Kamis, 09 Agustus 2018

10 Tips Menerbitkan Buku Untuk Penulis Pemula


10 Tips Menerbitkan Buku Untuk Penulis Pemula



10 Tips Menerbitkan Buku Untuk Penulis Pemula
credit: Pixabay.com

Ujwar.com – Hello, aku kembali lagi nih, buat berbagi hal menarik soal buku. Yups, cara menerbitkan buku untuk kawan-kawan yang baru masuk dunia menulis. Bagi yang sudah master dan ngerti, jauhi saja, hempas sana, hehehehe.

Kawan-kawan, di era sekarang, makin banyak penulis baru yang muncul di permukaan. Eh, aku juga baru sih, tapi nggak baru-baru amat. Setidaknya aku sudah masuk dari 2014 lalu. Mungkin yang dikategorikan baru itu adalah penulis yang masuk tahun 2018. Hihi.

Banyak yang bertanya, bagaimana sih, cara menerbitkan buku? Saya sempat membahas soal cara supaya naskah kita diterima di penerbit mayor. Namun kali ini, saya akan membahas menerbitkan buku secara umum.

Siap untuk menyimak? Berikut 10 Langkah Menerbitkan Buku Untuk Penulis Pemula, Ala Ujwar:

1. Punya Tulisan

Well, banyak nih tipe penulis yang wara-wiri, nanyain gimana cara nerbitin naskah, tapi kemudian, setelah ditanya naskahnya, dia baru mau nulis. Aduhai, mending perbanyak dulu tulisan deh, biar nanti pas nyari penerbit, bisa bantu. Hehehe. Kalau belum ada naskah udah nanya gimana cara nerbitin buku, yang ada, orang yang ditanyai malah ikut eneg. Weka. 

2. Editing Tulisan

Menurut aku, self editing adalah hal nomor satu yang harus dipikirkan. Sebagai penulis yang mungkin baru masuk ke dunia literasi, banyak diantaranya yang belum mengerti, bahwa self editing itu amatlah penting. Banyak di sekelilingku yang justru langsung mengirimkan tulisan ke penerbit tanpa self editing.

Kata mereka, “Kan ada editor.”

Hem, benar sih, ada editor. Tapi editor juga akan memilih tulisan yang tingkat kerapihannya lebih tinggi dong. Tentu saja, kalau tulisan kita acak-acakkan, penerbit akan memilih melempar naskah tersebut ke tong sampah. Hem, terdengar kejam ya. Tapi, mau gimana lagi?

Terbit di penerbit mana pun, buku yang kita tulis memang harus rapi. Sama halnya ketika kamu ngelamar kerja. Moso acak-acakkan? Ya, ndak akan menarik perhatian orang dong ya?

3. Mencari Penerbit

Nah, setelah naskah ada, editing udah, baru nanya soal penerbit. Aku bisa jawab dan bisa bantu kok, menjelaskan penerbit itu ada apa aja. Seperti yang kita kenal, ada dua jenis penerbit. Yaitu Indie dan juga Mayor. 

Kamu bebas memilih mau menerbitkan di mana saja. Cuma, kamu harus tahu, kalau indie itu bisa menerbitkan naskah, tanpa harus memalui seleksi. Biasanya kita akan diminta memilih paket penerbitan yang mereka sendiri. Banyak pula, penerbit indie yang menyediakan penerbitan gratis dan beberapa di antaranya mengikuti sistem mayor. Sementara, mengirim naskah ke penerbit mayor itu diseleksi guys. Jadi ya, sebelum mengirimkan ke penerbit mayor, mari mempersiapkan tulisan terbaik kita.

Cara pengiriman tulisan biasanya melalui email untuk saat ini. Ada juga yang harus dikirimkan ke alamat redaksi. Tapi ya, setiap penerbit berbeda-beda aturan. Kamu bisa lihat ada 50 Penerbit Mayor yang aku tuliskan.

Jika menerbitkan secara mayor masih terasa susah, bisa juga kok nerbitin di penerbit indie. Misal di Ujwart Media. Penerbit Indie ini sudah berdiri sejak 2016. Jadi jangan ragu untuk bisa bersinergi dengan UM.



4. Siapkan Diri

Anggap saja naskahmu diterima sebuah penerbitan. So, langkah selanjutnya adalah mempersiapkan diri. Naskah diterima penerbit itu masih gerbang lho. Belum apa-apanya. Kamu harus melakukan banyak hal yang memang menguras waktu, tenaga dan fikiran.

Setelah di-ACC, biasanya ada tahap revisi. Jangan malas untuk revisi. Dalam tahap revisi inilah, kamu tahu, apa yang kurang ditulisanmu. Karena biasanya nih ya, ediror akan memberikan masukan.

Seandainya naskahmu tidak diterima, siapkan diri juga untuk berlapang dada. Untuk tidak menyerah. Untuk tidak menye-menye. Masa baru sau kali naskah ditolak penerbit sudah galau. Meskipun kalau menerbitkan indie, kebanyakan diterima sih. Hihi.


5. Jangan Jadi Penulis Nyebelin

Banyak penulis yang sok idealis. Mmm, beda ya, antara orang yang beneran idealis sama sok idealis. Kalau idealis itu emamng udah tahu naskah sendiri. Udah tahu kekurangan dan kelebihan. Udah tahu, mau di ke manakan. Dan tahu, bagaimana caranya tulisan tersebut akan laku di pasaran. Kalau sok idealis, mereka merasa naskahnya sudah bagus, mereka merasa nggak perlu revisi, mereka merasa bahwa apa-apa yang terjadi harus berdasarkan dirinya.

Misal nih ya: pihak penerbit udah buatin cover menarik, sesusai naskah. Eh, penulisnya ngotot pengin ganti cover. Disuruh ngejelasin kenapa harus ganti, ngga bisa. Katanya kurang menarik. Lha, penerbit biasanya sudah tahu, bagaimana bentuk cover yang dibuat sesuai isi tulisan.

Atau, seorang editor memberi tahu kepada penulis untuk mengganti, atau juga untuk merevisi. Namun kadang ada penulis yang ngotot bahwa tulisan tersebut nggak perlu direvisi. Kalau nggak mau direvisi, yaudah, nerbitin sendiri aja. Edit sendiri, cover sendiri, layout sendiri. Beres. Hehe.


So, jangan jadi penulis nyebelin ya. Soalnya redaksi biasanya kapok ketemu penulis yang kek gitu.


6. Siapkan Strategi

Well, jika naskahmu benar-benar sudah diterima, saatnya kamu siapkan strategi. Banyak banget yang tidak tahu, bahwa di waktu sekarang ini, penulis jadi salah satu pendongkrak suksesnya buku. Aku kasih tahu ya, bagi kalian yang baru menerbitkan buku, jangan malas untuk promosi. Promosi adalah hal penting dalam suksesnya buku.

Siapkanlah strategi yang akan kamu gunakan supaya bukumu itu sukses. Apa saja promosi yang akan dilakukan si penulis agar karyanya dikenal dan bisa dibaca semua orang. 

Ini menjadi hal penting dan krusial. Banyak diantara penulis yang tidak mengerti pentingnya promosi.

“Kan ada penerbit.”

Hei, penerbit nggak hanya ngurus naskahmu. Apalagi penerbit indie, yang jaringannya bisa dibilang kecil, kemungkinan buku terjual itu minim. So, penulis juga harus bantu jualan dong. Sekarang itu, penulis yang nggak bisa jualan susah untuk bertahan. Sebab, kebanyakan penerbit bahkan melihat dari sisi pasar dan penulis itu sendiri.

Kecuali kamu udah terkenal sih, mungkin tulisanmu akan laku keras. Eh, penulis terkenal juga kan sering banget ngadain promosi. Yey, penulis terkenal aja promo, masa kita enggak?

7. Bangun Personal Branding

Sebenarnya, ini masih masuk terhadap strategi, tetapi guys, sengaja aku pisahkan. Sebab ini lebih penting menurutku. Pandangan pertama seseorang kebanyakan kepada penulisnya. Maka inilah yang harus dibangun.

Emang, personal Branding itu apa sih?

Personal Branding itu adalah suatu proses membangun diri kita di depan umum. Duh, bener nggak ya? Ya, intinya Personal Branding itu, bagaimana diri kita di hadapan calon-calon pembaca kita.

Ketika kita berhasil membangun personal Branding, maka akan timbul rasa percaya dari calon pembaca buku itu. Mau tidak mau, mereka akan membeli buku kita untuk kemudian mereka baca.

Personal Branding tidak bisa dibangun dalam sekejap. Butuh banyak proses. Kamu bisa memulainya dari sekarang.  Ini penting. Sebab banyak naskah keren, tapi kadang nggak diminati karena brand kita buruk di hadapan orang.

Kalau kata gaulnya mah, sebelum jual produk, kita harus jual diri dulu. Seseorang yang sudah mahal dan dikagumi, pasti akan berdampak juga pada sesuatu yang kita buat dan kita bangun.

8. Aktif Bermedia Sosial

Siapa sih yang nggak kenal media sosial? Hampir setiap oranng punya media sosial. Dan well, media sosial, terutama facebook dan instagram menjadi salah satu pendongkrak, terkenalnya kita, atau pun karya kita.

Ketika seseorang tidak bisa bersosial dengan baik, susah juga untuk bukunya laku.

So, bagi kalian yang kurang aktif, mulailah aktif bersosial media. Jangan merasa eksis di sosial media itu alay. Justru kamu harus tahu, banyak yang mendapatkan keuntungan menggunakan media sosial. Banyak kok yang viral, yang laku, yang best seller gara-gara media sosial. 

9. Bangun Kepercayaan Diri

Sebelum dan sesudah terbit, kepercayaan ini amat penting. Kepercayaan diri seseorang akan memberikan energi positif. Bayangin aja, kalau saja kita nggak PD dengan buku kita, gimana orang mau beli. Lha, penulisnya aja nggak PD? 

Ya, kita harus mengenal karya kita. Kita harus tahu kelebihan dan kekurangannya.

Kalau pun masih ada kekurangan, kita bisa memperbaiki di cetakan selanjutnya, atau di buku selanjutnya, yang penting kita tahu, bahwa tulisan kita memiliki manfaat yang luar biasa. Untuk semuanya.



10. Selagi Bukumu Sudah Jadi, Jangan Gampang Puas

Guys, setelah naskahmu terbit, kebanyakan langsung berpuas diri. Padahal masih banyak yang perlu dilakukan. Salah satunya dengan menulis buku baru. Perbaiki tulisan lewat menulis buku baru. Buatlah waktu menulis yang konsisten, agar tidak ketinggalan orang lain.

Tulisan seseorang akan semakin bagus, ketika seseorang semakin sering  menulis.

Itulah 10 tips Menerbitkan Buku Ala Ujwar untuk penulis. Sudah siap karyamu dikenal orang? Yauk menulis dan terbitkan.






0 komentar:

Posting Komentar

Berkomentar dengan baik ya. Ditunggu masukan yang membangun.

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html