Seram! Inilah 6 Fakta di Gunung Guntur

Ujwar.com - Seram! Inilah 6 Fakta di Gunung Guntur - Dibalik kegagahannya, ternyata Gunung Guntur menyimpan sebuah misteri. Baca juga :Mengupas Misteri Leuweung sancang Garut, Bikin Merinding

Namun tidak semua orang mengetahui tentang misteri tersebut. Inilah beberapa misteri yang terdapat di Gunung Guntur. 
Seram! Inilah 6 Fakta di Gunung Guntur
JanganLupaBahagia.com


1. Asal-Usul Gunung Guntur

Kisah legenda gunung Guntur terjadi pada masa kekuasaan kerajaan Timanganten yang dipimpin oleh Sunan Rangga Lawe. Alkisah Sunan Rangga Lawe memiliki saudari perempuan yang bernama Maharaja Inten Dewata yang tidak tinggal di kawasaan kerajaan. Dengan didampingi pelayannya, Batara rambut Putih, ia lebih memilih tinggal di pelosokan desa bernama Kerobokan.

Pada masa itu, kawasan kerajaan yang diduduki kerajaan Timanganten mengalami kekeringan  karena musim kemarau yang panjang. Melihat rakyatnya yang hidup dengan kekurangan air, maka Sang Raja memerintahkan kepada para Staf dan Mentri untuk mencarikan lokasi yang strategis untuk dibuat Bendungan atau Danau.

Setelah melakukan pencarian, salah satu Staf  berujar memberitahukan kepada Sang Raja bahwa telah menmukan tempat yang dirasa cocok untuk dibuat Danau. Ternyata setelah diselidiki, tanah yang akan dibuat Danau tersebut adalah kawasan yang dimiliki oleh kakak perempuannya yaitu Maharaja Inten Dewata. Mengetahui hal tersebut, Raja Sunan Rangga Lawe mengutus salah satu Stafnya untuk menemui kakak perempuannya dan meminta izin untuk membuat Danau atau Bendungan di atas tanah milik kakak perempuannya.

Akan tetapi, Maharaja Inten Dewata tidak memberikan izin. Dikarenakan tanah tersebut adalah satu-satunya tanah yang ia miliki. Sang Raja memaklumi atas penolakan tersebut dan akan mtmbatalkan proyek pembuatan tanah tersebut. Lalu mencari solusi lain untuk menghadapi masalah kekeringan di kawasan Kerajaan.

Setelah mendengar penolakan dari Maharaja Inten Dewata, seluruh rakyat mendesak kepada Raja agar segera dibuatkan Danau tersebut. Salah satu Mentri senior membujuk Sang Raja agar Sang Raja segera membuatkan Danau tersebut.

Termakan dengan omongan sang Mentri, Sang Raja langsung memerintahkan semua abdi dalem agar segera melaksanakan pembuatan Danau tersebut di atas tanah Maharaja Inten Dewata. Bahkan Raja sendiri ikut turun tangan untuk memimpin pembuatan Danau tersebut.

Pembuatan Danau selesai. Namun ada duka dari Mahaharja Inten  Dewata. Dengan perasaan  marah karena perbuatan adiknya yang semena-mena membuat Danau besar ditanah miliknya. Kemudian  Maharaja Inten Dewata meninggalkan kediamanya dan menuju gunung Kecil (hari ini disebut gunung Putri). Dan dia berencana akan pergi ke gunung Kutu ( hari ini disebut gunung Guntur) ia akan melihat desa kerobookan dari atas sana. Kemudian Maharaja Inten Dewata meminta kepada Batara Rambut Putih agar dibuatkan wadah air dan sekepal tanah. 

Setelah mendapatkan air dan sekepal tanah, ditemani Batara Rambut Putih, Maharaja Inten Dewata pun bergegas menaiki gunung Kutu. Sesampainya di puncak, ia menumpahkan air yang dibawanya dan menyebarkan tanah yang dikepalnya. Kemudian turun kembali dan naik kembali ke gunung Kecil.

Sesaat setelah sampai di puncak gunung Kecil, tiba-tiba saja seluruh kawasan kerajaan Timanganten ditutupi awan gelap, seperti malam, gulita dan kelam. Letusan dahsyat terdengar dari arah gunung Kutu, mengakibatkan hujan api dan batu ke kawasan kerajaan, menghancurkannya. Saking hebatnya, gunung-gunung yang berada di sekitar gunung Kutu ikut tergoyang. Sangat mengerikan, bagaikan dunia mau kiamat.

Semua rakyat sangat ketakutan, mereka memilih meninggalkan desa itu dan mengungsi ke daerah lain, seperti Cianjur, Bandung, Karawang dan daerah lainnya, membuat kawasan kerajaan Timanganten kosong tak berpenghuni. Letusan gunung Kutu menghapus peradaban kerajaan Timanganten dari dunia.

Menyadari betapa mengerikannya kemarahan sang kakak perempuan, akhirnya Sunan Rangga Lawe menemui Maharaja Inten Dewata, memohon ampunan sambil mencium kaki kakak perempuannya itu. Sang kakak pun memaafkannya dan tiba-tiba bencana besar tersebut berhenti seketika.

Setelah mendengar tolakan Maharaja Inten Dewata untuk pulang, sang raja pun kembali ke desa Korobokan. Namun kawasan tersebut terlihat kosong tak berpenghuni, luluh lantah, bahkan tak nampak satu pun hewan peliharaan.

2. Sejarah penamaan Gunung Guntur

Setelah terjadinya letusan gunung Kutu, maka banyak orang-orang yang menyebut gunung Kutu sebagai gunung Guntur. Guntur memiliki makna “halilintar” yang menggambarkan letusannya seperti halilintar, mengagetkan dan bergemuruh.


3. Merupakan Gunung Berapi Paling Aktif di Indonesia, Bahkan Mengalahkan Gunung Merapi

Dalam bukunya yang berjudul 13 Goentoer, Java Tweede Afduling, De Vulkaan en Vulkanische Verschjnslen West-en Midden-Java yang ditulis di tahun 1850. Franz Wilhelm Junghuhn (German) menuliskan tentang betapa aktifnya gunung Guntur di era tahun 1800-an. Dia menuliskan bahwa.

Gunung Guntur adalah gunung paling aktif di Indonesia, mengalahkan gunung Merapi di Provinsi Jawa Tengah. Pada kurun waktu dari tahun 1800 hingga 1847, gunung Guntur sudah meletus sebanyak 21 kali. Bila dirata-ratakan, meletus pada 2 tahun sekali.

4. Sejarah Letusan Gunung Guntur

Seperti yang sudah diceritakan, pada era-nya gunung Guntur pernah menjadi gunung yang  sangat aktif. Bahkan mengalahkan gunung Merapi di Provinsi Jawa Tengah. Setelah itu, aktivitasnya kini kian menurun.  Pada umumnya, erupsi gunung Guntur disertai dengan letusan material vulkanik, lelehan lava dan lapili. Catatan menunjukan bahwa gunung Guntur meletus pada tahun.

1690, 1777, 1780, 1800, 1803, 1807, 1809, 1815, 1816, 1818, 1825, 1827, 1828, 1829, 1832, 1833, 1834-35, 1836, 1840, 1841, 1843 dan terakhir pada tahun 1847.

5. Bila Gunung Guntur Meletus 

Pak Surono yang merupakan pimpinan Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan bahwa gunung Guntur adalah salahs atu gunung yang harus di waspadai.  
Bayangkan saja dengan letusan yang sangat dahsyat bahkan sebagian orang menganggapnya sebagai kiamat. 1,5 abad gunung Guntur menyimpan energinya. Tidak bisa dipungkiri, meskipun bukan gunung yang terlalu tinggi, namun apabila meletus gunung Guntur akan menghacurkan perkotaan yang berada disekitarnnya. Makannya kita tidak boleh lengah, tetap harus waspada.

6. Profil Gunung Guntur

Nama: Gunung Guntur, gunung Agung atau gunung Kutu
Lokasi: Kab. Garut, Jawa Barat, Indonesia
Ketinggian: 2.249 m (7.378 kaki)
Jenis gunung: Stratovolcano

Nah, itulah fakta misteri tentang Gunung Guntur yang harus kamu ketahui, semoga bermanfaat. Jangan lupa share 

Belum ada Komentar untuk "Seram! Inilah 6 Fakta di Gunung Guntur"

Posting Komentar

Berkomentar dengan baik ya. Ditunggu masukan yang membangun.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel