5 Kelebihan Novel Through Our Grief!

5 Kelebihan Novel Through Our Grief!
doc. Pribadi



Ujwar.com - 5 Kelebihan Novel Through Our Grief! – Hallo guys, ketemu lagi dengan Ujwar pada review kali ini. Pada kesempatan kali ini, saya akan mereview buku Through Our Grief, novel Karya Adelina Mayang, terbitan Laksana (Diva Press), 2019.

Menjadi salah satu pembaca Through Our Grief bagiku merupakan sebuah kebangaan. Puas baca novel ini. Aku kasih bocoran ya. Aku tipe orang yang kalau nggak suka dengan sesuatu (bacaan), langsung tutup buku, nggak peduli buku tersebut baru dibeli, atau bahkan baru halaman pertama.

Namun membaca novel ini, aku dibuat tertarik sejak Bagian 1. Jelas saja, aku bersemangat dalam menyelesaikan buku yang panjangnya 220 halaman ini.  Butuh waktu 4 jam aku membaca buku tersebut, hingga tamat, hingga perasaanku campur aduk.

Kenapa aku bisa setertarik itu dengan Through Our Grief?

Sebelum membahas kelebihan novel, izinkan aku sedikit menjelaskan jalan cerita dari novel tersebut.

Mengenai Through Our Grief:

5 Kelebihan Novel Through Our Grief!
doc. Pribadi


Novel ini bercerita tentang sepasang suami istri, yang sangat bahagia. Nadin namanya. Baginya, kehadiran Pandu—sang suami. Juga kehadiran Kayla—anak lucu, cerdas dan imut, merupakan sumber kebahagiaan terbesar. Dia rela melepaskan karir. Dia rela sepenuhnya menjadi istri bagi Pandu, juga ibu bagi Kayla.

Kebahagiaan itu terus berjalan beberapa tahun. Kayla tumbuh menjadi anak yang menggemaskan. Pandu dan Nadin sangat sayang kepada anak mereka. Dan senantiasa meluangkan waktu untuk melihat pertumbuhan sang buah hati.

Namun, sebuah kebahagiaan ternyata tidak selalu berjalan mulus. Ketika ada bahagia, di sana juga ada luka. Kehancuran yang tak pernah mereka bayangkan tiba-tiba muncul. Mengagetkan. Membuat mereka seperti ada di dua alam berbeda.

Kayla tiba-tiba hilang. 

STOOOP!

Wakakaka. 

Sampai sana, nggak spoiler kan ya? Enggaklah. Toh di back covernya juga kurang lebih tulisannya begitu.

Well, entah kenapa, membaca novel tentang keluarga, rumah tangga, selalu menjadi kesukaanku. Serius. Dulu pernah baca The Unbroken Vow. Keren juga. Aku memiliki feeling, kalau membaca novel Through Our Grief ini bakal bikin aku nggak tenang. Dan ternyata memang benar.

Berikut ini adalah alasan, kenapa aku puas dengan novel ini:

doc. Pribadi


1. Bahasa yang Ringan

Di novel ini, penulis sangat pintar meramu kata-kata menjadi kalimat yang ringan dan sangat mudah dimengerti. Diksinya pas. Cocok buat aku yang kadang males nyari arti kata (Jangan ditiru ya guys, ini kebiasaan jelek :D).

Ya, proses membaca buku ini sangat  cepat bagiku. Selesai dalam dua kali duduk. Dua jam pertama, aku baca di pukul 4 – 6 sore. Selanjutnya. Aku baca pukul 9 – 11 malem. Setelahnya, aku tidur nyenyak sekali.

Bacanya nggak ngebut sih. Karena membaca novel adalah hiburan, maka aku mencoba menikmati bab per bab. 

2. Multi Genre

Bagiku novel ini multi genre. Alias banyak yang diselipkan. Satu sisi, aku senyum-senyum melihat kebahagiaan keluarga kecil mereka. Sisi lain, aku terpukul, tegang, sempat berkaca-kaca. Selanjutnya, aku tertawa (ada bagian yang membuatku berpikir bahwa Nadin dan Pandu adalah pasangan ideal, impianku  suatu saat :D)

Well, puasss. Aku puass.

3. Buku Nggak Terlalu Tebal

Yeah, aku sendiri lebih suka novel yang nggak terlalu panjang. 220 halaman bagiku merupakan jumlah yang pas untuk menemani rasa bosan. Terbukti, aku bisa menyelesaikan novel itu dalam dua kali duduk saja.

Kalau ini, kembali lagi ke selera sih ya. Ada yang suka novel tebal, yang bisa dijadikan bantal ketika tidur, ada pula yang suka novel dengan jumlah halaman yang  tidak terlalu panjang, atau tidak terlalu pendek.

4. Isinya Nggak Norak

Ini novel romance. Novel keluarga. Kisah perjuangan dan kisah cinta pasangan suami istri. Aku nggak nemuin hal-hal nyeleneh di novel ini, yang liar, yang bikin (maaf) konek :v (Hahaha). Pokoknya, adegan-adegan romantis di sini itu nggak ngumbar-ngumbar sesuatu yang, you know lah. Karena menurutku, adegan romantis nggak harus dijelasin secara rinci dan bikin gelisah pembaca :v.

Ada beberapa degan romantis, yang justru bikin aku senyum-senyum. Kagum aja sama penulisnya. Dia bisa memperlihatkan keromantisan dengan sudut pandang berbeda. Aku syuka.

5. Covernya Keren

Cover berpengaruh juga lho, terhadap mood pembaca. Yes, aku suka covernya. Gaya-gayanya sih kaya cover sastra gitu ya. Kirain novel ini bahasa yang nyastra banget, ternyata enggak juga. Covernya bikin aku pengin meluk.

6. No Typo

Em, entah aku yang nggak teliti, atau buku ini memang bersih dari typo. Hehe. Yang jelas, aku nggak nemu typo satu pun. Bersih, sih. Dibacanya juga enak. Kita hanya fokus ke jalan cerita tanpa mikirin kesalahan tulisan. Good.

Yeah, itulah 6 kelebihan novel Through Our Grief karya Adelina Mayang. Kukira, kalian nggak bakal nyesel deh, baca novel ini.

Namun, di balik itu, ada satu dua hal yang aku kurang suka (sekali lagi, mungkin ini masalah selera). Salah satunya adalah kemunculan tokoh baru yang kurasa datang tiba-tiba. Ya, mungkin penulisnya punya tujuan. Jelas si tokoh baru ini datang membawa misi. Yang bikin keadaan rumah tangga Nadin dan Pandu makin keruh.  Eh, kok jadi gemes ya sama si tokoh baru ini. Wakakaka. Yang mau ikut gemes, bisa baca novelnya :D

Yups, itulah reviewku soal novel Through our Grief. Kukasih nilai 4 dari 5 bintang. Bagiku, novel ini sangat seru buat diikuti. Siapin tisu sebelum baca :’)

Ada yang sudah baca novel ini?









10 Komentar untuk "5 Kelebihan Novel Through Our Grief!"

  1. Waaahh! Kayanya musti beli nih, soalnya kalo dilihat kelebihan dan ratenya, jadi pengen ke tokbuk

    BalasHapus
    Balasan
    1. wakakakaka. yups. ini keren. Nggak bakal nyesel deh :D

      Hapus
  2. Belum baca, tapi tertarik setelah baca reviewnya. Aku juga suka covernya. Kelihatan artistik ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yups. Bener banget. COvernya keren banget :D

      Hapus
  3. Aku jadi penasaran kang. Suerr. Harus nabung ini buat beli novelnya๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayo ayooo. Sekalian buat belajar novel jenis keluarga gini :D

      Hapus
  4. Wow lengkap banget reviewnya. Salut selalu saa reviewer buku yang seperti ini. Kumplit banget

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehehe. IYa niiiiiih :D Ayo diborong bukunya kak SHirei :D

      Hapus
  5. Belum pernah baca. Tapi, kayaknya patut untuk dibaca ... jadi pengen baca. Tapi, toko buku disini gak ada :')

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yups. Kayaknya keren. BUku itu terbitan 2019 lho ya :D Jadi masih anget banget.

      Hapus

Berkomentar dengan baik ya. Ditunggu masukan yang membangun.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel