10 Cara Membangun Personal Branding untuk Penulis

Ujwar.com - 10 Cara Membangun Personal Branding untuk Penulis

10 Cara Membangun Personal Branding untuk Penulis
pixabay.com


Personal Branding sangat dibutuhkan oleh siapa saja, tak terkecuali penulis. Personal Branding ini bisa meningkatkan kepercayaan para pembaca terhadap kita selaku pelaku dalam pekerjaan yang kita lakukan. Ketika kepercayaan meningkat, karya kita pun akan terkena dampak positifnya. Salah satunya: laku dijual.

Maka, barikut ini adalah 10 Cara Membangun Personal Branding Untuk Penulis:

1. Share Ceritamu di Media Sosial

Ini adalah hal yang sangat penting kawan-kawan. Di zaman internet seperti sekarang, siapa saja bisa menunjukkan apa yang dia bisa. Siapa saja bisa menunjukkan pekerjaan, atau sesuatu yang menjadi identitasnya. Ya, membagikan hasil karya kita di media sosial untuk uji coba sangat dianjurkan. Selain untuk memberitahu bahwa kita juga penulis, mereka juga akan tahu kualitas karya buatan kita.

2. Membuat Quotes atau Kata-kata Meneduhkan

Bagi penulis, selain men-share (contohnya) cerpen, atau novel di media sosial, kita juga bisa membuat quotes berbobot. Hal ini akan nenambah rasa kagum mereka kepada penulis. Selain membuat quotes secara langsung, kita juga bisa menyisipkan quotes andalan dari novel kita. Ya, sebelum benar-benar diterbitkan, pembaca memang harus tahu lebih dahulu, untuk membuat mereka penasaran.

3. Selalu Membicarakan Seputaran ‘Menulis’

Yaps, membicarakan hal-hal yang berhubungan dengan hobbi, pekerjaan, dan lain-lain, merupakan salah satu cara ampuh untuk membangun personal branding kita, terutama di media sosial. Ini akan meningkatkan interaksi antara kita dengan pembaca, atau antara kita dengan penulis lain.

Kawan-kawan yang budiman, kita bisa mencoba curhat tentang proses penulisan karya kita, tentang proses riset, proses menghayal, bahkan soal perasaan kita ketika merasa sangat malas saat menulis. Memang, untuk membangun personal branding, perlu dinamika. Kita tidak hanya menyebutkan kesenangan saja, kita juga bisa menyebutkan proses sulit dalam membangun personal Branding tersebut.

4. Tunjukkan Prestasimu

Orang benar-benar percaya akan kemampuan kita ketika kita memiliki banyak prestasi, terutama di bidang yang kita tekuni. Apakah menunjukkan prestasi sama dengan pamer? Bukan juga. Ini hanya bentuk dari proses kita meyakinkan calon pembaca kita.

5. Tunjukkan Keunikanmu

Personal Branding bisa dibangun dengan menunjukkan keunikan yang kamu punya. Hal ini akan menjadi ciri khas tersendiri bagi dirimu. Misal: kamu tipe orang yang kalau update status suka nyablak bahasanya. Hal-hal seperti itu kelihatan nggak berguna, tetapi orang-orang akan ingat, ciri khas kita.

Kalau dalam segi naskah, kita bisa tunjukkan dalam gaya bahasa yang berbeda dengan penulis lain. Gaya bahasa bisa membuat orang lain ingat, tentang keunikan tulisan-tulisan yang kita buat.

6. Memulai untuk Aktif di Komunitas

Ini adalah branding juga. Ketika kamu mengaku sebagai penulis, kurang afdhal jika seandainya kamu hanya diam di rumah untuk menulis. Cobalah aktif di komunitas menulis. Berkenalan dengan penulis lain, dan bahkan mulai menunjukkan keahlian dirimu tersebut. Selain branding kita terbangun di media sosial, branding itu juga terbangun secara nyata, di hadapan penulis-penulis lain.

7. Memulai Aktif Mengisi Kelas Menulis

Apakah kelas menulis penting? Sangat penting menurutku. Entah sebagai peserta, atau pengisi materi (alias pemateri). Hal ini bertujuan untuk menunjukkan pula bahwa kita menulis bukan hanya untuk diri sendiri. Tetapi memang tercipta di antara teman-teman penulis lain. Juga di antara para pembaca kita. 

8. Mengikuti Lomba Menulis

Image, juga level kita akan semakin meningkat ketika kita sudah berani mengikuti lomba-lomba menulis. Terutama ajang bergengsi yang sering diikuti oleh penulis senior dan penulis hebat. Ini berhubungan dengan keberanianmu untuk mengasah di bidang lomba. Sekaligus menunjukkan keproduktivanmu.

9. Bembangun Branding, Harus Eksis

Mungkin ketika eksis, kita akan sering diperbincangkan. Entah yang baik atau yang buruk. Yang buruk biasanya: pamer! Sok bisa! Sok Pintar!; dll.

Namun, itu semua tak lagi berarti. Di dunia ini banyak hal yang harus diperhatikan selain omongan orang lain. Terutama tentang keeksisan itu sendiri.

Membangun personal branding akan lebih cepat pertumbuhannya jika kita eksis, mengikuti perkembangan zaman sekarang. Ya, jangan sampai kita malah tidak memanfaatkan media sosial yang ada.

10. Membuat Blog Pribadi

Ini tidak wajib. Tetapi untuk menyatukan tulisan-tulisan yang bisa dibaca secara umum dan gratis, kita bisa mulai membuat cerita dan tulisan-tulisan di blog pribadi. Kenapa blog? Sebab blog terlihat lebih elegan. Kita bisa curhat mengenai hal terdalam dan hal ‘nyeleneh’ sekali pun. Tidak ada yang melarang. Dan proses berekspresi ini adalah kejujuran paling ditunggu. Semakin kita jujur dalam personal branding, semakin orang akan menghargai kita.

Selain blog, kita juga bisa mulai menulis di platform lain. Pemilihan platform disesuaikan dengan keinginan dan kenyamanan pribadi kita.

Nah, itulah 10 Cara Membangun Personal Branding untuk Penulis. Sudahkah memulai menjual diri sendiri sebelum menjual produk kita? Yuk mulai.

2 Komentar untuk "10 Cara Membangun Personal Branding untuk Penulis"

  1. Oke siap. Aku dah share di facebook, link cerpen cerpenku

    BalasHapus

Berkomentar dengan baik ya. Ditunggu masukan yang membangun.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel