9 Perbedaan Antara Penerbit Mayor dan Penerbit Indie

9 Perbedaan Antara Penerbit Mayor dan Penerbit Indie

9 Perbedaan Antara Penerbit Mayor dan Penerbit Indie
sumber: bukuonlinestore.com



Ujwar.com – Sebagai seorang penulis atau pembaca, tentu saja kita sering mendengar jenis-jenis penerbit. Ada yang namanya Mayor labels, ada juga indie label. Nah, apakah teman-teman sudah mengerti tentang perbedaan dua jenis penerbit di atas? Well, kali ini, aku akan membahas 10 perbedaan antara Penerbit Mayor dan Penerbit Indie.

Berikut adalah 9 Perbedaan Antara Penerbit Mayor dan Penerbit Indie:

1. Segi Penerbitan

Jika kita hobi menulis, kemudian sangat percaya diri dengan tulisan kita untuk bisa dikonsumsi publik, kamu bisa menerbitkan novel atau tulisan di Penerbit Mayor tanpa bayar penerbitan. Kamu hanya tinggal kirim naskah, kemudian menunggu review dari pihak redaksi antara 1-3 bulan (paling cepat) atau maksimal selama 1 tahun. Pengiriman naskah sendiri bisa dilakukan melalui email, atau juga versi cetak yang bisa dikirim langsung ke alamat penerbit.

Sementara, untuk penerbit Indie, penerbitan sebuah naskah umumnya berbayar. Ya, jika ingin menerbitkan buku, maka penulis harus mengeluarkan modal terlebih dahulu untuk bisa memeluk karya sendiri dalam bentu cetak. 


2. Segi Royalti

Menerbitkan di penerbit Mayor akan mendapatkan royalti dari penjualan. Dalam penerbit mayor, marketing tidak terlalu ditekankan, karena dibantu oleh pihak marketing penerbit. Meskipun, penulis juga sangat berperan. Semakin banyak buku terjual, maka semakin banyak kemungkinan untuk mendapatkan royalti. Biasanya, royalti antara 10-15 persen.

Untuk Indie sendiri, penulis juga dapat royalti, tetapi penjualan lebih ditekankan kepada penulis. Dan penjualan berfokus secara online. Sukses tidaknya buku, biasanya tergantung penulis. Seberapa gencar dia dalam mempromosikan buku. Namun, perlu digarisbawahi, bahwa menerbitkan secara indie, memiliki royalti yang sangat bisar, bisa mencapa 50% per satu buku terjual.

3. Dari Segi Percetakkan

Penerbit Mayor lebih banyak dalam mencetak buku. Dalam satu kali cetak, biasanya antara 1000 – 5000 exemplar buku, yang kemudian akan dijual dalam sistem apa pun. Baik online, maupun offline di seluruh toko buku. Mayor sendiri, mendistribusikan buku ke beberapa toko buku raksasa seperti Gramedia, Togamas, atau Gunung Agung.

Sementara, Indie biasanya mencetak buku dalam jumlah sedikit. Biasanya, penulis atau penerbit akan mengadakan pre order terlebih dahulu. Nah, setelah ada pemesan, maka buku baru dicetak. Sistem ini sering disebut dengan Print On Demand. Artinya, pencetakannya bisa dilakukan satuan, berdasarkan kebutuhan.

4. Dari Segi Kontrak

Di Penerbit Mayor, biasanya kontrak penerbitan lebih ketat. Artinya, penulis akan mendapatkan MOU untuk kemudian dipatuhi bersama antara penerbit dan juga penulis. Sehingga hukum-hukumya sangat jelas.

Penerbit Indie sendiri, biasanya tidak terlalu ketat. Ada sebagian yang tidak memakai MUO. Namun ada juga yang menggunakan MOU seperti penerbit Mayor. Tergantung sistem dari pengurus penerbit itu sendiri.

5. Segi Marketing Dan Penjualan

Penerbit Mayor lebih terbuka dalam segi promosi. Mereka akan melakukan berbagai promosi baik melalui toko buku, bedah buku, seminar, meet and great, atau melalui online, seperti melalui jasa blogger, bookstagrammer, dan lain sebagainya.

Sebenarnya, dari segi promosi, Indie juga bisa melakukan promosi besar-besaran seperti di Mayor. Namun mungkin, untuk beberapa promosi seperti di toko buku, itu sulit untuk dilakukan. Karena indie sendiri tidak melakukan distribusi ke toko-toko buku.

6. Dari Segi Naskah

Dari segi tulisan yang dikirim ke Penerbit Mayor, biasanya banyak pertimbangan antara penulis dan editor. Akan banyak sekali perubahan. Misal, naskah asli sekian ratus halaman, maka bisa saja halamannya bisa berkurang. Ada yang dihilangkan beberapa PART, atau beberapa scene. Sesuai kebutuhan penerbitan. 


Sementara untuk penulis yang agak idealis, bisa saja menerbitkan di penerbit Indie agar naskahnya bisa diterbitkan secara keseluruhan tanpa ada pemangkasan. Namun, sekarang, Indie juga mulai memperhatikan soal naskah. Mereka akan tetap membiarkan naskah tanpa diubah jika sesuai. Sementara jika tidak masuk akal, maka akan mencoba didiskusikan dengan penulisnya.

7. Segi Proses

Banyak sekali yang mengeluhkan menerbitkan di Mayor ini agak lama. Banyak sekali proses yang dilakukan jika menerbitkan buku secara Mayor. Dari mulai tahap review beberapa bulan, pembuatan cover, pendiskusian naskah, dll. Sehingga, dari awal naskah di review sampai terbit bisa memakan waktu satu tahun.Tapi sebenarnya, itu juga tergantung Penerbit Mayor itu sendiri. Ada pula yang cepat tanpa menunggu lama.

Sementara, untuk Indiebisa langsung terbit dalam waktu max. 3 bulan. Tentu saja itu sangat cepat. Karena tidak ada proses pendistribusian ke toko buku, dan lain sebagainya.


8. Dari Segi Penerimaan Naskah

Di Penerbit Mayor, setelah naskah dari penulis diterima melalui email, naskah tersebut tidak langsung diterbitkan, melainkan diseleksi dan di-review terlebih dahulu. Apakah sesuai dengan visi misi mereka? Biasanya, kalau masuk kriteria, maka naskah akan diterima dan kemudian diterbitkan.

Sementara, untuk penerbit Indie, tidak ada penyeleksian. Ketika sudah ada deal antara penulis dan penerbit, maka naskah sudah bisa diterbitkan. Namun, memang ada beberapa penerbit indie yang penerimaan naskahnya hampir sama dengan Mayor, yaitu dengan sistem seleksi.


9. Dari Segi Penulis

Di Penerbit Mayor, penulis memang ikut promosi, tetapi biasanya penerbit akan lebih banyak membantu. Karena, sukses tidaknya buku, biasanya bergantung kepada penerbit buku juga. Mereka akan melakukan berbagai hal supaya bukunya menjadi best seller.

Sementara, untuk penerbit Indie, biasanya penjualan lebih besar diserahkan kepada penulis. Mereka menerbitkan sendiri, mengeluarkan uang sendiri, dan juga menjual sendiri. Namun, Indie pun juga membantu menjual, tetapi biasanya tidak terlalu gencar. Kembali lagi kepada sistem dari Penerbit Indie itu sendiri.

So, guys, itulah 9 perbedaan antara penerbit Mayor dan Indie secara garis besar. Sekarang, kalian bisa memilih akan menerbitkan di Mayor lebel, atau Indie lebel.



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "9 Perbedaan Antara Penerbit Mayor dan Penerbit Indie"

Posting Komentar

Berkomentar dengan baik ya. Ditunggu masukan yang membangun.