16 Tips Memilih Karyawan Terbaik Untuk Perusahaan Kita

Wahgila.com – 16 Tips Merekrut Karyawan Terbaik Untuk Perusahaan Kita

16 Tips Memilih Karyawan Terbaik Untuk Perusahaan Kita
pixabay.com


Karyawan merupakan orang yang sangat penting demi kemajuan usaha kita. Tidak hanya usaha sebenarnya, tetapi juga perkembangan mental kita sebagai pimpinan. Kadang kita akan belajar banyak dari karyawan terbaik yang kita pilih.

Namun, kita tidak bisa memilih cepat karyawan. Kadang kala, karyawan yang kelihatan baik dan akan bagus, justru sebaliknya. Banyak manipulasi saat ini. Terutama manipulasi sifat dan juga keunggulan. Sifat seseorang akan terlihat baik dan buruknya, jika sudah lama bekerja bersama kita.

Namun, untuk mengantisi hal-hal yang kurang mengenakan, kita harus tetap memilih dan menyeleksi karyawan, dengan beberapa cara sederhana berikut:

1. Perhatikan Sopan Santun Karyawan

Ya, pertama kali, cara berkomunikasi seseorang bisa ditilai. Biasanya, ini tahap pertama penyeleksian. Jika seandainya kita mencari karyawan lewat online, atau media sosial, biasanya mereka akan menghubungi kita. 

Contoh: kita mencari karyawan untuk admin. Sudah dijelaskan serinci-rincinya di informasi. Kemudian, muncul beberapa pertanyaan seperti:

“Lagi nyari kerja ya, Mbak? Kerja Apa?”

“Mbak, usianya minimal berapa ya?”

“Mbak, saya nggak punya izajah SMA, nggak apa-apa?”

Dll.

Sebenarnya, pertanyaan-pertanyaan model begitu sudah bisa dipastikan, bahwa mereka tidak menyimak dengan baik. Maka, mereka yang bertanya seperti itu sudah langsung tereliminasi. Sebab, sudah kelihatan, mereka tipe orang yang kurang teliti. Informasi saja tidak dibaca dengan jelas.

Orang-orang yang sudah pasti mengerti biasanya akan langsung berkata:

“Hallo Kak, Saya Rani, ingin melamar pekerjaan yang Kakak tawarkan. Untuk CV, dikirim ke alamat mana ya?”

Nah, jika seandainya alamat, juga soal-menyoal persyaratan belum diberi tahu, orang yang bertanya seperti itu wajib diacungi jempol. Dia tidak menyanyakan sesuatu yang sudah ada. Sebaliknya, dia menanyakan sesuatu yang belum ada di informasi.

2. Lihat Keseriusan Mereka Dari Tampilan

Penampilan akan menjadi penunjang pendukung bagi karyawan. Ketika penampilannya keren, maka sudah bisa dipastikan, bahwa dia memang mempersiapkan segalanya. Dia tidak datang dalam keadaan biasa saja. Ya, namanya juga mau melamar, harus semenarik mungkin kan ya.

Kita juga bisa menjadikan itu semua sebagai nilai tambah. Jika karyawannya rapi, wangi, dan terlihat energik, sudah pasti, ketika kerja pun kemungkinan besar akan sangat baik.

3. Lihat Dari Cara Mereka Berbicara

Bagaimana pun, dunia kerja itu kejam. Salah satu hal yang sering dijadikan bahan penilaian adalah cara bicara mereka. Ketegasan, kepercayaan diri,  intonasi dia berkata, ketenangan dia dalam menjelaskan, dan lain-lain.

Semakin enak dan santai diajak ngobrol, semakin menambah nilai plus. Karyawan dipilih untuk tidak hanya berkomunikasi dengan kita, tetapi juga dengan kolega atau pelanggan-pelanggan kita.

4. Lihat Dari Motivasi Mereka Melamar Bekerja

Dari sini, kita bisa lihat alasan mereka bekerja. Mungkin akan muncul perkataan seperti ini:

“Alasan aku bekerja karena ingin mengisi waktu luang.”

“Aku bekerja karena menunggu waktu sampai masuk kuliah.”

“Aku kerja karena ingin membantu orangtua dan adikku yang masih sekolah.”

Jawaban nomor 1 dan 2, bagiku kurang baik untuk jadi karyaan yang berpotensi loyal dan juga lama bekerja dengan kita. Kenapa? Sebab mereka hanya menjadikan kerja seperti sampingan saja. Kalau kita membutuhkan karyawan yang berpotensi kerja lama dengan kita, maka sepertinya kita tidak cocok jika menerima dia bekerja.

Untuk pernyataan nomor 3, bagiku adalah pernyataan dengan motivasi tinggi. Kenapa? Orang-orang yang memang memiliki tujuan buat orangtua, atau adik, memiliki motivasi lebih besar dalam bekerja. Kemungkinannya, dia akan bekerja dengan baik dan sungguh-sungguh.

5. Komitmen Karyawan, Bisa Menjadi Salah Satu Bentuk Penilaian

Ya, komitmen memang sangat penting. Komitmen untuk bekerja dengan baik komitmen untuk memprioritaskan, dan komitmen lain. Ini bisa dijadikan nilai tambah sebagai kesungguhan dia melamar pekerjaan.

6. Pengalaman Kerja

Sebenarnya, bagiku, pengalaman kerja tak begitu penting. Aku lebih suka lulusan baru, yang belum pernah bekerja. Kenapa? Sebab biasanya mereka akan gampang diajari dan juga akan senantiasa serius dalam bekerja, meskipun mungkin kita akan lebih banyak mengawasi dan memberi tahu.

Orang yang seperti ini biasanya akan loyal dan juga menaruh perusahaan kita di hatinya. Karena perusahaan kitalah yang menempa dari awal.

Kemudian untuk orang yang sudah memiliki pengalaman kerja juga bagus bagi kebanyakan perusahaan. Aku juga akan tetap memilih orang yang sudah memiliki pengalaman kerja di bidang yang sama. Kelebihan dari orang yang sudah memiliki pengalaman biasanya akan lebih gampang diajari juga, dan proses trainingnya tidak begitu lama. 

Untuk pemilihan karyawan jika dilihat dari sisi ini, aku serahkan kepada kawan-kawan. Kita bisa memilih sesuai kebutuhan. Karena waktu itu aku memang baru merintis, fresh raduation bagiku sudah cukup. Mereka tidak meminta gaji sesuai keinginan, mereka justru setuju dengan keadaan kantor yang sangat apa adanya.

7. Pilih Karyawan Dari Pertimbangan Usia

Apakah menurutmu usia sangat berpengaruh? Tentu berpengaruh. Aku lebih suka orang-orang yang usianya 25 ke bawah. Apalagi masih single. Mereka biasanya akan lebih terfokus kepada pekerjaan. Juga akan sangat gampang jika ada sesuatu, sebab belum memiliki tanggungjawab besar. Sehingga perusahaan kita akan menjadi prioritas utama.

8. Pilih Karyawan yang Berkarakter dan Berprinsip

Karyawan model begini sangat susah untuk didapatkan. Kenapa? Orang berkarakter memiliki keunikkan. Orang yang berpinsip memiliki keunikan. Biasanya, karyawan seperti itu susah jika digoyahkan. Karyawan berprinsip akan selalu mencoba melakukan sesuatu dengan baik sesuai prinsipnya bekerja.

Sementara untuk karakter, kita bisa pilih karyawan berdasarkan karakter. Apakah karakter tersebut cocok terhadap jabatan kerja yang kosong. Biasanya kalau admin, lebih bagus orang yang agak introvert, biasanya mereka lebih fokus bekerja. Sementara untuk kerja lapangan, orang-orang exktrovert jagonya. Sebab mereka bisa berkomunikasi dengan baik.

Tapi sekali lagi, itu bukan acuan. Yang terpenting, kita bisa menilai dengan baik. Masalah introvert atau extrovert, seorang HRD, atau bahkan Anda yang menilai, akan bisa melihat kecocokkan tersebut.

9. Jangan Memilih Karyawan Dari Pihak Keluarga

Wah, ini nih yang sering terjadi. Banyak orang yang memilih karyawan dari keluarga sendiri. Adik, sepupu, dan lain-lain. Kalau seandainya kita bisa tegas ke mereka, ya monggo. Tapi bayangkan jika kemudian kita tidak bisa tegas. 

Bagaimana pun, usaha itu berhubungan dengan keuntungan dan kerugian. Bagaimana jika mereka merugikan, sementara kita tidak bisa berbicara dan menegur?

Banyak kejadian, karyawan yang berasal dari keluarga sendiri itu kadang lebih sok. Karena merasa pemilik usahanya kakak sendiri, kerjanya pun sengenanya, seadanya, tidak memiliki motivasi yang kuat. Bahkan bisa jadi sering izin.

Sebisa-bisa hindarilah untuk mempekerjakan saudara. Lebih baik cari orang yang tidak akan menyusahkan. Kalau kerjanya tidak baik, kita bisa memberhentikan kerja tanpa harus merasa tidak enak.

10. Lihat, Jam Berapa Dia Datang Saat Interview

Jika kamu mematok aktu interview jam 8, kemudian dia datang jam 9, sudah bisa dipastikan bahwa dia tipe orang yang tidak memprioritaskan. Mungkin dia akan banyak alasan. Mungkin dia akan mengatakan ini itu, alasan dia terlambat, tapi ketahuilah, dari sana, kita juga bisa melihat, bahwa setelah kerja, dia juga akan begitu.

Telat, alasan bermunculan.

Ya, orang yang melamar kerja itu kaya audisi. Hal apa pun yang berhubungan dengan personal, akan menjadi penilaian umum yang harus dipertimbangan. Nggak cukup kerja bagus kalau datang masih terlambat.

11. Tanyakan Soal Perusahaan Sebelumnya

Mungkin, jarang sekali seseorang menanyakan latar belakang calon karyawan keluar dari perusahaan sebelumnya. Sebisa-bisa, dalam proses interview ini, kita bisa mengorek hal-hal yang berhubungan dengan perusahaan sebelumnya. Ada berbagai pertimbangan ketika dia bercerita.

-Dia dia bercerita alasannya keluar karena tidak nyaman dengan bosnya di kantor, maka kita harus mulai memotivasi dia untuk tidak menjadi orang yang baperan. Namanya dunia kerja ya memang begitu. Dunia kerja itu bukan sekolah yang kalaua ada apa-apa bisa dimaklumi. Jika kita tidak bisa menjelaskan ini secara rinci, kemungkinannya, dia juga akan menjadi orang yang tersinggungan ketika kita tegur.

-Jika dia membicarakan kejelekan perusahan sebelumnya, siap-siap, perusahaanmu juga akan dijelek-jelekkan jika dia keluar secara tiba-tiba. Atau keluar secara tidak baik. Orang-orang seperti itu memang akan senantiasa playing victim. Artinya, demi mendapatkan perhatian perusahaan baru, akan sebanyak mungkin mencari kelemahan perusahaan sebelumnya, supaya dapat dimaklumi perusahaan baru.

Namun, justru itu jangan dijadikan sebagai pemakluman. Kita justru harus hati-hati jika menerima orang seperti itu. Kemungkinan besar, perusahaan kita juga akan dijelek-jelekkan di perusahaan baru, setelah dia bekerja di perusahaan kita.

Saranku sih, jangan pilih tipe orang seperti itu. Lebih baik cari orang yang terfokus membicarakan alasannya keluar bekerja, bukan fokus menceritakan perlakuan perusahaan sebelumnya.

12. Interview Dia Dengan Memberikan Soal Tertentu

Biasanya, akan terdapat banyak soal-soal logika yang bisa kita suguhkan. Hal ini bertujuan untuk mengetahui, seberapa matang dia dalam berpikir, seberapa dewasa dia dalam menanggapi masalah. Kita juga bakal tahu, seberapa besar solusi yang akan diberikan dia untuk permasalahan yang kita suguhkan.

Semakin memuaskan jawabannya, maka kemungkinan besar, dia juga bisa survive di perusahaan kita jika terdapat masalah yang besar.

13. Lihat Dari Latar Pendidikan

Nah guys, latar belakang pendidikan ini juga bisa menjadi salah satu pertimbangan. Ketika kita membutuhkan akuntan, jelas kita akan lebih memilih anak lulusan akuntan dibanding komunikasi. Hal ini supaya beban kita sebagai pimpinan tidka terlalu besar. Setidaknya dia sudah tahu dasar-dasar akuntansi, atau malah sangat mahir dalam pekerjaannya.

14. Menilai Karyawan Dari Kelengkapan Data yang Diberikan

Tahukah kamu, bahwa karyawan yang baik adalah karyawan yang teliti dengan detail apa pun. Ketika karyawan dipersilahkan membaca CV dan beberapa berkas lainnya, kemudian dia tidak memenuhi beberapa syarat, maka itu bisa dijadikan pertimbangan.

Memang itu terkesan sepele, tetapi hal tersebut mengacu kepada komitmen, ketelitian, kesesuaian terhadap aturan.

Peluangnya, dia akan menjadi orang yang selalu bisa mengerjakan sebesar apa pun pekerjaan yang diberikan. Hal kecil saja dia lakukan.

15. Uji Coba Dengan Melalui Sistem Training

Jika standar 1-14 sudah terpenuhi, kita bisa mencoba menguji dengan training. Jika setelah selesai training calon karyawan kita melakukan hal terbaik, maka bisa dipastikan, dia bisa bekerja dengan kita. Namun jika saat masa training jauh dari harapan, dengan penolakan terhormat, mau tidak mau, dia tidak bisa bekerja di perusahaan kita.

Ya, memang agak terkesan jahat, tetapi untuk mendapatkan karyawan terbaik, kita memang harus bekerja lebih keras.

16. Evaluasi Diri Kita Sebagai Pemimpin

Ini nih yang jarang diperhatikan. Kadang, kita terlalu muluk mencari orang terbaik. Sementara kita tidak memantaskan diri menjadi orang baik. Mereka akan datang jika kita sudah pantas mendapatkannya. Maka sebagai pemimpin, jangan berhenti belajar, juga mengevaluasi diri.

Nah guys, itulah 16 Tips Memilih Karyawan Terbaik Untuk Perusahaan Kita. Ayo, persiapkan karyawan terbaik demi usaha yang kita jalani.


Belum ada Komentar untuk "16 Tips Memilih Karyawan Terbaik Untuk Perusahaan Kita"

Posting Komentar

Berkomentar dengan baik ya. Ditunggu masukan yang membangun.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel