Wajib Tahu! ini Dia 7 kesenian Daerah Garut, Nomor 1 dan 6 Ekstrem Banget

Wajib Tahu! ini Dia 7  kesenian Daerah Garut, Nomor 1 dan 6 Ekstrem Banget
budayajawa.id
www.ujwar.com - Wajib Tahu! ini Dia 7  kesenian Daerah Garut, Nomor 1 dan 6 Ekstrem Banget - Setiap daerah tentunya mempunyai kesenian masing-masing, begitu juga Garut.  Kota Garut punya banyak kesenian, namun sayang dari sekian banyaknya kesenian hanya beberapa yang dapat bertahan hingga saat ini.  Berikut beberapa kesenian Garut :

1. Rudat
kebudayaangarut

Rudat merupakan seni pertunjukan atraksi kekebalan tubuh, berkembang di Pameungpeuk. Selain di pameungpeuk kesenian ini berkembang pula secara aktif di Cikajang dan Singajaya, dan berkembang kurang aktif di kecamatan Leles. Kesenian ini muncul sekitar abad ke-13, dan di perkenalkan oleh seorang penyebar agama islam yang lebih dikenal dengan sebutan Ajengan (Ustadz), tujuannya untuk menarik masyarakat dalam kepentingan menyebarkan agama islam. Menggunakan tetabuhan dari pohon pinang dan kulit kambing. selain melatih seni tetabuhan, di kesenian ini diajarkan pula ilmu kemahiran jasmani dan rohani serta ilmu kekebalan tubuh yaitu kebal dari benda-benda tajam maupun dari pukulan. 

2. Cigawiran
youtube

Cigawiran merupakan seni vokal yang berbeda dengan lagam tembang sunda lainnya, karena cigawiran ini menggunakan nada khas Cigawir. Selain karena nadanya yang khas, kesenian ini berkembang di lingkungan pesantren dan di jadikan sebagai media dakwah. Kesenian ini berkembang di kampung Serang, desa Cigawir, kecamatan Selaawi, dan sudah berkembang sekitar tahun 1823. 

3. Pencak Ular
wisatadigarut.com

Kesenian pencak ular ini dilakukan sambil membawa ular-ular berbisa sambil memperagakan jurus-jurus pencak silat. Ular-ular yang di bawa oleh para pemain langsung di ambil dari alam dan terbilang masih liar, namun ketika di pegang oleh para pemain seolah-olah ular ini menjadi jinak. Kesenian ini awal berkembang di kecamatan Samarang dan saat ini dikembangkan oleh sebuah perguruan bernama Paguron Sinar Raksa Muda, di kampung Pasar Kaler. Pak Kiri adalah orang yang pertama kali memiliki ide seprti ini, beliau merupakan seorang pupuhun kesenian reog ular, sedangkan yang pertama kali mementaskannya adalah Abah Engkun.

4. Hadro
budayajawa.id

Di Garut kesenian ini berkembang di daerah Bungbulang, tepatnya di desa Bojonng. Dengan nama kelompok Seni Panca Mustika, seperti pada kesenian hadro lainnya berisi musik terebang atau sejenis Rebana beserta syair-syair bernafaskan islami. Kesenian ini merupakan perpaduan antara kebudayaan arab dan kebudayaan setempat, yang dilakukan untuk upaya penyebran agama islam. Istilah hadro  berasal dari bahasa arab yaitu “Hadarah” yang berarti hadir. Hadir disini maksudnya adalah menghadirkan rasa cinta dan keyakinan terhadap islam. Di awal perkembangannya kesenian ini hanya dipentaskan pada acara maulid Nabi dan pada acara dan hari setelah kelahiran Bayi. saat ini dipergunakan pula pada kegiatan lainnya seperti; pernikahan, khitanan, acara HUT RI, acara hari jadi Garut.

5. Gesrek
detiknews

Kesenian ini sudah lama berkembang di daerah Kecamatan Pamulihan, terutama di kampung Kamongan, desa Pakenjeng, Garut. ada nuansa magis pada beberapa atraksi kesenian ini ada yang, contohnya orang yang tahan pukulan, kebal akan senjata tajam, dan kebal dari panas api. Oleh pengelola kesenian ini biasa disebut kesenian bubuang pati, bisa diartikan sebagai menaruhkan nyawa. Namun, kesenian ini sangat religius, karena doa-doa yang di ucapkan oleh para pemain berasal dari ayat-ayat Al-Qur’an.  

6. Debus 
rugeri93.4fm

Kesenian Debus ini merupakan salah satu jenis kesenian tradisional masyarakat Jawa Barat dan terdapat di daerah Pamengpeuk kabupaten Garut. Tercipta kira-kira pada abad ke-13 oleh seorang penyebar agama islam, karena dahulu di daerah tersebut masih asing dan belum mengenal ajaran agama islam secara meluas. Sampai sekarang kesenian tersebut masih di pertunjukan untuk media penghibur para tamu yang berkunjung ke daerah tersebut, selain itu sering di pertunjukan pula pada acara hajatan seperti acara khitanan, pernikahan atau pada acara hari besar umat islam.

7. Badeng
catatanHanHan

Kesenian Badeng lahir tahun 1800 pada masa para wali, mula-mulanya diciptakan oleh seorang tokoh penyebar agama islm yaitu Arfaen Nursaendari Banten yang kemudian menetap di kampung sanding, kecamatan Malangbong, Garut. Beliau dikenal oleh masyarakan dengan sebutan Lurah Acok.

itulah beberapa kesenian di Garut, terima kasih telah membaca postingan ini. semoga bermanfaat :)



Belum ada Komentar untuk "Wajib Tahu! ini Dia 7 kesenian Daerah Garut, Nomor 1 dan 6 Ekstrem Banget "

Posting Komentar

Berkomentar dengan baik ya. Ditunggu masukan yang membangun.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel