16 Langkah Membangun Team Reseller yang Loyal

Wahgila.com - 16 Langkah Membangun Team Reseller yang Loyal

16 Langkah Membangun Team Reseller yang Loyal
pixabay.com


Bagi pebisnis online, belum afdhal jika belum memiliki reseller. Emang apa sih fungsi Reseller? Baca 10 Fungsi Reseller di sini.

Namun, banyak sekali keluhan yang ditanyakan tentang reseller ini. Bagaimana caranya membangun, dan mengelola reseller? Soalnya banyak banget yang jarang aktif jualan, bahkan susah untuk di push berjualan. 

Hem, kenapa ya? Well, di sini, aku akan membocorkan rahasia membangun Team Reseller yang Loyal.

1. Pastikan Kamu Sudah Menjadi Pimpinan yang Baik

Nomer satu ini jleb banget ya. Ini juga menjadi pengingat buat diri saya pribadi sih guys. Bahwa ketika kita ingin membangun orang lain, maka kita harus terlebih dahulu memperbaiki diri. Bagaimana orang lain mau ikut berkontribusi dengan baik, atau mengikuti intruksi-intruksi kita jika kitanya sebagai pemimpin belum cukup baik.

Pemimpin harus jadi contoh, harus jadi panutan, dan seseorang yang dikagumi. Kalau sudah seperti itu, maka perjalanannya akan semakin gampang. Susah kalau mau bangun orang lain sementara diri sendiri belum bisa di-handle.

2. Mulai Mencari Reseller di Mana Pun

Perjuangan dalam mencari reseller tidaklah mudah. Kita harus bekerja keras men-share informasi soal reseller di setiap waktu dan di setiap tempat. Di WA Grup, facebook, Instagram, dan lain-lain. Hal tersebut sangat memungkinkan untuk kita supaya bisa mendapatkan banyak reseller, untuk kemudian nanti dibangun bersama team kita.

3. Berikan Alasan Kenapa Mereka Harus Bergabung dengan Team Kita

Ya, ini adalah hal yang juga krusial. Berikan penjelasan, kenapa mereka harus bergabung dengan team kita. Ini berisi tentang keuntungan dan kelebihan perusahaan kita untuk reseller. Banyak orang yang mau gabung jadi reseller kita karena feenya besar. Ya, semakin menguntungkan, pasti akan semakin banyak orang yang mau bergabung dengan kita.

Ini juga berhubungan dengan strategi. Calon reseller kita tidak hanya butuh fee besar, tetapi juga butuh kenyamanan. Tawarkan dan bicarakan bahwa kenyamananan di team yang akan kita bentuk adalah hal yang diperhatikan dan akan menjadi nomor 1.

Kita juga pernah menjadi reseller kan? Pasti kamu juga tahu, akan ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan kita untuk bergabung dengan team reseller mereka.

Sama, mereka juga butuh hal-hal tersebut. Ayo susun, keunggulan dari team reseller nanti yang akan dibangun. Tunjukkan keunggulan itu. Yang terpenting, wujudkan keunggulan tersebut, jangan PHP dan membohongi calon team kita.

4. Jelaskan Produk yang Kita Jual

Seorang manusia tidak akan semerta-merta bergabung begitu saja tanpa tahu barang dan jasa apa yang kita jual. Kita harus benar-benar bisa menjelaskan dengan rinci, produk apa yang kita jual. Apa saja keunggulannya. Kemudian, kenapa produk ini akan memiliki prospek besar ke depannya. Ini juga akan menjadi pertimbangan reseller untuk bergabung.

5. Setelah Mereka Bergabung, Jelaskan Rule

Jelaskan semua hal dari awal sampai akhir. Dari mulai besaran fee, tentang produk, target, bonus, aturan dan tata tertib, bahkan jobdes dan SOP mereka. Persiapan awal ini akan menentukan kerjaan mereka kedepannya. Ketika semuanya serba jelas maka mereka juga akan nyaman menjalankan hari-hari mereka sebagai reseller.

6. Bimbing Mereka, Jangan Hanya Memeras Tenaga!

Kadang kala, yang bergabung menjadi bagian dari reseller kita tidak semuanya sudah mahir berjualan. Banyak ibu-ibu, anak muda, atau siapa pun itu yang mungkin baru pertama kali berjualan. Kita sebagai owner harus bisa merasakan apa yang mereka rasakan. Jangan sampai, kita terus menumpahkan barang-barang ke mereka untuk dipasarkan, sementara mereka tak tahu cara menjualnya.

Setidaknya, kita memiliki jadwal untuk mengajari mereka, misal seminggu sekali, atau dua minggu sekali. Hal ini akan mengurangi rasa pusing mereka. Bisa dibayangkan, mereka yang harus mengurus rumah tangga, mereka yang harus kerja di kantor, mereka yang harus kuliah, harus dipusingkan juga dengan cara berjualan. Ya, kita harus berinisiatif untuk mengajarkan semuanya kepada mereka.

7. Siapkan Konten Untuk Jualan

Kawan, orang-orang yang bergabung dengan kita itu tidak hanya menjadi reseller. Reseller sepertinya hanya sambilan. Jarang sekali mereka menjadi reseller sebagai pekerjaan utama, kecuali kalau mereka memang sudah sukses menjadi reseller besar dan memiliki penghasilan.

Lebih baik, kita menyiapkan konten-konten untuk mereka. Jadi ketika berjualan, mereka tinggal share, tinggal upload. Tentu saja mereka juga akan lebih bersemangat dalam menjual produk-produk kita. Ini sebagai bentuk antisipasi jika mereka tak memiliki waktu membuat konten. Atau bahkan tidak mahir menggunakan aplikasi edit foto dan semacamnya.

8. Adakan Target dan Bonus

Ini nih yang biasanya membuat para reseller tertarik dan bersemangat untuk terus berjualan. Kita harus peka. Ketika kita punya targetl berikan penghargaan kepada mereka jika mencapai tarket tersebut. Bisa berupa barang, bisa juga potongan harga, dan hal yang sekiranya memang bermanfaat.

9. Adakan Kajian Spiritual

Kadang kita terlalu fokus kepada duniawi, tanpa mengerti bahwa sebenarnya hidup manusia sangat berdampingan dengan hal-hal spiritual. Bukan berdampingan lagi sih, tapi juga menempel di jiwa kita. 

Dalam bentuk apa kita mengadakan acara soal spiritual?

Banyak. Misal setiap pagi, bersepakat untuk membaca Al-Quran. Memang sih antara kita dan team reseller tidak ada di tempat yang sama, tapi upayakan untuk berkumpul di pagi hari, saling mengingatkan tentang program membaca Al-Quran tersebut.

Atau mungkin Owner bisa memberikan motivasi, bercerita, dan membangun hal-hal yang membuat semangat mereka untuk beribadah (selain berjualan) meningkat. Karena pada dasarnya, semakin kita dekat dengan sang pencipta, semakin besar kemungkinan kita tenang menjalani hari-hari sebagai seorang penjual.

Yuk, jadikan Tuhan sebagai sandaran dalam setiap langkah yang kita lakukan. Jangan sampai kita hanya fokus kepada duniawinya saja.

10. Jangan Baper Jika ada Reseller yang Tidak Aktif

Seperti yang pernah kubilang, bahwa jarang sekali mereka menggantungkan penghasilan utama dari reseller. Biasanya reseller ini hanya dijadikan sambilan. Dan sudah tentu, kalau mereka lebih mementingkan aktivitas utama.

Jika ada yang kurang aktif atau mungkin tidak aktif, mungkin mereka sangat sibuk dengan pekerjaan atau kegiatan utama. Sebagai owner, jangan pernah baper, yang penting terus lanjutkan memotivasi orang-orang yang masih aktif. 

Sebisa-bisa sih, kita juga pendekatan kepada reseller yang tidak aktif. Tanyakan alasannya. Kalau memang sudah tidak mau bergabung, bisa dikeluarkan dari grup reseller secara baik-baik. Berdasarkan hasil obrolan bersama.

11. Jangan Baper Jika ada Reseller yang Lebih Aktif Jualan Produk Lain

Siapa yang tidak baper coba? Kita yang capek berbagi ilmu, berbagi konten, eh dianya malah asyik jualan produk dari toko lain. Sakit nggak guys? Ya, kita jangan baper lah. Toh dulu kita juga akan memprioritaskan melakukan hal yang dikira lebih banyak manfaat.

Satu hal saja yang perlu dilakukan, terus perbaiki sistem kita, dan buatlah mereka menjadikan produk kita sebagai prioritas. Dan itu memang butuh waktu. Tidak simsalabim.

12. Jangan Baper Jika Ada yang Keluar Tiba-tiba dari Grup

Ya, kita tahulah, banyak jenis manusia di dunia ini. Sifatnya juga berbeda-beda. Ada yang dengan sopan menceritakan alasannya keluar. Ada yang tiba-tiba left. Ya, jangan baper sekali lagi. Mari lebih dewasa saja.

13. Cari Lagi Reseller, Jangan Puas dengan Reseller Sebelumnya

Prinsipnya tetap sama: kumpulkan sebanyak-banyaknya reseller. Jangan sampai kita malah terlalu fokus terhadap reseller yang nggak aktif, reseller yang keluar dan lain-lain. Alangkah lebih baik jika kita mencari terus dan terus reseller baru. Kita justru harus lebih fokus ke hal lainnya. Jangan terfokus kepada masalah lama. Yang terpenting, kita sadar diri dan memperbaiki sesuatu yang tidak bikin nyaman.

14. Jelaskan Tujuan Bersama

Banyak owner yang kadang terlalu fokus menjelaskan tujuan dari perusahan itu sendiri. Sementara tujuan bersama, tujuan reseller itu sendiri, kemudian keuntungan untuk reseller jarang dibicarakan. Hei, mereka juga punya keinginan. Sebagai team jelas harus juga memperhatikan itu semua. Kita jelaskan manfaat jika produk kita laku keras.

“Kawan-kawan, mari berjuang, insya allah, kalau produk kita tembus 1000 bulan ini, akan ada tambahan potongan khusus reseller bulan selanjutnya.”

“Kawan-kawan, kalau produk kita laku, kita juga yang akan berkembang dan bisa memiliki penghasilan.”

“Teman-temanm, perlu diingat, kemajuan perusahaan ini adalah kemajuan bersama.”

Contohnya seperti kalimat di atas. Kita memang harus bisa menumbuhkan sisi emosional yang tinggi, demi tercapainya jalinan yang kuat antara kita dan reseller, atau antar sesama reseller.

15. Anggap Mereka Sebagai Keluarga

Kadang kala, kita terlalu fokus sebagai bos ke bawahan. Sebisa-bisa, kita harus lebih mengedepankan ‘kerjasama’ terhadap mereka. Mereka adalah mitra, posisinya sejajar. Bukan malah sebaliknya. Hal ini bertujuan untuk membuat nyaman mereka. Bagaimana pun, kenyamanan adalah kunci mereka bertahan.

Kita juga harus bisa memberikan perhatian lebih. Bertanya kabar, memberikan nasihat, mengobrol, dan hal-hal menarik lain yang jarnag dilakukan pimpinan kepada bawahan, atau mitra-mitranya.

16. Evaluasi dan Laporan

Sebisa-bisa, setiap priode harus ada laporan penjualan dari reseller, juga evaluasi yang membangun dari pimpinan. Hal ini bertujuan untuk perbaikan kualitas. Baik dari segi manusianya, pelayanannya, atau pun dari produk itu sendiri. 


Nah guys, itulah 16 Langkah Membangun Team Reseller yang Loyal. Bagaimana, sudah siap merekrut orang-orang hebat? Mari berjuang.



Belum ada Komentar untuk "16 Langkah Membangun Team Reseller yang Loyal"

Posting Komentar

Berkomentar dengan baik ya. Ditunggu masukan yang membangun.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel