Selasa, 12 Desember 2017

Miliki 7 Mental Baja Ini Supaya Sukses Jadi Penulis

Miliki 7 Mental Baja Ini Supaya Sukses Jadi Penulis
credit: Pixabay.com

Ujwar.com – Untuk menjadi seorang penulis, tentu saja tidak langsung jleg. Harus cari ide dulu, riset, nulis kerangka, nulis novel, edit, sampai kirim ke penerbit dan ditolak. Hehe. Kirim lagi, nulis lagi, begitu seterusnya, sampai benar-benar bisa diterbitkan. 

Namun, dalam proses tersebut, banyak sekali calon penulis (termasuk aku) yang mendapatkan hadangan buruk. Banyak rintangan. Tidak hanya rintangan dari luar, tetapi juga dari dalam diri.

Lantas, apa saja mental baja yang harus dimiliki seorang penulis? Berikut penjelasannya.

1. Tidak Mudah Tersinggung

Hei, kamu pikir, menjadi penulis adalah hal mudah? Tidak. Kita bukan hanya diharuskan menuliskan apa yang kita mau, tapi kita juga harus mempertanggungjawabkan apa yang kita tulis. Terutama di hadapan para pembaca kita.

Apakah kamu pernah dikritik? Aku juga pernah. Tapi aku mencoba senyum dan memperbaiki diri, meskipun di dalam hati merasakan dongkol yang teramat sangat. 

Kataku waktu itu,

“Emang dia siapa? Punya karya gak? Sok-sok-an ngritik!”

“Gue yang nulis, kok elo yang ribet?”

Nah, kalimat di atas pernah aku ucapkan. Tentu saja hanya di dalam hati. Namun, aku sadar, hal semacam itu hanya berupa gambaran dari kesombongan. Padahal, ilmu aku masih cetek, mereka lebih banyak pengalaman. So,  belajar menerima.

Intinya buat kamu, kalau ada yang ngritik, seandainya baik buat tulisanmu, ya terima saja. Mereka adalah guru bagi kita. Seandainya tidak baik, ya buang, tanpa harus membuat dirimu sendiri down gara-gara ucapan mereka.

Santai, cuek, jangan mudah tersinggung. Nikmati saja. Toh ketika kamu merasakan perkembanganmu sendiri, pasti kamu juga yang akan merasakan effeknya di masa yang akan datang.

2. Harus Rajin Membaca

Aku pernah tidak suka membaca. Akibatnya, apa-apa yang aku tulis cenderung monoton. Itu-itu saja. Banyak pengulangan. Sampai pada akhirnya aku sadar kalau baca itu penting. Aku membiasakan diri untuk mmebaca. Terutama karya penulis-penulis lain. Aku belajar dari mereka.

Aku pernah menawarkan buku ke seseorang. Kasarnya, aku jualan. Tapi aku merasa gondok sama si dia. Dia penulis, dan ketika aku tawarkan, dia gak beli dengan alasan ... jeng jeng!

“Seorang penulis belajar dari karya penulis lain lho,” kataku menarik perhatiannya. (Namanya jualan ya harus berkata dengan baik).

“Tapi aku gak suka baca. Gimana dong?”

Aku memilih tidak membalasnya. Dia berasa menyepelekan membaca, hihi. Padahal, sekecil apa pun kita membaca, pasti ada manfaatnya. Bukankah membaca adalah kunci?

So, bagi kamu, yang tidak suka baca, ayo mulai sekarang berusaha buat mau membaca. Setidaknya punya jadwal yang konssiten. Dari buku seseorang, kita bisa menemukan banyak hal, termasuk cara menulis yang benar. Good luck.

Basca juga:
1. Pengaruh Mood Terhadap Feel Cerita yang Kita Baca
2. 6 Penyebab Writer's Block dan Cara Mengatasinya

3. Menghargai Penulis Lain dengan Cara Membaca dan Mengapresiasi Karyanya

Ingin karyamu dibaca? Ya baca dulu karya orang. Hehe. 

Sekarang, aku mayan aktif di wattpad. Banyak yang minta baca cerita mereka dengan embel-embel segala halnya. Bukan gak mau. Tapi yang minta karyanya dibaca itu bahkan gak aku kenal. Folow aja enggak. 

Mereka minta-minta karyanya untuk dibaca, tanpa kenal kita. Kalau mereka gak kenal kita, berarti mereka gak pernah baca karya kita. Bukan pamrih juga. Cuman apa ya, ngerasa gak pantas aja. Coba pikirkan, mereka gak kenal kita, tiba-tiba minta sesuatu seolah sudah berteman dnegan sangat akrab. Kan gak afdol ya?

Alangkah baiknya kita mau membaca karya orang. Setidaknya mau untuk yang pertama kali. Sebab, ketika kita menghargai karya orang, karya kita pun akan dihargai penulis lain. Banyak penulis wattpad yang sukses di wattpad dengan tulisan yang dibaca jutaan orang. Salah satu alasan utamanya karena mereka juga pada awalnya sering membaca karya mereka.

baca juga:
1. No Excuse Adalah Buku Motivasi Terkeren yang Pernah Kubaca
2. Kalau Lagi Butuh Motivasi, Gue Suka Buka Ulang Film 5 CM
3. Dari Dear Nathan, Gue Tahu Cara Menghargai Orang
4. 15 Cara Populer di Wattpad

4. Jangan Gampang Puas

Lolos satu event, langsung puas. Tembus penerbit satu kali, puas juga. Menjadi penulis tidak hanya satu kali sukses, tetapi harus terus memanjang dan bertahan. Kalau gampang puas, kita juga akan gampang dilupakan orang. Makin sini, makin banyak penulis yang fans-nya sudah banyak. Mau kalah sama mereka?

Maksudnya gini. Di sini bukan soal persaingan dan eksistensi, tetapi soal cita-cita jadi penulis itu sendiri. Menjadi penulis adalah proses belajar setiap hari. Bahkan, ketika kita menulis cerita pertama, maka akan berbeda feelingnya dengan menulis cerita lain. Akan ada cerita dan manfaat, masing-masing dari  apa yang kita tulis. So, terus menulis.

Baca juga:
1. 8 Hal Sederhana yang Akan Anda Sesali Suatu Saat Nanti
2. Susah Menghilangkan Malas? Coba Lakukan 7 Hal Sederhana Ini
3. Berikut 6 Cara Ampuh Menghilangkan Gengsian
4. 6 kebiasaan Kecil yang Tanpa Disadari Bisa membuat Kita Sukses

5. Harus Punya Tujuan Kuat

Ini yang paling penting. Sebagai penulis, kita harus punya tujuan yang kuat. Buat apa jadi penulis, kalau tujuannya tidak jelas, maka akan cepat lenyap dari dunia penulis. Masalahnya, hal tersebut membuat kita akan ketinggalan sama orang yang benar-benar sudah tahu tujuannya.

Baca juga: Saya Menulis Karena Saya Merasa Bodoh

6. Tidak Mudah Menyerah

Guys, jadi penulis itu tidak hanya nulis, tapi harus menyalurkan tulisan itu ke penerbit, media cetak, atau media online. Namun, bagaimana jadinya jika tulisan kita ditolak? Apakah harus menyerah? Berhenti menulis?

Aku pernah ditolak sebelas kali sama mayor lebel. Pernah mengirim sekitar 20 cerpen ke media berbeda, hanya satu yang tembus dan diterbitkan. Awalnya,  males lagi buat ngirim, tapi justru penolakan itu adalah gambaran, bahwa kita harus  menambah kadar kepekaan terhadap tulisan sendiri.

Kita yang biasanya selalu merasa paling bisa, paling benar dan paling bagus, maka harus mulai koreksi. Tulisan yang di mata kita bagus, bisa saja di mata editor biasa saja. Belajarlah dari sana. Aku pun akhirnya kembali berjuang. Menulis lagi, ngedit lagi, sampai pada akhirnya akan mencoba kembali menulis di mayor.

Eh iya, alhamdulillah, kumpulan cerpen psikopat yang  ditulis bareng empat teman tembus penerbit yang inshaa allah akan tersebar di seluruh tobuk di Indonesia. Aku bahagia, itu adalah salah satu bentuk perjuangan. Setidaknya baru awal. Sisapa tahu tahun depan giliran naskah solo? Who knows?

Begitu pun kamu. Ketika ditolak, jangan menyerah. Nulis, nulis dan nulis. Jangan banyak alasan. Semakin banyak tulisan, semakin berpeluang besar buat menjadi penulis hebat. Sebab, kita bisa dibilang sebagai penulis ketika memiliki produk.

Baca juga: 9 Rahasia Membuat Judul Novel Supaya Menarik Perhatian Orang

7. Jangan Malu Bertanya

Di medsos, banyak sekali para senior yang sudah melanglang buana. Yang sudah lama sukses menjadi penulis. Apa salahnya menjalin silaturahmi? Kemudian meminta bantuannya untuk sekadar teman sharing, meminta tips, dan lain sebagainya.

Aku pun sama. Kenal dengan beberapa penulis mayor label, dan pada akhirnya banyak nanya sama mereka. Alhamdulillah, nambah teman, ilmu dan link ke penerbit. Hal itu membuktikan, bahwa kita tidak boleh malu. Jika niatnya baik, kenapa tidak?

So, mulailah cari teman dari sekarang. Selagi bisa dan tidak mengganggu orang yang bersangkutan, yang lakukan, tapi jangan over. Banyak penulis yang merasa eneg sama orang yang baru kenal, tapi ujung-ujungnya nanya ini-itu. Ikutilah alur. Berproses. Kalau sudah benar-benar kenal, baru mulai meminta bantuan.

Baca juga: Aku Belajar Nulis Dari Grup Facebook, Blog dan Buku 101 Dosa Penulis Pemula

Nah, itulah 7 sifat yang harus dimiliki penulis. Ini sangat penting, sebab, penulis juga harus memiliki modal. Tidak hanya fasilitas, seperti laptop, ponsel, kuota internet, dan hal lainnya. Tapi juga yang berhubungan dengan sifat dan internal kita. Hayooo, terus berjuang. 

0 komentar:

Posting Komentar

Berkomentar dengan baik ya. Ditunggu masukan yang membangun.

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html