Selasa, 20 November 2018

5 Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Membuat Tokoh Novel

5 Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Membuat Tokoh Novel

5 Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Membuat Tokoh Novel
Credit: PT. Dbeyond Kreatika Indonesia


Ujwar.com – Setelah sekian lama berhenti memberikan artikel-artikel lewat blog, akhirnya kali ini, aku memiliki waktu lagi untuk membuat artikel yang inshaa allah bermanfaat. Hehe. 

Sebagai seorang penulis novel, jelas saya juga menghadirkan tokoh-tokoh untuk novel. Selama hampir empat tahun ada di dunia kepenulisan, saya mendapatkan beberapa pelajaran mengenai noval. Nah, khususnya dalam pembuatan tokoh dan penokohan.

Baca juga: 

Membuat tokoh dan juga penokohan dalam novel tidaklah mudah, banyak sekali yang harus diperhatikan. Di sini, saya menuliskan, 5 hal yang harus Anda perhatikan sebelum benar-benar meluncurkan tokoh-tokoh novel. Diantaranya:

1. Kesesuaian Nama Dengan Daerah

Ya, banyak sekali penulis yang mungkin ujug-ujug alias buru-buru dalam membuat tokoh. Orang Sunda, yang misalnya anak petani, dinamai Angel. Bukan berarti merendahkan sebuah pekerjaan, atau suku yang ada, tetapi harus ada kesesuaian, antara  nama yang sering digunakan dalam daerah tertentu.

Mungkin, jika seorang tokoh asli orang Jakarta, kemudian namanya Angel, masih masuk. Sebab kebanyakan orang-orang kota memang membuat nama-nama semacam itu untuk anak-anaknya.

2. Kesesuaian Nama dengan Sifat dan Kebiasaan

Saya sangat suka terhadap nama yang dibuat oleh Bunda Asma Nadia dalam novel Love Spark In Korea. Nama tokoh utamanya adalah: Rania Timur Samudra. Menurutku unik. Dia seorang traveler yang mengunjungi alam-alam indah. Ada kesesuaian antara nama dan juga kebiasaan, atau bahkan sifatnya.

Contoh lain, nama seorang cowok: Gagah. Secara otomatis, nama Gagah pasti digambarkan seorang cowok yang memiliki perawakan tinggi, badan bagus, jadi idaman, dan lain-lain. Atau minimal, sosok Gagah ini bisa membuat cewek kelepek-kelepek saat lihat wajahnya dan cara dia berkata-kata. 

3. Kesesuaian Nama Dengan Tahun Lahir

Bagi pembuat cerita fiksi sejarah, atau fiksi yang menggunakan latar-latar zaman dulu, jelas harus melakukan riset yang banyak, terutama untuk penyesuaian nama tokoh dengan yang ada pada zamannya. 

Hal ini untuk meyakinkan pembaca, bahwa cerita tersebut seperti benar-benar terjadi dan nyata. Jelas ini berhubungan dengan penghargaan dari pembaca nantinya.

4. Kesesuaian Nama dengan Fisik

Apakah seorang ibu akan memikirkan fisik si anak sebelum membuat nama? Di dunia nyata, sepertinya jarang ya terjadi. Sebab, ketika bayi, anak-anak hampir selalu sama. Berkulit putih (mungkin agak kemerahan) dan terlihat lucu. Nama apa pun, selagi cocok, pasti akan disematkan terhadap si anak.

Namun di dalam novel, kadang nama dan fisik tidak sesuai itu sering menjadi pertanyaan. Seorang tokoh dengan nama Juminten, pasti orangnya hitam manis, khas-khas orang sunda. Ramah, sopan, dll.

Atau, orang pasti mengenal, nama Jonathan, pasti memiliki wajah yang putih, badan tinggi, ganteng, dll (Idelanya seperti itu).

Nah, sebagai penulis, kita harus peka terhadap hal semacam itu. Kita harus bisa membuat nama tokoh, yang sebisa mungkin sesuai dengan fisiknya. Jangan sampai tokoh yang kita buat malah di-bully pembaca. Hehe. Kecuali, masalah nama itu yang mau diangkat menjadi konflik.

Misal, seorang namanya Angel, tapi dia misal: dekil, pendek, tidak cantik (maaf ya, bukan melihat sesuatu berdasarkan fisik, ini hanya contoh), pasti akan mendapatkan banyak pertanyaan dari orang-orang sekitarnya. Namanya tak sesuai dengan wajahnya. Maka dari itu, diusahakan, nama dan fisik ada kesesuaian.

5. Nama Tokoh Dengan Latar Belakang Keluarga

Perhatikan nama tokoh dengan latar belakang keluarga juga. Misal keluarga blasteran, namanya pasti agak susah diupcakan. Atau, misal keluarga dari suatu suku, biasanya memiliki nama belakang berdasarkan marga tertentu. Atau berdasarkan nama Bapak, dan lain-lain. 

Jangan sampai, tokoh orang Batak, tapi nama orang Sunda atau Jawa. Harus ada kesesuaian si tokoh dengan Latar Belakang Keluarganya.

Nah, itu dia 5 hal yang harus diperhatikan sebelum membuat tokoh dan penokohan dalam novel. Setidaknya, sebagai penulis, kita berusaha untuk tidak membiasakan membuat tokoh tempelan. Pembuatan nama, karakter, fisik, kebiasaan, harus benar-benar dipikirkan secara matang.

Sudahkah melakukan 5 hal di atas sebelum membuat nama tokoh? 








0 komentar:

Posting Komentar

Berkomentar dengan baik ya. Ditunggu masukan yang membangun.

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html