertentu.

8. Mengirimkan Naskah Ke Penerbit yang Tepat

Nah, nomor delapan ini bisa jadi sering kita lakukan. Misal, sebuah penerbit menerima naskah islami, tapi kita malah kirim naskah romance remaja yang terkesan menye-menye, alay, atau remaja banget. Bisa saja akan ditolak, sebab, hal itu tidak sesuai dengan visi misi penerbit.

Sebagai penulis, kita harus benar-benar cerdas memilihkan rumah untuk tulisan kita. Tentunya yang sesuai dengan karakter tulisan kita.

9. Tulis, Kirim, Tulis, Kirim Lagi

Jangan pernah puas dengan satu naskah yang dikirim. Cobalah mengirim tulisan ke banyak penerbit. Jadi, kamu harus punya banyak stock naskah. Ketika sedang menunggu info dari penerbit, apakah di ACC atau tidak, maka pergunakan waktu tersebut untuk menulis lagi. Sehingga bisa terus mengirim ke penerbit. Jangan pernah bosan. Kalau pun misal ditolak, perbaiki, kirim lagi ke penerbit berbeda.

Baca juga:

10. Naskah Rapi

9 hal di atas, adalah hal-hal yang berhubungan dengan sikap, sosial, serta kehidupan kita. Sementara, nomor 10  sampai akhir, saya akan bahas soal naskah itu sendiri.

Kawan-kawan, salah satu hal yang bisa menarik perhatian penerbit adalah tulisan yang rapi. Biasanya, hal pertama yang akan dilihat sebelum dibaca adalah tulisan. Apakah rapi? Penulisannya benar? Tidak banyak typo? Hoho. Silakan koreksi lagi tulisannya.

Satu lagi nih yang kadang mengganggu, banyak bingkai dan font berbelit-belit yang digunakan. Pakai font standar aja ya. Jangan gunakan bingkai-bingkai alay. Itu mempersulit penilaian editor penerbit.

11. Judul Menarik

Ini juga jadi pertimbangan ketika kita mengirimkan naskah. Salah satu hal yang membuat editor tertarik sama naskah kita adalah judul. So, buatlah judul yang benar-benar menarik perhatian orang. Jangan sampi kamu menyesal. Sudah punya naskah oke, eh, judulnya gak nendang. Hihihi. Ayoooh.

Baca juga:


12. Story Telling yang Oke

Wah, ini nih yang perlu benar-benar dipelajari. Kadang ada penulis yang nulis hal rumit, tema yang benar-benar waw, tapi ditolak sama penerbit. Bisa saja salah satu alasannya adalah story telling yang biasa saja. Story telling itu adalah cara penyampaian penulis. Tapi kadang, ada juga, yang mungkin kata sebagian orang, idenya pasaran, atau sudah sering diterbitkan, tetapi justru malah terpilih. Bisa saja karena story telling-nya baik.

Story Telling yang baik itu seperti apa? Salah satunya bisa bikin baper orang. 

Baca juga:

13. Ide yang Unik

Ide yang unik bisa jadi pertimbangan. Buatlah setidaknya ide-ide segar. Meski tema sama, misal tentang remaja, tetapi buatlah hal-hal baru. Kalau misalkan ceritanya tentang pertemuan dua anak remaja. Coba bumbui dengan hal lain. Ah, kamu pasti tahu caranya. Intinya, buat sesuatu yang baru, jangan itu-itu saja. Okeeey?

Baca juga:


14. Bikin Karakter Tokoh yang Hidup

Sebenarnya, elemen atau unsur dari novel semuanya penting. Seperti tema, latar, sudut pandang, gaya bahasa, amanat, dll. Tapi, ada satu yang perlu lebih ditonjolkan, yaitu tokoh. Buatlah tokoh yang unik, punya karakter, dan pastinya hidup. Buatlah seolah-olah tokoh tersebut ada. Bukan hanya membuat tokoh sebagai tempelan. Tetapi harus benar-benar dipikirkan.

15. Dan yang terakhir Adalah Doa

Mungkin  kamu yang baca ini, komen di dalam hati, “Elah, doa aja pakek dituliskan di tips.”

Doa kelihatan sepele, padahal apa pun yang kita lakukan, salah satunya akibat doa. Entah doa diri sendiri, atau doa dari orangtua. Orang yang berusaha, tapi tidak berdoa, berarti sombong. Sementara orang yang terus-terusan berdoa, tapi gak berusaha berarti ... Ya, kalian pasti tahu. Intinya, jangan sepelekan doa. Setelah semuanya kamu praktekan, dari 1 sampai 14. Giliran praktekkan hal yang penting dan pamungkas, berdoa. Mulailai sering bangun malam, meminta pertolongan.

Saya jadi ingat salah satu penulis yang naskahnya sudah terbit di luar negeri. Hal yang tak pernah dia lupakan adalah berdoa, mengaji, dan shalat lima waktu. Satu lagi, doa orangtua. Kalau mau ngirim naskah ke mayor, dia senantiasa meminta doa dulu kepada Mamanya. Dan terbukti, sekarang sudah menulis lebih dari 26 novel, beberapa diantaranya terbit di Malaysia. Keren kan?

Baca juga:

Nah, itulah 15 cara top buat nembus penerbit mayor. Ayo praktekkan. Ayo kita sama-sama menuju sesuatu yang kata orang itu indah. Semangaaaat!

Rabu, 20 Desember 2017

5 Rahasia Membuat Deskripsi di Dalam Fiksi Agar Terkesan Hidup

5 Rahasia Membuat Deskripisi di Dalam Fiksi Agar Terkesan Hidup


Ujwar.com – Kembali lagi sama Ujwar guys. Si tukang ngasih tips, tapi sebenarnya masih layak diberi tips sama orang. Hehehe. Tapi gak apa-apa ya. Yang penting, ¬ketika kita punya sesuatu, maka wajib dibagi. Setuju? Sampaikainlah walau satu ayat. Cielah.

Kali ini, aku mau berbagi soal deskripsi. Mungkin teman-teman sudah mempelajari soal teks desikripsi di SMP dan SMA. Tahukanlah ya, deskripsi ini seperti apa? Kalau dalam deskripsi teks, ini berhubungan dengan menggambarkan sesuatu. Nah, di fiksi juga kita sering mengenal yang namanya deskripsi. Artinya, suatu gambaran, baik berhubungan dengan setting, tokoh, konflik, dan lain sebagainya.

Banyak yang tanya ke saya. Cara buat deskripsi  yang baik gimana sih?

Perlu digarisbawahi, bahwa pembuatan deskripsi setiap penulis jelas berbeda-beda. Tapi aku rasa, intinya sama saja kok. Untuk menggambarkan sesuatu supaya terkesan hidup di mata pembaca. Tapi, mendeskprisikan sesuatu yang tidak penting juga gak terlalu baik. Misal, ketika kita mendeskripsikan wajah seseorang. Sampai-sampai upilnya, bulu hidungnya, giginya, semua dibahas. Memang harus detail, tetapi tulis yang pentingnya saja. Kiurang lebihnya seperti itu.

Nah, kali ini, saya akan menjelaskan perihal 5  rahasia membuat deksprisi dalam fiksi agar terkesan hidup. Lantas, apa saja? Mari kita kupas satu-satu:

1. Deskripsikan Sesuatu Dengan Bahasa Sederhana

Ini hal pertama yang paling penting guys. Lakukan pendeskripsian sesuatu dengan bahasa yang ringan, sederhana dan mudah dipahami. Ingat, mendeskripsikan itu sama halnya kaya presentasi di hadapan bos atau klien. Jadi gunakan bahasa yang sederhana, tetapi memukau. 

Bagaimana jika jadinya seseorang mendeskripsikan dengan bahasa yang jarang digunakan? Boleh-boleh saja sih memasukkan satu dua kata untuk membuat pembaca belajar juga. Asal jangan kata-kata yang susah. Njlimet, bikin yang baca justru malas. Bukan penasaran. 

Baca juga:


2. Deskpripsikan Sesuatu Seolah Kita Sedang Merasakan

Kita harus merasuk dulu ke dalam suatu hal. Misal, kita ingin mendeskripsikan soal setting di Paris. Apakah kita harus ke Paris dulu? Monggo, kalau yang punya uang. Sekalian pasang gembok cinta di Jembatan Pon Desk Art. Wkwkwkwk. Pasang namamu dan namaku, eaaaa. 

Apaan sih! Oke, jadi intinya, lakukan riset terbaikmu sebelum mendeskripsikan sesuatu. Bisa datang langsung ke tempat yang akan kita gunakan dalam novel, melihat tempat-tempat tertentu di youtube, mencari tahu ke teman yang tinggal di tempat tersebut. Atau, paling mentok, riset sebanyak-banyaknya di Mbah-ku. Mbah Mijan. Eh, Mbah Google.

Ketika kita sudah melakukan riset mendalam, tentu saja kita akan lebih merasakan. Mendeskripsikan suatu tempat pun tampaknya akan semakin mengalir. Bagaimana menjelaskan gunung yang hijau dengan diksi menarik. Bagaimana menjelaskan keadaan rumah yang terbakar dengan membangun emosi para pembaca, dan lain sebagainya.

Bagaimana dengan mendeskripsikan tokoh? Sama saja. kita harus mencoba merasuk ke dalam tokoh dalam novel atau cerita yang dibuat. Makanya, kalau sudah kenal tokoh kita, dizamin, apa pun yang akan kita lakukan, pasti gampang. Menjelaskan soal tokoh pun mengalir. 

Adakah yang hanya asal menempel seorang tokoh dalam cerita? Mula sekarang, yok belajar mencintai  tokoh fiktif kita. Jangan hanya sekadar menempelkan saja.

Baca juga:

3. Deskripsikan Dengan Menerapkan Fungsi Indera

Kita punya Indera penglihatan, pendengaran, peraba, pencium ... Indera apa lagi ya? Haha. Intinya, ketika kita menggambarkan suatu hal, gambarkanlah sesuatu yang bisa dirasakan oleh indera. Jelaskan, apa yang bisa kita lihat dari tokoh. Jelaskan, apa yang sering dilakukan tokoh. Jelaskan, apa yang bisa kita raba dari hati si tokoh.

Intinya, kita jangan malas untuk mendeskripsikan sesuatu dengan detail . Detail, tapi penting. Kalau seandainya detail, tetapi tidak penting, mending yang tidak pentingnya dibuang saja. Soalnya hal itu hanya akan menganggu.

Baca juga:

4. Deskripsikan Sesuatu Secara Tersusun

Aku juga masih susah dengan hal ini. Jadi begini, pernah gak sih, kalian mendeskripsikan tokoh, tetapi tidak tersusun?  Misal, kalimat pertama bahas wajah, terus langsung tubuh, ke sifat, dan lain sebagainya.

Pernah  gak kita mendeskripsikan hal-hal di wajah, tetapi tidak hanya menuliskan kata cantik, atau ganteng saja?

Misal: Namanya Rino, dia adalah cowok yang ganteng.

Hihi. Deskripsinya tidak nampol. Deskripsikan sejelas-jelasnya.  Misalkan jika kita menjelaskan soal wajah, jangan langsung menjelaskan badan, tetapi jelaskan dulu detailk di sekitaran wajah.

Contoh: Wajahnya enak dilihat. Matanya agak bulat. Bibirnya tak pernah berhenti tersenyum. Sementara , dia juga memiliki kumis tipis, yang kalau dilihat-lihat, mirip sekali dengan Iis Dahlia. (Abaikan nama artisnya).

Nah, itu contoh kecil. Jadi kita kalau bahas satu hal, fokus dulu sama satu hal. Bagian wajah dulu, tubuh, baru ke sifat dan karakter.

Baca juga:

5. Deskripsikan Sesuatu Lewat Dialog

Adakalanya, kita bisa menjelaskan sifat, kebiasaan seseorang, karakter, atau kekonyolan seseorang lewat dialog. Jangan melulu tell kepada pembaca bahwa si ini begini dan begitu. Imbangi dengan langsung menjelaskan sesuatu lewat mulut si tokoh. Ini akan membantu, penjelasan bahwa tokoh hidup. Bercerita. 

Jadi, kawan-kawan, imbangi antara show dan tell. Jangan kebanyakan tell, jangan kebanyakan show juga. Kalau itu menurut aku ya. Sebab pembaca juga kadang tidak suka kalau penjelasan kita tidak langsung to the point.

Nah, bagaimana, sudah tahu rahasia menuliskan deskripsi agar terkesan hidup? Kalau sudah, yuk mari dicoba di cerita masing-masing. Bocoran saja. Hal pertama yang kadang orang sukai adalah soal deskripsi. Terutama deskripsi tokoh yang kemudian bisa dicintai dan dikagumi. Contohnya tokoh Nathan, Alvaro (Tokoh Tenlit). Atau tokoh Kugy di Perahu Kertas. 

Selasa, 12 Desember 2017

Miliki 7 Mental Baja Ini Supaya Sukses Jadi Penulis

Miliki 7 Mental Baja Ini Supaya Sukses Jadi Penulis
credit: Pixabay.com

Ujwar.com – Untuk menjadi seorang penulis, tentu saja tidak langsung jleg. Harus cari ide dulu, riset, nulis kerangka, nulis novel, edit, sampai kirim ke penerbit dan ditolak. Hehe. Kirim lagi, nulis lagi, begitu seterusnya, sampai benar-benar bisa diterbitkan. 

Namun, dalam proses tersebut, banyak sekali calon penulis (termasuk aku) yang mendapatkan hadangan buruk. Banyak rintangan. Tidak hanya rintangan dari luar, tetapi juga dari dalam diri.

Lantas, apa saja mental baja yang harus dimiliki seorang penulis? Berikut penjelasannya.

1. Tidak Mudah Tersinggung

Hei, kamu pikir, menjadi penulis adalah hal mudah? Tidak. Kita bukan hanya diharuskan menuliskan apa yang kita mau, tapi kita juga harus mempertanggungjawabkan apa yang kita tulis. Terutama di hadapan para pembaca kita.

Apakah kamu pernah dikritik? Aku juga pernah. Tapi aku mencoba senyum dan memperbaiki diri, meskipun di dalam hati merasakan dongkol yang teramat sangat. 

Kataku waktu itu,

“Emang dia siapa? Punya karya gak? Sok-sok-an ngritik!”

“Gue yang nulis, kok elo yang ribet?”

Nah, kalimat di atas pernah aku ucapkan. Tentu saja hanya di dalam hati. Namun, aku sadar, hal semacam itu hanya berupa gambaran dari kesombongan. Padahal, ilmu aku masih cetek, mereka lebih banyak pengalaman. So,  belajar menerima.

Intinya buat kamu, kalau ada yang ngritik, seandainya baik buat tulisanmu, ya terima saja. Mereka adalah guru bagi kita. Seandainya tidak baik, ya buang, tanpa harus membuat dirimu sendiri down gara-gara ucapan mereka.

Santai, cuek, jangan mudah tersinggung. Nikmati saja. Toh ketika kamu merasakan perkembanganmu sendiri, pasti kamu juga yang akan merasakan effeknya di masa yang akan datang.

2. Harus Rajin Membaca

Aku pernah tidak suka membaca. Akibatnya, apa-apa yang aku tulis cenderung monoton. Itu-itu saja. Banyak pengulangan. Sampai pada akhirnya aku sadar kalau baca itu penting. Aku membiasakan diri untuk mmebaca. Terutama karya penulis-penulis lain. Aku belajar dari mereka.

Aku pernah menawarkan buku ke seseorang. Kasarnya, aku jualan. Tapi aku merasa gondok sama si dia. Dia penulis, dan ketika aku tawarkan, dia gak beli dengan alasan ... jeng jeng!

“Seorang penulis belajar dari karya penulis lain lho,” kataku menarik perhatiannya. (Namanya jualan ya harus berkata dengan baik).

“Tapi aku gak suka baca. Gimana dong?”

Aku memilih tidak membalasnya. Dia berasa menyepelekan membaca, hihi. Padahal, sekecil apa pun kita membaca, pasti ada manfaatnya. Bukankah membaca adalah kunci?

So, bagi kamu, yang tidak suka baca, ayo mulai sekarang berusaha buat mau membaca. Setidaknya punya jadwal yang konssiten. Dari buku seseorang, kita bisa menemukan banyak hal, termasuk cara menulis yang benar. Good luck.

Basca juga:
1. Pengaruh Mood Terhadap Feel Cerita yang Kita Baca
2. 6 Penyebab Writer's Block dan Cara Mengatasinya

3. Menghargai Penulis Lain dengan Cara Membaca dan Mengapresiasi Karyanya

Ingin karyamu dibaca? Ya baca dulu karya orang. Hehe. 

Sekarang, aku mayan aktif di wattpad. Banyak yang minta baca cerita mereka dengan embel-embel segala halnya. Bukan gak mau. Tapi yang minta karyanya dibaca itu bahkan gak aku kenal. Folow aja enggak. 

Mereka minta-minta karyanya untuk dibaca, tanpa kenal kita. Kalau mereka gak kenal kita, berarti mereka gak pernah baca karya kita. Bukan pamrih juga. Cuman apa ya, ngerasa gak pantas aja. Coba pikirkan, mereka gak kenal kita, tiba-tiba minta sesuatu seolah sudah berteman dnegan sangat akrab. Kan gak afdol ya?

Alangkah baiknya kita mau membaca karya orang. Setidaknya mau untuk yang pertama kali. Sebab, ketika kita menghargai karya orang, karya kita pun akan dihargai penulis lain. Banyak penulis wattpad yang sukses di wattpad dengan tulisan yang dibaca jutaan orang. Salah satu alasan utamanya karena mereka juga pada awalnya sering membaca karya mereka.

baca juga:
1. No Excuse Adalah Buku Motivasi Terkeren yang Pernah Kubaca
2. Kalau Lagi Butuh Motivasi, Gue Suka Buka Ulang Film 5 CM
3. Dari Dear Nathan, Gue Tahu Cara Menghargai Orang
4. 15 Cara Populer di Wattpad

4. Jangan Gampang Puas

Lolos satu event, langsung puas. Tembus penerbit satu kali, puas juga. Menjadi penulis tidak hanya satu kali sukses, tetapi harus terus memanjang dan bertahan. Kalau gampang puas, kita juga akan gampang dilupakan orang. Makin sini, makin banyak penulis yang fans-nya sudah banyak. Mau kalah sama mereka?

Maksudnya gini. Di sini bukan soal persaingan dan eksistensi, tetapi soal cita-cita jadi penulis itu sendiri. Menjadi penulis adalah proses belajar setiap hari. Bahkan, ketika kita menulis cerita pertama, maka akan berbeda feelingnya dengan menulis cerita lain. Akan ada cerita dan manfaat, masing-masing dari  apa yang kita tulis. So, terus menulis.

Baca juga:
1. 8 Hal Sederhana yang Akan Anda Sesali Suatu Saat Nanti
2. Susah Menghilangkan Malas? Coba Lakukan 7 Hal Sederhana Ini
3. Berikut 6 Cara Ampuh Menghilangkan Gengsian
4. 6 kebiasaan Kecil yang Tanpa Disadari Bisa membuat Kita Sukses

5. Harus Punya Tujuan Kuat

Ini yang paling penting. Sebagai penulis, kita harus punya tujuan yang kuat. Buat apa jadi penulis, kalau tujuannya tidak jelas, maka akan cepat lenyap dari dunia penulis. Masalahnya, hal tersebut membuat kita akan ketinggalan sama orang yang benar-benar sudah tahu tujuannya.

Baca juga: Saya Menulis Karena Saya Merasa Bodoh

6. Tidak Mudah Menyerah

Guys, jadi penulis itu tidak hanya nulis, tapi harus menyalurkan tulisan itu ke penerbit, media cetak, atau media online. Namun, bagaimana jadinya jika tulisan kita ditolak? Apakah harus menyerah? Berhenti menulis?

Aku pernah ditolak sebelas kali sama mayor lebel. Pernah mengirim sekitar 20 cerpen ke media berbeda, hanya satu yang tembus dan diterbitkan. Awalnya,  males lagi buat ngirim, tapi justru penolakan itu adalah gambaran, bahwa kita harus  menambah kadar kepekaan terhadap tulisan sendiri.

Kita yang biasanya selalu merasa paling bisa, paling benar dan paling bagus, maka harus mulai koreksi. Tulisan yang di mata kita bagus, bisa saja di mata editor biasa saja. Belajarlah dari sana. Aku pun akhirnya kembali berjuang. Menulis lagi, ngedit lagi, sampai pada akhirnya akan mencoba kembali menulis di mayor.

Eh iya, alhamdulillah, kumpulan cerpen psikopat yang  ditulis bareng empat teman tembus penerbit yang inshaa allah akan tersebar di seluruh tobuk di Indonesia. Aku bahagia, itu adalah salah satu bentuk perjuangan. Setidaknya baru awal. Sisapa tahu tahun depan giliran naskah solo? Who knows?

Begitu pun kamu. Ketika ditolak, jangan menyerah. Nulis, nulis dan nulis. Jangan banyak alasan. Semakin banyak tulisan, semakin berpeluang besar buat menjadi penulis hebat. Sebab, kita bisa dibilang sebagai penulis ketika memiliki produk.

Baca juga: 9 Rahasia Membuat Judul Novel Supaya Menarik Perhatian Orang

7. Jangan Malu Bertanya

Di medsos, banyak sekali para senior yang sudah melanglang buana. Yang sudah lama sukses menjadi penulis. Apa salahnya menjalin silaturahmi? Kemudian meminta bantuannya untuk sekadar teman sharing, meminta tips, dan lain sebagainya.

Aku pun sama. Kenal dengan beberapa penulis mayor label, dan pada akhirnya banyak nanya sama mereka. Alhamdulillah, nambah teman, ilmu dan link ke penerbit. Hal itu membuktikan, bahwa kita tidak boleh malu. Jika niatnya baik, kenapa tidak?

So, mulailah cari teman dari sekarang. Selagi bisa dan tidak mengganggu orang yang bersangkutan, yang lakukan, tapi jangan over. Banyak penulis yang merasa eneg sama orang yang baru kenal, tapi ujung-ujungnya nanya ini-itu. Ikutilah alur. Berproses. Kalau sudah benar-benar kenal, baru mulai meminta bantuan.

Baca juga: Aku Belajar Nulis Dari Grup Facebook, Blog dan Buku 101 Dosa Penulis Pemula

Nah, itulah 7 sifat yang harus dimiliki penulis. Ini sangat penting, sebab, penulis juga harus memiliki modal. Tidak hanya fasilitas, seperti laptop, ponsel, kuota internet, dan hal lainnya. Tapi juga yang berhubungan dengan sifat dan internal kita. Hayooo, terus berjuang. 

Senin, 04 Desember 2017

9 Rahasia Membuat Judul Novel Supaya Menarik Perhatian Orang

9 Rahasia Membuat Judul Novel Supaya Menarik Perhatian Orang
credit: nedia2give.com


Ujwar.com – Saya kepusingan buat ngebahas hal-hal soal novel, cerpen, atau cerita lainnya. Gara-gara ada teman bertanya soal judul, jadi ada ide buat ditulis di blog. Biar blognya gak terlalu kosong melongpong. Hehe.

Pertanyaan teman saya begini, “Gimana cara membuat judul novel yang bagus? Yang bisa menarik perhatian orang, yang terdengar unik, yang terlihat amazing, dan tentunya membuat orang mengingat tulisan kita karena judul.”

Oke, BTW, kalau dari segi teori, aku kurang tahu. Aku akan menjelaskan cara-cara membuat judul cerita, khususnya novel versi aku, tentu saja ada beberapa masukan yang pernah aku dapat dari beberapa orang, yang telah lama berada di dunia kepenulisan.

Baca juga:


Kawan-kawan, membuat judul memang agak sedikit susah. Salah buat judul bisa membuat cerita kita terkesan biasa, padahal orang belum membaca cerita kita. So, berhati-hatilah dalam memilih judul.

Lantas, bagaimana membuat judul novel yang menarik? Berikut ulasannya:

1. Judul yang Berbeda dari yang Lain

Oke, maksudnya begini. Di era sekarang, banyak sekali media yang bisa membuat seseorang terkenal dengan tulisannya. Sehingga, keterkenalan itu berusaha ditiru oleh penulis lain. Misal, mereka meniru tema-tema cerita, atau bahkan judul yang sering dipakai si penulis yang sudah terkenal. 

Boleh gak sih seperti itu?

Kalau aku sih, ya boleh-boleh saja kalau menurutmu itu tidak terlalu mengganggu. Tapi, pernah berpikir gak sih, kalau hal tersebut menganggu? Begini, kalau dari segi cerita, aku rasa tidak ada yang benar-benar orisinil. Kadang ada orang yang bilang klise, pasaran, sinetron banget, dan lain-lain, padahal mungkin saja ada yang beda dari cerita ini.

Namun, hal pertama yang aku jelaskan di sini adalah perihal judul. Di wattpad, waktu itu pernah populer judul dengan ciri menggunakan VS, alias versus. Misal: Ketua Osis VS Ketua Paskibra. Aku juga pernah terseret ini. Sampai sekarang, ceritanya masih ada, dan masih dengan judul yang sama. Padahal tren itu udah gak begitu populer lagi. Sekarang malah lagi populer judul dengan ciri NAMA. Misal: Alisia, dear Dear Gina. Atau apalah.

Baca juga:


Agak nyesel sih, dulu malah ikut-ikutan, padahal, kalau mencari dengan kehendak sendiri, lebih bagus kan?

Pelajarannya, sepopuler apa pun suatu cerita, akan tetap redup pada akhirnya. Biasanya musiman. Ya, cobalah buat judul kehendak sendiri, tanpa melihat ini ono. Pokoknya, yang beda dari yang lain. Salah satu orang yang kusuka (penulis tentunya) yaitu Raditya Dika. Dia konsisten membuat judul berhubungan dengan hewan. Yang bikin penasaran plus ngakak. Absurd gitu. Tapi itulah daya tariknya. Cobalah mencari ciri khas diri kita sendiri.

2. Judul yang Provokatif

Kalau nomor dua ini, aku baca di bukunya Pak Isa yang 101 Dosa Penulis Pemula. Jadi, sebisa-bisa, kita harus bikin judul yang bisa memprovokatif orang. Sehingga orang merasa penasaran dengan apa yang kita tulis.

Contoh buku yang membuat aku penasaran waktu itu adalah, Surga yang tak Dirindukan. Lha, bukannya surga itu selalu dirindukan? Kenapa gak dirindukan? Kenapa ya?

Nah, Ujung-ujungnya jadi pengin baca deh ceritanya. Bunda Asma pintar sekali membut judul novel. Silakan belajar dari judul-judul novelnya.

3. Judul Menandakan Suatu Ciri Khas Dalam Novel

Pernah membuat judul novel karena tokoh utama gak sih? Misal di sini, tokoh utama yang ditonjolkan. Si tokoh utama penyuka seblak. Tiba-tiba dia ketemu sama penjual seblak, terus jatuh cinta, jadian deh. Ahahai, ini macam ftv-ftv. Misal judulnya: Dari Seblak Menjadi Cinta.

Adduh, gak nyambung ya judulnya? Tapi gak apa-apa. Intinya, kamu ngerti kan maksudku? Kita bisa buat judul buku dengan hal yang berhubungan dengan tokoh-tokoh dalam cerita kita. Salah satu novel populer yang masih kuingat adalah Perahu Kertas. Judul ini juga ditandai dengan tokoh Kugy yang gemar sekali membuat perahu kertas, kemudian diapungkan di sungai atau laut. Ini keren. Menarik gitu. So, kamu pun bisa membuat judul semacam itu.

4. Judul Menandakan Inti Cerita

Ya, kebanyakan orang nulis judul dari ini sih. Hehe. Sebab, ini adalah salah satu hal termudah yang pernah ada. Aku pernah membuat judul novel yaitu TUMBAL. Mungkin nggak beda dari yang lain, tapi aku membuat judul itu karena berhubungan dengan isi cerita. Selain itu, pembahasan soal hal-hal ghaib, khususnya tumbal selalu menjadi perbincangan hangat dan menarik. Jadi deh aku buat  judul itu.


Ceritanya malah sudah aku upload di wattpad. Xixi. Sampai saat ini sudah dibaca 26 ribu. Sedikit ya? Iya, gak apa-apa. Yang penting kita nulis, buat judul, kemudian cerita kita ada yang baca. Yang mau baca monggo berkunjung ke wattpad @ujwarf (Sedikit promosi gak apa-apa ya :D)

5. Judul Menandakan Ending

Sebenarnya, membuat judul itu tidak boleh yang bisa ditebak. Membuat judul dengan Ending kadang gampang ditebak. Contoh. “Cinta Terakhir”. Tentu saja kita sudah pasti akan menebak, bahwa endingnya akan menyedihkan, perpisahan, atau bahkan kematian.

Sebenarnya, membuat judul yang ada hubungannya dengan ending adalah pintar-pintarnya kita. Saya pernah membuat judul novel, Cinta Tak Pernah Berdusta. Ini berhubungan dengan ending yang akan terjadi di dalam novel. Ketebak gak sih? Coba tuliskan di komentar, bakal gimana ending dari novel dengan judul tersebut. Sekalian menguji, seberapa pintar aku dalam membuat judul, atau masih cemen? Heheu. Pakek sok-sok ngasih tips lagi.

6. Membuat Judul Menggunakan Bahasa Inggris

Judul dengan bahasa Inggris adalah judul yang kadang terlihat keren. Serius deh. Apalagi padanan katanya cocok. Sesuai. Aku pernah membaca judul novel wattpad di beliawritingmarathon, judulnya, Dear Heart, Why Him? (Sekarang udah terbit, lupa nama penulisnya).

Huhu, berasa gimana gitu? Judulnya sederhana, tapi ngena. Buat aku melotot, kemudian penasaran sepenasaran-penasarannya.

Membuat judul bahasa inggris tentu saja punya kesulitan. Kalau kita tidak pandai membuat judul, akan terasa janggal aja. Nah, cobalah membuat judul dengan bahsa inggris, tetapi yang menarik. Salah satu cara supaya kita tahu judul kita menarik atau tidak, yaitu dengan meminta masukan atau pendapat teman-teman sekitar kita.

7. Membuat Judul Minimal 3 Kata

Sebenarnya membuat judul itu bebas sih, tergantung ciri khas masing-masing orang. Saya lihat novel karya Tere Liye kebanyakan menggunakan satu kata. Bulan, Bumi, matahari, Bintang, Hujan, Pulang, dll. 

Namun, ada tips dari salah satu penulis (Aku lupa dulu, yang jelas dia senior, terima kasih ya akak ilmunya), katanya sih, kalau nulis novel itu janngan kurang dari 3 kata, jangan lebih dari 5 kata. Ya, intinya jangan berlebihan dalam seusatu. Buat judul yang memang benar-benar menarik untuk disimak, salah satunya judul itu sendiri. Kadang melihat judul yang terlalu panjang itu tidak menarik. Meskipun ada salah satu penulis yang ciri khasnya justru menggunakan judul yang panjang.


Ya, no problem, balik lagi ke ciri khas. Tapi, ya, siapa tahu tips membuat judul yang ini juga bisa dipakai, terutama bagi pemula. Sebab, membuat judul seperti ini terkesan lebih gampang. Misal: Cinta yang Kembali. Benci, tapi Cinta. Aku Ada Karenamu. Atau apalah. Pokoknya yang penting judulnya tidak terkesan garing. Berbobotlah.

8. Membuat Judul yang berhubungan dengan Sifat Unik Tokoh

Ini juga keren. Kebanyakan cerita yang judulnya berhubungan dengan karakter, selalu mengundang perhatian. Di zaman ini, judul yang berhubungan dengan karakter biasanya novel tenfic. Contohnya. Miss Ngubul Jatuh Cinta, Ketua Osis Koplak, Miss Perhatian, dll. 

Kita bisa membuat judul tipe seperti ini jika tokoh kita memang benar-benar memiliki sifat semacam itu. Sifat tokoh kita yang justru menjadikan alur atau plot tulisan menjadi lebih luas dan menjadi awal dari akar permasalan dan konflik dari novel. 

9. Membuat Judul yang Berhubungan dengan Tempat

Wah, aku kira judul model gini juga menarik. Nih ya, percaya atau tidak, novel yang diembel-embeli tempat populer banyak yang best seller (Selain karena isinya keren). Contoh novel karya Ilana Tan. Itu beberapa judulnya ada nama-nama negaranya. Selain negara, bisa juga menggunakan tempat, kota, dan lain-lain.

So, coba deh buat judul dengan berbagai fariasi, pasti keren. Jangan hanya buat judul dengan model gitu-gutu aja, ngebosenin kan? Kecuali memang mau jadi ciri kahs sendiri. Itu bagus, yang penting gak monoton.

Nah, itukah 9 rahasia membuat judul novel yang bisa menarik perhatian orang lain. Kamu punya trik dan tips juga? Boleh dicorat-coret di komentar ya. Kita sharing sama-sama. Selamat belajar meentukan judul. 

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html