15 Strategi Penting Dalam Membangun Personal Branding

Wahgila.com - 15 Strategi Penting Dalam Membangun Personal Branding

15 Strategi Penting Dalam Membangun Personal Branding
sewakantorsurabaya.com

Membangun Personal Branding sangatlah penting bagi manusia. Dengan personal Branding, sedikitnya, kita telah menunjukkan bahwa kita adalah orang yang layak untuk membantu manusia lain dalam hal tertentu. Baik soal-menyoal jasa, atau pun tentang produk yang dibuat.

Pertanyaannya, bagaimana cara membangun Personal Branding.

Sebelum ke sana, aku akan menjelaskan dulu Dua jenis Personal Branding:

-Personal Branding Alami

Personal Branding ini akan terbentuk secara langsung dan alami. Tanpa dipersiapkan. ini berhubungan dengan kebiasaan kita, sifat kita, juga soal hal-hal yang tampak di diri kita. Pernah mendapatkan julukan?

Misal:

“Kamu adalah orang paling rajin sekelas ini!”

“Waw, aku suka kamu, karena kamu rajin!”

“Gimana caranya supaya bisa rajin sih?”

Yups, secara otomatis, Brand personalmu adalah seorang yang rajin.

-Personal Branding Buatan

Personal Branding Buatan, kita kenal juga sebagai pembahasan kita kali ini, yaitu tentang: Membangun Personal Branding. Kata membangun di sini, berarti membuat, mengusahakan, dan menunjukkan secara sengaja tentang diri kita ke hadapan orang lain. Sama dengan mempresentasikan diri kita di hadapan orang lain.

Personal Branding bukan pencitraan. Kalau Pencitraan, akan menunjukkan yang baik, tetapi sebenarnya tidak. Sebaliknya, personal Branding lebih kepada sesuatu hal baik, yang kenyataannya memang seperti itu.

Nah, berkaitan dengan pembahasan kita, sudah bisa dipastikan bahwa apa yang akan kita bahasa soal: 20 Strategi Membangun Personal Branding Bagi Pembisnis, adalah bentuk dari Personal Branding buatan.

Berikut 20 Cara Membangun Personal Branding:

1. Tentukan Tujuanmu membangun Personal Branding

Yaps, hal yang paling penting dan mendasar adaah memikirkan: tujuanku membangun personal Branding untuk apa sih? Dan apa yang ingin ditunjukkan itu?

Misal:

“Aku melakukan personal Branding supaya gampang suatu saat menjadi seorang motivator.”

“Aku pengin dikenal sebagai master internet marketing!”

“Aku ingin dikenal sebagai pemusik handal!”

“Aku ingin dikenal sebagai seorang pemain bola!”

Dan lain-lain.


2. Menentukan Personal Branding yang Dipilih


Setelah sekian lama berpikir soal tujuan membangun presonal Branding, maka langkah selanjutnay adalah memilih dan menentukan, brand apa yang akan anda jual? Brand di sini adalah hal yang berhubungan dengan dirimu sendiri, bukan produk nyata. Ibaratnya, apa yang akan dirimu jual ke orang lain? Apakah skill di bidang ini, itu, atau apa?

Skillnya sesuai apa yang kamu inginkan tadi (di point 1).


3. Tunjukkan Karaktermu


Yaps, jika sebelumnya kita apa adanya, berlaku sesuai kehendak, maka di dalam personal Branding, kita akan berupaya supaya orang mengenal sifat, kelakuan dan karakter ‘asli’ kita, lebih dalam lagi. Hal ini jelas dibutuhkan, untuk membangun sisi emosional antara dirimu dengan orang lain.

4. Tunjukkan Prestasimu

Yaps, Personal Branding sama dengan menjual diri kepada orang lain dengan hal-hal keren dalam diri manusia. Well, Personal Branding akan gampang dibangun jika kita memiliki prestasi. Bahkan Personal Branding seseorang akan gampang terbentuk dengan yang namanya Prestasi. Prestasi ini tidak melulu soal juara, tapi juga soal sepak terjangmu di dalam hal yang ditekuni. Bisa berupa sertifkat, penghargaan, atau bukti fisik seperti foto, tentang usahamu yang maju pesat, dan lain-lain.

5. Personal Branding Berhubungan dengan Eksistensi

Jika teman-teman ingin cepat membangun Personal Branding, maka jangan sungkan untuk menjadi manusia eksis. Setiap ada kegiatan, wajib didokumentasikan, lalu di-share, dengan tujuan agar orang lain dapat mengetahui aktivitasmu, dan mungkin akan mendapatkan sedikit inspirasi.

Di era sekarang, orang yang nggak eksis bakal susah menembus audience-nya. Kenapa? Sebab hampir semua orang bermain dan berselancar di dunia maya.

6. Membagikan Nilai-Nilai dan Keunggulan Diri

Hal apa yang ingin kamu tunjukkan dalam membangun Personal Branding? Kita harus bisa menyelipkan sesuatu yang ingin kita tonjolkan.

Misal: aku pengin menunjukkan bahwa diriku itu seseorang yang expert di bidang menggambar, dan punya bisnis jual beli hasil gambar. Maka dalam setiap memposting sesuatu di media sosial (atau secara nyata) jangan lupa untuk membawa dan menyebutkan apa yang menjadi suatu keunggulanmu.

Kalau update status contohnya:

“Kata rekan saya, gambar ini real banget. Kalau menurut teman-teman, gimana?”

Meskipun tidak secara langsung kita bilang: “Aku jago gambar!”

Tapi dengan kita yang selalu mengupdate dan membagikan nilai tinggi dari diri kita, akan secara langsung dikenal orang lain.


7. Menjadi Orang yang Unik


Dalam Proses membangun Personal Branding, kita tidak bisa membangun, hanya membangun. Pergerakkannya bisa sangat lambat guys. Lantas, bagaimana cara supaya lebih cepat? Buat pembeda. Buat sesuatu yang unik. Kalau kamu penggiat media sosial, tunjukkan sesuatu yang berbeda antara statusmu dengan status orang lain.

Berbicara soal unik, aku jadi teringat Mak Beti, yang di youtube itu lho. Mungkin, banyak konten yang berhubungan dengan komedi, tetapi yang membedakan adalah ke-khasan cerita-cerita yang dibuat tersebut yang mengedepankan bahasa daerah, kebiasaan orang-orang daerah, dan yang paling menonjol, semua tokohnya adalah orang yang sama, yaitu Bang Arif Muhammad.

Menjadi unik akan menjadi sorotan.

Hal yang lebih sederhana, Atta Halilintar dikenal dengan jargonnya: Assiap. Yang mungkin, itu sepele, tapi semua orang kenal itu, dan bahkan menjadi trending kata-kata. Kata ‘Assiap’ sekarang sering digunakan oleh anak-anak zaman now.

Itu semua adalah bagian dari membangun Branding.

Nah, bagaimana dengan kita, sudahkah memiliki ciri khas dan keunikan? Baik dalam berkata-kata, berpakaian, dan hal lain? Yuk bikin pembeda.

8. Jadilah Orang yang Berprinsip

Membangun Personal Branding itu tidak bisa dicampur aduk. Kita harus bisa memfokuskan diri terhadap satu hal saja. Kalau ingin jadi penulis, ya penulis. Kalau penyanyi, ya penyanyi. Atau paling tidak, sesuatu yang ditonjolkan itu tidak keluar dari genre atau jenisnya. Misal dunia seni dan Sastra. Di dalamnya, Seni dan Sastra itu kan ada berbagai jenis.

So, sudahkah fokus ke dalam satu hal saja?

Dampak dari banyak sekali yang ingin di-‘Show’ adalah: orang lain akan merasa pusing dengan diri kita.

“Orang ini sebenarnya masternya dalam bidang apa sih?”

“Orang ini sebenarnya penulis atau apa sih?”

Ya, hal-hal semacam itu akan terus muncul jika kita tidak memiliki prinsip. Untuk awal-awal membangun personal Branding, aku pikir lebih efektif jika menunjukkan satu fokus utama saja. Kecuali kalau Personal Brandingmu sudah sangat kuat, nanti bisa ditambah, hal-hal baru apalagi yang perlu orang lain ketahui.

9. Berbagi Sesuatu yang Bermanfaat

Jika fokus utamamu membangun personal Branding adalah media sosial, maka runtinlah mengupload atau mengupdate sesuatu. Jangan sampai media sosial itu dibiarkan berdebu tak terurus. Bikin quotes, bikin cerita menarik, atau apa saja yang berhubungan dengan dirimu yang akan ditonjolkan.

10. Merakyatlah, dan Jangan Ragu Berbagi Kegiatan Sehari-harimu

Membangun personal Branding bukan berarti terus-terusan menunjukkan kelebihan-kelebihanmu. Ada kalanya kita memang harus terus merakyat, membagikan keseharian kita, update status tentang kekesalan kita, tentang opini kita, dan lain-lain.

Nggak real kalau kita hanya membagikan hal-hal baiknya saja.

11. Gunakan Nama yang Sama Disetiap Media Sosial

Bagi dirimu yang mungkin sering gonta-ganti nama di media sosial, mulailah memilih satu nama terbaik yang akan kamu tunjukkan. Bisa nama asli, bisa nama panggung, atau kalau penulis biasanya memiliki nama pena.

Hal ini bertujuan agar proses Pembangunan Personal Branding itu Berjalan dengan lancar. Orang-orang juga akan gampang mencarimu  di media sosial mana pun.

12. Mulailah Membuat Komunitasmu

Percaya atau tidak, membuat komunitas yang berhubungan dengan sesuatu yang akan kamu tonjolkan adalah salah satu hal yang cukup work untuk digunakan. Mengapa? Dengan membuat komunitas seperti itu, kamu bisa memperkenalkan diri kepada anggota-anggotamu, melakukan pertemuan, sharing, memberikan ilmu berharga yang kita bisa, dan lain-lain.

Ketika kita sudah bisa menjadi orang yang dipercaya di dalam komunitas itu, maka dengan sendirinya, anggota komunitas akan membicarakanmu, merekomendasikanmu, bahkan mengajak orang-orang baru untuk ikut bergabung dengan komunitas tersebut.

Dari komunitas ini, kita akan sangat gampang memperkenalkan diri sendiri, produk kita, atau program-program yangs edang diusung.


13. Membuat Website Pribadi


Ini juga penting guys, bagi kamu yang lebih banyak usaha di dunia internet marketing, maka membuat website sendiri atau minimal: blog personal, sangatlah dianjurkan. Di website tersebut bisa diisi soal ilmu-ilmu yang kita miliki, keseharian kita, hal-hal unik, produk-produk kita, dan lain sebagainya.


14. Fokus Pada Apa yang Menjadi Tujuan Utama


Yups. Fokus ini sangat dibutuhkan. Jangan hanya melakukan sesuatu asal-asalan, tetapi harus berdasarkan landasaran dan tujuan awal mengapa ingin membangun personal Branding. Kembali lihat point 1 dan 2 supaya tidak lupa.

15. Jangan Lupa Untuk Konsistens

Yups, hal-hal di atas merupakan tahap awal. Pada akhirnya adalah: kita semua dituntut untuk konsisten melakukan hal-hal terbaik tersebut. Orang-orang yang berhasil melakukan personal branding mereka tidak dalam waktu sebentar. Tahunan, bahkan belasan tahun.

Konsisten di sini bukan hanya soal waktu, tapi soal diri sendiri yang pada awalnya memang ditunjukkan seperti itu. Jangan sampai ke sini-sini, banyak hal menyimpang dari nilai diri yang memang ditunjukkan ke hadapan publik.

Nah guys, itulah 15 Strategi Penting Dalam Membangun Personal Branding. Semua ini akan bekerja bila dipraktekkan guys. Selamat berjuang ....







Belum ada Komentar untuk "15 Strategi Penting Dalam Membangun Personal Branding "

Posting Komentar

Berkomentar dengan baik ya. Ditunggu masukan yang membangun.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel