Review Buku Ketika Allah Mencintaimu, Karya Abi Rofiq






Hai Ujwinner. Acie, para pembaca setia tulisan Ujwar  sekarang adalah Ujwinner yess, biar beda aja gitu. Biar nggak dipanggil teman-teman, gengs, guys, atau apa pun itu. Ehehehe. Kali ini, aku kembali dengan membawa sebuah buku yang patut untuk diikuti.

Buku tersebut berjudul Ketika Allah Mencintaimu yang ditulis oleh Abi Rofiq, dengan penerbit: Razka Pustaka. Jumlah halaman buku ini 179 dengan ukuran 12,5 x 13,5 cm. Jika dimasukkan ke dalam tas, bukunya cukup mungil dan sangat ringan. 

Sebelum berlanjut lebih jauh, lebih baik, aku tuliskan dulu blurb dari buku ini:

Setiap kita tidak ada yang sempurna. Namun, manakala Allah yang Maha Sempurna memeluk kita dengan cinta, maka sesuatu yang tidak sempurna akan menjelma kesempurnaan dan menyatu dalam rasa cinta. Boleh jadi, ketika Allah tidak lekas memberimu atau menjawab doamu untuk mencapai puncak harapan yang sempurna, itulah cara Allah mencintai dan menyayangimu.

***

Pertama-tama, ketika saya dikirim 5 buku oleh seorang teman yang sangat baik, buku pertama yang tertarik saya baca adalah buku ini. Bukan berarti yang lainnya tidak menarik, melainkan karena sesuatu yang berhubungan dengan ‘cinta’ selalu menjadi stimulus pertama dalam kehidupan. Apalagi ‘cinta’ di dalam buku ini berhubungan dengan Sang Pencipta.

Baiklah, saya akan merangkum beberapa kelebihan yang ada dalam buku ini, diantaranya:


1. Halaman yang Tidak Terlalu Panjang

Bagi saya yang penyuka fiksi, membaca buku tebal itu membosankan. Membuat saya kadang-kadang memilih menimbun buku tersebut dan entah akan kapan dibaca. Apalagi jika jenis bukunya adalah non fiksi. Melalui buku ini, saya menjadi bersemangat untuk membaca. Apalagi tiap sub bab-nya pendek-pendek, sehingga inspirasi, motivasi dan ilmunya tetap sampai dengan bahasa yang ringkas, padat dan jelas.

2. Buku Penuh Pengingat

Mendapatkan buku-buku keagamaan bagi saya adalah anugerah. Buku Ketika Allah Mencintaimu menjadi salah satu buku yang ketika dibaca membuat saya tersenyum sendiri, berkaca-kaca, beristigfar, bahkan mengucap syukur. Buku ini berisi hal-hal yang berhubungan dengan kehilangan, semangat, sabar, optimis, bersyukur, percaya diri, berserah, taubat, nikmat, hati, dan tentu saja mengenai manisnya cinta yang dari makhluk kepada Allah., dan sebaliknya, cinta dari Allah kepada hamba-hambanya. 

3. Terdapat Kisah di Setiap Pembahasan

Yang menjadikan buku ini cukup menarik dari segi penceritaan bagi saya adalah soal sisipan kisah-kisah. Penulis pintar sekali meramu sebuah kisah sederhana, dan kemudian dimasukkan di dalam pembahasan suatu tema. Beberapa kisahnya berhasil membuat saya berkaca-kaca, bahkan ada yang membuat tertawa (ternyata penulis juga pintar membuat kisah komedi). 

4. Quotes Menyentuh

Ada sisipan quotes di dalam buku. Bisa dibilang, quotes tersebut adalah pengingat bagi pembaca. Saya kadang-kadang menggeleng dan berkata, “benar juga ya.” Saat membaca sebuah quotes. Beberapa ada yang saya hafal dan bermaksud untuk menjadi pengingat, baik bagi diri sendiri, atau orang lain.

Contoh beberapa qoutes:

-Ingatlah, kehilangan yang sesungguhnya adalah apabila kita jauh dari Sang Pencipta.

-Percaya terhadap sesuatu yang telah dipikirkan secara matang, tetaplah melangkah sekalipun rintangan ada di depan mata.

Dan masih banyak quotes lain.

5. Mendekatkan Diri Kepada Allah

Bagi saya, buku ini bukan hanya bacaan biasa, tetapi pengingat supaya saya lebih dekat lagi kepada Allah. Dengan begitu, ketika membaca buku ini, saya merasa sangat tentram. Mungkin ini sangat related dengan saya, yang belakangan sering dengan sengaja melupakan Allah. Ketika membaca buku ini, jelas saya mendapatkan tamparan yang luar biasa. Tamparan yang membuat saya merasa bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa.

Setidaknya, 5 hal di atas menjadi alasan dari saya, kenapa buku tersebut harus dibaca. Lantas, apakah ada kekurangan di buku ini? Kurang afdal jika saya tidak mengemukakan sesuatu yang mungkin bisa jadi bahan perbaikkan, baik bagi penulis, atau pun penerbit.

Dari awal sampai akhir membaca buku ini, saya kurang nyaman dengan tanda baca yang tidak begitu rapi. Seperti halnya tidak ada titik di kata terakhir sebuah kalimat. Kemudian penulisan di + tempat yang masih disatukan seperti: disini, disana (yang akan jauh lebih enak dibaca jika penulisannya dipisah), kemudian penulisan dialog atau kalimat langsung yang tidak sama. Kadang menggunakan tanda petik, kadang enggak.

Saya tahu, sebuah karya tidak lepas dari kesalahan-kesalahan. Maka dari itu, sesuatu yang tidak bikin nyaman pembaca seperti ini, semoga bisa diperbaiki lagi di edisi selanjutnya, atau di buku-buku selanjutnya.

Secara keseluruhan, saya terkesan membaca buku ini, di luar beberapa hal yang membuat saya tidak nyaman.

Nah, jika kemudian disuruh memberikan bintang, saya rasa 3 dari 5 bintang sudah sangat cukup untuk buku ini. Bagi saya, ketika sebuah buku bisa menyampaikan pesan dengan baik, maka sudah berhasil membuat pembacanya terkesan.

Sekian dari saya, terima kasih. Sampai ketemu di review buku selanjutnya.

Belum ada Komentar untuk "Review Buku Ketika Allah Mencintaimu, Karya Abi Rofiq"

Posting Komentar

Berkomentar dengan baik ya. Ditunggu masukan yang membangun.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 2

BACA ONLINE KARYAKu DI WATTPAD: