Sabtu, 12 Januari 2019

Ternyata! ini Dia Sejarah Pameungpeuk yang Belum Banyak di ketahui


Ternyata! ini Dia Sejarah Pameungpeuk yang Belum Banyak di ketahui
tripadvisor.co.id
www.ujwar.com - Ternyata! ini Dia Sejarah Pameungpeuk yang Belum Banyak diketahui - Daerah Pameungpeuk, Kabupaten Garut ini berbatasan langsung  dengan Samudra Hindia. Dahulu namanya bukan Pameungpeuk tapi Nagara, penamaan Nagara ini di ambil karena daerah tersebut akan di proyeksikan menjadi pusat keramaian, karena akan di bangun  pelabuhan bertaraf internasional. Perubahan nama dari Nagara menjadi Pameungpeuk berkaitan dengan cerita batu yang menyumbat atau dalam bahasa sunda yaitu Meungpeuk, di aliran Sungai Mandalakasih, dahulu sungai ini bernama Cipelebuh. Hingga saat ini batu itu masih ada dan di amankan di Kampung Kaum Kaler di belakang Masjid Besar Pameungpeuk.

Ada dua versi mengenai batu bendungan tersebut, versi pertama menyebutkan, di buat oleh prajurit Prabu Gesan Ulun dari Sumedang Larang. Konon, Raja Sumedang Larang mendapat wasiat dari sang ayah yaitu Pangeran Santri. Wasiatnya yakni apabila Pangeran Santri meninggal maka jasadnya harus di buang ke aliran sungai, jika jasad Pangeran Santri tersangkut di sebuah aliran sungai maka sungai itu harus di timbun dengan bebatuan, dalam istilah sunda yaitu di Peungpeuk. Ternyata jasad Pangeran santri yang di buang di Sumedang sampai juga ke Pameungpeuk yaitu di aliran Sungai Mandalakasih. Sesuai dengan wasiat yang di berikan ayahnya maka anaknya  tersebut langsung mengerahkan para prajurit kerajaan untuk membendung (Meungpeuk) sungai tersebut dengan batu. Versi kedua menyebutkan, batu-batu itu tidak ada kaitannya dengan kerajaan Sumedang larang, batu-batu itu muncul setelah tsunami. Batu-batu itu terseret oleh arus tsunami ke Sungai Mandalakasih dan menyumbat aliran Sungai Mandalakasih. Ternyata tsunami di Pantai Selatan pernah terjadi juga di masa Hindia Belanda.

Adanya kedua versi tersebut pasti menyebabkan perdebatan. Namun jika menurut logika tidak ada aliran sungai dari sumedang yang bermuara ke Pameungpeuk dan sekitarnya. Jadi, mustahil Jenazah Pangeran Santri sampai ke Sungai Mandalakasih. Dari sisi sejarah berbeda antara Pameungpeuk dan Garut Utara. Sebelum kabupaten Garut berdiri, wilayah Garut Utara sebagian besarnya masuk ke Kabupaten Sumedang, sedangkan Pameungpeuk sebelum menjadi bagian wilayah garut, dulunya termasuk ke bagian dari Sukapura (Tasikmalaya). Jadi, kumandang kekuasaan sumedang akan sangat lemah dan bahkan tak ada, berbeda dengan sejarah Garut Utara yang sangat kental dengan Sumedang. Ada tulisan lama berbahasa sunda membahas tentang sejarah Pameungpeuk, tulisan tersebut di muat dalam majalah “poesaka Soenda” yang terbit pada april-Mei tahun 1924, dan berjudul “Sadjarah Pameungpeuk” yang di tulis oleh A Ganda Prawira. Tulisan inilah yang menyebutkan bahwa, batu yang berada di sungai Mandalakasih tersebut ada karena terseret oleh tsunami. Tulisan ini selain membahas tentang adanya tsunami pada zaman dulu, juga membahas tentang gagasan pembangunan pelabuhan bertaraf internasional.

Dahulunya Pameungpeuk merupakan area Hutan Balantara, dan tempat bermukimnya Hewan Buas. Tidak jauh dari hutan ada perkampungan yang padat penduduk yaitu Cikopo. Menurut tulisan tersebut, warga Cikopo umumnya adalah Santri yang kaya raya, walaupun kapal di sini belum di lengkapi mesin yaitu hanya kapal layar, namun warga di sini sudah banyak yang pergi haji menggunakan kapal layar tersebut. Menurut tulisan tersebut, Pelabuhan rencananya akan di bangun di lokasi Cilauteureun. Itulah sebabnya kenapa lokasi tersebut di namakan cilauteureun, karena di sini akan dijadikan sebagai tempat pangeurenan atau pemberhentian semua kapal laut. Tapi sayang rencana itu hanya terdengar kumandangnya saja, gagasan pembangunan pelabuhan bertaraf internasional itu pun kini tidak di sebut-sebut lagi.

0 komentar:

Posting Komentar

Berkomentar dengan baik ya. Ditunggu masukan yang membangun.

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html