Review Buku Indonesia: Catatan Sang Murabbi!

Ujwar.com - Review Buku Indonesia: Catatan Sang Murabbi!

Review Buku Indonesia: Catatan Sang Murabbi!
doc. Pribadi



Hallo, kali ini, Ujwar ingin kembali ngobrolin buku baru. Sebenarnya, sudah lama saya ingin mereview novel ini, tetapi karena satu dan lain hal, saya baru bisa menuliskan hal-hal mengenai buku, saat ini. 

Guys, kali ini, saya akan Review Buku berjudul: Catatan Sang Murabbi, karya: Arini Hidajati, terbitan dari Laksana (Diva Press), Desember 2018, yang diperkirakan terus beredar sepanjang 2019 ini, bahkan tahun-tahun selanjutnya. 



Namun, sebelum menjelaskan secara garis besar Catatan Sang Murabbi, aku akan sedikit menjelaskan sinopsis dari buku terebut:


***

Review Buku Indonesia: Catatan Sang Murabbi!
doc. Pribadi

Buku ini bercerita tentang seorang gadis bernama Latifah, yang hidup di pesantren. Setiap santri dewasa di pesantrennya, diharuskan untuk memomong anak yang baru masuk, terutama anak-anak kecil, usia SD. Sebagai seorang gadis yang masih sendiri, Latifah menjelaskan suka duka menjadi seorang Murabbi.

Well, ketika menjadi seorang Murabbi, dia mendapatkan banyak pelajaran sekaligus masalah, dari mulai anak momongannya yang nakal, sering kabur, bahkan sering menangis. Namun, di balik itu, dia mendapatkan sesuatu, yang tidak didapatkan orang-orang pada umumnya. Terutama orang-orang yang tidak mondok seperti dirinya.

Perjalanan itu terus berlanjut. Hal-hal unik, terus ada dalam hari-harinya. Kasih sayang dan cinta tumbuh. Hingga rindu yang selalu mengendap dari awal, tak pernah hilang. Dan hal-hal yang mungkin dirasa tidak mungkin terjadi, terjadi di akhir cerita. 

***

Nggak Spoiler kan? Nggak-lah ya. Hehehe.

Baiklah, pertama-tama, aku ingin mengatakan, bahwa awalnya, kukira Catatan Sang Murabbi adalah novel. Ya, penceritaannya sih mirip novel. Ada narasi, deskripsi, dialog (beberapa), juga unsur-unsur lain. Setelah ditelusuri sampai akhir, ternyata buku ini lebih mirip catatan, recount, atau mungkin Diary. Ya, itu menurutku, tapi nggak tau kalau kata yang lain.

Okey, berikut ini adalah beberapa kelebihan dari buku ‘Catatan Sang Murabbi’:


Review Buku Indonesia: Catatan Sang Murabbi!
doc. Pribadi


1. Bahasa yang Ringan dan Mengalir

Yups, buku ini asyik buat diikuti oleh siapa saja. Sebab bahasa yang digunakan sangat ringan. Ya, untuk sebuah catatan, kukira buku ini cukup menarik. Apalagi di awal Bab sudah disuguhi teka-teki menghilangnya anak momongan dari Latifah (si tokoh aku). Jelas hal ini membuat aku terus membaca.

2. Paragraf Pendek-Pendek

Nyaris di setiap buku terbitan Diva Press yang pernah kubaca, paragraf dan kalimat-kalimat yang disajikan kulihat pendek-pendek. Hal ini membuat pembaca enjoy dalam menelusuri setiap hal menarik dan kalimat yang ada. Keren sih menurutku. Ya, entah ini kebetulan, atau memang sudah menjadi salah satu hal yang ditonjolkan dalam buku-buku terbitan.

Setidaknya, dengan adanya hal tersebut, pembaca nggak akan lelah mengikuti. Kalau dalam satu paragraf kalimatnya banyak, atau bahkan menghabiskan satu halaman penuh, mungkin hal itu akan menjadi kesulitan tersendiri.

3. Pesan Menarik Dari Tokoh Aku

Hal yang terpenting, dari segala hal di buku ini adalah pesan moralnya. Di sini, penulis sepertinya memang ingin menekankan soal rindu (sesuai tagline di judul). Dan hal itu tersampaikan kepadaku. Tentang rindu seorang hamba kepada Tuhannya, rindu anak kepada orangtuanya, juga cinta antar umat manusia. 

Selain soal rindu, aku jelas ikut merasakan bagaimana para santri hidup di pesantren, yang sebenarnya, sulit dibayangkan jika aku (sebagai orang yang belum pernah mondok), ikut mondok. Apakah aku akan mampu menjalani hari-hari sebagai santri? Di mana, pesantren terkenal dengan kedisiplinan dan kemandirian. 



Yaps, setidaknya, setelah membaca buku itu, aku merasakan 3 hal yang kutuliskan di atas. Selebihnya, kuanggap biasa. Kenapa kuanggap biasa? Sebab (entah ini selera atau bagaimana), aku cukup susah menyelesaikan buku ini. Entah diriku memang malas, atau karena faktor lain.

Hem, kukira, hal ini terjadi karena sedikitnya dialog, dan kebanyakan kalimat-kalimat curahan sosok ‘aku’ yang melankolis, yang menurutku agak membosankan. Sorry to say, tapi itu memang apa yang kurasakan ketika baca buku tersebut.

Untuk menyelesaikan buku Catatan Sang Murabbi Karya Kak Arini Hidajati, aku sendiri harus memaksa diri buat baca, sampai akhirnya selesai membaca dalam waktu yang bisa dibilang lama, tidak secepat buku-buku yang pernah kubaca sebelumnya.

Namun, di balik hal yang kurang kusukai tadi, tetap saja buku ini memberikan banyak ilmu dan pelajaran bagiku. Tentang keluarga, tentang mencintai dan menyayangi, tentang perjuangan, juga tentang hal-hal yang berhubungan dengan pesantren. 

Kalau disuruh memberi nilai, kukasih 3 bintang dari 5. Buku ini masih enak untuk diikuti. Apalagi kalau related dengan pembaca itu sendiri, pasti makin mantul.

Okey guys, sekian review buku Indonesia kali ini. Semoga hari-harinya tetap menyenangkan. Selamat membaca buku-buku lain.

1 Komentar untuk "Review Buku Indonesia: Catatan Sang Murabbi!"

  1. sering dengar judulnya ternyata isinya tentang anak ponpes ya wah jadi bikin nostalgia deh :D

    BalasHapus

Berkomentar dengan baik ya. Ditunggu masukan yang membangun.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel