10 Langkah Memilih Bisnis yang Tepat Agar Tumbuh dan Berkembang

Wahgila.com - 10 Langkah Memilih Bisnis yang Tepat Agar Tumbuh dan Berkembang

10 Langkah Memilih Bisnis yang Tepat Agar Tumbuh dan Berkembang      Memilih bisnis adalah hal yang sangat krusial bagi orang yang baru akan terjun ke dunia bisnis. Mengapa? Sebab, bisnis bukan main-main. Banyak hal yang dipertimbangan, agar bisnis yang kita pilih tumbuh dan berkembang, bahkan tanpa rugi.    Nah, kali ini, saya akan menuliskan langkah-langkah ketika memilih bisnis. Agar tidak salah langkah, dan menjadi kesalahan yang fatal. Kalau sudah salah, itu akan menjadi boomerang bagi kita semua.
pixabay.com

Memilih bisnis adalah hal yang sangat krusial bagi orang yang baru akan terjun ke dunia bisnis. Mengapa? Sebab, bisnis bukan main-main. Banyak hal yang dipertimbangan, agar bisnis yang kita pilih tumbuh dan berkembang, bahkan tanpa rugi.

Nah, kali ini, saya akan menuliskan langkah-langkah ketika memilih bisnis. Agar tidak salah langkah, dan menjadi kesalahan yang fatal. Kalau sudah salah, itu akan menjadi boomerang bagi kita semua.

1. Riset Pasar Terlebih Dahulu

Riset menjadi langkah nomor satu dalam memilih bisnis. Riset bertujuan untuk mengetahui seberapa berpeluang bisnis kita jika benar-benar dibuka. Banyak bisnis yang terlihat berpeluang, nyatanya tidak. Ya, itu semua disebabkan oleh kita yang sering mengira-ngira sesuatu. Selalu memutuskan sesuatu berdasarkan perasaan. Maka, untuk bisa benar-benar maksimal dalam memilih bisnis, kita wajib tahu, barang apa yang paling laris, dan berpeluang.

Kita bisa riset di google, di marketplace dan di toko-toko online lain. DI marketplace, kita bisa melihat produk terlaris. Bisa dibayangkan, produk terlaris itulah yang nanti akan menjadi peluang. Kita bisa ikut berjualan produk tersebut, dan mengurangi kerugian karena tidak laku.

2. Pilih Usaha yang Berjangka Waktu Panjang

Memilih usaha yang Berjangka waktu panjang adalah satu hal yang harus diperhatikan. Mengapa? Sebab, usaha yang bisa dipertanggungjawabkan waktunya, dan dirasakan akan selalu hidup sampai kapan pun, berpeluang memberikan keuntungan. Berbeda dengan usaha musiman, yang lama-lama akan mati.

Ya, namanya usaha musiman. Usaha tersebut akan laris manis di awal, tapi lihat beberapa tahun ke depannya. Jangan sampai dirimu rugi.

Contoh usaha yang berjangka panjang adalah: pakaian, makanan pokok. Yaps, kedua hal itu sudah pasti berjangka panjang. Siapa sih yang nggak butuh baju? Siapa sih, yang hidup nggak perlu makan?

3. Pilih Usaha Berdasarkan Keresahan

Jika kemudian kita tidak merasa cocok dengan usaha yang ‘sudah terlalu banyak’ dan berserakan. Saingan juga sangat keras. Maka kita bisa membuat usaha, yang mungkin tak terpikirkan, tetapi justru menjadi tonggak yang cukup kuat.

Aku kagum kepada pendiri Bukalapak, Tokopedia, Ruang Guru, Gojek, dan start up lainnya. Mereka usaha karena keresahan mereka akan suatu hal ‘sulit’. Ketika pada awalnya susah cari kendaraan, berkat perusahaan ojek online, semuanya serba mudah. Berkata pasar online juga, kita sebagai manusia jadi gampang mencari produk yang diinginkan.

4. Pilih Usaha yang Perputaran Uangnya Cepat

Ya, perputaran uang cepat memang lebih gampang untuk kita mendapatkan keuntungan dan melihat perkembangan dari usaha. Berbeda dengan usaha yang perputarannya lama. Contoh usaha yang perputarannya cukup lama adalah bisnis perhiasan, modalnya juga cukup besar.

Untung usaha yang perputarannya cepat, kita bisa mengambil usaha makanan, atau pakaian. Usaha yang berhubungan dengan kebutuhan-kebutuhan kita.

5. Pilih Usaha yang Gampang Dipasarkan Secara Online

Benar guys. Ini wajib bin harus. Semakin sini, perkembangan teknologi itu semakin cepat. Siapa yang tidak berjualan online? Hampir semua orang berpindah berjualan di internet. Maka, mulai dari sekarang, kita harus memilih bisnis yang juga bisa dipasarkan secara online dan pengiriman cukup lama.

Contoh: pakaian, aksesoris, makanan ringan kemasan.

Berbeda dengan makanan basah yang tidak bisa dipasarkan secara online. Kalau pun bisa dikirim, maka akan basi di perjalanan.

6. Pilih Usaha Awal dengan Modal Kecil

Kebanyakan orang yang mau usaha merasa modal adalah nomor satu. Namun, kita yang baru awal terjun, lebih baik memilih usaha yang bisa dilakukan dengan modal kecil, bahkan tanpa modal. Usaha yang mungkin tanpa modal salah satunya adalah: menjual jasa. 

Wah, bisnis yang menjual jasa, atau skill ini, yang kemudian bisa berpotensi menghasilkan uang banyak tanpa harus keluar modal. Seperti jual lukisan (diri sendiri yang meluksi), jual beli tulisan, jual beli desain, jual-beli hasil terjemahan, dan lain sebagainya.

7. Pilih Usaha yang Benar-benar Kita Sukai

Banyak orang yang kadang juga memilih usaha karena tren tadi. Sedang naik, kita pilih. Ya, kalau bisa mengembangkan sih tidak masalah. Namun banyak orang yang justru berhenti di tengah jalan karena terget awalnya hanya keuntungan.

Sementara, bisnis yang memang berhubungan dengan sesuatu yang disukai biasanya akan bertahan lama.

Contoh: Aku memilih usaha penerbitan buku, sebab aku memang hobbi nulis. Ingin menerbitkan buku di penerbit sendiri juga.

Contoh lain, seseorang membuka rumah makan, karena dirinya suka masak. Dengan begitu, bisnis yang berhubungan dengan hobbi akan membawa aura yang lebih positif.

8. Setelah Memilih Usaha, Pastikan Kita Bisa Membuat Sistem

Guys, aku pikir, sistem ini menjadi sesuatu yang menjalankan perusahaan. Banyak orang yang rugi besar, gara-gara sistemnya salah, atau paling tidak: tidak sesuai dengan yang semestinya. Sistem antara perusahaan satu dan yang lain jelas berbeda. Hal ini menggambarkan, bahwa sebagai calon pebisnis, kita memang diharuskan untuk bisa berpikir jernih dalam membentuk sistem dari usaha kita. Dengan begitu, semuanya akan lebih terarah dan tersusun.

“Usahaku kan baru buka. Masih kecil lagi!”

Justru itu, selagi usahanya masih kecil, kita mengurusi sistem dari yang terkecil hingga terbesar pun tidak akan terlalu ribet. Bayangkan jika usaha sudah besar, tetapi sistemnya acak-kadut. Bisa dipastikan kalau untuk naik ke jenjang selanjutnya, ada kesulitan. Bahkan bisa mengakibatkan kerugian.

9. Pastikan Sebagai Orang Pertama, Kita Harus Serba Bisa

Pemilik usaha pertama, alias kita, adalah artis di dalam bisnis. Kita harus multitalenta. Kita harus bisa negosiasi, harus bisa keuangan, harus bisa marketing, harus bisa packing barang, dan semua hal yang berhubungan dengan bisnis.

Menjadi seorang business owner tidaklah mudah. Kalau di awal-awal saja sudah mengeluh dan ingin merekrut karyawan, sementara buat modal usaha juga nggak ada, mau bagaimana? Setidaknya, satu atau dua tahun pertama, owner akan babak belur. Dan itu memang suatu keharusan. Kecuali kalau kamu punya modal banyak, sehingga di awal-awal sudah sangat mapan bisa mengadakan segalanya.

Untuk hal ini, kita bisa belajar sambil berjalan. Karena pelajaran terpentingnya adalah saat melakukan usaha tersebut.

10. Setelah Memiliki Bisnis, Jangan  Berganti-Ganti Usaha

Baru satu bulan, karena sepi, sudah ganti bisnis. Hoamz, kalau begini, tidak akan ada yang namanya perkembangan. Itulah kenapa riset sangat penting. Ketika kita sudah memilih satu bisnis, dan diyakini prospek kedepannya akan bagus, maka seharusnya kita tidak akan mengalami masalah seperti ini.

Banyak orang yang ganti-ganti bisnis, lalu kemudian malah down karena merasa bisnisnya nggak maju-maju.

Sebuah bisnis akan terlihat perkembangannya dalam kurun waktu yang cukup lama. Di tahun ke 4 atau ke 5, biasanya perkembangan itu akan mulai terlihat.

Bukan berarti kita tidak boleh ganti bisnis ya. Kalau sekiranya, sudah dipertahankan dalam waktu lama, tapi tak ada perubahan, maka perlu banyak belajar. Baik soal bisnisnya, atau soal diri kita sendiri. Asal jangan ganti bisnis, padahal baru berjalan satu atau dua bulan. Hehehe.

Nah, guys, 10 Langkah Memilih Bisnis yang Tepat Agar Tumbuh dan Berkembang. Ayooo, mulai usahamu sekarang. 

Belum ada Komentar untuk "10 Langkah Memilih Bisnis yang Tepat Agar Tumbuh dan Berkembang"

Posting Komentar

Berkomentar dengan baik ya. Ditunggu masukan yang membangun.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel