Jumat, 04 Januari 2019

4 Alasan Kuat Kenapa Penulis Harus Jago Jualan

4 Alasan Kuat  Kenapa Penulis Harus Jago Jualan
credit: cikudanews.me


Ujwar.com  - 4 Alasan Kenapa Penulis Harus Jago Jualan 

Sekarang ini, penulis menjadi salah satu pekerjaan yang banyak dipilih. Baik menjadi penulis artikel, penulis iklan, penulis fiksi, dan penulis buku-buku nonfiksi. 

Tidak aneh, sebab semakin sini, manusia terus berevolusi. Banyak orang cerdas, lantas membuat sesuatu yang baru dan bisa dikonsumsi secara publik.

Tulisan yang kita buat, bisa di-share secara langsung di media sosial, atau di blog. Dengan catatan, tulisan tersebut gratis dikonsumsi oleh siapa saja, tanpa bayaran. Namun, akan ada di mana kita harus memperkenalkan tulisan, kemudian dibeli  oleh para penggemarnya.

Namun,  banyak penulis yang justru berkomentar:

“Penulis tugasnya nulis. Jualan tugas bagian marketing.”

Benarkah demikian?

Di zaman dulu, mungkin bisa saja seperti itu. Tapi sekarang dunia sudah maju. Terdapat banyak penyesuaian. Karena semakin banyak penulis, maka semakin kecil  juga sebuah buku bisa best seller. Kecuali memang penulisnya sudah punya nama dan punya banyak penggemar. Nggak promosi juga sepertinya akan tetap dicari.


Aku akan bahas 4 alasan mengapa penulis harus bisa jualan:

1. Sekarang, Musimnya Kolaborasi

Benar. Dulu, penulis hanya mengirimkan naskah, lantas penerbit mengatur segalanya. Sekarang, salah satu pertimbangan penerbit untuk menerima naskah penulis: bisa nggak, penulisnya promo? 

Yups. Karena semakin banyak penulis, jelas penerbit juga akan selektif memilih penulis yang multitalenta. Nggak hanya penulis yang bisa nulis, tapi juga fleksibel, bisa memperkenalkan karya dimana pun dan kapan pun dirinya berada.


2. Kalau Nggak Jualan, Nanti Bukunya Nggak Laku

Ya iyalah, jualan bukan lagi kebutuhan dari sebuah penerbitan saja. Kini, banyak penulis yang memilih menerbitkan buku secara selfpublishing. Buku tidak butuh terbit saja, tapi juga butuh didistribusikan dan dikenalkan. Sementara jika selfpublishing, kemampuan penulis dalam memperkenalkan karya memang harus diatas rata-rata. Bayangkan saja, jika di penerbit besar buku didistribusikan di toko buku, maka jika penerbit indie, atau bahkan kita yang selfpublish, pemasarannya tidak seluas itu. Biasanya kita hanya akan menjual online buku.


3. Persaingan Ketat, Penulis Harus Serba Bisa

Yups, era teknologi mendorong seseorang untuk lebih kreatif. Bayangkan saja, jika di luar sana banyak penulis yang pintar jualan dan membranding dirinya untuk dikenal orang banyak, maka mereka lebih unggul.

Tulisan keren, penulisnya keren, pintar jualan, wah, lengkah sudah. Bayangkan saja jika penulis hanya nulis. Ya, begitu deh. 

Makanya, kreativitas itu akan terus terbentuk. Cara jualan seseorang pun akan berbeda-beda. Strategi akan terus diulik.

Belakangan banyak penulis yang memilih jasa bookyoutuber, bookstagrammer, blogtour, dan lain-lain.

Itu adalah bagian dari cara penulis dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat. Semakin sebuah buku dibicarakan, maka semakin besar kemungkinan buku tersebut terkenal, viral, dan akhirnya banyak yang membeli.



4. Nulis Bukan Hanya Soal Hobbi, Tetapi Juga Sebagai Pekerjaan Utama

Keren sekali kan, jika menulis menjadi salah satu pekerjaan tetap. Dan untuk menajadikan menulis sebagai pekerjaan tetap, kita memang harus banyak mempersiapkan sesuatu.

Banyak hal yang awalnya dikira lelucon, tapi jadi pekerjaan. Blogger, youtuber, dan lain-lain (yang berhubungan dengan teknologi), mungkin pada awalnya tidak diarahkan untuk menjadi pekerjaan utama. Nyatanya, banyak sekali sekarang yang memilih sebagai blogger. 

Begitupun dengan penulis-penulis fiksi. Banyak juga yang menjadikan menulis sebagai penghasilan utama. Ya, kuncinya adalah: seseorang pintar jualan, dan memiliki penggemar yang siap untuk mengkonsumsi karya-karya penulis tersebut.

Belakangan, banyak banget penulis wattpad yang melambung namanya. Mungkin sebagian dari mereka tidak menyangka tulisannya bisa dikonsumsi banyak orang.

Ya, karena mereka berpotensi besar dalam penjualan karya (karena telah memiliki banyak pembaca), jelas itu menjadi peluang. Baik bagi penerbitan, juga bagi para penulisnya.

Itulah 4 alasan kenapa penulis harus pintar jualan. Ya, jika sekarang belum mahir jualan, jangan berkecil hati, sebab bisa dipelajari. Nikmati prosesnya, kita bereng-bareng berjuang. 

Jualan menjadi tantangan tersendiri. Inget deh, yang awalnya bilang: jualan bukan kerjaan penulis. Ya, lama-lama bakal butuh juga.  Lihat saja. Dunia itu kejam bung. Hehehe.

Banyak kok buku-buku tentang marketing yang bisa dipelajari. Inshaa allah, buku-buku tersebut akan sangat bermanfaat untuk kemampuan kita berjualan.

Selamat berkarya. Jangan hanya berkarya, tapi kita juga harus pandai memperkenalkan karya. Xixi.










0 komentar:

Posting Komentar

Berkomentar dengan baik ya. Ditunggu masukan yang membangun.

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html