12 Langkah Sederhana Membuat Novel


12 Langkah Sederhana Membuat Novel – Ujwar.com

12 Langkah Sederhana Membuat Novel
credit: pixabay.com



Pertama kali saya buat novel itu ketika selesai membaca novel orang lain. Waktu itu, saya jatuh cinta terhadap novel tersebut, hingga berpikir begini: kalau seandainya aku yang membuat cerita seperti ini, bakal menarik nggak ya? Dan well, setelah sekian lama berkecimpung dengan cerpen, akhirnya saya membuat novel pertama. Meskipun novel pertama itu nggak terlalu sempurna, tapi saya bangga membuat sebuah novel. Hingga saat ini, draf novel saya sudah ada sekitar 20. 5 novel diupdate di wattpad @ujwarf, 2 naskah terbit dan akan tersebar di toko buku tahun ini, dan sisanya masih ngendap. Belum tau mau digimanain.

Saya amat yakin, kalian yang juga pembaca novel pasti pernah merasakan hal yang sama. Ingin menuliskan sebuah kisah, seperti layaknya yang pernah kamu baca. Namun, sebelum menulis, kamu pasti berpikir: Gimana cara buatnya?

Dulu, saya nggak tahu, harus membuat novel dari mana dulu. Alhasil, hasilnya agak ngawur. Saat ini, saya tidak ingin mengulangi apa yang saya rasakan. Setidaknya, saya bisa membagikan hal-hal tentang langkah membuat novel yang diketahui.


Baca juga:



Langsung saja ya, simak saja, 12 cara membuat novel:


Mengerti Pengertian Novel

kita akan membuat sesuatu, tetapi sesuatu yang akan dibuat justru tidak kita ketahui. Hanya sebatas tahu nama. Sementara, arti dari nama tersebut tidak dimengerti sama sekali. 

Sama halnya dengan novel. Sebelum membuat novel, alangkah baiknya kita tahu, pengertian novel. Bedanya novel dan cerpen. Bedanya novel dan dongeng. Bedanya novel dan naskah drama. Juga perbedaan lain.

Menurut faham saya, novel adalah suatu karya yang biasanya ditulis dalam bentuk prosa, alias karangan bebas. Namun, memiliki masalah yang lebih kompleks. Biasanya akan ada kombinasi genre. Misal: romance, religi, horor, misteri, dan lain sebagainya. Meskipun, dalam campuran tersebut ada genre yang dikuatkan. Misalkan: romance.

Novel berbeda dengan cerpen. Novel lebih panjang. Bisa lebih dari 50 halaman. Sementara cerpen, ada juga yang ditulis 4-5 halaman.

Jadi, sudahkah kamu mengerti pengertian novel? Monggo cari sejelas-jelasnya sebelum benar-benar terjun membuat novel.


Mencari Premis

Sebuah novel atau cerita apa pun tidak akan jadi kalau belum ada premis. Premis itu semacam ide dasar, yang membuat cerita kita menarik dan layak untuk terus dibaca. Premis bisa dibilang masalah utama yang diangkat untuk cerita akan kita buat. 

BTW, kemarin-kemarin, saya membuat video tentang cara membuat novel di youtube “Ujwar Menulis” tapi bagian premis ini nggak saya jelaskan. Maka lengkapnya, kamu bisa baca di blog saya ya.

Oke, kembali ke premis. 

Dalam pembuatan premis, kemarin saya tidak sengaja nonton youtube-nya Kokoh Ernest. Ilmu penting yang dia sampaikan akan saya sampaikan lagi menurut bahasa saya ya.

Jadi, ketika kita membuat premis, hal yang dibutuhkan pertama adalah Who, What dan But.

Who

Kita harus tahu, siapa tokoh utama yang akan ada dalam sebuah cerita. 

What

Apa yang akan dilakukan. Atau, apa yang menjadi perjalanan cerita itu seru.

But

Di akhir, ada But. But ini adalah hambatannya. Jadi masalah yang membuat cerita semakin seru.


Sederhananya seperti ini:


Who:  Anak kampus yang jarang berkomunikasi

What: Dia mencoba bergabung dengan anak-anak gaul.

But: Namun, bergabung dengan anak gaul nggak semudah yang dipikirkan. Dia banyak mendapatkan hal rumit dan cenderung tidak membuatnya bahagia.


Itu sederhananya soal premis. Kita setidaknya harus sudah tahu, siapa tokoh utama, apa yang akan dilakukan, dan apa hambatan yang terjadi. Jelas ya?


Menentukan Tema

Tema ini bisa ditentukan sebelum premis, atau setelah. Tema ini berhubungan dengan cerita yang akan dibawa. Apakah menuju komedi, fiksi remaja, atau romance? Atau bahkan genre lainnya? Nah, Kamu sebagai penulis harus tahu, tema yang akan diambil.

Tema itu apa kak? Oke, boleh langsung cus ke video saya di youtube aja. Di sana, saya sedikit menjelaskan. Kalau kurang jelas, bisa search hal-hal yang berhubungan dengan tema.


Menentukan Tokoh dan Penokohan

Ini adalah hal penting dalam sebuah cerita. Coba bayangkan, apa yang akan terjadi jika seandainya kita tidak memiliki tokoh? Bagaimana cerita akan berjalan jika tidak ada tokoh.

Menentukan tokoh gampang-gampang susah. Buatlah tokoh yang benar-benar kamu sudah pikirkan dengan matang. Jangan sampai, kamu membuat tokoh karena asal-asalan.

“Namanya Angela. Itu nama favorit aku. Aku jadikan aja tokoh utama. Meskipun Angela itu anak yang berasal dari kalangan bawah.”

Artinya, membuat tokoh itu harus sesuai. Nama Angela biasanya hidup sebagai orang kaya, cantik, pintar, lembut, dan lain-lain. Sesuaikan dengan keadaan sekitar.

Kalau ada tokoh, sudah pasti ada penokohan, alias karakter. Saya sarankan, buatlah karakter yang tersusun rapi. Artinya, sebelum membuat novel, kamu harus matang menentukan sifat tokoh dan perawakannya. 


Menentukan Latar atau Tempat

Latar adalah salah satu hal yang harus ada dan termasuk ke dalam unsur novel. Kalau nggak ada latar, mau di mana cerita kita dieksekusi?

Jadi kawan, buatlah latar yang masuk akal. Sesuai. Jangan sampai, kita membuat latar di Jakarta, tetapi bahasa tokohnya Sunda. Kan tidak nyambung. Jakarta itu cocok sama Betawi. Seperti itulah contohnya sesuai.


Menentukan Sudut Pandang

Ada 2 sudut pandang dalam membuat karya. Ada sudut pandang pertama, penggunaannya aku dan saya. Ada sudut pandang ketiga, penggunaannya: Dia, Ia, Nya, atau nama seorang tokoh. Lalu, ke manakah sudut pandang kedua? Kok langsung ke sudut pandang ketiga?

Aku juga bingung. Ke mana tuh hilangnya sudut pandang kedua. BTW, kalau di sekolah, nggak diajarkan tuh. Tapi di dunia kepenulisan, ternyata ada juga lho sudut pandang kedua. Contohnya melibatkan pembaca ke dalam cerita. Misal: Waktu itu, kamu memandangku. Matamu agak sipit dan berkaca-kaca, tapi bibirmu tersenyum. Sementara, kamu tak berbicara apa-apa.

Penggunaan, KAMU, dalam contoh di atas adalah sudut pandang kedua.



Menentukan Alur

Sebagai calon penulis, kita harus pintar dalam menentukan alur. Ada 3 jenis alur. Alur maju, mundur, dan campuran. Biasanya, banyak yang menulis menggunakan alur maju. Sementara, alur campuran digunakan oleh para penulis professional.

Alur maju menceritakan seseorang dari awal sampai akhir. Kalau bayi, dari dia lahir sampai besar. Dari seseorang miskin, sampai kaya. Dari seseorang mencari tahu, sampai mengetahui apa yang dia cari.

Sementara, untuk alur mundur, itu kebalikan dari alur maju. Biasanya, sebabnya dulu dibicarakan, baru ditulis akibat-akibatnya. Misal: kesuksesan seseorang dibicarakan,  kemudian beralih mundur ke masa-masa si tokoh yang belum sukses.

Kalau alur campuran, biasanya ada flashback di dalam cerita. Awalnya alur maju, ditengah-tengah misal ada flashback ke masa lalu, maju lagi, mundur lagi, dan seterusnya. Untung saja nggak maju mundur cantik ya. Hehehehe.


Memiliki Ciri Khas dalam Gaya Bahasa

Nah, sebelum membuat novel juga, kamu harus sudah memiliki ciri khas dalam menulis. Setiap orang memiliki gaya bahasa berbeda-beda. Contoh kecilnya, misal kamu akan menggunakan gaya bahasa gaul di novel. Atau gaya bahasanya formal. Itu tergentung penulis. Sesuai dengan keinginan dan kesesuaian dengan cerita.


Menyelipkan Amanat

Tujuan kamu nulis apa sih? Apa hanya ingin populer? Atau hanya iseng? Atau mungkin, karena mengisi waktu luang saja?

Sebisa-bisa, milikilah niat kuat dalam menulis. Jika memiliki niat untuk bermanfaat bagi orang, maka kamu harus menyiapkan amanat dari cerita kamu untuk pembaca. Meskipun sih, amanat sebenarnya ditentukan dan disimpulkan pembaca. 


Membuat Sinopsis

Waktu belum tahu, saya nulis sinopsis setelah beres novel. Padahal, sinopsis bisa dibilang jalan cerita novel yang dibuat. Sinopsis berbeda dengan blurb atau back cover. Kalau back coverkan sesuatu yang mengundang penasaran dan terletak di belakang buku. Sementara sinopsis, itu adalah hal-hal yang ada di novel yang tidak boleh ditutup-tutupi.

Apa fungsi Sinopsis?

Fungsinya untuk membuat kerja kita semakin mudah. Ketika alur dari novel sudah ada di sinopsis, secara otomatis, kita mengerti, cerita yang akan ditulis. Hal ini juga menghindari diri dari yang namanya lupa.



Membuat Outline

Ketika kita sudah mengetahui hal-hal yang telah dipelajari sebelumnya, apakah kita bisa langsung menulis?

Sebenarnya, bisa langsung menulis, bisa juga tidak. Kalau saya  sering menggunakan outline. Outline ini semacam kerangka karangan. Kita menuliskan  ringkasan bab per bab yang kemudian akan dikembangkan menjadi sebuah novel. Ringkasnya saja. Outline lebih rumit dari sinopsis. Sinopsis bisa ditulis dalam beberapa lembar. Kalau outline, kita tuliskan juga sesuatu yang akan terjadi di dalam setiap bab novel kita. Bahkan, karakter tokoh juga bisa dimasukkan.

Apa Fungsi Outline?

Fungsinya untuk mengingatkan kita terhadap rancangan awal yang sudah dibuat. Juga menghindar dari kebiasaan menulis yang kebablasan. Dengan ada outline, kita akan semakin bisa menyusun cerita dari awal sampai akhir.

Lantas, bagaimana jika di tengah-tengah, tiba-tiba ada ide muncul, tapi nggak ada di outline?

Nah, ini yang sering terjadi. Saya juga sering mengalami hal tersebut. Jawabannya ada dua. Bisa merombak outline secara keseluruhan, atau menyisipkan ide itu di outline yang dibuat. Biasanya, saya akan menyisipkan, tanpa merubah outline awal. Pernah juag merombak outline karena mendapatkan ide yang dirasa lebih keren. Itu tergantung kebijakan penulis.


Mulailah Menulis Dengan Konsisten

Yuhuuu, setelah sudah faham dengan langkah-langkah di atas. Saatnya kamu menulis. Menulislah dengan konsisten. Biasakan untuk memiliki jadwal menulis. Misal: satu jam per hari. Lebih lama waktu yang kamu punya, lebih keren dan menyenangkan.

Banyak yang menggebu-gebu di awal, tetapi ciut di tengah-tengah. Alasannya, kebanyakan nggak punya waktu. So, hindari hal tersebut. Mau meluk karya sendiri kan? Ayolah, mulai konsisten dari sekarang.

Itulah 12 tips sebelum membuat novel. Saya harap, apa yang dituliskan bisa dicerna dengan bagi. Selamat bertemu di artikel selanjutnya.





Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "12 Langkah Sederhana Membuat Novel"

Posting Komentar

Berkomentar dengan baik ya. Ditunggu masukan yang membangun.