Review Novel Belenggu Ilse, Novel Misteri yang Bikin Ngeri

Review Novel Belenggu Ilse, Novel Misteri yang Bikin Ngeri
Doc. Pribadi


Ujwar.com – Hallo teman-teman, kali ini aku bakal nge-review buku Mbak Ruwi Meita berjudul Belenggu Ilse. Buku ini terbitan Desember 2019, dari penerbit ElexMedia. Well, setelah buku ini berada di rakku sekitar satu bulan, akhirnya aku bisa membaca dalam waktu sekitar 6 jam dalam dua hari. So, aku sangat bersemangat untuk memberikan review untuk novel ini. Belenggu Ilse, novel Novel Misteri yang Bikin Ngeri.

TENTANG BELENGGU ILSE

Doc. Pribadi


Novel ini bercerita tentang Ilse yang tiba-tiba datang setelah 2 tahun menghilang. Ilse kehilangan ingatan, dan dia lebih mirip seperti binatang. Firas—suami Ilse, yang memang sudah lama mencari Ilse jelas senang dengan kembalinya sang istri, meskipun dia juga cukup syok karena Ilse tidak mengingat semua hal yang berhubungan dengan kehidupan mereka sebelumnya.

Kedatangan Ilse, menguak beberapa fakta yang mencengangkan. Seperti halnya Ilse yang tingkah lakunya lebih mirip hewan (dengan makan langsung menggunakan mulut, dan tidur meringkuk di kandang), luka-luka yang ada di tubuh Ilse, kartu pos yang Ilse temukan, juga beberapa hal yang berhubungan dengan, Firas,  Ralia, dan seorang gadis yang terbakar di sebuah rumah.

GARIS BESAR NOVEL BELENGGU ILSE


Mbak Ruwi masih setia mengambil tema yang berhubungan dengan rumah tangga yang dibalut dengan misteri dan thriller. Setelah Carmine, tentu saja, Belenggu Ilse memberikan warna yang tak kalah gelap dari Carmine. 

Ada beberapa hal yang menjadi pusat perhatianku dalam novel Belenggu Ilse, diantaranya:

a. Masih soal plot yang diramu dengan begitu menakjubkan ala Mbak Ruwi Meita. Beliau sangat khas sekali menuliskan sudut pandang pertama dan ketiga untuk membangun alur dan plot dalam novel ini. Beberapa petunjuk diselipkan lewar kartu pos yang ditulis oleh seseorang bernama Pitti, untuk R. Sebelumnya, aku sama sekali nggak ngerti tentang maksud kartu pos di awal-awal. Aku baru mengerti setelah masuk BAB 5, di mana Ilse muncul.

b. Hal baru dan mungkin related yang diangkat di novel ini adalah deep web dan juga internet. Di sini dijelaskan tentang bagaimana internet kadang-kadang memberikan dampak negatif. Seperti halnya ada web illegal yang bisa jadi membahayakan. Dalam hal ini, ada sebuah situs web yang menjadi hakim untuk orang-orang bersalah. Huwa, kebayang kalau di dunia nyata ada web seperti itu. Atau memang ada?

c. Selain misteri soal Ilse, aku cukup nambah informasi tentang cara polisi mencari tahu soal misteri rumah terbakar. Polisi bernama Saram dan Hana, cukup mengocok perut dalam novel ini. Dialog yang khas dan unsur komedi yang diselipkan membuat aku betah baca novel ini.

d. Cerita ini juga mengangkat hakim dari mitologi Yunani. Menurutku, ini adalah hal yang tidak biasa, jadi nambah-nambah informasi soal hal tersebut.

e. Unsur percintaan yang dimasukkan (meski sedikit) cukup membuat aku ikut merasakan apa yang dirasakan Ralia. Sedih sih, udah ditiduri, eh, si laki seolah-olah nggak ada apa-apa, alias datar aja tanpa ada tindak lanjut. Dark banget sih menurutku soal percintaan di buku ini. Namanya juga novel misteri. 

Jujur, ketika aku membaca novel ini, pada awalnya merasa, “Kok nggak seru sih!” Ya ampun, jujur amat ya diriku. Tapi ternyata, itu hanya uangkapan ketidaksabaran saja. Membaca Bab 1 sampai 4 membuat aku kaya: di mana sih, yang bikin tegangnya? Misteri yang bikin aku pengen baca sampai akhir itu mana?

Dan bom! Di Bab 5, aku menemukan itu. Novel ini lebih tebal dari Carmine sepertinya, tetapi aku berhasil membereskan novel ini dalam waktu yang relatif sebentar saking serunya. Teka-teki yang dimasukkan dari Bab ke Bab membuat aku duduk diam dan memusatkan perhatian.

Dari awal, aku nebak-nebak sih tentang pelaku yang sudah melakukan hal jahat kepada Ilse. Tapi tebakanku salah semua. Meskipun memang, orang-orang yang kutebak tersebut memiliki kaitan dengan Ilse sejak awal.

Ngomong-ngomong, sepertinya aku pengin membaca novel ini sekali lagi. Ingin merasakan sensasi membaca untuk kedua kalinya. Sekaligus belajar untuk novel-novelku. Psst, karya Mbak Ruwi selalu jadi bahan-bahan belajar untuk novel-novelku. Yeah, Makasih Mbak. 

Adakah hal yang tidak aku suka?

Hem, nggak ada kayaknya. Hanya saja tadi yang kubilang, di bab-bab awal, tulisannya terasa membosankan (mungkin karena mood-ku aja sih). Namun semua itu terbayarkan setelah selesai baca novel ini sampai selesai sepanjang 319 halaman.

Kemudian, ada beberapa tanda baca yang kelewat aja di beberapa bagian. Seperti kurang titik di akhir kalimat (sering kulihat). Tapi, it’s oke, nggak ada yang sempurna kan? Awakwak. Yang penting Mbak Ruwi berhasil menyampaikan ceritanya dengan sangat baik kepada pembaca.

Kalau disuruh ngasih score, kukasih 4.2 dari 5 bintang. Novel ini keren banget untuk dibaca. Untuk novel misteri lokal, karya Mbak Ruwi Meita memang selalu menarik untuk diikuti. Kamu udah baca belum? Kalau sudah, yuk coba ceritakan pendapatmu tentang novel ini. 



Belum ada Komentar untuk "Review Novel Belenggu Ilse, Novel Misteri yang Bikin Ngeri"

Posting Komentar

Berkomentar dengan baik ya. Ditunggu masukan yang membangun.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel