Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tips Supaya Tokoh di Novelmu Jadi Lebih Hidup

Tips Supaya Tokoh di Novelmu Jadi Lebih Hidup


Tips Supaya Tokoh di Novelmu Jadi Lebih Hidup
Gambar dari CANVA


Ujwar.com – Pernah nggak sih, kamu merasa kalau novelmu garing banget? Datar banget kayak jalan tol. Bahkan mungkin, ada banyak orang yang berkomentar senada. Hem, kira-kira, kenapa ya bisa garing begitu? Terus, gimana cara bikin supaya si tokoh itu dinamis dan bisa bikin pembaca terpukau?

Di sini, aku akan membahas beberapa hal soal ini. Pastikan kamu menyimak dari awal sampai akhir. Karena pembahasan ini bakal penting banget.

Untuk membuat tokoh menjadi lebih hidup, kuncinya cuma satu, yaitu bikin tokoh tersebut lebih manusiawi. Banyak orang yang bikin tokoh novel terlalu mengada-ngada. Dengan membuat tokoh menjadi manusiawi, segala tingkah laku dan pola pikir akan lebih gampang nyambung dengan orang lain (pembaca).

“Tokoh yang manusiawi itu seperti apa sih, Kak?”

Pertama, tokoh yang punya hasrat, tujuan, kegelisahan, atau keinginan. Ini adalah faktor utama yang bisa menggerakkan cerita. Banyak banget penulis yang membuat tokoh, tetapi penulis sendiri tidak tahu fungsi adanya si tokoh. Kehadirannya di dunia ini buat apa sih? Nah, lewat hasrat, tujuan, kegelisahan, atau keinginan inilah, cerita akan dibawa bergerak dari awal sampai akhir. Bentuknya maca-macam guys.

Contoh: 

1. Seorang tokoh berhasrat untuk memperbaiki keadaan kampungnya yang sembrawut. 

2. Seorang tokoh punya tujuan untuk mencari jodoh di aplikasi online.

3. Seorang tokoh memiliki keinginan untuk mengubah hidupnya dari yang awalnya melarat menjadi kaya raya.

4. Seorang tokoh punya kegelisahan terhadap satu sistem atau suatu keadaan, sehingga dia berniat untuk mengubah atau bahkan keluar dari sistem itu.

Hasrat, tujuan, kegelisahan, atau keinginan ini sebenarnya memiliki arti yang berbeda, tetapi menjurus ke hal yang sama, yaitu: pergerakkan. Kamu bisa pilih salah satu untuk membuat tokoh utama ‘punya arti’ di dalam cerita.

Kedua, tokoh yang punya kekurangan dan kelebihan. Menurutku, wajib banget kamu mencari kedua hal ini. Banyak calon penulis yang kadang lebih fokus kepada kelebihan. Misal ganteng, kaya, disukai banyak orang, dan kelebihan lain. Sementara kekurangannya malah dilupakan begitu saja. Kalau begini, kesannya malah terlihat mengada-ngada.

Contoh: di balik seseorang yang cantik atau ganteng, mungkin dia bau badan. Contohnya agak ngawur sih. Tapi intinya, kamu harus bisa melihat kekurangan itu. Bahkan akan lebih baik jika kekurangan tadi bisa turut hadir sebagai hal penting yang bisa membuat cerita berjalan lebih seru.

Ketiga, hadirkan ketakutan. Ketakutan bisa jadi salah satu penggerak si tokoh dalam melakukan suatu hal. Biasanya, ketakutan lebih banyak berasal dari dalam diri, meskipun pengaruhnya kadang-kadang bisa dari mana saja.

Contoh: Si tokoh merasa cemas jika ada di keramaian. Ini ada hubungannya dengan mental issue, yang ada di dalam diri. Namun, tentu yang membuat dia takut adalah faktor dari luar dirinya, yaitu orang-orang tadi.

Keempat, pastikan kamu menghadirkan latar belakang si tokoh sedalam-dalamnya. Misalkan latar belakang keluarga, masa lalu, dan hal-hal lain. Latar belakang ini penting dan akan mendukung pergerakkan si tokoh.

Contoh: kamu membuat tokoh yang memiliki misi balas dendam. Tentu, misi itu mungkin hadir karena faktor latar belakang tadi. Misalnya karena orangtuanya dibunuh? Atau apa pun itu yang membuat si tokoh pada akhirnya melakukan suatu hal.

Contoh lagi nih. Kamu menghadirkan tokoh yang pemarah, penakut, atau pendiam. Bisa saja, sifat atau kepribadian si tokoh juga berasal dari latar belakang kehidupan dia sebelumnya. Misal pola asuh orangtua, dan pengaruh lainnya.

Kelima, hadirkan topeng. Inside ini aku dapatkan dari buku Ayu Utami yang berjudul: Menulis dan Berpikir Kreatif. Seseorang bisa saja menunjukkan citra yang berbeda dengan dirinya yang asli. Nah hal ini bisa membuat si tokoh terlihat lebih misterius. Tentu, ini bisa dimanfaatkan untuk kepentingan ceritamu juga.

Keenam, pastikan tokoh punya perawakan yang jelas. Bagiku, perawakan juga bisa menjadi hal penting untuk membuat tokoh lebih hidup. Tentang bentuk wajah, bentuk badan, rambut, dan hal-hal yang berhubungan dengan fisik.

Bagaimana cara agar si tokoh bisa digambarkan dengan jelas? Mungkin, kamu bisa mencari salah satu orang yang secara fisik cocok dengan tokohmu. Kemudian, kamu gambarkan orang itu seolah tokoh di novelmu. Kehadiran orang ini bisa sangat membantu, meskipun tidak wajib. Sosok ini bisa didapatkan dari mana saja. Misal sosok artis, idola, atau siapa pun itu.

Di Wattpad, kamu mungkin mengenal istilah visual. Tujuan mereka bikin itu untuk apa sih? Untuk apalagi kalau bukan untuk membuat si tokoh lebih hidup. Pembaca bisa ikut membayangkan wajah si tokoh dengan kehadiran visualnya.

Gimana? Apakah tokohmu sudah lebih hidup? Kira-kira, apalagi kesulitanmu saat membuat tokoh? Sharing yuk. Siapa tahu aku bisa bantu.

 

Posting Komentar untuk "Tips Supaya Tokoh di Novelmu Jadi Lebih Hidup"