10 Strategi Jualan dengan Teknik Soft Selling


Wahgila.com - 10 Strategi Jualan dengan Teknik Soft Selling


10 Strategi Jualan dengan Teknik Soft Selling
pixabay.com


Hallo, apakah kamu seorang penjual? Hemmm, pastinya, sudah tahu dong, dengan teknik soft selling? Kalau pun belum tahu, tenang saja, di sini aku akan coba bahas Teknik Soft Selling.

Soft Selling sendiri adalah teknik berjualan dengan cara lebih halus. Tidak asal jeplak bilang: Ayo dibeli! 

Namun, ada teknik-teknik tertentu, yang tujuannya sebenarnya sama saja untuk berjualan, namun dilakukan dengan teknik yang lebih lembut, untuk menarik perhatian orang lain. Karena pada dasarnya, manusia tidak suka ditawari secara garis keras. Mereka justru akan muncul saat kita menjual sesuatu, tetapi dengan cara elegan.

Yaps, cara elegan ini salah satunya dengan teknik Soft Selling. Dan sekarang, aku akan coba memberitahu 10 strategi, atau variasi yang bisa digunakan ketika kamu berjualan, tentunya dengan soft selling ini.

Berikut 10 Strategi Jualan dengan Teknik Soft Selling:

1. Berjualan sama dengan curhat

Yaps, bagiku, berjualan adalah curhat. Hum, bagaimana bisa curhat bisa dijadikan sebagai bentuk berjualan, atau berjualan sama dengan curhat? Jadi bingung kan? Wakakaka.

Contoh:

Nggak nyangka suer, susu murni rasa cokelat ini diminati. Masa tadi temen gue minta dibawain satu botol lagi. Parahnya, temen-temen yang lain ikut mau beli, gara-gara temen gue yang satu itu. Mulutnya lemes banget njir. Ngomong ke orang—orang kalau susu coklat produksi gue katanya enak.

Berlebihan dasar. Tapi thanks deh. Berkat dia, susu produksi gue habis 100 botol sehari ini. Huuum. Mantul!

Yaps, itu adalah curhat, ngomongin temannya sekaligus produknya. Tapi aku yakin, intinya sama saja: jualan. Namun dibalut dengan cerita yang lebih relate dengan keseharian. Tahu sendiri kan orang-orang udah langsung kabur saat tertulis: Segera Beli .....

2. Berjualan sama dengan Story Telling

Wah, jenis apa lagi ini? Ya jenis berjualan yang halus lha guys. Teknik ini hampir sama dengan curhat tadi. Bahkan intinya sebelas dua belas. Tapi teknik story Telling ini bisa lebih luas dan lebih panjang. Bahkan bisa dikaitkan dengan keunggulan produk.

Contoh:

Tadi, tiba-tiba rektor dateng ke kelas. 

“Cepi, ke kantor Bapak bentar ya!”

Duh, gue deg-deg-an dong. Selama ini, gue emang jarang masuk kuliah. Ya, biasalah. Keseringan kesiangan gara-gara produksi dan nyiapin ini itu. Alhasil, gue cemas kali ini. Dair belakang, temen-temen gue udah neriaki cie lagi. Padahal gue lagi benar-benar nggak berdaya.

Datang ke ruangan  rektor kampus, gue makin deg-degan dong. Masa dia ngelihatin gue, kaya heran gitu. Gue kaya maling yang mau diintrograsi.

“Izin duduk, Pak.”

“Duduk, Cep ....”

Tahu kan berhadap-hadapan sama orang yang lebih tua? Mana dia pimpinan kampus. Wajah gue panas. Dugaan gue sih, wajah ini udah mirip marmut merah jambu. Duh, apa hubungannya coba.

“Ini produk kamu?”

Aku syuk dong, saat tiba-tiba dia mengacungkan botol susuk coklat produksi gue. Gue ngangguk pelan.

“Enak nih.”

Agak lega, tapi belum benar-benar lega.

“Susunya nikmat. Lebih murni manisnya. Bapak pesan 100 botol ya, buat acara rapat bulan depan. Dosen-dosen di sini harus nyobain produk yang diproduksi oleh mahasiswanya sendiri.”

Melongo. Gue kaya mimpi ....

Dan ....

“Ini uangnya .... Langsung dilunasi.”

Makin melotot dong. Dan .... setelah keluar dari ruang rektor, gue mendadak kek orang gila. Seenak itukah produk buatan gue?

Yups, kurang lebih seperti itu contohnya guys. Yuk belajar jualan dengan story telling. Lebih panjang sih, tapi worth it. 

3. Jualan sama dengan Ngeksis

Kamu pernah packing sambil foto, terus fotonya diupload di medsos? Mulai sekarang, ayo deh lakuin hal itu. Orang lain itu menunggu sesuatu yang real. Kalau kamu produksi sesuatu, foto kegiatan produksinya, upload, jangan lupa tambah caption. 

Contoh:

Widih, semangat bener ini team. Dari kemarin pesanan padet. Pantes aja sih, karyawan di sini aja tiap hari bawa produk ke rumah masing-masing. Beli! Mereka beli! Katanya anak-anak mereka wajib ngerasain susu enak ini.

Love you all (Foto sedang sibuk produksi).

4. Jualan Sama Dengan Pamer Testimoni

Nah, ini juga teknik soft selling. Kamu sering kan lihat penjual upload testimoni, atau paling nggak, bukti-bukti transper dari pelanggan? Yaps, itu teknik jualan. Intinya ingin jualan, cuman dibalut dengan hal lain.

Contoh:

Satu kali transper 2 juta. Emang susah kalo punya produk original (foto bukti transper)

5. Jualan Sama dengan Berbagi

What, kenapa bisa? Rugi dong?

Ya, nggak begitu juga kali. Berbagi di sini nggak perlu tiap hari. Jadikan berbagi ini sebagai kegiatan rutin, misal sebulan sekali, dua bulan sekali, atau terserah si empunya produk mau berbagi kapan aja. Bentuknya bisa bebas. Mau giveaway, mau kuis dan lain-lain.

Intinya: jualan. Namun dengan cara memperkenalkan produk. Dengan cara memperluas pemasaran agar orang banyak yang ngomongin. 

Jangan lupa, masukkan saja biaya berbagi macam begitu ke dana pemasaran. Jangan dari uang pribadi ya :D 

6. Jualan Sama Dengan Harus Promosi

Yaiyalah. Yuk promo. Promonya dengan halus-lah. Misal dengan menjelaskan kelebihan produk kita secara rinci dengan pembawaan yang ringan. Dalam promosi, usahakan untuk tetap jujur terhadap produk. Makanya, buat produk sebagus mungkin. Semakin bagus, kita yang promosi pun nggak akan ragu buat ngebaik-baikin produk, karena produknya emang oke. Calon pembeli pun nggak akan ragu buat beli produk kita.

7. Jualan Sama Dengan Berbagi Gambar Produk

Berbagi Gambar Produk juga ada tekniknya. Nggak langsung upload lalu pasang harga gitu aja. Upload gambar, tapi tetep, kasih caption menarik.

Contoh:

Gimana, bajunya menarik nggak? Warnanya cocok kan buat hari lebaran? Bueh, bocoran nih, baru juga keluar banner, udah ada 50 orang yang pesan. (Gambar produk).

8. Berbagi, Berbagi, Berbagi, Lalu Jualan

Teknik ini wajib dicoba bagi yang punya skill. Jika kita sudah membangun Personal Branding pada awalnya, ini akan sangat bermanfaat untuk keperluan soft selling. Kita bisa mengumpulkan orang-orang yang membutuhkan materi kita, dan setelahnya, akan ada kesempatan, mereka sekalian juga membeli produk kita.

Hal ini terjadi karena kita punya power besar. Personal Branding kita kuat. Maka berjualan pun akan semakin lancar. Buat membaca materi soal Personal Branding, cek: 15 Strategi Penting Dalam Membangun Personal Branding

9. Jualan Adalah Pendekatan

Dalam teknik Soft Selling, sebagai penjual ditekankan untuk bisa mendekati calon konsumen kita. Simpati dan empati kepada mereka, fahami keinginan mereka. Terus, sampai emosinya terikat dengan kita. 

Kembali lagi kepada kepercayaan. Ketika mereka percaya kepada kita, maka mereka juga akan percaya terhadap produk yang kita hasilkan.

Banyak orang yang awalnya biasa saja. Awalnya kenalan, ngobrol kaku, santai, sampai saling mengenal, ujung-ujungnya mereka beli produk kita saking udah deketnya.

Terus saja menambah teman, terus saja berbuat baik. Dan semua kebaikan akan berbalik ke kita. Setuju?

10. Jualan Sama Dengan Berbagi Manfaat

Yaps, di teknik ini, kita harus pandai menjelaskan apa keunggulan produk kita. Apa yang menjadi manfaat, yang tidak ada di produk lain. Dalam menjelaskan ini, bisa dalam bentuk gambar, video, atau tulisan tersendiri. Dan ya, semakin banyak manfaat, semakin produk kita akan dicari.
Nah guys, itulah 10 Strategi Jualan Dengan Teknik Soft Selling. Sudahkah berjualan dengan teknik ini? Coba yuk? Dan rasakan perbedaannya.

Belum ada Komentar untuk "10 Strategi Jualan dengan Teknik Soft Selling"

Posting Komentar

Berkomentar dengan baik ya. Ditunggu masukan yang membangun.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel