5 Perbedaan Teknik berjualan Soft Selling dan Hard Selling

Wahgila.com - 5 Perbedaan Teknik berjualan Soft Selling dan Hard Selling

5 Perbedaan Teknik berjualan Soft Selling dan Hard Selling
pixabay.com


Hai, aku muncul lagi nih, buat menjelaskan perbedaan dari berjualan dengan Teknik Soft Selling dan Hard Selling. Sebenarnya, apa sih perbedaan mendasar dari keduanya?

Soft = halus

Hard = Keras

Ya, sebenarnya, dari pengubahan arti di atas, keduanya sudah bisa diartikan. Namun, di sini teman-teman mungkin menginginkan sesuatu yang lebih jelas kali ya. Sip sip. Aku akan coba menjelaskan perbedaan keduanya menurut faham aku yaaaa.

Berikut adalah Perbedaan Soft Selling dan Hard Selling.

1. Segi Bahasa Promo

Bahasa promo dalam kedua teknik ini jelas sangat berbeda. Amat berbeda. Yang membedakan adalah dari penyampaian dan juga struktur bahasa.

Bahasa penjualan dalam soft selling lebih bebas. Lebih variatif. Lebih bisa diimajinasikan. Sebab biasanya, teknik ini berhubungan dengan imajinasi dari si penjual itu. Seperti curhatan, suatu kejadian, atau hal-hal lain. Pokoknya, Soft Selling itu kalo dari bahasanya lebih mementingkan feel atau rasanya. Dan biasanya, teknik ini lebih panjang dan juga ada bumbu-bumbu drama.

Berbeda dengan Hard Selling. Kalau menurutku sendiri, bahasa dari HARD Selling lebih singkat, tapi baku dan kaku. Jarang sekali menggunakan variasi. Karena inti dari HARD SELLING memang berjualan secara terang-terangan.

2. Segi Tujuan Promo

Dari segi tujuan sebenarnya sama: menjual. Namun, ada beberapa perbedaan yang membedakan keduanya. 

Soft Selling contohnya. Teknik berjualan ini bertujuan untuk memberi tahu, dan mencoba untuk menempelkan nama produk atau nama toko di benak calon pembeli. Karena orang-orang yang menggunakan teknik soft selling percaya, suatu saat, jika mereka membutuhkan produknya, pasti akan kembali menghubungi. Atau saat itu juga kalau memang butuh, mereka membeli. Kasarnya, Soft Selling selain jualan ada maksud Membranding segala hal yang berhubungan dengan produk, dengan tujuan ada dampak jangka panjang.

Sedangkan HARD Selling tujuannya ya jelas menjual. Bahkan sudah tertera di tulisan, di banner-banner, ada kata-kata: Segera beli Sebelum Kehabisan!; Ayo Beli Sebelum Harga Naik!; dan lain-lain. Ada penekanan kepada audience untuk ‘MEMBELI’.

3. Segi Waktu

Terus terang, teknik Soft Selling lebih selow. Namanya soft. Agak-agak kode-kodean gitu lho. Soft Selling ini adalah type berjualan yang bermain cantik. Lebih mementingkan value jangka panjang terhadap calon pembeli. Nggak hanya soal membeli produk, tapi juga si penjual menginginkan mereka untuk tetap ingat kepada produk, sekaligus nama perusahaannya.

Teknik Soft Selling ini nggak bisa buru-buru. Makannya sebagai penjual, kita butuh Branding yang oke. Kalau kita sudah memiliki Personal Branding yang keren, jualan teknik Soft Selling bisa wus-wus alias cepet. Karena ada peran dari Brand diri sendiri.

Bagaimana dengan HARD SELLING? Hard Selling lebih menuntut pembeli untuk membeli hari ini juga, jam ini juga, detik ini juga! Terbukti dengan ada kata-kata: Beli sebelum kehabisan!; Produk Ini Tinggal untuk 5 Orang!;  dan lain-lain.

Biasanya, tipe-tipe HARD SELLING ini akan muncul pada saat menuju hari-hari besar, atau di toko-toko tertentu.

Dari segi penjualan, Hard Selling bisa lebih cepat menjual, cuman kalo menurut saya agak kurang cocok kalau digunakan di akun media sosial pribadi. Kebanyakan orang nggak mau kalau ada temennya jualan dengan terang-terangan. Apalagi kalau jualannya setiap saat. Sudah seperti spam.

4. Dari Segi Audience dan Calon Pembeli

Orang-orang yang menggunakan teknik Soft Selling saat jualan sering menggunakan teknik tersebut di akun media sosial saat update status, atau ketika sedang berbagi ilmu, pasti ada saja yang disisipkan soal produknya. Teknik Soft Selling Tidak cocok kalau digunakan di Marketplace seperti Bukapalak, Lazada, Olx, dll.

Orang yang promosi menggunakan Soft Selling menargetkan pembeli dari teman-teman sekitarnya. Di mana untuk promosi perlu teknik. Orang-orang itu nggak mau ditawarin sesuatu secara langsung, tetapi akan tiba-tiba datang saat tertarik dengan produk kita.

Kenapa mereka tertarik? Salah satunya karena terpengaruh oleh story Telling yang kita buat.

Sementara, untuk HARD SELLING memang tipe jualan terhadap audience yang benar-benar membutuhkan dalam hal ini. Yang memang benar-benar berniat untuk belanja. Tidak karena terpengaruh oleh suatu story telling.

Contoh HARD SELLING sering digunakan di akun-akun Instagram yang memang digunakan sebagai akun toko. Atau juga digunakan di marketplace. DI deskripsi produk, dan lain-lain.

Orang-orang nggak akan mempermasalahkan soal bahasa berjualan, karena faktanya, mereka yang butuh. Mereka yang hadir untuk membeli. Mereka biasanya hanya butuh membaca rincian lebih jelas dan manfaat dari produk.

5. Dari Segi Bobot Bahasa

AKu contohkan penggunaan teknik ini di facebook pribadi ya.

Kalau  fure targetannya orang-orang yang nggak niat belanja, ya jelas, promosi soft selling lebih work dan berbobot. Sebab, mereka sebagai audience nggak akan merasa dipaksa, dan nggak akan merasa terganggu. Hal-hal yang berhubungan dengan rasa, juaranya soft selling.

Sementara untuk HARD SELLING, lebih kepada sistem to the point. Mau kenal, mau enggak, hajar. Untuk berjualan di facebook, jelas teknik ini lebih mengganggu menurutku.


Nah, itulah 4 perbedaan teknik Penjualan Soft Selling dan Hard Selling. Keduanya bisa digunakan sesuai situasi dan kondisi. Keduanya juga memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Kalau kita ingin membangun kepercayaan dan kedekatan dengan teman dan followers, maka soft selling bisa digunakan. Jika kita ingin berjualan: jleb, langsung, pakai Hard Selling. Namun ya, kalau dari aku sih sarannya: kalau berjualan di akun pribadi, di IG pribadi, gunakan soft selling. Kalau jualannya di website, toko online, marketplace, toko di IG, maka gunakan Hard Selling. Bahkan sebenarnya, keduanya bisa dikombinasi sesuai kebutuhan. Tinggal kitanya aja yang pintar-pintar memilih menggunakan teknik yang mana.







Belum ada Komentar untuk "5 Perbedaan Teknik berjualan Soft Selling dan Hard Selling"

Posting Komentar

Berkomentar dengan baik ya. Ditunggu masukan yang membangun.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel