7 Rahasia Menguatkan Karakter Tokoh Dalam Novel

7  Rahasia Menguatkan Karakter Tokoh Dalam Novel


Ujwar.com – Hallo teman-teman, setelah sekian lama aku nggak update soal kepenulisan, akhirnya aku punya satu topik yang sepertinya akan sangat menyenangkan kalau dibahas. Yaps, ini berhubungan dengan karakter tokoh, atau tokoh dan penokohan dalam sebuah cerita.

Membuat suatu karakter memang tidak semudah membalikkan telapang tangan. Banyak yang bertanya, gimana sih cara supaya karakter di novelku kuat, unik, dan punya kedalaman? Yaps, kali ini, aku akan membahasnya. Pastikan kamu sudah mem-bookmark nama blogku, supaya kapan-kapan bisa berkunjung lagi. Aku akan update secara berkala mengenai buku dan literasi.

Berikut ini adalah 7 Cara Menguatkan Karakter Tokoh Dalam Novel

1. Pastikan, Tokohmu Punya Hasrat/Keinginan/Tujuan

Sering kali sebuah novel atau cerita tidak hidup, salah satunya dari tokoh yang tidak memiliki tujuan, keinginan, atau hasrat. Sebaiknya, sebelum benar-benar menulis, kita harus sudah tahu, hasrat apa yang diinginkan si tokoh. Apa yang ingin dia capai?

Tujuan sangat penting dimiliki, sebab akan menentukan sifat dan juga karakter si tokoh ke depannya.

Misal: si tokoh memiliki hasrat ingin memusnahkan bullying. Nah, ketika memiliki hasrat seperti itu, ada langkah-langkah yang ingin dicapai, kita juga bisa memulai membentuk sifat dari keinginannya ini. Sifat seorang manusia bisa terbentuk dari masa lalunya, atau pun dari tempaan di masa sekarang. Pastikan sekali lagi, tokohmu punya hasrat yang kuat.

2. Manusia, Siapa Pun Itu, Memiliki Topeng

Kamu pernah punya teman yang pendiam sekali? Tapi sebenarnya, jika sudah sangat dekat, ternyata dia banyak berbicara dan asyik? Yaps, mungkin dia sedang menggunakan topengnya dalam kehidupan sehari-hari. Emang sebuah karakter wajib punya topeng?

Nggak wajib sih, tapi jika ingin tokoh kita terlihat nyata, pastikan bahwa tokoh kita punya sesuatu yang ingin ditampilkan di depan umum, sementara sebenarnya, dia memiliki suatu hal yang tidak ditunjukkan ke khalayak umum.

Kamu pernah melihat seorang tokoh yang sangat kuat, padahal aslinya rapuh? Itu salah satu penerapan topeng dalam diri si tokoh. Kadang, kita ikut merasakan dan merasa related dengan keadaan tokoh tersebut, sebab kita juga biasanya seperti itu. Sok kuat, eh padahal aslinya, suka nangis dipojokan.

Pastikan kita bisa menunjukkan topeng apa yang ditempilkan si tokoh kepada pembaca. Ini akan membuat tokoh kita terasa real dan nyata. Bukan tokoh mahasempurna yang tidak memiliki kekurangan.

3. Pastikan Tokoh Kita Memiliki Kegelisahan

Kamu pernah nonton stand up komedy? Bagaimana komika mengemas kegelisahan mereka menjadi sebuah cerita yang epic dan membuat orang lain tertawa? Dengan cerita si komika tersebut, kita jadi merasakan apa yang dia rasakan. Kita bahkan jadi menyukai karakter mereka secara tidak langsung. 

Di dalam tokoh novel, kegelisahan itu bisa menjadi salah satu senjata kita untuk menarik simpati dan empati pembaca. Kegelisahan tokoh terhadap dirinya sendiri, misal karena dirinya gendut, atau tidak cantik, atau berkulit gelap (di mana kebanyakan, memang selalu dibully) bisa juga menjadi salah satu hal yang dimasukan ke dalam plot cerita. 

Misalkan: kenapa seseorang bisa membunuh? Sudah pasti, dia punya hasrat (poin nomor 1) dan juga punya kegelisahan. Bisa berupa kegelisahan dengan masa lalu, yang berhubungan langsung dengan alam bawah sadar (akan dibahas di poin 4).

So, seberapa gelisah tokoh di novelmu?

4. Alam Bawah Sadar Seseorang Bisa Berpengaruh Terhadap Karakter

Sejak kecil, aku jadi bahan bullying. Dibilang bencong-lah, banci-lah, atau apa pun itu (kok jadi curhat ya, tapi nggak apa-apa, kita ambil contoh yang lebih real aja ya). Nah, hal ini tentu secara tidak sadar tertempel di otak kita. Seiring berjalannya waktu, meskipun aku sudah belajar dari SD sampai Universitas, kadang-kadang aku kurang percaya diri dengan keadaan diri. Coba kamu bayangkan, kira-kira, apa yang menyebabkan aku seperti itu?

Setelah ditelisik lebih jauh, aku sadar, masa lalu (yang secara tidak sadar mengendap di dalam otak, atau alam bawah sadar), telah mempengaruhi sifat dan karakter aku yang kurang percaya diri jika tampil di hadapan orang lain. 

Maka, alam bawah sadar bisa menjadi salah satu penggerak tokoh dalam kehidupannya. Seperti ketika bertindak dan berkata. Seperti ketika bertemu dengan orang lain dan mengobrol dengan mereka. Ini sangat-sangat penting.

5. Ketahui Tentang Sebab Akibat

Anggap saja kita kenal tokoh kita sejak dia lahir. Kita tahu perjalanan masa kecilnya. Kita tahu bagaimana dia tumbuh di masyarakat. Hal ini bisa dijadikan karakter setelah dia dewasa. Misal: sejak kecil seorang cewek sudah ditempa dan mandiri mencari uang. Ketika besar, cewek ini menjadi cewek yang superior, percaya diri, tangguh, atau mungkin agak sedikit tomboy. Detail kecil seperti ini menjadi salah satu senjata yang menjadikan tokoh kita menjadi masuk akal, bukan hanya sekadar tokoh tempelan. 

Makannya, kita harus benar-benar mengenal tokoh kita sedemikian rupa. Jangan sampai, kita memasukkan suatu karakter tokoh hanya karena suka. Ya, bisa juga seperti itu sih. Tapi akan lebih baik jika bisa menarik simpati pembaca lebih tinggi.

Pernah baca novel genre thriller? Kebanyakan orang yang membunuh, punya masa lalu yang kelam. Entah sering di-bully, entah pernah mendapatkan kekerasan, entah tidak mendapatkan pengakuan, dan lain-lain. Dalam cerita thriller, sering kali aspek psikologi menjadi salah satu hal yang diangkat. Memang benar, seorang manusia itu tidak akan ujug-ujug melakukan sesuatu jika tidak ada sebab. Ada sebab yang terjadi di awal, dan akan ada akibatnya di kemudian hari. Ya, meskipun kejahatan tidak dibenarkan.

6. Kenali Masalah Internal Tokoh

Ini sebenarnya masih ada hubungan dengan kegelisahan, tetapi sengaja aku bahas di sini. Seseorang yang gelisah dengan satu hal, belum tentu memiliki masalah yang sama dengan yang digelisahkan. Benar kan?

Contoh, kita sering merasa gelisah jika kita melihat koruptor yang semakin sini semakin banyak. Bukan berarti kita juga koruptor (meskipun bisa saja suatu saat menjadi seperti itu, semoga tidak). Nah, masalah internal tokoh ini yang akan memberikan effek drama dalam sebuah cerita. Masalah internal lebih khusus dari kegelisahan tadi.

Kita sering merasa sedih melihat potret anak jalanan yang hidup di kolong jembatan dan tidak memiliki keluarga. Itu adalah masalah anak jalanan, sementara kita yang menonton ikut merasa iba. Sama halnya dengan pembaca novel kita, ketika si tokoh punya masalah internal, maka si pembaca kebanyakan akan ikut merasakan apa yang dia rasakan. Makanya, banyak  tokoh yang hidup, salah satunya karena dia nyata dan memiliki masalah dalam hidupnya.

Masalah internal ini yang kadang-kadang menggerakkan kita melakukan sesuatu. Kita punya masalah dengan diri sendiri yang depresi, maka biasanya, masalah ini pula yang akan menuntun tokoh melakukan sesuatu. Misal: mencoba bunuh diri, berusaha berobat, menganggap dirinya tidak penting, dan lain sebagainya.

7. Pemetaan Karakter

Pemetaan karakter adalah langkah akhir. Setelah kita tahu poin 1-6, maka kita bisa mulai memetakan karakter utuh. Misal si tokoh ini karakternya pendiam, agak tempramental, nah, kita jelaskan juga, kenapa dia bisa seperti itu. 

Pemetaan karakter memungkinkan kita untuk mengingat tokoh kita. Bagi seseorang yang sering lupa, sepertinya bisa mencoba menuliskan karakter semacam ini. Tapi sih, dengar-dengar, jika kita sudah mengenal tokoh kita (banget), pemetaan karakter itu tidak perlu lagi dilakukan, sebab segala halnya sudah ada di otak kita.

Itu kembali lagi ke diri masing-masing, jika memang perlu memetakan karakter, bisa dilakukan di buku catatan. Jangan lupa juga untuk menuliskan dan memetakan bentuk fisik tokoh kita juga. Hal itu membantu kita mengingat dia, dan jelas diingat pembaca jika kita bisa mendeskripsikan fisik tokoh senyata mungkin. Satu lagi, nama tokoh juga perlu perlu dipikirkan secara mendalam.

Bagaimana, ada gambaran? Mari kita mulai untuk menggali kedalaman karakter. 

Terima kasih sudah membaca artikel ujwar. Sampai bertemu di artikel selanjutnya ya.

Belum ada Komentar untuk "7 Rahasia Menguatkan Karakter Tokoh Dalam Novel"

Posting Komentar

Berkomentar dengan baik ya. Ditunggu masukan yang membangun.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 2

BACA ONLINE KARYAKu DI WATTPAD: