Ini Lho 7 Monumen Yang Terletak Di Jakarta

Mata Mata Politik

www.ujwar.com - Ini Lho 7 Monumen Yang Terletak Di Jakarta - Monumen merupakan sebuah bangunan yang dibuat untuk memperingati seseorang atau peristiwa yang dianggap penting oleh suatu kelompok sosial sebagai bagian dari peringatan kejadian masa lalu. Berikut ini 7 Monumen di Jakarta yang dibangun untuk memperingati peristiwa penting di masa lalu, yuk simak:
1. Monumen Patung Dirgantara

Flickr.com

Salah satu monumen yang terdapat di Jakarta adalah monumen patung Dirgantara atau yang lebih dikenal dengan nama Patung Pancoran. Monumen ini terletak di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan. Tepat berada di depan kompleks perkantoran Wisma Aldiron Dirgantara yang dahulunya merupakan Markas Besar TNI Angkatan Udara. Posisi monumen yang strategis karena terletak di pintu gerbang menuju Jakarta bagi para pendatang yang baru saja mendarat di Bandar Udara Halim Perdanakusuma.

Presiden Soekarno adalah orang pertama yang memiliki ide pembuatan patung ini, beliau menghendaki agar dibangun sebuah patung mengenai dunia penerbangan Indonesia atau kedirgantaraan. Patung Dirgantara menggambarkan manusia angkasa, yang mempunyai arti menggambarkan semangat keberanian bangsa Indonesia untuk menjelajah angkasa.

Edhi Sunarso adalah orang yang merancang patung Dirgantara, sekitar tahun 1964 - 1965 dengan bantuan dari Keluarga Arca Yogyakarta. Proses pengecorannya dilakukan oleh Pengecoran Patung Perunggu Artistik Dekoratif Yogyakarta pimpinan I Gardono. Patung Dirgantara terbuat dari perunggu, mempunyai berat mencapai 11 Ton, tinggi 11 Meter, serta kaki patung mencapai 27 Meter. Proses pembangunan Patung Dirgantara dilakukan oleh PN Hutama Karya dengan Ir. Sutami sebagai arsitek pelaksana.

2. Monumen Selamat Datang

Mata Mata Politik

Monumen Selamat Datang merupakan sebuah monumen yang terletak di tengah Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Indonesia. Monumen Selamat Datang berupa patung sepasang manusia yang sedang menggenggam bunga dan melambaikan tangan. Patung ini menghadap ke utara yang berarti mereka menyambut orang-orang yang datang dari arah Monumen Nasional.

Presiden Soekarno merupakan orang yang memiliki Ide pembuatan patung selamat datang ini dan rancangan awalnya dikerjakan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta pada saat itu Yaitu Henk Ngantung. Tim pematung Keluarga Arca pimpinan Edhi Sunarso di Karangwuni adalah yang melaksanakan pembuatan patung ini. Pada waktu pembuatan patung ini, Presiden Sukarno didampingi oleh Duta Besar Amerika Serikat yaitu Howard P. Jones, para menteri juga sempat berkunjung ke sanggar Edhi Sunarso. Pembuatan patung selamat datang memakan waktu sekitar 1 tahun. kemudian, Monumen Selamat Datang diresmikan pada tahun 1962 oleh Soekarno.

3. Monumen Pembebasan Irian Jaya

bbsnews.co.id

Monumen Pembebasan Irian Barat adalah monumen tanpa penokohan berbentuk patung yang terletak di tengah-tengah Lapangan Banteng. Monumen Pembebasan Irian Jaya dibuat pada saat perjuangan bangsa Indonesia untuk membebaskan wilayah Irian Barat mencapai puncaknya pada tahun 1962. Ide awal pembuatan monumen ini berasal dari Soekarno, selanjutnya diterjemahkan oleh Henk Ngantung dalam bentuk sketsa. Ide pembuatan monumen ini tercetus dari pidato Soekarno di Yogyakarta. 

Patung pembebasan Irian Jaya menggambarkan seorang yang telah berhasil membebaskan belenggu dari penjajahan Belanda. Patung Pembebasa Irian Jaya dibuat dari bahan perunggu dan dilaksanakan oleh Team Pematung Keluarga Area Yogyakarta dibawah pimpinan Edhi Sunarso. Pembuatan patung ini memakann waktu 1 tahun, diresmikan tanggal 17 Agustus 1963 oleh Soekarno. Kemudian monumen tersebut dirawat oleh Dinas Pertamanan DKI Jakarta.

4. Monumen Pancasila Sakti

TravelBos.ID

Monumen Pancasila Sakti dibangun atas ide dari Presiden ke-2 Indonesia yaitu Soeharto. monumen ini dibangun di atas tanah seluas 14,6 hektare, dan dibangun dengan tujuan mengingat perjuangan para Pahlawan Revolusi yang berjuang mempertahankan ideologi negara Republik Indonesia, Pancasila dari ancaman ideologi komunis.

5. Monumen Perjuangan Jatinegara

Sout of Jakarta

Monumen perjuangan jati negara dibangun untuk mengenang peristiwa-peristiwa perjuangan rakyat di Jakarta Timur pada umumnya dan Jatinegara pada khususnya. Berbagai macam peristiwa yang pernah terjadi merupakan rangkaian perjuangan di daerah-daerah seperti Pasar Jangkrik (Pasar Macan), Paseban, Kampung Melayu, Pulomas, dsb. Gubernur DKI Jakarta pada saat itu yaitu Ali Sadikin yang memprakarsai ide pembuatan patung tersebut.

Monumen Perjuangan jati negara dibangun dengan gaya realis berbentuk sosok manusia yang berdiri tegak di atas landasan yang tingginya 3 meter, menggambarkan seorang pemuda berukuran 2,5 m berdiri tegak dengan tangan sedekap (tangan di dada) sambil memeluk senapan, dipunggungnya tergantung sebuah ransel, berikat pinggang dengan dilengkapi peralatan perang seperti pistol, dompet, granat golok dan sebuah tempat minum. Di sampingnya berdiri seorang anak laki-laki setinggi 1 m  bercelana pendek tanpa baju dengan kaki telanjang, di lehernya bergantung sebuah ketepel. Di bawah patung terdapat tulisan patung perjuangan Jatinegara. Patung ini diresmikan tanggal 7 Juni 1982 oleh Gubernur KDKI Jakarta yaitu Tjokropranolo. Pembuatan patung perjuangan jati negara ini memakan waktu 2,5 tahun, bahan pembuatan patung ini adalah beton cor dan gips. pengecorannya dilakukan di Yogyakarta, dan pematungnya adalah Haryadi.

6. Monumen IKADA

Flickr.com

monumen IKADA dibuat untuk memperingati Peristiwa Rapat Ikada 19 September 1945. Dewan Harian Daerah Angkatan 45 adalah yang mempunyai gagasan awal pendirian patung ini. Peletakan batu pertama pembuatan monumen dilakukan oleh Gubernur R. Suprapto pada tanggal 19 September 1987. patung ini diresmikan pada tanggal 20 Mei 1988 oleh Gubernur Wiyogo Atmodarminto.

Patung IKADA dibuat dengan gaya modern, bagian awal monumen adalah plaza dengan ukuran 19X19 m yang melambangkan tanggal 19, landasan dengan tinggi 4 m, serta patung manusia setinggi 5 m yang mengandung arti 4+5=9, angka 9 memiliki arti bulan September atau 4 dan 5 analog dengan tahun 45 atau 1945. Landasan ini dibagi menjadi 7 segmen yang melambangkan Sapta Patria Seni Nilai Perjuangan yang terdiri dari nasionalisme, patriotisme, heroisme, pantang menyerah, kebersamaan, tanpa pamrih dan percaya diri. Bahan untuk membuat patung adalah tembaga ketok dengan ketebalan 2-3 mm dengan lama pembuatan 5 bulan. 

7. Monumen Nasional

pinterest.com

Monumen peringatan setinggi 132 meter/433 kaki yaitu Monumen Nasional atau yang lebih populer dikenal dengan nama Monas atau tugu Nasional. Untuk mengenang perlawanan dan perjuangan rakyat Indonesia untuk merebut kemerdekaan dari pemerintahan kolonial Hindia Belanda kemudian monumen ini didirikan.

Friedrich Silaban dan R. M. Soedarsono adalah orang yang mengarsiteki monumen ini, mulai dibangun pada 17 Agustus 1961 atas perintah Presiden Soekarno dan dan diresmikan pada tanggal 12 Juli 1975 oleh Presiden Soeharto.

Monumen ini dimahkotai lidah api yang dilapisi dengan lembaran emas yang melambangkan semangat perjuangan yang menyala-nyala, dan terletak di tengah Lapangan Medan Merdeka, Jakarta Pusat   yang dahulunya bernama Lapangan IKADA. 

Itulah 7 monumen yang berada di Kota Jakarat, terima kasih telah membaca postingan ini. Semoga bermanfaat. 


Belum ada Komentar untuk "Ini Lho 7 Monumen Yang Terletak Di Jakarta"

Posting Komentar

Berkomentar dengan baik ya. Ditunggu masukan yang membangun.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel