15 Strategi Membangun Kepercayaan Pembeli Online

Wahgila.com - 15 Strategi Membangun Kepercayaan Pembeli Online 

15 Strategi Membangun Kepercayaan Pembeli Online
konsultanbigpro.wordpress.com


Hallo guys, aku kembali lagi nih. Apa kabar semua? Kalau baik, alhamdulillah.

Kali ini, aku mau membagikan strategi penjual ketika berjualan secara online. Berbeda dengan berjualan secara offline, pembeli bisa langsung melihat barang, juga penjual itu sendiri. Sedangkan, jika jualan online, semuanya serba gambar, serba diduga-duga, dan serba banyak kecurigaan.

Hal ini bisa diatasi dengan yang beberapa strategi. Strategi apa saja itu? Mari simak ya ....

1. Buat Akun Media Sosial Se-Real Mungkin

Jika kamu berjualan di facebook, maka buatlah akun pribadi sealami mungkin. Seperti halnya manusia biasa yang sedang mencoba membuka lingkungan baru. Ada beberapa strategi dalam mengoptimalkan akun facebook yang bisa dibaca di artikel saya sebelumnya, di sini.

Orang-orang tidak suka jika kita serba  robot. Jika akun kita bernama ‘JUALAN BAJU’ misalkan, sepertinya kurang optimal aku rasa. Kecuali fanspage, karena memang dibuat dengan tujuan beberapa hal, salah satunya jualan.

Berbeda dengan instagram. Kalau di instagram, menggunakan produk atau nama toko sekali pun, tidak masalah. Selagi data-data di bio lengkap, juga gambar di feed unik dan menarik. Feed kita di Instagram sama seperti etalase di toko-toko. Harus menarik perhatian.

Baca juga:

2. Selalu Upload Testimoni

Ini penting. Orang akan membeli jika sudah ada bukti orang lain yang merasa puas dengan produk yang ada. Jika ada hal-hal menarik mengenai produk, bisa diupload secara berkala di media sosial. Misal dengan caption:

“Alhamdulillah, ada yang puas!”

Dengan disisipi gambar chat antara dirimu dan pelangganmu.

Dan usahakan, untuk rutin mengupload testimoni tersebut.

3. Upload Foto Barang yang Real

Banyak orang hanya mengambil barang atau foto produk yang sama dari google. Itu sih kurang worth kalau menurut aku. Kecuali, gambar itu memang buatan sendiri dan dibuat semenarik mungkin. Sesekali, kita bisa ambil gambar secara langsung, lalu upload. Biasanya, orang lebih suka sesuatu yang nyata, ketimbang sesuatu yang ‘bagus’ tapi belum tentu bagus pada kenyataannya.

4. Aktif di Keseharian

Ini sudah aku bahas di artikel sebelumnya tentang facebook, bahwa penjual tidak hanya jualan tiap hari. Butuh aktif di media sosial. Update status, update keseharian, ngadain kuis, ngadain giveaway, juga hal-hal menarik lainnya. Jangan lupa untuk berinteraksi juga terhadap teman-teman kita di media sosial.

5. Berikan Kesan Menarik dan Misterius

Manusia itu adalah aktor. Siapa saja adalah aktor. Kita harus pintar  menjadi penjual di media sosial. Salah satunya dengan kesan menarik dan misterius. Sehingga setiap kita update, postingan kita ramai. Tulisan kita, atau status kita ditunggu dan disukai.

Susah menjadi orang yang berkharisma seperti ini, tetapi semuanya bisa dicoba dengan cara:

-Membentuk sebuah hal yang bisa membangun opini orang. Bisa dari cara berbicara, berpenampilan, cara menyapa, dan lain-lain.

-Berikan kesan menarik terhadap status yang kita upload. Sehingga mereka kecanduan dengan status-status kita.

Kita bisa curhat, bisa memberikan inspirasi dengan pengalaman-pengalaman kita, bisa mengupdate opini yang mengundang interaksi, dan lain sebagainya.

Yang terpenting: teman-teman punya ciri khas.

Contoh nih. Ada yang tahu Atta Halilintar? Yups, dia terkenal dengan kata-kata ‘Asiaaap’. Ya, kawan-kawan juga mungkin bisa bikin kata-kata semodel gitu, jargon, atau apa gitu yang gampang diingat. Biasanya hal tersebut akan membangun kepercayaan dari orang-orang.

6. Menjadi Manusia Ramah

Yups. Ini sudah pasti guys. Ramah adalah hal terpenting setelah produk. Ketika kita punya produk keren, tapi cara menjual kita bikin orang eneg, ya jelas, produknya pasti akan kurang laku. Berbeda jika barang oke, penjualnya juga ramah, pasti semuanya akan berjalan dengan sangat lancar.

Ramah bukan lagi soal tatakrama dan sopan santun, tapi sudah menjadi kewajiban penjual yang nggak bisa diganggu gugat.

7. Detail Dalam Memberikan Informasi Soal Produk

Jelaskan apa adanya, sedetail mungkin, soal produk. Jangan sampai, banyak yang protes setelah produk sampai ke pembeli. Dari mulai jenis bahan, ukuran, warna, dan lain-lain. Pembeli akan lebih senang sama orang yang bisa memberikan informasi dengan jelas. Sehingga kita sebagai penjual semakin dipercaya.

8. Produk Benar-benar Bermanfaat

Ya, kepercayaan itu selain dari segi penjualnya, bisa dibangun dari produknya juga. Aku rasa sih, setiap produk yang kita jual memang ada manfaatnya bagi orang-orang tertentu. Namun di sini, jangan kawan-kawan membagikan secara rinci juga manfaat dari produk tersebut. Pokoknya, berikan manfaat dari produk itu sejelas-jelasnya, yang mungkin tak bisa didapatkan dari produk serupa yang dijual orang lain.

9. Bangun Emosional

Yaps, berjualan online berbeda dengan berjualan secara nyata (kecuali di marketplace, ya). Kita memang harus bisa menarik perhatian pelanggan. Bangun sisi emosional antara dirinya dan kita. Buat dia sedekat mungkin dengan kita. Setelah dekat dan benar-benar mengenal, mereka tidak akan sungkan jika membutuhkan sesuatu, apalagi yang berhubungan dengan produk sendiri, pasti akan secara langsung menghubungi.

10. Dengarkan Keinginan dan Keluhan Mereka

Banyak calon pembeli yang nge-test duluan nih sama penjual. Biasanya mereka akan lebih rewel, akan banyak bicara, akan banyak curhat. Sebagai penjual, kita harus bisa memposisikan diri seperti mereka. Bagaimana keluhkesah mereka ketika membeli produk sebelumnya, di penjual berbeda. Bagaimana produk yang diinginkannya, dan lain-lain.

Kita sebagai penjual bisa memberikan rekomendasi produk yang cocok untuk mereka. Kita bahkan bisa memberikan opini tentang produk tersebut yang mungkin sangat cocok jika dikonsumsi oleh pembeli kita.


11. Memberikan Perhatian Lebih Kepada Pelanggan

Tindak lanjuti. Tanyakan, apakah barang sudah sampai. Puas tidak terhadap barangnya? Ya, kita bisa minta testimoni kepada mereka. Bisa minta kritik dan saran juga untuk perbaikan kedepannya. Pokoknya, kita harus perhatian kepada pelanggan. Ketika barang belum sampai kepada pelanggan itu tugas dan tanggungjawab kita untuk membantu menanyakan kepada eskpedisi, sampai kemudian barang benar-benar sampai dengan selamat ke tangan pembeli.

12. Berikan Apresiasi

Banyak bentuk apresiasi. Misal dengan memberian bonus, memberikan potongan harga, mengucapkan terima kasih, dan lain-lain. Contoh:

“Karena hari ini Mbak belanja di toko kami melebihi 200 ribu, maka ada potongan ongkir khusus untuk Mbak.”

“Terima kasih telah Memesan Mbak.”

Dan ucapan-ucapan penghargaan lain. Pada dasarnya, semua akan berjalan ketika ada komunikasi yang baik.


13. Membuat Video/Gambar Menarik 

Di zaman sekarang, penjual juga harus kreatif. Mungkin kalau melalui media gambar, sudah sangat biasa bagi penjual online, namun bagaimana jika kita mencoba menggunakan video mengenai produk. Dari muali gambar real, kelebihan, bahan, harga, dan lain-lain. Balut semua hal mengenai produk dalam satu video. Di jamin, kepercayaan mereka akan meningkat.

14. Siapkan Sistem Pemesanan yang Baik

Kalau ini berhubungan dengan internal penjual juga. Kita harus memiliki sistem yang baik dalam berjualan. Hal sederhananya seperti: format pemesanan. Ini penting. Buatlah format pemesanan yang professional untuk diisi oleh calon pembeli. Ketika hal kecil seperti ini saja diperhatikan, maka hal-hal lain yang jauh lebih besar kemungkinan besar akan diperhatikan juga. Jangan lupa membuat sistem yang mudah bagi pelanggan. 

15. Gunakan Media Pendukung Lain

Selain produktivitas di media sosial, kita juga perlu membangun kepercayaan dengan pendukung lain. Mungkin selain online, kita juga jualan offline. Tunjukkan keramaian saat berjualan secara offline tersebut melalui media sosial. Atau kamu mungkin sering ikut pameran dan juga hal-hal menarik mengenai jual beli, bisa juga dibagikan, untuk menambah kesan percaya dari mereka kepada kita.

Nah  Itulah 15 Strategi Membangun Kepercayaan Pembeli Online. Sudahkah melakukan strategi di atas? Kalau belum, aku kita praktekkan, karena percuma kita cari cara, kalau tidak dilakukan. Semangat buat para penjual online.


Belum ada Komentar untuk "15 Strategi Membangun Kepercayaan Pembeli Online"

Posting Komentar

Berkomentar dengan baik ya. Ditunggu masukan yang membangun.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel